Anda di halaman 1dari 1

Manajemen Emosi 2

Bacaan: I Yohanes 1:5-10


Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni
segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.- I Yohanes 1:9
Empat, rasa bersalah. Rasa bersalah yang terus menghantui merupakan emosi yang tidak
sehat. Rasa bersalah yang tidak diselesaikan akan membuat orang merasa tidak bahagia,
tidak berharga, salah, gagal karena sesuatu hal dan mendorong orang menghukum dirinya
sendiri. Untuk mengatasi hal ini tidak ada pilihan lain kecuali kita datang kepada Tuhan
untuk meminta Dia mengampuni dosa kita (I Yohanes 1:9) dan berani melepaskan diri
dari bayang-bayang masa lalu.
Lima, kebencian. Tidak ada hal yang positif dari sebuah kebencian. Keadaan hati yang
seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Jika tidak segera diselesaikan, kebencian akan
selalu menggerogoti damai sejahtera, sukacita bahkan akan memunculkan dendam
terhadap orang yang telah melukai hati kita. Kita harus minta ampun kepada Tuhan
karena hidup dalam kebencian, mengijinkan kasih-Nya mengalir dan berani melepaskan
pengampunan terhadap orang yang bersalah kepada kita.
Enam, iri hati. Iri hati adalah sebuah emosi yang tidak sehat karena kita selalu merasa
bahwa hidup ini tidak adil sehingga timbul cemburu. Penyebab yang sebenarnya adalah
hidup yang hanya berpusat pada diri sendiri. Orang yang egosentris (berpusat pada diri
sendiri) akan lebih mudah tergoda untuk iri hati ketika melihat keberhasilan orang lain.
Itu sebabnya kita perlu memiliki cara pandang yang sehat tentang diri kita sendiri.
Tujuh, dukacita. Memang dukacita adalah bagian dari warna kehidupan, sebab ada
waktunya kita mengalami dukacita yang mendalam. Namun yang paling penting adalah
jangan pernah membiarkan dukacita itu terus berkelanjutan dalam hidup kita, sehingga
kita mulai kehilangan sukacita dan semangat dalam hidup. Pada saat-saat seperti inilah
kita membutuhkan orang lain yang bisa menghibur dan menguatkan kita. Selain itu
memiliki waktu-waktu yang lebih banyak dengan Tuhan akan lebih mudah
menyembuhkan emosi kita ini.
Tidak ada obat yang lebih manjur untuk jiwa yang luka selain daripada kasih.