Anda di halaman 1dari 3

FISIOLOGI OTOT

Dengan menggerakkan komponen- komponen intrasel tertentu, sel otot dapat


menghasilkan tegangan dan memendek (berkontraksi). Melalui kemampuan
berkontraksi mereka berkembang sempurna, kelompok- kelompok sel otot akan
bekerja sama dalam suatu otot dapat menghasilkan gerakan dan melauakan kerja.
Kontraksi otot yang terkontrol memungkinkan:
1. Gerakan bertujuan yang diatur oleh tubuh, contohnya berjalan atau
melambaikan tangan
2. Manipulasi benda eksternal, misalnya menyetir atau memindahkan benda
3. Propulsi isi melalui organ dalam yang berongga, misalnya sirkulasi darah
atau menyalurkan makanan melalui saluran cerna
4. Mengosongkan isi organ tertentu ke lingkungan eksternal, misalnya
berkemih atau melahirkan.
Dalam tubuh manusia terdapat 3 jenis otot. Meskipun 3 jenis otot secara struktural
dan fungsioal berbeda, mereka dapat diklarifikasikan dalam 2 cara berlainan
berdasarkan karakteristik dalam 2 cara berlainan berdasarkan karakteristik
umumnya.
1. Otot dikategorikan sebagai otot lurik (otot rangka dan otot jantung) atau
polos (otot polos), bergantung pada ada tidaknya pita terang gelap
bergantian atau garis- garis saat dilihat dalam mikroskop cahaya
2. Otot dikategorikan sebagai volunter (otot rangka) dan involunter (otot
jantung dan otot polos), masing- masing tergantung pada apakah mereka
disarafi oleh sistem syaraf somatik dan berada di bawah kontrol kesadaran,
atau disyarafi oleh autonom dan tidak berada si bawah kontrol involunter
bawah sadar.
Satu sel otot rangka dikenal dengan serat otot, berukuran relatif besar dan
berbentuk silindris. Selama perkembangannya serat otot terbentuk melalui fusi
sel- sel yang lebih kecil yang disebut mioblas, oleh karena itu jika diamati ada
banyak nukleus disebuah sel otot selain itu juga banyak mitokondria, organel
penghasil energi. Serat otot rangka banyak mengandung miofibril yang
merupakan struktur intrasel yang berdiameter sangat kecil. Miofibril merupakan
elemen kontraktil khusus yang membentuk 80% volume serat otot. Saat dilihat di
mikroskop elektron sebuah miofibril memperlihatkan pita gelap (pita A) dan pita
terang (pita I) bergantian.
Pita A dibentuk oleh filamen bersama dengan filamen tipis yang tumpang tindih
di kedua filamen tebal. Filamen tebal hanya berada di pita A dan terbentang di
seluruh permukaan . daerah yang lebih terang ditenagh pita A, tenpat yang tidak
pernah dicapai oleh filamen tipis adalah zona H. Protein yang menunjang

menahan filamen- filamen tebal vertikal di setiap tumpukan, protein ini terlihat
sebagai garis M yang berjalan vertikal di bagian tengah pita A dan tengah zona H.
Pita I terdiri dari bagian filamen tipis sisanya tidak menjulur ke dalam pita A. Di
bagian garis tengah pita I terlihat garis Z (lempeng sitoskeleton gepeng yang
menghubungkan filamin tipis 2 sarkomer yang berdekatan) yang padat dan
vertikal. Daerah antara garis Z disebut sarkomer (unit fungsional otot rangka atau
dapat berkontraksi). Untaian- untaian tunggal protein raksasa yang elastik disebut
titin yang berjalan di kedua arah garis M di sepanjang garis tebal pada garis Z.
Titin berfungsi sebagai:
1. Perancah, bersama protein garis M titin membantu menstabilkan posisi
filamen tebal dalam kaitannya dengan filamen tipis
2. Pegas elastik, meningkatkan kelenturan otot. Titin membantu otot yang
teregang eksternal kembali secara pasif ke posisi istirahat.
3. Membantu transduksi sinyal, terlibat dalam pembesaran otot sebagai
respon terhadap angkat beban.
Penyusun filamin tipis dan filamen tebal
Filamen tebal tersusun dari miosin; suatu protein yang terdiri dari 2 subunit
identik, masing- masing berbentuk stik golf. Tiap- tiap unit memiliki kepala dan
leher, dimana kepala- kepala ini membentuk jembatan silang antara filamen tebal
dan tipis. Setiap jembatan silang memiliki 2 tempat krusial untuk tempat proses
kontaksi 1). Suatu tempat untuk mengikat aktin 2) mengikat miosin ATPase.
Filamen tipis terdiri dari 3 protein : aktin; protein struktural utama filamen tipis
berbentuk bulat, tropomiosin; protein mirip benang yang terbentangdari ujung ke
ujung di samping alur spiral aktin. Posisinya menutupi aktin yang berikatan
dengan jembatan silang, troponin; suatu kompleks protein yang terbuat dari 3 unit
polipeptida satu berikatan dengan tropomiosin, satu nerikatan dengan aktin dan
yang satu berikatan dengan Ca2+. Pada normalnya troponin terikat dengan Ca2+
yang menstabilkan tropomiosin dalam menutupi tempat pengikatan jembatan
silang di aktin. Jika tropomiosin tersingkir maka aktin dan miosin berikatan dan
membentuk jontraksi otot. Troponin dan tropomiosin disebut dengan protein
regulatik karena perannya dalam manutupi (mencegak kontaksi) dan memajankan
(memungkinkan kontraksi) tempat pengikatann untuk interaksi jembatan silang
aktin dan miosin.
Mekanisme Kontraksi Otot
Terdapat 4 proses dalam eksitasi, kontraksi dan relaksasi yang memerlukan ATP
yaitu:

1. Penguraian ATP oleh miosin ATPase menghasilkan energi untuk


berkontraksi
2. Pengikatan molekul ATP baru ke miosin memungkinkan jembatan silang
terlepas dari filamen aktinpada akhir kontraksi sehingga siklus dapat
diulang
3. Transport aktif Ca2+kembali ke dalam kantong lateral retikulum
sarkoplasma selama relaksasi bergantung apda energi berasal dari
penguraian ATP
4. Transport aktif Ca2+ ke cairan ekstrasel dan K ke cairan intrasel setelah
potensial aksi penghasil kontraksi sel otot dilaksanakan oleh pompa Na+
dan K+ untuk menghasilkan ATP
Sewkatu otot berkontraksi filamen tipis di kedua sarkomer bergeser ke arah dalam
terhadap filamen tebal yang diam menuju pita a. Sewaktu pergeseran, filamen
tipis menarik garis- garis Z tempat filamen- filamen tersebut slaing melekat dan
mendekat sehingga sarkomer memendek. Karena sarkomer memendek maka
seluruh serat otot ikut memendek. Zona H di bagian tengah pita A yang tidak
dicapai oleh filamen tipis, menjadi lebih kecil karena filamen- filamen tipis
mendekat ketika bergeser ke arah dalam. Pita I yang terdiri dari filamen tipis yang
tidak bertumpang tindih dengan filamen tebal, menyempit ketika filamen- filamen
tipis semakin bertumpang- tindih dengan filamen tebal sewaktu pergeseran
tersebut. Filamen tipis tidak mengalami perubahan panjangnay sewaktu serat otot
memendek.