Anda di halaman 1dari 52

Generator Arus Bolak Balik

satu fasa & tiga fasa


dosen pembimbing: Drs. H. Wakidi
Disusun Oleh :

Bayu Angga P
Fachruddin

(110511427007)
(120511427432)

S1 Pendidikan Teknik Otomotif (Teknik Mesin)

Universitas Negeri Malang

Generator AC
Generator merupakan sebuah alat yang mampu menghasilkan arus listrik. salah
satu jenis generator adalah generator arus bolak balik yang akan dibahas dalam
materi perkuliahan ini. Generator arus bolak-balik berfungsi mengubah tenaga
mekanis menjadi tenaga listrik arus bolak-balik.
Generator Arus Bolak-balik sering disebut juga sebagai alternator atau generator
AC (alternating current) atau juga generator singkron. Alat ini sering dimanfaatkan
di industri untuk mengerakkan beberapa mesin yang menggunakan arus listrik
sebagai sumber penggerak.

Generator arus bolak-balik dibagi menjadi dua jenis, yaitu:


a. Generator arus bolak balik 1 phasa
b. Generator arus bolak balik 3 phasa

Prinsip Kerja Generator:


Prinsip dasar generator arus bolak-balik menggunakan hukum
Faraday yang menyatakan jika sebatang penghantar berada pada
medan magnet yang berubah-ubah, maka pada penghantar tersebut
akan terbentuk gaya gerak listrik.
Besar tegangan generator bergantung pada :
1. Kecepatan putaran (N)
2. Jumlah kawat pada kumparan yang memotong fluk (Z)
3. Banyaknya fluk magnet yang dibangkitkan oleh medan magnet (f)

Konstruksi Generator
Generator arus bolak-balik ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu
1. Stator, merupakan bagian diam dari generator yang mengeluarkan tegangan bolak-balik
2. Rotor, merupakan bagian bergerak yang menghasilkan medan magnit yang
menginduksikan ke stator.
Stator terdiri dari badan generator yang terbuat dari baja yang berfungsi melindungi
bagian dalam generator, kotak terminal dan name plate pada generator. Inti Stator yang
terbuat dari bahan ferromagnetik yang berlapis-lapis dan terdapat alur-alur tempat
meletakkan lilitan stator. Lilitan stator yang merupakan tempat untuk menghasilkan
tegangan. Sedangkan, rotor berbentuk kutub sepatu (salient) atau kutub dengan celah
udara sama rata (rotor silinder). Konstruksi dari generator sinkron dapat dilihat pada
gambar berikut ini.

Konstruksi generator

1. Stator

Stator (armature) adalah bagian yang berfungsi sebagai tempat untuk


menerima induksi magnet dari rotor. Arus AC yang menuju ke beban disalurkan
melalui stator. Komponen ini berbentuk sebuah rangka silinder dengan lilitan kawat
konduktor yang sangat banyak.
Belitan jangkar (stator) yang umum digunakan oleh mesin sinkron tiga fasa,
ada dua tipe yaitu:
a.Belitan satu lapis (Single Layer Winding)
Disebut belitan satu lapis karena hanya ada satu sisi lilitan
di dalam masing - masing alur. Kumparan tiga phasa bisa disatukan
dalam dua cara, yaitu hubungan bintang dan segitiga. Antar kumparan
phasa dipisahkan sebesar 120 derajat listrik atau 60 derajat mekanik, satu siklus ggl
penuh akan
dihasilkan bila rotor dengan 4
kutub berputar 180 derajat
mekanis. Satu siklus ggl penuh
menunjukkan 360 derajat listrik.

b.

Belitan berlapis ganda (Double Layer Winding)


Gambar 2.5 memperlihatkan bagian dari sebuah kumparan jangkar
yang secara umum banyak digunakan. Pada masing-masing alur ada
dua sisi lilitan dan masingmasing lilitan memiliki lebih dari satu putaran.
Bagian dari lilitan yang tidak terletak ke dalam alur biasanya disebut
winding overhang, sehingga tidak ada tegangan dalam winding
overhang.

2. Rotor
Rotor pada generator sinkron pada dasarnya adalah sebuah elektromagnet yang besar.
Kutub medan magnet rotor dapat berupa silent pole (kutub menonjol) dan non silent
pole (kutub silinder).
a.Jenis Kutub Menonjol (Silent Pole)
Pada jenis silent pole, kutub magnet menonjol keluar dari permukaan rotor.
Belitan-belitan medannya dihubung seri. Ketika belitan medan ini disuplai oleh eksiter,
maka kutub
yang berdekatan akan membentuk kutub
berlawanan. Rotor kutub menonjol umumnya
digunakan pada generator sinkron dengan
kecepatan putar rendah dan sedang (120-400
rpm). Generator sinkron tipe seperti ini
biasanya dikopel oleh mesin diesel atau turbin
air pada sistem pembangkit listrik.

b.

Jenis Kutub Silindris (Non Silent Pole)


Pada jenis non salient pole, konstruksi kutub magnet rata dengan
permukaan rotor. Jenis rotor ini terbuat dari baja tempa halus yang
berbentuk silinder yang mempunyai alur-alur terbuat di sisi luarnya. Belitanbelitan medan dipasang pada alur-alur di sisi luarnya dan terhubung seri
yang dienerjais oleh Eksiter.
Rotor silinder umumnya digunakan pada

generator sinkron dengan kecepatan putar


tinggi (1500 atau 3000 rpm) seperti yang
terdapat pada pembangkit listrik tenaga uap.

TEGANGAN LISTRIK AC

Arus Listrik Bolak Balik


(keterangan gambar pada slide selanjutnya)

TEGANGAN LISTRIK AC
e

= tegangan sesaat

Em = tegangan maksimal
-Em = tegangan minimal

= 2f

kecepatan sudut

= waktu (detik)

f = frekuensi

= r . sin . t

i = arus sesaat

= .T = 2..f.t
Dimana 1 kali putaran = 360

Ief = I =

= 0,5

Ef = E =

0,5

Im = 0,7071Im

Irata-rata = Irt =

Em = 0,7071 Em Erata-rata = Ert =

Im = 0,636 Im

Em = 0,636 Em

Fb (faktor bentuk)

Fb =

= 1,11

Fp (faktor puncak)

Fp =

= 1,414

Eef = E = fb . Ert

Pool steck () jarak antara dua buah kutub magnet

GGL = tiap satu kali putaran


e = 4 . . f (volt)
Ert = 4 . . f (volt)
Eef = E = fb . Ert = 4fb . f (volt)
E = 4 x 1,11 f (volt)
E = 4,44 f (volt)
Jumlah belitan stator = w, maka
E = 4,44 f.w (volt)
Rumus di atas hanya berlaku apabila belitan statornya
terkonsentrasi. Artinya satu kutub magnet hanya
mempengaruhi satu alur stator

Untuk belitan yang tidak terkonsentrasi Fw (faktor belitan)


E = 4,44 . f . fw . W (volt)
E = 4,44 . f . kd . W (volt)
f=

Hz

Kd, fasa tunggal = 0,8


Kd, fasa 3 = 0,96

w=

f=
f=

(p besar), f =

(p kecil)

= 1800 L

= 1800 L

Untuk generator fasa tunggal Kd . Fw = 0,8


Untuk generator 3 fasa = 0,9

z = jumlah penghantar dalam stator


z = s . Zs = 8 . 3 = 24
s = jumlah slot stator = 8
s=p.2=8

f =
f =
f=
z

= 50 Hz

Faktor Distribusi (kd)


Sebuah generator arus bolak-balik 3 phasa
Jumlah kutub magnet

(p) = 4

Jumlah slot stator

(s) = 36

Jumlah phasa

(m) = 3

Distribusinya sebagai berikut :


S/ph =

= 12 slot/phasa

q=

= 3

q = jumlah slot per kutub magnet per phasa

Pergeseran sudut (d)

Es

= GGL armature 1 kumparan

= 3 . Es (GGL kumparan terkonsentrasi)

= Es, .. + Es . Cos + cosd (GGL kumparan terdistribusi)

Kd (faktor distribusi)
Kd =
Es . cos 200

Kd = sin(q . d) / q . Sin d

Es . cos 20
q=

.p

Kp (faktor bentangan)
1. Kumparan bentangan penuh (full pitch)
2. Kumparan bentangan tidak penuh (diperpendek)
Kp = cos
=

x 180 L = 30 L

Ea = 4,44 . . f . Kd . Kp . w

(volt) untuk 1 phasa

Untuk kumparan full pitch, Kp = 1

GENERATOR TANPA BEBAN


Eo = 4,44 . . f . Kd . Kp . w (volt)
Eo = GGL pada beban nol
XL
If

Rf

Ea

GENERATOR SINKRON

Generator sinkron merupakan mesin listrik arus bolak balik yang


mengubah energi mekanik menjadi energi listrik arus bolak-balik.
Energi mekanik diperoleh dari penggerak mula (prime mover) yang
terkopel dengan rotor generator, sedangkan energi listrik diperoleh
dari proses induksi elektromagnetik yang melibatkan kumparan
rotor dan kumparan stator. Mesin listrik arus bolak-balik ini disebut
sinkron karena rotor berputar secara sinkron atau berputar dengan
kecepatan yang sama dengan kecepatan medan magnet putar.

Prinsip kerja generator sinkron


Adapun prinsip kerja dari suatu generator sinkron adalah
1.Kumparan medan yang terdapat pada rotor dihubungkan dengan sumber
eksitasi tertentu yang akan mensuplai arus searah terhadap kumparan
medan. Dengan adanya arus searah yang mengalir melalui kumparan
medan maka akan menimbulkan fluks yang besarnya terhadap waktu
adalah tetap.
2.Penggerak mula (Prime Mover) yang sudah terkopel dengan rotor segera
dioperasikan sehingga rotor akan berputar pada kecepatan nominalnya.

n = Kecepatan putar rotor (rpm)


P = Jumlah kutub rotor
f = frekuensi (Hz)
3.Perputaran rotor tersebut sekaligus akan memutar medan magnet yang
dihasilkan oleh kumparan medan. Medan putar yang dihasilkan pada rotor
akan diinduksikan pada kumparan jangkar sehingga pada kumparan
jangkar yang terletak di stator akan menghasilkan fluks magnetik yang
berubah-ubah besarnya terhadap waktu. Adanya perubahan fluks magnetik
yang melingkupi suatu kumparan akan menimbulkan ggl induksi pada
ujung-ujung kumparan tersebut, hal tersebut sesuai dengan persamaan :

S
F
P
m
kutub
Kp

=
=
=
=

jumlah
jumlah
jumlah
jumlah

alur
phasa
kutub
alur tiap

= pitch faktor

Generator Sinkron Berbeban

Diagram Vektor Generator Sinkron


berbeban

Efisiensi generator Sinkron

Efisiensi atau daya guna atau rendemen dari generator serempak dapat
dihitung seperti pada generator arus searah yang dapat dirumuskan sebagai berikut:
atau
Pada waktu generator sinkron berbeban, rugi-rugi terjadi terdiri dari:
1. Rugi-rugi rotasi yang terdiri dari:
a. Rugi angin dan geseran
b. Rugi geseran sikat pada cincin geser
c. Rugi ventilasi pada waktu pendinginan mesin
d. Rugi histeris dan arus pusar di stator
2. Rugi-rugi listrik yang terdiri dari :
a. rugi pada kumparan medan
b. rugi pada kumparan jangkar
c. rugi pada kontak singkat
3. Rugi eksitasi yang dipakai untuk penguatan.
4. Rugi beban sasar (stray load loss)

Generator Sinkron Tanpa Beban


Dalam keadaan tanpa beban arus jangkar tidak mengalir pada stator,
sehingga tidak terdapat pengaruh reaksi jangkar. Fluks hanya dihasilkan oleh
arus medan (If). Bila besarnya arus medan dinaikkan, maka tegangan keluaran
juga akan naik sampai titik saturasi (jenuh), seperti diperlihatkan pada gambar
3.

Gambar 3a dan 3b. Kurva dan Rangkaian Ekuivalen Generator Tanpa Beban
Apabila sebuah mesin sinkron difungsikan sebagai generator dengan
diputar pada kecepatan sinkron dan rotor diberi arus medan (If), maka pada
kumparan jangkar stator akan diinduksikan tegangan tanpa beban (Eo), yaitu
sebesar:

Eo = 4,44 .Kd. Kp. f. m. T . Volt

Daya keluaran Generator Sinkron

Pengertian Transformator
Alat listrik yang dapat memindahkan energi listrik dengan merubah
tingkat tegangan dari suatu rangkaian listrik ke rangkaian listrik lain
melalui prinsip induksi magnetik tanpa merubah frekuensi.

BAGIAN UTAMA TRANSFORMATOR


INTI BESI :

Inti besi berfungsi untuk


mempermudah jalan fluksi,
yang ditimbulkan oleh arus
listrik yang melalui kumparan.
Pada transformator, inti besi
dibuat
dari
lempenganlempengan besi tipis yang
berisolasi, untuk mengurangi
panas (sebagai rugi-rugi besi)
yang ditimbulkan oleh Eddy
Current.

KUMPARAN:
Beberapa lilitan kawat
berisolasi
akan
membentuk
suatu
kumparan.
Kumparan
tersebut di-isolasi, baik
terhadap
inti
besi
maupun
terhadap
kumparan
lain
disebelahnya
dengan
isolasi
padat,
seperti
karton, pertinax.

MINYAK TRANSFORMATOR:
Sebagian besar trafo tenaga, kumparan-kumparan
dan intinya direndam dalam minyak trafo, terutama
trafo-trafo tenaga yang berkapasitas besar, karena
minyak trafo mempunyai sifat sebagai media
pemindah panas (di sirkulasi), dan bersifat
sebagai isolasi (daya
tegangan tembus tinggi),
sehingga minyak
trafo tersebut berfungsi
sebagai media pendingin
dan isolasi.

TANGKI:
Pada umumnya bagianbagian dari trafo yang
terendam minyak trafo
berada (ditempatkan) dalam
tangki. Untuk menampung
pemuaian minyak trafo,
tangki dilengkapi dengan
konservator.

BUSHING:
Hubungan
antara
kumparan trafo ke jaringan
luar
melalui
sebuah
bushing,
yaitu
sebuah
konduktor
yang
diselubungi oleh isolator,
yang sekaligus berfungsi
sebagai penyekat antara
konduktor tersebut dengan
tangki trafo.

PERALATAN BANTU

1.

PENDINGIN

Untuk mengurangi kenaikan suhu yang berlebihan akibat rugi besi dan rugi tembaga trafo
perlu dilengkapi dengan alat/sistem pendingin untuk menyalurkan panas keluar trafo.
2.

TAP CHANGER

Alat pengubah perbandingan transformasi untuk mendapatkan tegangan operasi sisi


sekunder yang konstan/stabil (diinginkan) dari tegangan jaringan/sisi primer yang
berubah-ubah.
3.

ALAT PERNAPASAN

Ventilasi udara yang berupa saringan silikagel yang akan menyerap uap air

PENGAMANAN

untuk mengawasi selama transformator beroperasi, maka perlu adanya indikator pada
transformator yang antara lain sebagai berikut:

indikator suhu minyak

indikator permukaan minyak

indikator sistem pendingin

indikator kedudukan tap

PRINSIP KERJA TANSFORMATOR


Keadaaan Transformator Tanpa beban

Transformator tanpa beban

Vektor transformator tanpa beban

Keadaan Tanpa Beban


Bila

kumparan

dihubungkan

primer

dengan

suatu

sumber

transformator

tegangan

V1

yang

sinusoid, akan mengalirlah arus primer Io yang juga


sinusoid dan dengan mengannggap belitan N 1 reaktif
murni, Io akan tertinggal 90o dari V1 (lihat gambar ).
Arus primer Io menimbulkan fluks ( ) yang sefasa dan
juga berbentuk sinusoid.
= maks sin t

Keadaan Tanpa Beban


Fluks yang sinusoid ini akan menghasilkan
tegangan induksi e1 (Hukum Faraday). Fluks
yang berubah-ubah memotong suatu kumparan
maka pada kumparan tersebut akan di
induksikan suatu tegangan listrik :
d
e1 N 1
dt
e1 N 1

Harga efektifnya E1

d ( maks sin wt )
N 1 maks cos wt (tertinggal 90o dari )
dt

N 1 2f maks
2

4,44 N 1 f maks

Keadaan Tanpa Beban


Pada rangkaian sekunder, fluks () bersama tadi menimbulkan

e2 N 2

d
dt

e2 N 2 w m cos wt

E 2 4,44 N 2 f maks

Dengan mengabaikan rugi tahanan dan adanya fluks


bocor,
E1 V1
N

1 a
E 2 V2
N2

a = perbandingan
transformasi

Dalam hai ini tegangan E1 mempunyai kebesaran yang sama


tetapi berlawanan arah dengan tegangan sumber V1.

E1
N
1
E2
N2

Keadaan Tanpa Beban


Arus Penguat
Arus primer Io yang mengalir pada saat kumparan sekunder tidak
dibebani disebut arus penguat. Dalam kenyataannya arus primer
Io bukanlah merupakan arus induktif murni, hingga ia terdiri atas
dua komponen:
(1) Komponen arus pemagnetan IM, yang menghasilkan fluks ().
(2) Komponen arus rugi tembaga IC, menyatakan daya yang
hilang akibat adanya rugi histeris dan arus eddy. I C sefasa
dengan V1, dengan demikian hasil perkaliannya (IC x V1)
merupakan daya (watt) yang hilang

Vektor hubungan fasor Io, IM dan IC

Rangkain pengganti Io, IM dan IC

Keadaaan Transformator Berbeban

Apabila kumparan sekunder dihubungkan dengan beban Z L, I2


mengalir pada kumparan sekunder, di mana I2 = V2/ZL .

Keadaaan Transformator Berbeban


Arus beban I2 ini akan menimbulkan gaya gerak magnet (ggm) N 2 I2 yang
cenderung menentang fluks (f) bersama yang telah ada akibat arus
pemagnetan IM. Agar fluks bersama itu tidak berubah nilainya, pada
kumparan primer harus mengalir arus I2, yang menentang fluks yang
dibangkitkan oleh arus beban I2, hingga keseluruhan arus yang mengalir
pada primer menjadi :

I1 I o I '2
I o I1 I '2

Keadaaan Transformator Berbeban


Bila rugi besi diabaikan (IC diabaikan) maka Io = IM
I1 = IM + I2
Untuk menjaga agar fluks tetap tidak berubah sebesar
ggm yang dihasilkan oleh arus pemagnetan I M saja,
berlaku hubungan :
N1IM = N1I1 N2I2
N1IM = N1(IM + I2) N2I2
Sehingga
N1I2 = N2I2
Karena nilai IM dianggap kecil maka I2 = I1
N1I1 = N2I2 atau I1/I2 = N2/N1