Anda di halaman 1dari 3

HIPERTENSI

Penyakit
(Hypertension)

darah
adalah

tinggi
suatu

atau
keadaan

Hipertensi
di

mana

seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di


atas normal yang ditunjukkan oleh angka systolic
(bagian

atas)

dan

angka

bawah

(diastolic)

pada

pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur


tekanan

darah

baik

yang

berupa

cuff

air

raksa

(sphygmomanometer) ataupun alat digital lainnya.


a. Tanda dan gejala hipertensi
Pada orang yang menderita hipertensi kadang tidak
memperlihatkan adanya gejala apapun, namun bila telah terjadi
komplikasi akan menimbulkan tanda dan gejala seperti di bawah
ini :
Tanda :
1. Peningkatan tensi di atas normal (>120/80 mmHg)
2. Edema dependen dan pembengkakan akibat peningkatan
tekanan kapiler
Gejala :
1. Mual dan muntah
2. Nokturia
3. Sakit kepala saat terjaga akibat peningkatan tekanan darah
intrakranium
4. Cara berjalan yang tidak mantap karena kerusakan susunan
saraf pusat
5. Gejala lainnya adalah pusing, mudah marah, telinga berdengung,
mimisan(jarang), sukar tidur, sesak nafas, rasa berat di tengkuk,
mudah lelah, dan mata berkunang-kunang.

Prevalensi hipertensi pada penduduk berumur 18 tahun


ke atas di Indonesia tahun 2013berdasarkan diagnosis
tenaga kesehatan sebesar 9,4%, dan pengukuran
tekanan darah sebesar 25,8%. Berdasarkan diagnosis
tenaga kesehatan, prevalensi tertinggi terdapat pada
Provinsi Sulawesi Utara, sementara itu berdasarkan
pengukuran, prevalensi tertinggi terdapat pada Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung sebesar 30,9%. Prevalensi
terendah berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan
maupun pengukuranterdapat pada Provinsi Papua, yaitu
sebesar 16,8%. Hipertensi merupakan salah satu faktor
risiko penyakit kardiovaskuler. Provinsi di Pulau Sulawesi
dan Kalimantan merupakan provinsi dengan prevalensi
hipertensi cukup tinggi , sementara itu prevalensi
penyakit jantung koroner, gagal jantung dan stroke di
beberapa provinsi di Pulau Sulawesi dan Kalimantan juga
cukup tinggi (Tabel 1, Tabel 2 dan Tabel 3).