Anda di halaman 1dari 44

NEOPLASIA

Oleh: Dr.Agustine T, SPPA

Tumor :
Pembengkakan /tonjolan abnormal

Neoplasma :
massa pertumbuhan abnormal sel yg
autonom
memperbanyak diri walau rangsangan
penyebab telah dihilangkan

Pertumbuhan Non Neoplastik


Hipertrofi
Ukuran sel membesar ok jumlah organela
bertambah sehingga ukuran organ membesar
Fisiologis dan patologis

Hiperplasia
Jumlah sel bertambah dalam suatu organ
atau jaringan, bisa disertai dengan hipertrofi.
Timbul pada sel yang mampu membuat DNA
(sel labil dan stabil), sedangkan sel-sel syaraf,
otot skeletal dan otot jantung tidak mampu
untuk turnbuh hiperplastik.

Hiperplasia Fisiologik
Hiperplasia hormonal : proliferasi
endometrium setelah menstruasi karena
rangsangan estrogen
Hiperplasia patologik
Hiperplasia endometrium
Proliferasi sel-sel jaringan ikat pada
penyembuhan luka
Proliferasi epitel skuamous karena infeksi virus
Proliferasi patologik akan hilang jika stimulus /
faktor penyebab ditiadakan.
Hiperplasia patologik neoplasma, seperti
hiperplasia endometrium atipik

Metaplasia
Perubahan fisiologik 1 jenis sel dewasa
menjadi sel dewasa lain
Proses pertahanan diri jaringan.
Contoh : Metaplasia skuamosa daerah
transformasi endoserviks

CIRI NEOPLASMA JINAK DAN GANAS


Perbedaan tumor jinak & tumor ganas
berdasarkan morfologi & perjalanan klinis
Ada 4 kriteria :
Diferensiasi dan anaplasi
Kecepatan tumbuh
Invasi lokal
Metastase

Diferensiasi dan Anaplasi


Tumor Jinak
:
Sel tumor jinak sangat mirip dengan sel
normal, walaupun ada tanda anaplasi
Tumor Ganas :
Tidak sama dengan gambaran sel normal
dan menunjukkan pola tingkatan dari yang
berdeferensiasi baik sampai dengan yang
berdeferensiasi jelek
Tidak berdeferensiasi = Anaplasi

Tanda-tanda anaplasi
Pleomorfisme inti dan sel
Bentuk dan ukuran sel serta inti sangat
bervariasi
Hiperkromatisme
Inti berwarna gelap & anak inti sangat jelas
Ratio inti/ sitoplasma
Normal 1/4 atau 1/6, pada tumor ganas
menjadi 1/1 atau 1/2
Mitosis
Menunjukkan aktifitas proliferasi mitosis
abnormal, berbentuk spindel, tripolar atau
tetrapolar
Sel datia tumor
Sel yg mengandung inti poliploid atau inti
yang banyak

Tumor jinak dan tumor ganas


berdiferensiasi baik cenderung
mempertahankan fungsi bagian yang
normal.

Tumor berasal dari endokrin


memproduksi hormon atau tumor epitel
skuamosa menghasilkan keratin.

Kecepatan pertumbuhan

Tumor ganas tumbuh lebih cepat dari tumor


jinak.
Tumor yang tumbuh cepat sering terdapat
nekrosis iskhemik di bagian sentral.
Beberapa tumor ganas yang tumbuh lambat,
kemudian memasuki pertumbuhan yang
cepat.

Invasi lokal

Tumor Jinak

Sebagian besar tumor jinak tumbuh sebagai


masa padat yang ekspansif, sehingga
membentuk jaringan ikat padat di
sekelilingnya yang disebut simpai
Sel tumor tidak menembus simpai
Antara simpai dan jaringan ikat mudah
dibedakan sehingga dapat dilakukan enukleasi
pada waktu pembedahan

Tumor Ganas

Pertumbuhan infiltratif jaringan ikat


sekitarnya
Tidak mempunyai simpai lagi .
Pengangkatan pada operasi harus sampai
jaringan yang sehat

Karsinoma insitu

Suatu stadium preinvasive mempunyai


beberapa/semua tanda tumor epitel ganas
Belum menembus basal membran
Contoh karsinoma serviks insitu

Metastase
Penyebaran tumor ke pembuluh darah,
pembuluh limfe dan rongga tubuh, diikuti
pertumbuhan masa tumor sekunder yang
terpisah dari tumor primer.

Penyebaran tumor

Limfogen

Penyebaran ke kelenjar limfe regional


merupakan permulaan umum pada karsinoma
Contoh karsinoma payudara menyebar ke
kelenjar limfe axilla.
Kelenjar getah bening pada sisi tumor
membesar karena reaktive hiperplasia
sebagai respons terhadap antigen kanker.

Hematogen

Khas untuk sarkoma, tetapi dapat juga pada


karsinoma tertentu seperti ginjal.
Tempat penyebaran hematogen yang sering
adalah paru, hati, otak dan tulang.

Grading" dan "Staging" Tumor Ganas

Grading (derajat)
Berdasarkan tingkatan diferensiasi dan

jumlah mitosis dalam tumor, grading kanker


dapat diklasifikasikan dari derajat I sampai
III.
Tumor derajat tinggi lebih agresif

Staging (stadium)
Berdasarkan penyebaran tumor secara

anatomik yang menentukan stadium


adalah :

Ukuran Tumor
Penyebaran lokal
Metastase Jauh

T
N
M

Jadi yang menentukan stadium adalah


dokter klinik, sedang yang menentukan
grading dari PA
Dua metode staging saat ini dipakai adalah
TNM dan AJC (American Joint Committee).
Grading histologik dan staging klinik
keduanya penting untuk menentukan
prognosis dan merencanakan terapi

PERTUMBUHAN TUMOR

Yang penting dibicarakan dalam


pertumbuhan sel neoplastik antara lain
adalah :
Klonalitas tumor
Kinetik pertumbuhan
Faktor tuan rumah yang mempengaruhi
pertumbuhan tumor
Pertumbuhan in vitro

PREDISPOSISI KANKER
Variasi faktor predisposisi kanker pada
individu atau populasi :

Ras dan Lokasi Geografik

22 % dari seluruh kematian di AS / tahun


disebabkan oleh kanker.
Di bagian dunia yang berbeda timbulnya kanker
spesifik dipengaruhi faktor lingkungan.
Di Jepang angka kematian karena kanker lambung
7 X dari AS, kematian karena kanker kolon lebih
jarang.
Angka kematian karena kanker lambung dan kolon
pada imigran Jepang di AS antara penduduk asli
Jepang dan AS. Hal ini menunjukkan pengaruh
lingkungan dan kultural

Contoh lain :
Terjadi

peningkatan resiko kanker-kanker


tertentu pada orang-orang yang dalam
pekerjaannya terpapar dengan asbestos,
vinyl chloride, dan 2-naphthylamine
Terdapat hubungan antara karsinoma
orofaring, larings dan paru dengan perokok

Umur

Kanker tersering pada usia di atas 55 tahun


Kanker-kanker tertentu , mis. Tumor
hematopoietik (leukemia dan limfoma),
neuroblastoma, tumor Wilms, retinoblastoma,
dan sarkoma pada tulang serta otot skeletal
terutama terdapat pada anak-anak dibawah
15 tahun

Hereditas

Hereditas memegang peranan pada


perkembangan kanker walaupun ada
faktor lingkungan yang jelas.
Contoh:
Keluarga

dekat penderita kanker mempunyai


insidens yang lebih tinggi untuk neoplasma
yang sama.
Kerentanan Retinoblastoma pada anak
diturunkan secara autosornal dominan.
Kerentanan terhadap poliposis kolon multipel
diturunkan secara autosomal dominan.
Sindroma DNA kromosom tidak stabil
diturunkan secara autosomal resesif.

Kelainan preneoplastik yang didapat

Keadaan klinik tertentu berhubungan dengan


meningkatnya resiko terjadinya kanker :
Sirosis

hati karsinoma hepatoseluler


Gastritis atrofik anemia pernisiosa karsinoma
lambung
Kolitis ulseratif kronik karsinoma kolon
Leukoplakia pada mukosa rnulut dan genital
karsinoma sel skuamosa
Tumor-tumor jinak tertentu juga dapat menjadi
kanker, walaupun insidennya jarang.
Bagaimanapun juga, sebagian besar tumor ganas
tumbuh de novo.

PENGARUH TUMOR padaTUAN RUMAH


Efek lokal dan Hormonal
Berkaitan dengan lokasinya
Tumor intrakranial (mis. Adenoma hipofise) meluas
dan menghancurkan sisa kelenjar hipofise. Tumor
saluran cerna xnengakibatkan obstruksi usus atau
mengalami ulserasi dan perdarahan.
Produksi hormon
Tumor endokrin melibatkan hormon, dan lebih
sering pada tumor jinak

Kakeksia
Hilangnya lemak tubuh dan kelemahan yang
mencolok dikaitkan dengan kakheksia pada kanker,
yang dasarnya adalah :
Kehilangan nafsu makan
Infeksi karena immunosupresi . Perdarahan dan
ulseratif
Produksi cachectin (T1VF-a) oleh makrofag aktif.

ONKOGEN DAN KANKER


Onkogen adalah gen yang produknya
berkaitan dengan transformasi neoplastik
Protoonkogen adalah gen seluler normal
yang mempengaruhi pertumbuhan dan
diferensiasi
Protoonkogen dapat diubah menjadi
onkogen dengan jalan:
1. Transduksi kedalam retrovirus (v-oncs)
2. Perubahan in situ yang mempengaruhi
ekspresinya dan atau fungsinya, oleh
karena itu mengubahnya menjadi concs

Translokasi
Translokasi kromosom mengaktifasi protoonkogen dengan salah satu kemungkinan:
. Penggantian gen disebelah promotor
yang kuat, contoh Limfoma Burkitt terjadi
translokasi t(8;14)
Fusi/penyatuan gen dengan rangkaian
genetik baru, misalnya p translokasi
t(9;22)ada leukemia myeloid kronik
Amplifikasi Gen
Reduplikasi proto-onkogen dapat
menimbulkan peningkatan ekspresi atau
aktifitas,

Amplif'ikasi N-myc (3 sampai 300 salinan)


pada neuroblastoma
Amplifikasi gen c-neu pada ban_yak kanker
payudara
Gen supresor kanker (anti-Onkogen)
Adalah gen yang rnenekan proliferasi sel
(gen suprsor/ antionkogen), antara lain
adalah :
NF-1, normalnya membantu inaktivasl
protein ras untuk mencegah tra.nsduksi
sinyal. Karena mutasi maka fungsi ini
menjadi hilang sehingga aktifitas ras
menjadi tidak terkontrol p53

Menahan sel yang rusak oleh agen


mutagenik agar tidak melanjutkan
pembelahan. Penahanan terjadi pada
periode G, yang memungkinkan sel
memperbaiki kerusakan DNA yang apabila
gagal sel akan mengalami apoptosis.p53
mutan gagal menahan sel pada G,.
Gen Rb yang terletak dalam kromosom 3q
14

AGEN KARSINOGENIK
Diketahui bahwa radiasi dan bahan kimia
merupakan bahan yang bersifat karsinogenik,
virus diduga demikian pula.
Karsinogenesis kimiawi
Transformasi neoplastik yang dihasilkan oleh
zat kimia adalah proses multilangkah yang
dinamis, terbagi 2 tahap :
Inisiasi. Adalah induksi mutasi pada genom
se1. Sel _yang terinisiasi bukanlah sel yang
mengalami transformasi, tetapi tidak seperti
sel normal, sel ini akan memunculkan tumor
bila cukup mendapat stimuli oleh agen
promosi.
Promosi.Proses induksi tumor pada sel yang
sebelumnya diinisiasi oleh zat kimia, disebut
sebagai promotor.Promotor bersifat
reversibel, tidak mempengaruhi DNA dan
bersifat non-tumorogenik.

Mekanisme Inisiasi
Mayoritas zat kimia disebut sebagai
prokarsinogen, sebab zat kimia butuh
aktivasi metabolik in vivo untuk
menghasilkan karsinogen sebenarnya.
Hanya
beberapa agen
pangalkil
merupakan karsinogen sebenarnya.
Beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin,
dan hormon memodulasi aktivitas enzym
mikrosomal dan potensi prokarsinogen.
Sasaran molekuler karsinogen kimiawi : DNA
adalah sasaran primer dan paling penting
bagi karsinogen kimiawi. Karsinogen kimiawi
adalah mutagen yang menginduksi mutasi
dalam protoonkogen, gen supresor tumor
ataupun gen yang mengatur apoptosis

Promosi Karsinogenesis

Pada sebagian besar kasus ekspresi


peristiwa mutagenik inisial membutuhkan
pajanan terhadap promotor sebagai langkah
lanjutan, yang dapat berupa hormon, obatobatan, fenol dan ester forbol.Aktivasi
protein kinase C oleh promotor tertentu
menyebabkan serangkaian reaksi fosforilasi
yang pada akhirnya mempengaruhi
proliferasi dan difernsiasi sel.

Zat kimia karsinogenik :

Alkylating agent, merupakan agen yang


bekerja langsung, misal : siklofosfamid
dan )3vsulfan _yang digunakan dalam
terapi kanker dan sebagai imunosupresan.

Zat warna Azo,Beta naphthylamin suatu zat


warna anilin yang digunakan dalam industri
karet, diduga bertanggung jawab atas kejadian
kanker kandung kemih bagi pekerja yang
terpajan.
. Karsinogen alam, Afltoksin B, adalah
hepatokarsinogen pada hewan, diduga
merupakan faktor penyebab tingginya kanker
hati di Afrika
. Nitrosamin dan amida, senyawa ini disintesis di
GIT dari senyawa nitrit yang termakan atau dari
protein yang termakan membantu induksi kanker
lambung
. Zat lain, asbes, vinil klorida, logam seperti nikel
bersifat karsinogenik. Hormon seperti estrogen
berperan dalam terjadinya kanker endometrium.

Karsinogenesis Radiasi

Energi radiasi dalam bentuk sinar


ultraviolet dan radiasi ion dapat
menyebabkan kanker.
Sinar ultraviolet
Dapat menyebabkan
kanker kulit
2 mekanisme induksi oleh UV :
Kerusakan DNA dengan pembentukan
dimer pirimidin
lmunosupresi pada hewan percobaan
Radiasi ionisasi
Radiasi elektromagnetik dan partikel
semuanya karsinogenik . Kemampuan
radiasi ionisasi untuk menimbulkan kanker
terletak pada kempuannya menginduksi
mutasi.
Radiasi partikel (seperti partikel alfa dan
neutron) lebih karsinogenik daripada radiasi
elektromagnetik (sinar x, d sinar gamma)

Karsinogenesis Viral

Berbagai virus DNA dan RNA telah diketahui


menyebabkan kanker pada hewan, dan
beberapa diantaranya pada manusia.

Virus DNA

Terdapat 3 virus DNA yang sering dikaitkan


dengan tumor pada manusia yaitu HPV
(Human Papilloma Virus), EBV (EpsteinBarr
Virus), HBV (Hepatitis B Virus).

HPV

Kira-kira

terdapat 65 jenis yang telah


dapat diidentifikasi.
Tipe 1,2,4,7 merupakan penyebab
papilloma skuamosa jinak (kutil) kulit
Kanker sel skuamosa serviks
mengandung tipe 16, 18 pada 90%
kasus
Kutil pada genital dengan potensi
ganas yg rendah adalah tipe 6, dan 11

EBV
sel tumor penderita Burkitt limfoma
mengandung genom EBV
Limfoma Burkitt berkaitan dengan
translokasi t(8,14)
Pada Kanker nasofaring ditemukan
juga genom EBV. Terdapat kaitan erat
antara infeksi HBV dengan kanker hati
di berbagai belahan dunia ini

Virus Onkogenik RNA

Semua virus onkogenik RNA adalah


retrovirus
Hanya satu retrovirus pada manusia, HTLV-1
(Human T-Cell Leukemia Virus Tipe 1)
Virus ini punya tropisme yg kuat terhadap
sel T CD4+ dan diyakini menyebabkan
leukemiaJlimfoma
Leukemia/ Limfoma terkait HTLV-1
merupakan penyakit endemik di Jepang dan
perairan Karibia, di tempat lain bersifat
sporadik

NOMENKLATUR
Semua tumor mempunyai dua komponen
dasar yaitu :
1. Sel yang berubah neoplastik
2. Stroma terdiri dari atas elemen yang
tidak berubah seperti jaringan ikat,
pembuluh darah.
Klasifikasi neoplasma berdasarkan
karakteristik parenkhim

TUMOR JINAK

Pada umunya tumor ini mempunyai akhiran


"oma" Beberapa contoh berikut :
Adenoma : tumor epitelial jinak pada
kelenjar atau membentuk pola glandular
Kistadenoma : Adenoma membentuk massa
kistik besar, khas pada ovarium
Papilloma : Tumor epitelial membentuk
penonjolan seperti jari, dapat terlihat
mikroskopik maupun makroskopik
Polyp : Tumor yang menonjol dari mukosa
ke dalam lumen suatu rongga kosong (misal
: lambung atau kolon)

TUMOR GANAS
Terbagi menjadi dua :

1. Karsinoma : tumbuh dari sel epitelial

2. Sarkoma : tumbuh dari jaringan


mesenkhimal
Nomenklatur karsinoma atau sarkoma
jenis spesifik berdasarkan pada
gambaran dan dugaan asal
histogenetiknya
Jenis tumor epitelial ganas dengan pola
pertumbuhan glanduler
adenokarsinoma,
Sarkoma yang berkembang dari otot
polos atau yang menyerupai otot polos
leiomiosarkoma

Beberapa tumor tampaknya punya lebih


dari satu jenis sel parenkhimal, antara lain:

Tumor Campur
Berasal dari satu lapisan sel benih yang
berdeferensiasi menjadi lebih dari satu
jenis sel. Misalnya tumor campur
kelenjar liur mengandung sel epitel dan
juga stroma miksoid serta jaringan
seperti kartilago. Semua elemen
berkembang dari sel epitelial duktal
yang berubah deferensiasinya.

Teratoma
Terbentuk

dari jenis sel parenkhim


yangmewakili lebih dari satu lapisan sel
benih, biasanya ketiga lapisan itu ada.
Teratoma berkembang dari sel tutipotensial
y mempunyai kemampuanmembentuk
jaringan endodermal (misalnya epital
usus), ektodermal (rnis. kulit), dan
mesenkhimal (mis. lemak). Tumor-tumor
seperti ini terutama ditemukan di testis
dan ovarium.

Dua lesi non neoplastik yang menyerupai tumor juga


menggunakan nama yang sama dengan tumor
. Khoristoma
Sisa jaringan yang tidak bertransformasi, ektopik,
kadang_ kadang noduler (mis sel pankreas di bawah
mukosa usus halus)

Hamartoma
Malformasi yang terdapat sebagai suatu massa
jaringan tak terorga.nisasi yang berasal dari tempat
tertentu (mis. nodul hamartoma di paru dapat
mengandung pulau-pulau kartilago, bronki dan
pembuluh darah).