Anda di halaman 1dari 76

DAFTAR ISI

I.

Urgensi Menuntut Ilmu

II.

Ma`Rifatul Qur`An

III.

Aqidah
A. Syahadatain (Janji, Ikrar Dan Sumpah Muslim)
B. Ma`Ifatul Allah (Izinkan AkuMengenalmu)
C. Ma`Rifatur

Rasul

(Rasulullah:

Keajaiban

Untuk

Semesta Alam)
D. Ma`Rifatul Islam
IV.

Ibadah (Perjalanan Berjumpa Dengan Allah)

V.

Akhlak (Pribadiku Nan Mempesona)

VI. Rihlah/riyadoh

1. BELAJAR ADALAH KEBUTUHANKU


Kompetensi Dasar :
1. Peserta memahami perhatian Islam terhadap ilmu.
2. Peserta
mengetahui
aspek-aspek
ilmu
dalam
pandangan Islam.
3. Peserta memahami keutamaan ilmu dan orang-orang
yang berilmu.
4. Peserta mengetahui pengaruh ilmu terhadap iman dan
tingkah laku.
5. Peserta memahami perintah mencari ilmu dalam Islam
dan hak-hak ilmu atas pemiliknya.
A.

Perhatian Islam Terhadap Ilmu


Manusia tidak akan pernah menemukan agama yang

sangat memperhatikan keilmuan dengan sempurna selain


Islam. Islam selalu menyeru dan memotivasi penekunan
ilmu pengetahuan, mengajak umatnya untuk menuntut,
mempelajari, mengamalkan, dan sekaligus mengajarkan
ilmu. Islam menjelaskan keutamaan menuntut ilmu dun
etikanya

serta

menegur

orang

yang

tidak

memperdulikannya. Islam juga sangat menghormati dan


menghargai Ahlul Ilmi dan menganjurkan umatnya untuk
dekat dengan mereka.
Dalam

kamus

yang

memuat

kosa

kata

Al-Quran,

dinyatakan bahwa kata ilm (ilmu) disebutkan sebanyak 80


kali, dan kata-kata yang terbentuk dari kata-kata tersebut
(seperti alamu, yalamuna dst.) disebutkan beratus-ratus
kali. Selain itu jika kita teliti buku-buku hadist An-Nabawi
2

akan kita temukan di dalamnya judul-judul dan masalahmasalah tentang ilmu. Ajaran yang menjadikan mereka
lebih memahami kebenaran dan kebatilan. Mereka dapat
mengetahui hakikat kehidupan yang sebenarnya.
B.

Aspek-Aspek Ilmu
Ilmu dalam pandangan Islam mencakup beberapa aspek

kehidupan termasuk aspek-aspek ilmu dalam pengertian


barat sekarang.
1. Aspek wahyu Ilahi
Ilmu yang datangnya melalui wahyu Allah SWT. Ilmu ini
mencakup hakikat alamiah manusia dan menjawab
setiap pertanyaan abadi yang tak pernah hilang pada
diri manusia, yaitu: dari mana, ke mana dan mengapa?
Dengan adanya jawaban atas pertanyaan-pertanyaan
tersebut manusia akan mengetahui asalnya, arah
perjalanan yang harus ditempuh dan tujuan hidupnya.
Ia akan mengetahui dirinya dan Tuhannya serta akan
tenang menuju tujuan hidupnya. Aspek inilah yang
pertama kali disebut ilmu bahkan disebut ilmu yang
paling tinggi oleh Imam Ibnu Abdil Barr.
2. Aspek Humaniora (Manusia) dan

kajian-kajian yang

berkaitan dengannya
Ilmu yang membahas tentang segi-segi kehidupan
manusia yang berhubungan dengan tempat tinggal
dan waktu. Ilmu ini mengkaji manusia sebagai individu
ataupun anggota masyarakat dalam bidang ekonomi,
3

politik dan sebagainya.


3. Aspek material
Yaitu ilmu-ilmu yang mengkaji berbagai materi yang
bertebaran di seluruh jagat raya ini, baik di udara,
darat, maupun di dalam bumi seperti fisika, kima,
biologi, astronomi, dsb.
Pengertian Islam tentang ilmu tidak terbatas pada aspek
terakhir yang menganggap materi sebagai obyek seperti
yang dipahami oleh dunia barat pada ummnya sekarang.
Selain

itu

Islam

menganggap

aspek

material

akan

melahirkan keimanan bagi yang mendalaminya (QS. Ali


Imran:190-191)
C.

Keutamaan Ilmu dan Orang-orang yang Berilmu


Al Quran adalah kitab yang terbesar yang mengangkat

derajat ulul 'ilmi dan orang-orang yang berilmu, memuji


kedudukan orang-orang yang diberi ilmu. Sebagaimana
Allah menjelaskan bahwa Ia menurunkan kitab-Nya dan
merinci ayat-ayat-Nya bagi orang-orang yang mengetahui.
Dalam Al Quran surat Ali imran:18 Allah memulai
pernyataan dari diri-Nya, memuji para Malaikat-Nya dan
orang yang diberi ilmu. Allah meminta kesaksian mereka
atas permasalahan kehidupan yang paling besar, yaitu
masalah keesaan.
Allah

SWT

dalam

Al-Qur'an

menjelaskan

tentang

keutamaan orang-orang yang berilmu:


1.

Peniadaan persamaan antara orang4

orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak


mengetahui.(QS. Al Az Zumar:9)
2.

Kebodohan sejajar dengan buta, ilmu


sejajar

dengan

melihat,

hingga

bodoh

adalah

kematian dan ilmu adalah kahidupan.(QS. Al Fathir:


19-22)
3.

Ulama (orang yang mengetahui tentang


kebesaran dan kekuasaa Allah) kian berilmu kian
takut kepada Allah. (QS. Al Fathir:28)

D.

Pengaruh ilmu terhadap Iman dan Tingkah Laku


1. Ilmu memberi petunjuk kepada iman
Ilmu dan iman berjalan beriringan dalam Islam (QS. Al
Mujadilah:11), bahkan Al-quran menyertakan iman
kepada ilmu seseorang mengetahui lalu beriman.
Dengan kata lain tidak ada iman sebelum ada ilmu
(QS. Al Hajj:54; Saba:6)
2. Ilmu adalah penuntun amal
Ilmulah yang menuntun, menunjuki, dan membimbing
seseorang kepada amal (QS. Muhammad:19). Ayat ini
dimulai ilmu tentang tauhid lalu disusul dengan
permohonan ampun yang merupakan amal. Ilmu juga
merupakan timbangan/penentu daldam penerimaan
atau penolakan amal. Amal yang sesuai dengan ilmu
adalah amal yang diterima, sedangkan amal yang
bertentangan dengan ilmu adalah amal yang tertolak
5

(QS. An Maidah:27). Maksud ayat ini adalah Allah


hanya menerima amal seseorang yang bertakwa
kepadaNya. Jadi amal tersebut harus dilakukan karena
keridhoanNya dan sesuai dengan perintaNya. Hal ini
hanya bisa dicapai dengan ilmu.
Untuk dapat berakhlak baikpun salah satunya harus
dicapai dengan ilmu. Imam Ghazali berkata: "Muqadimah
agama dan berahlak dengan akhlak para nabi tercapai jika
diramu dengan 3 dimensi yang tersusun rapi, yaitu: ilmu,
perilaku dan amal" (ilmu mewariskan perilaku, perilaku
mendorong amal).
Kelebihan ilmu dari ibadah
Dalam hadits Huzaifah dan Sa'ad, Rosulullah SAW
bersabda

kelebihan ilmu

lebih

kusukai

dari

pada

kelebihan ibadah, dan sebaik-baik agama kalian adalah alwara. Ilmu dilebihkan atas ibadah sebab manfaat ilmu tidak
terbatas pada pemiliknya melainkan juga untuk orang lain.
Ibnu Qoyyim al-Jauziyah dalam al-Miftah menyebutkan
diantara Ilmu menunjukkan kepada pemiliknya amal-amal
yang utama di sisi Allah
E.

Perintah Mencari Ilmu


Allah menciptakan manusia dalam keadaan vukum duri

ilmu. Lalu Ia memberinya perangkat ilmu guna menggali


ilmu dan belajar. Banyak hadits-hadits yang menerangkan
keutamaan menuntut ilmu:
6

Siapa yang berjalan di jalan untuk menuntut ilmu, maka


Allah akan memudahkan jalannya ke surga (HR Muslim).
Termasuk di dalamnya menghafal, menelaah, mengkaji,
berjalan menuju majelis ilmu dan mendatangi ahli ilmu.
Dalam

hadits

lain:

Sesungguhnya

para

malaikat

meruhdukkan sayap-sayapnya kepada orang yang mecari


ilmu kareana ridha terhadap apa yang diperbuatnya.
Beberapa adab penting dalam mencari ilmu (hikmah
kisah nabi Musa as dalam menuntut ilmu kepada Nabi
Khidzir dalam surat Al- Kahfi)
1.

Semangat

dalam

mencari ilmu walaupun harus menghadapi kesulitan


dan tantangan.
2.

Bersikap

baik

terhadapr guru, memuliakan dan menghormatinya (Al


Kahfi:66).
3.

Sabar terhadap guru


(QS. Al Kahfi:67-70).

4.

Tidak pernah kenyang


mencari ilmu (QS. Thahaa:114).

Diniatkan karena Allah. Artinya harus dianggap sebagai


ibadah dan jihad fisabilillah. Janganlah kalian mempelajari
ilmu agar kalian bisa saling membanggakan di kalangan
orang berilmu sedang kalian tidak memperdulikan orangorang yang bodoh dan tidak membagus-baguskan majelis
ilmu itu. Barang siapa berbuat demikian, maka nerakalah
baginya.
7

Hak-hak ilmu atas Pemiliknya


1. Mengerti dan memahami
2. Beramal berdasarkan ilmu yang dimiliki
3. Mengajarkan

ilmu

dan

menyebarkannya

kepada

orang lain
4. Wajib

menjelaskan

dan

haram

untuk

menutup-

nutupinya
5. Berhenti sebatas kadar ilmu yang dimiliki
REFERENSI
Tanbihul Ghofilin, Abullaits As-Samarqandi
Pembersih Jiwa, Al-Ghazali
Kepada Murid-muridku, Al-Ghazali
Ta'limul Muta'alim, Syaikh Az-Zarnuzy
Menghidupkan Nuansa Rabbaniah dan Ilmiah, Dr. Yusuf
Qardhawi
Rosulullah dan Ilmu Eksperimen, Dr. Yusuf Qardhawi

2.

QUR`AN: PETA
HIDUPKU

Kompetensi Dasar :
Memahami

makna

Al

Quran

beserta

adab

terhadapnya dan mampu mengamalkannya dalam


kehidupan sehari-hari
Katakanlah,'Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul
untuk membuat yang serupa Al-qur'an ini, niscaya mereka
tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia,
sekalipun

sebagian

mereka

menjadi

pembantu

bagi

sebagian yang lain(QS Al-Israa': 88)


Subhanallah, luar biasa apa yang telah disampaikan
Allah lewat wahyuNya seperti diatas. Tidak ada satu
makhluk yang dapat membuat sesuatu yang serupa dengan
Al-Qur'an.
A.

Definisi Al Qur'an
Kata Al-Qur'an sebenarnya berasal dari kata qara'a yang

berarti bacaan, sedangkan secara istilah adalah kalamullah


yang

tiada

tandingannya,

diturunkan

kepada

Nabi

Muhammad SAW dengan perantara Malaikat Jibril, ditulis


dalam

mushaf-mushaf

yang

disampaikan

kepada

kita

secara mutawatir (berangsur-angsur), serta membacanya


merupakan

suatu

ibadah.

Al-Qur'an

juga

merupakan

petunjuk hidup bagi umat manusia. Ibarat kita melakukan


suatu perjalanan tentunya kita butuh yang namanya peta.
Begitu juga dengan orang hidup, maka Al-qur'an adalah
pedoman untuk hidup kita.
9

B.

Keistimewaan Al-Qur'an
Al Qur'an mempunyai banyak sekali keistimewaan,

beberapa keistimewaan dari Al Quran, antara lain:


1. Al-Qur'an merupakan satu-satunya kitab yang terjaga
keasliannya sampai akhir zaman.
Sesungguhnya telah kami turunkan Adz Dzikir (AlQur'an) dan Kamilah yang menjaganya (QS.Al-Hijr:9)
dan (QS.Al An'am: 115)
2. Al-Qur'an bersifat umum dan universal.
Kandungan

Al-Qur'an

meliputi

seluruh

aspek

kehidupan manusia, baik yang bersifat ruhaniyah,


fikriyah maupun jasadiyah yang pengaruhnya meliputi
seluruh aspek kehidupan manusia dimanapun dan
kapanpun. (QS.Al An'am: 38; QS.Al Furqon: 1)
3. Ketinggian bahasa, keindahan sastra dan kerapian
susunan ayatnya.
Tidak seorang pun mampu membuat karya yang
sedemikian hebatnya. Betapa dahulu para penyair
kafir berlomba-lomba untuk membuat tandingannya,
namun

tidak

ada

seorangpun

yang

berhasil

menyamainya.
4. Keunggulan Al-Qur'an secara ilmiah.
Al-Qur'an

menjabarkan

berbagai

hal

ilmiah

dan

banyak dibuktikan oleh para ilmuwan sekarang. Mau


tahu apa aja? Nih beberapa hal ilmiah yang telah
dikandung dalam Al-Qur'an.
10

a. Allah berfirman:
Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan
(tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari
langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu,
dan

sekali-kali

bukanlah

kamu

yang

menyimpannya. (QS.Al-Hijr:22)
Menurut

ilmu

pengetahuan

modern,

ayat

ini

menerangkan bahwa angin dibutuhkan dalam proses


perkawinan pada tumbuh-tumbuhan. Yaitu, setelah
nyata bahwa tumbuhan membutuhkan angin sebagai
sarana untuk proses penyerbukan. Ilmu pengetahuan
modern juga menetapkan bahwa angin menjalankan
awan yang akan berakhir pada turunnya hujan dari
langit. Anginlah yang mengangkat uap, kemudian
membentuk awan. Angin pulalah yang menyebabkan
petir kemudian menjadikan awan bertumpuk-tumpuk
lalu pada akhirnya turunlah hujan.
b. Allah berfirman:
Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang
bermacam-macam
terdapat

obat

warnanya,
yang

di

dalamnya

menyembuhkan

bagi

manusia (QS.An-Nahl:69)
Telah banyak penelitian yang mengungkap tentang
manfaat madu dalam proses penyembuhan suatu
penyakit. Dan didapat hasil bahwa ternyata madu
dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit
liver, mata, jantung serta penyakit lainnya.
11

c. Allah berfirman:
Dia

menjadikan

kamu

dalam

perut

ibumu

kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan.


Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan
kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak
ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia;
maka

bagaimana

kamu

dapat

dipalingkan?

(QS.Az-Zumar : 6)
Dalam ayat ini terdapat kemukjizatan ilmiah AlQur'an. Dalam ayat tersebut telah diberitahukan
bahwa janin mempunyai tiga lapisan (membran) yang
disebut

Al-Qur'an

dengan

kegelapan.

Karena

merupakan selaput padat yang tidak dapat ditembus


cahaya, air, atau panas. Selaput ini dikenal dengan
nama ruang amnion, chorionic membrance, dan yolk
sac. Selaput ini tidak dapat dilihat kecuali dengan
melakukan pengirisan secara detail.
d. Allah berfirman :
(Yaitu)
mereka

orang-orang
tenteram

yang
dengan

beriman

dan

mengingat

hati
Allah.

Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati


menjadi tenteram (QS.Ar-Ra'du : 28)
Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam
hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka
bertambah di sampaing keimanan mereka (yang
telah ada) (QS.Al-Fath : 4)

12

Dr

Karl

Young,

seorang dokter

ternama

bidang

kejiwaan, berkata,Sesungguhnya setiap orang sakit


yang meminta saran kepadaku sejak 30 tahun yang
berasal dari pelosok dunia, rata-rata penyebab sakit
mereka

adalah

karena

minimnya

keimanan

dan

goyahnya akidah. Mereka tidak akan pernah sembuh


kecuali setelah berusaha mengoptimalkan kembali
keimanan mereka yang telah hilang tersebut
Dan

ternyata

para

dokter

telah

sampai

pada

kesimpulan bahwa tidak ada obat bagi penyakit


gelisah selain keimanan. William James seorang
professor dari Universitas Harvard mengatakan bahwa
obat yang paling mujarab terhadap penyakit kejiwaan
adalah keimanan. Ini semua atas kuasa Allah SWT.
Wahbenar apa yang telah Allah firmankan, ternyata
berdasarkan penelitian dengan mengingat Allah hati
akan jadi tenang.
e. Dalam ilmu fisika
Contohnya tentang garis edar. Demi langit yang
mempunyai jalan-jalan (QS. Adz Dzariat: 7) dan
Allah juga berfirman: Dan Dialah yang telah
menciptakan malam dan siang, matahari dan
bulan asing-masing darti keduanya itu beredar di
dalam garis edarnya. (QS. Al Anbiyaa: 33)
f. Jumlah kata istimewa.
Kata yawm dalam bentuk tunggal sejumlah 365
kali.

Sedangkan kata hari yang menunjukkan


13

bentuk plural ayyam atau dua hari yawmayni


jumlah keseluruhannya 30 kali, sama jumlah hari
dalam setiap bulannya. Sedangkan kata syahr
yang berarti bulan terdapat 12 kali muncul, sama
dengan jumlah bulan dalam setahun. Selain ini
masih banyak keistimewaan Al Quran.
C.

Fungsi Al-Qur'an
1.

Sebagai pedoman hidup (minhajul hayah) bagi


seluruh manusia.

Bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) AlQur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasanpenjelasan mengenai petunjuk itu (QS.Al-Baqarah :
185)
2.

Sebagai cahaya (An nur)

Al-Qur'an adalah cahaya yang menerangi hati orang


yang membacanya sehingga manusia akan terbimbing
untuk mengikuti jalan yang lurus. (QS.Al-Maidah:15-16
dan An-Nisa:174)
3.

Sebagai obat (Asy Syifa)

Dalam tafsir ibnu katsir dinyatakan bahwa Al-Qur'an


adalah penyembuh dari penyakit yang ada dalam hati
manusia seperti syirik, sombong, congkak, ragu dsb
(QS.Yunus : 57)
D.

Al Quran Sebagai Bacaan

14

Membaca Al Qur'an itu kita butuh mempelajari ilmu-ilmu


bagaimana membaca Al Qur'an dengan baik dan benar
yang biasa disebut sebagai ilmu tajwid dan mempelajari
ilmunya hukumnya wajib kifayah. Akan tetapi, untuk
membaca Al Qur'an dengan baik dan benar itu hukumnya
wajib 'ain.
Di antara keistimewaan Ilmu Al Quran adalah :
1. Mempelajari dan mengajarkan Al Qur'an merupakan
tolok ukur kualitas seorang muslim. Hadits riwayat
Bukhori Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari
Al Qur'an dan mengajarkannya.
2. Mempelajari Al Qur'an adalah sebaik-baik kesibukan.
3. Dengan mempelajari Al Qur'an maka akan turun
sakinah (ketentraman), rahmat, malaikat dan Allah
akan

menyebut-nyebut

orang

yang

mempelajari

kepada makhluk yang ada di sisiNya.


Referensi :
Buku Panduan Tutorial PAI UNY.
Mukjizat

Ilmiah

dalam

Al-Qur'an,

M.Kamil

Abdushshamad.
Nutrisi Jiwa, Tim AAI FKDF Unpad

3. JANJI, IKRAR DAN SUMPAH MUSLIM


Kompetensi Dasar :
15

1. Memahami pentingnya Syahadatain dalam kehidupan


muslim
2. Memahami

kandungan

makna

dari

Syahadatain

berikut konsekuensinya
3. Memahami

syarat

Syahadatain

dan

hal

yang

membatalkan Syahadatain
Bilal bin Rabbah seorang budak dari golongan kulit
hitam. Sebelum Islam bilal tak lebih dari budak belian biasa
yang

hanya

menggembalakan

unta

tuannya

dengan

imbalan dua genggam kurma. Kehidupannya berlalu seperti


biasa, rutin tapi gersang, tidak memiliki sesuatu pada hari
itu, tidak pula memiliki harapan akan hari esok. Berita
mengenai Muhammad sampai pada telingnya, baik di
Mekah maupun pembicaraan tuannya dengan tamunya
yang selalu mengeluarkan kata-kata hinaan penuh amarah,
tuduhan dan kebencian pada agama baru yang dibawa
Muhammad. Namun ada pula yang ditangkapnya selain
hinaan

juga

Muhammad,

pengakuan
kejujuran

mereka

dan

atas

kemuliaan

kepercayaanya.

Mereka

mempercakapkan kesetiaan Muhammad menjaga amanah,


kejujuran

dan

ketulusannya,

tentang

akhlak

dan

kepribadiannya. Sebab yang mendorong mereka memusuhi


Muhammad, yaitu: kesetiaan mereka pada agama nenek
moyangnya, kekhawatiran merosotnya kemuliaan kaum
Quraisy, kemuliaan tanah mereka sebagai tanah suci
ibadah, sebagai pusat ibadah dan upacara jazirah arab, dan
16

kedengkian mereka atas munculnya Rasul dari golongan


Bani Hasyim dan bukan dari golongan mereka.
Suara hati murni Bilal akhirnya mendorongnya untuk
menemui
keIslam

Rasulullah
annya.

dan

Tiada

menyatakan

lama,

keimanan

akhirnya

berita

dan

tentang

keIslaman Bilal terungkaplah juga sampai pada telinga


tuannya, maka tamparan pahit ini menjadi kedengkian dan
amarah yang menjatuhkan kehormatannya.
Apa..? budak ini masuk Islam

dan menjadi pengikut

Muhammad!, Walau demikian tidak apa! Matahari yang


terbit hari ini tidak akan tenggelam dengan Islam nya
budak durhaka itu! kata tuannya Umayah dalam hatinya.
Pada suatu ketika di siang hari yang terik panasnya,
ketika padang pasir menjadi neraka karena panasnya,
mereka

membawa

melemparkannya

ke

Bilal

bin

tengah

Rabbah

padang

keluar

dalam

lalu

keadaan

telanjang. Siksaan, cambukan dan bahkan batu besar


dijatuhkan diatas tubuhnya yang lemah karena dikurung
berhari-hari tanpa diberi makan tidak membuat Bilal
melepaskan keyakinan yang telah dipegangnya dengan
teguh.
Ahad..ahad..ahad..Allah yang Maha Esa.. Allah yang
Maha Tunggal.. kata-kata yang selalu diucapkan oleh bibir
Bilal. Derasnya siksaan yang didapatkan Bilal hingga suatu
saat datanglah Abu bakar Ash Shidiq, serunya: Apakah
kalian akan membunuh seorang laki-laki yang mengatakan
bahwa Rabbku adalah Allah?
17

Kemudian

katanya

kepada

Umayah

bin

Khalaf,

Terimalah ini untuk tebusannya, lebih tinggi dari harganya


dan bebaskanlah ia! maka dijuallah Bilal. Bilal akhirnya
menjadi orang yang merdeka dan dibawalah Bilal kepada
Rasulullah dan menyampaikan berita gembira tentang
kebebasannya. Maka hari itu tak ubah bagai hari raya besar.
Allah seakan memberikan perbandingan bagi manusia,
bahwa bukan warna kulit dan perbudakan yang menjdai
penghalang untuk mencapai kebesaran jiwa untuk taat dan
beriman kepada Rabbnya serta memegang teguh hak-hak
Allah. Bilal telah membaerikan pelajaran berharga kepaDa
orang yang semasa dengannya dan juga bagi orang
sepanjang masa, bagi orang yang seagama maupun bagi
pengikut agama lain. Suatu pelajaran yang menjelasakan
bahwa kemerdekaan jiwa dan kebesaran nurani tak dapat
dibeli dengan emas separuh bumi.
Dalam keadaan telanjang ia dibaringkan diatas bara
padang yang panas dan ditindihkan batu besar tidak
membuat

Bilal

meninggalkan

keyakinannya

ataupun

mencabut pengakuannya atas keesaan Rabbnya. Maka Bilal


bin Rabbah telah dijadikan guru bagi seluruh manusia
dalam

perkara

menghormati

hati

nurani

dan

mempertahankan kebebasan dan kemerdekaanya.


A.

Syahadatain: Dasar Kehidupan


Dan mereka berkata: "Kami telah beriman kepada Allah

dan

rasul,

dan

kami

mentaati

(keduanya)."Kemudian
18

sebagian dari mereka berpaling sesudah itu, sekali-kali


mereka

itu

bukanlah

orang-orang

yang

beriman.(An

Nuur:47)
Syahadatain adalah dasar yang menentukan keIslaman
seseorang. Pemahaman akan makna syahadat ini tidak
semudah pengucapannya. Syahadatain melambangkan jiwa
totalitas

Islam , laksana nyawa dalam tubuh manusia.

Seluruh tubuh tidak akan berfungsi manakala nyawanya


tida ada. Bukan Islam jika tanpa syahadatain.
Rasulullah
ditegakkan

SAW

atas

lima

mengisyaratkan

bahwa

Islam

dasar;

Shalat,

shaum

Syahdat,

(puasa), zakat dan haji ke Baitullah. Selain itu, kita banyak


mengetahui dalam sejarah, kekuatan syahadat sebagai
dasar Islam mengalahkan musuh-musuhnya.
B.

Pentingnya Syahadatain
Syahadat

berasal

dari

kata

syahida,

yang

berarti

mengakui apa yang diketahui. Oleh karena itu, syahadat


penting untuk kita pelajari, karena syahadat merupakan
hal-hal berikut:
1.

Pintu gerbang masuk ke dalam Islam

Islam ibarat rumah atau bangunan atau system hidup


yang

menyeluruh

dan Allah

memerintahkan

setiap

muslim untuk memasukinya secara kaffah (menyeluruh).


Untuk memasukinya maka harus melalui pintu rumah,
yakni Syahadat. Segala amalan tanpa kalimat ini bagai
debu yang berterbangan. (Q.S. al Furqaan: 23)
19

2.

Intisari ajaran Islam

Mengapa? Pertama, syahadat merupakan pernyataan/


kalimat

yang

menjadi

pembebas

manusia

dari

penyembahan kepada makhluk kepada penyembahan


kepada Allah saja, membebaskan diri dari kemusyrikan
dan kekafiran. (Q.S.Al Anbiyaa`: 25). Rasulullah bersabda
Sebaik-baik perkataan, aku dan nabi-nabi sebelumku
adalah Laa ilaaha illallah. Al hadist.
Kedua, kesaksian kita bahwa Muhammad adalah utusan
Allah,

berarti

beribadah

kita

harus

kepada

Allah,

meneladani
karena

Rasul

beliaulah

dalam
yang

mengetahui kaifiyat (tata cara) beribadah kepada Allah.


Sebagaiman

sabda

Rasulullah

Shalatlah

kalian

sebagaimana kamu melihat aku Shalat Selanjutnya


hal ini juga berlaku bagi semua aspek ibadah dalam
Islam.
3.

Dasar perubahan total

Perubahan ini adalah perubahan pokok bagi kehidupan


manusia,

yaitu

perubahan

yang

mencakup

aspek

keyakinan pemikiran dan hidupnya secara keseluruhan


baik individu maupun masyarakat. Sebagaiman syahadat
ini telah merubah masyarakat pada masa rasulullah dan
sahabat terdahulu.
4.

Hakikat dakwah para Rasul

20

Para nabi terdahulu dari Asam AS hingga Muhammad


SAW,

berdakwah

dengan

misi

yang

sama,

yaitu

mengajak manusia pada ajaran untuk beribadah kepada


Allah semata dan meninggalkan sesembahan yang lain
(Thogut). (Q.S. An Nahl:36).
5.

Keutamaan yang besar

Aplikasi kalimat syahadat dalam kehidupan sehari-hari


menjanjukan keutamaan yang besar. Keutmaan tersebut
dapat

berupa

keutamaan

moral

maupun

materiil,

kebahagiaan dunia dan akhirat, mendapatkan jaminan


surga serta terhindar dari panasnya api neraka.

C.

Makna Syahadatain
Syahadatain terdiri atas Syahadat tauhid Laa ilaha illa

Allah

dan

Syahadat

syahadat
tauhid

Rasul

merupakan

Muhammad
sebuah

Rasulullah.
kalimat

yan

mengandung konsekuensi amal yang harus kita lakukan.


Kita tidak akan mengetahui apa yang akan kita lakukan
untuk mengabdi kepada Allah tanpa tuntunan dan contoh
(risalah) dari Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya.
Sedangkan syahadat Rasul berarti kita meyakini bahwa
Muhammad pembawa risalah dari Allah yang harus kita
patuhi, sehingga ada konsekuensi yang harus kita lakukan
terhadap Rasulullah. Dengan demikian, kedua kalimat
tersebut tidak dapat dipisahkan.

21

Ada beberapa kata semakna yang diisyaratkan dalam Al


Qur`an tentang syahida, yaitu Al Iqrar, Al Qosam dan Al
Mitsaq.
1.
Allah

Al Iqrar (Pernyataan)
menyatakan

melainkan

Dia

bahwasanya

(yang

berhak

tidak

ada

Tuhan

disembah),

Yang

menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang


yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak
ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. Ali Imran:18)
Seseorang yang bersyahadat berarti ia berikrar atau
menyatakan

hanya

mengucapkan

kesaksian

yang

tumbuh dari dalam hati bahwa tiada ilaah selain Allah


dan Muhammad utusan Allah.
2.

Al Qosam (Sumpah)

Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu


Yang Maha Besar. Maka Aku bersumpah dengan masa
turunnya

bagian-bagian

Al-Quran.

Sesungguhnya

sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu


mengetahui.. (Q.S. Al Waqiah:74-76)
Seseorang yang bersyahadat berarti juga bersumpah
suatu kesediaan yang siap menerima akibat dan resiko
apapun bahwa tiada ilaah selain Allah dan Muhammad
utusan Allah.

3.

Al Mitsaq (Janji)
22

Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjianNya yang telah diikat-Nya dengan kamu, ketika kamu
mengatakan:

"Kami

dengar

bertakwalah

kepada

dan

Allah,

kami

taati".

sesungguhnya

Dan
Allah

Mengetahui isi hati(mu). (Q.S Al Maidah:7)


Janji

setia

akan

keesaan

Allah

sebagai

zat

yang

dipertuhan dan Muhammad utusan-Nya.


D.

Syarat-Syarat Syahadatain
Dalam

mengucapkan

syahadat,

harus

memeuhi

beberapa syaratnya, agar syahadat yang kita ucapkan


syah. Syarat-syarat tersebut yaitu:
1. Pengetahuan

(pemahaman)

yang

dapat

menghilangkan kebodohan.
Allah

meletakkan

pengetahuan

mendahului

amal

perbuatan, hal ini menunjukkan pentingya nilai ilmu bagi


landasan segala sesuatu.
Maka ketahuilah bahwa tiada Tuha selain Allah. (Q,S
Muhammad:15)
2. Keyakinan yang dapat menghilangkan keraguan.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah
orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan
Rasul-Nya,

kemudian

mereka

tidak

ragu-ragu

dan

mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa


mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang
yang benar. (Q.S. Al Hujurat:15)

23

Imam Al Qurtubhi dalam kitab Al Mufhim ala Shahih


Muslim menjelaskan, Tidak cukup dengan melafalkan,
akan tetapi harus dengan keyakinan hati.
3. Penerimaan yang dapat menghilangkan penolakan.
Penerimaan

yang

total

atas

konsekuensi

yang

menyertainya.
Sesungguhnya

mereka

dahulu

apabila

dikatakan

kepada mereka: "Laa ilaaha illallah" (Tiada Tuhan yang


berhak

disembah

melainkan

Allah)

mereka

menyombongkan diri, Dan mereka berkata: "Apakah


sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahansembahan kami karena seorang penyair gila?"(Q.S. Ash
Shaaffaat:35-36)
4. Kejujuran, yang dapat menghilangkan kedustaan
Yaitu, kesesuaian antara ilmu dan amalnya, antara
ucapan lisan sejalan dengan pikiran dan hatinya.
Di

antara

manusia

ada

yang

mengatakan:

"Kami

beriman kepada Allah dan Hari kemudian" pada hal


mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang
beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang
yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya
sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka
ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi
mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.
(Q.S. Al Baqarah:8-10)
5. Ketundukan

yang

dapat

menghilangkan

pembangkangan
24

Tunduk dan menyerahkan diri kepada Allah dengan


mengamalkan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya
dan menaati perintah Rasul-nya.
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan
kami

ialah

Allah"

kemudian

mereka

meneguhkan

pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada


mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut
dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka
dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu".
(Q.S. Fushilat:30)
6. Keikhlasan yang dapat menghilangkan kemusyrikan
Yaitu

memurnikan/

membersihkan

hati

dari

segala

sesuatu yang bertentangan dengan makna syahadatain.


Padahal

mereka

menyembah

Allah

tidak

disuruh

dengan

kecuali

memurnikan

supaya
ketaatan

kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus,


dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan
zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.
(Q.S. Al Bayyinah:5)
7. Kecintaan yang dapat menghilangkan kemarahan
dan kebencian
Setiap

orang

yang

bersyahadat

harus

menyintai

kalimatini, mencintai konsekuensinya, mencintai orangorang yang konsekuen dengan kalimat ini.
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah,
ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni

25

dosa-dosamu."

Allah

Maha

Pengampun

lagi

Maha

Penyayang. (Q.S.Ali Imran:31)


E.

Yang Membatalkan Syahadatain


Iman sebagaimana kita ketahui tidaklah konstan (kadang

naik dan kadang turun). Ada beberapa hal yang dapat


merusak ataupun bahkan membatalkan syahadat:
1. Kufur
Yaitu perbuatan mengingkari/ menolak kebenaran.
a. Kufur takdzib, yaitu keyakinan hati yang menolak
Rasul berikut ajaran yang dibawanya. (Q.S.A;
Fathir:25)
b. Kufur Iba` wa Istikbar, yaitu menerima Islam
sebagai

agama

melaksanakan

benar,

ajarannya

tetapi

karena

enggan

takabur

dan

mencari ideologi lain.(Q.S.Al Baqarah:34)


c. Kufur I`radh, yaitu sikap berpaling dari ajaran yang
dibawa Rasul (tanpa penerimaan dan penolakan
yang tegas). (Q.S.As Sajdah:22)
d. Kufur Syak, yaitu tidak bersegera menyambut
kebenaran,

bimbang

penolakan,antara

antara

meyakini

penerimaan
dan

dan

menjauhi.

(Q.S.Ibrahim:9)
e. Kufur Juhud, yaitu sikap mengingkari wahyu Allah,
atau mengingkari

suatu ajaran pokok

agama

Islam . (Q.S.An Nam;:14)


2. Syirik
26

Yaitu mempersekutukan Allah. Kebaikan amal tidak


berarti bagi Allah apabila disertai syirik. Pelakunya
disebut musyrik. Sebagaimana firman-Nya.
Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan
kepada

(nabi-nabi)

mempersekutukan

yang

sebelummu.

(Tuhan),

niscaya

"Jika

akan

kamu

hapuslah

amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang


merugi.(Q.S.Az Zumar:65)
Bahkan dosa syirik digolongkan dosa besar yang tidak
diampuni oleh Allah.
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa
syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari
(syirik)

itu,

Barangsiapa

bagi
yang

siapa

yang

dikehendaki-Nya.

mempersekutukan

Allah,

maka

sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.(Q.S.An


Nisa:48)
a. Syirik Akbar (besar)
Yang termasuk syirik besar:

melakukan ritual peribadahan untuk selain Allah

berdoa dan memohon perlindungan kepada

orang mati, baik kepada orang awam. Wali, orang


shalih ataupun para nabi

menjadikan selain Allah sebagai pemilik hak

Pembuat Hukum
Ahlul kitab disebut sebagai musyrik karena mereka
memberikan hak kepada para rahib/ pendeta untuk
membuat hukum.
27

b. Syirik Asghar (kecil)


Di antara bentuk syirik asghar antara lain:

bersumpah klepada selain Allah

Tamimah

(jimat),

Tiwalah

(pelet),

Ruqyah

(mantera atau jampi)


Sesungguhnya

ruqyah,

tamimah

dan

tiwalah

adalah syirik. (HR Ahmad, Abu Daud dan Ibnu


Majah)

Kahanah (dukun) dan Arrafah (ramalan)

Thiyarah, yaitu perasaan serasa sial atau tidak

beruntung yang disebabkan oleh sesuatu yang


didengar atau dilihatnya.
3. Nifaq
Yaitu, kondisi yang berbeda antara yang diyakini dengan
yang ditampakkan dalam perbuatan. Pelakunya disebut
munafiq. Cirri-cirinya:
a.

jika berbicara, mereka berdusta

b.

jika berjanji, mereka ingkar

c.

jika dipercaya, mereka khianat

4. Riddah
Yaitu, meninggalkan agama Islam , sedangkan dia itu
berakal, merdeka dan dalam keadaan tidak dipaksa.
Pelakunya disebut murtad.
a.

Riddah Itiqad, yaitu murtad karena keyakinan


atau aqidahnya

b.

Riddah Aqwal, yaitu murtad karena ucapannya

c.

Riddah Afal, yaitu murtad karena perbuatannya


28

Referensi

Hadist Riyadhus Sholihin, Imam Nawawi


Ensiklopedi Islam , Abu Bakar Jabir Al Jazairi
Kuliah Aqidah, Yunahar Ilyas

4. IZINKAN AKUMENGENALMU
Kompetensi Dasar :
1. Memahami

pentingnya

mengenal

Allah

dalam

kehidupan muslim
29

2. Memahami cara mengenal Allah melalui bukti-bukti


keberadaan Allah
3. Mengerti sifat-sifat pribadi manusia yang menjadi
penghambat dari mengenal Allah
A.

Allah Tuhan Kita


Jika dimunculkan sebuah pertanyaan dasar kepada kita,

Siapakah Robbmu? Maka kita akan bertanya pada diri kita,


Sudahkah saya tahu siapa Tuhanku?.
Dari pertanyaan di atas, cukuplah bagi kita mengetahui
arti penting mengenal Allah, karena beberapa hal sebagai
berikut:
1. Allah adalah Tuhan alam semesta
(Q.S.

Ar

Ra`d:16,

An

Nahl:19,

An

Naml:59,

Al

Baqarah:255)
Umat Islam

tentunya sudah mengetahui dan wajib

mempercayai sepenuhnya bahwa Allah adalah Tuhan


Yang Maha Esa, pencipta dan penguasa tunggal alam
raya ini, pemilik segala keagungan dan kesempurnaan.
Allah adalah Dzat Yang Menciptakan dan Memelihara
manusia (rabbun naas), Penguasa manusia (malikun
naas), sesembahan manusia (ilahun naas). Dialah yang
menjadi sumber dari segala yang maujud di ala mini,
baik yang ghaib maupun yang nyata. Dialah yang
menciptakan, menumbuhkan, menyempurnakan bahkan
Dia pula yang mematikan dan menghancurkan.

30

2. Wujud (eksistensi) Allah didukung oleh dalil


yang kuat
Apakah buktinya jika Allah itu Esa? Untuk menjawab
pertanyaan ini dapat digunakan beberapa dalil untuk
membuktikan wujud (ada) Allah, antara lain:

a.

Dalil Fitrah

Allah menciptakan manusia dengan fitrah bertuhan.


Atau dengan kata lain setiap manusia dilahirkan
dalam keadaan muslim.
Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka
bapaknyalah (yang akan berperan) mengubah anak
itu

menjadi

seorang

Yahudi

adau

Nasrani

atau

Majusi(HR Bukhari)
Fitrah dalam hadits di atas bisa kita pahami sebagai
Islam . Namun demikian fitrah manusia barulah
merupakan potensi dasar yang harus dipelihara dan
dikembangkan. Siapapun secara fitrah, baik yang
percaya

kepada

Tuhan

maupun

tidak,

jika

menghadapi musibah yang demikian berat hingga ia


sendiri tidak mampu menghadapinya, maka secara
refleks

ia

akan

meminta

perlindungan

kepada

kekuatan gaib di alam ini. Inilah fitrah imaniah


(karakter dasar keimanan) yang pasti muncul pada
saat-saat seseorang tidak sanggup menghadapi ujian
duniawi.
31

Kini tanyakan kepada hati nurani Anda, mampukah


Anda mengingkari wujud Dzat Tuhan?.
b.

Dalil Akal (Aqli)

Dengan

menggunakan

akal

pikiran

untuk

merenungkan dirinya sendiri, alam semesta dan lainlainnya maka seorang manusia bisa membuktikan
adanya Allah. (Q.S. Al Mumin:40-67). Akan tetapi,
perlu menjadi catatan bahwa akal dan indera manusia
terbatas. Sebagai contoh, apa yang ada di dunia ini
seperti angin, listrik dan aroma tidak dapat dilihat
oleh mata.
c.

Dalil Naqli

Sekalipun
adanya

secara
Tuhan

fitrah

dan

manusia

secara

bisa

akal

mengakui

pikiran

dapat

membuktikannya, namun manusia tetap memerlukan


dalil

naqli

membimbing

(Al

Qur`an
manusia

dan

As

mengenal

Sunnah)

untuk

Tuhan

yang

sebenarnya (Allah) dengan segala Asma dan sifatNya.


B.

Penghambat dari Mengenal Allah


Beberapa

sifat

yang

menghalangi

mengenal

Allah

adalah:
1. Sifat yang berasal dari penyakit syahwat
a. Fasiq (Q.S. Al Baqarah:26-27, Al Hasyr:19)
b. Sombong (Q.S. Al A`raf:146, Al Furqan:21)
c. Dzalim (Q.S. An Nisa`:153)
32

d. Dusta (Q.S. Al A`raf;176)


e. Banyak dosa (Q.S. Al Muthaffifiin:14)
Akibatnya dari sifat ini akan dimurkai Allah dan dapat
diobati dengan mujahadah.
2. Sifat yang berasal dari penyakit syubhat
a.

Jahil (Q.S. Az Zumar:65)

b.

Ragu-ragu (Q.S. Al Hajj:55)

c.

Menyimpang (Q.S. Al An`am:13)

d.

Lalai (Q.S. Aaf:179)

Akan berakibat sesat, maka diobati dengan ilmu.


Referensi :
Buku Panduan Tutorial UNY, Tutorial PAI UNY
Ensiklopedi Islam , Abu Bakar Jabir Al Jazairi
Buku Pintar Agama Islam, Syamsul Rijal Hamid

5. RASULULLAH: Keajaiban Untuk Semesta Alam


Tujuan Materi

1. Peserta mampu menjelaskan pengertian Nabi dan


Rasul
33

2. Peserta

mengetahui

kepribadian

Rasul

sehingga

memiliki rasa cinta dan ingin meniru kepribadiannya


Rasuulullaah..kami umatmu
Walau tak pernah melihat wajahmu
Pahit getir perjuanganmu
Membawa cahaya kebenaran
Tak terjangkau tinggi pekertimu
Tidak tergambar indahnya akhlakmu
Tidak terbalas segala jasamu
Sesungguhnya engkau Rasul mulia
(Hijaz: Rasuulullaah)
A.

Pengertian
Petikan syair nasyid di atas tentunya sudah tak asing lagi

bagi orang-orang yang sangat mengidolakan Rasuulullaah


SAW, Nabi yang ummi Muhammad bin Abdullah bin Abdul
Muththalib Al Hasyimi Al-Qurasyi Al Arabi. Beliau adalah
hamba Allah SWT yang diutus kepada seluruh umat
manusia, risalahnya menutup semua risalah, tidak ada Nabi
dan Rasul sesudah beliau.
Secara etimologis, rasul berasal dari kata

ar-sa-la

artinya mengutus. Setelah dibentuk menjadi rasul berarti


yang diutus. Sedangkan para ulama mendefinisikan Rasul
sebagai seorang lelaki yang dipilih untuk diutus oleh Allah
SWT untuk menyampaikan misi, pesan (ar-risalah) kepada
seluruh umat manusia.
Firman Allah SWT :
34

Muhammad adalah utusan Allah. (Al-Fath: 29)


Muhammad sekali-kali bukanlah bapak dari seorang
laki-laki di antara kalian, tetapi dia adalah Rasulullah dan
penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui
segala sesuatu. (Al-Ahzab: 40)
Kepada semesta beliau membawa Risalah Al-Quran,
Kalam Allah SWT yang menjadi pedoman hidup manusia.
Islam -risalah yang beliau bawa telah mengejutkan umat
dunia. Beliau telah mengajari bangsa yang penuh kedekilan
menjadi bangsa yang bersih, suci, cerdas. Islam

hadir

memberikan kemuliaan pada jiwa, akal, ruh, darah dan


jasad manusia.

B.

Kepribadian Rasulullah SAW sangat


mengagumkan.
1.

Pada usia dua belas tahun menjadi manajer unit

usaha internasional Abu Thalib. Usia dua puluhan, beliau


menjadi

pengelola

utama

bisnis

besar

yang

diinvestasikan Khadijah. Beliau, entrepreneur dengan


sifat nabawi: jujur, amanah, smart dan informative
(tabligh).
2.

Beliau seorang panglima, administrator militer

yang tak ada bandingannya dalam sejarah. Sepuluh


tahun di Madinah, 30-an ghazwah beliau pimpin sendiri
di samping 300-an sariyah yang beliau bentuk dan
berangkatkan. Dari segi jumlah ini saja, Napoleon
35

Bonaparte, George Washington atau Simon Bolivar-nya


Amerika Latin tak ada seujung kukunya.
3.

Beliau seorang orator yang memiliki daya tahan

sekaligus daya mempertahankan massa yang luar biasa.


4.

Beliau

adalah

pemimpin

Negara,

yang

saat

mengimami shalat atau memimpin perjalanan jauh


sempat bertanya, Di mana si Fulan? Mengapa ia tak
tampak?.
5.

Bentuk

keagungannya

berbeda

dengan

Kisra

Persia dan Qaishar Romawi. Umar pernah menangis


menyaksikan beliau tidur beralas tikar kulit kasar yang
dijalin rerumputan, alas yang membuat punggung beliau
bebekas bilur.
6.

Beliau adalah suami yang sempat mengajak istri

balap lari atau meredakan kecemburuan istri dengan


memencet hidungnya. Di sela masa sibuk memimpin
kaum

muslimin,

beliau

sempat

menambal

baju,

membersihkan terompah bahkan menggiling gandum


dan memerah susu untuk santapannya.
7.

Beliau adalah teman duduk yang mengasyikkan,

candanya tak pernah berbumbu dusta. Penampilan


beliau begitu sederhana, tetapi tetap saja rapi, wangi
dan selalu menyejukkan pandangan. Beliau paling awal
menjenguk orang sakit, duduk bersama kaum miskin dan
memenuhi undangan budak sahaya.
8.

Pemimpin besar ini amat besar rasa malunya

melebihi gadis dalam pingitan. Beliau adalah orang yang


36

paling tenang dan menenangkan di saat paling genting


ketika Madinah terjepit menunggu sapuan pasukan
sekutu Ahzab.
Sungguh telah datang kepadamu, seorang Rasul dari
kalanganmu

sendiri,

berat

terasa

olehnya

penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan


keselamatan)

bagimu,

amat

belas

kasihan

lagi

penyayang terhadap orang-orang mukmin. (At-Taubah:


128)
Subhanallah, beliaulah Keajaiban untuk Alam Semesta,
beliaulah tokoh idola yang menjadi panutan kita dalam
segala segi kehidupan kita.
Referensi :
Visualisasi Kepribadian Muhammad, Aidh bin Abdullah
Al Qarni
Memantik Cahaya Terang, AAI UGM
Insan Kamil: Sosok Keteladanan Muhammad SAW,
Alwy Al Maliky

6. MENGENAL AL ISLAM
37

Kompetensi Dasar :
1. Memahami dasar yang membentuk istilah Islam
2. Memahami gambaran ruang lingkup Islam

sebagai

asas (pokok), bina (bangunan) maupun muayyidat


(penyangga) dengan hubingan-hubungannya
3. Menyadari bahwa Islam

merupakan system yang

lengkap dan sempurna sehingga memotivasi untuk


memasukinya secara keseluruhan.
Sebuah cerita dalam forum pendampingan ketika sang
MP berkata Alhamdulillah, syukur kepada Allah. Kenapa?
Apa karena kejatuhan durian atau karena apa..? Tanya
seorang peserta. Kata sang MP, Alhamdulillah banyak
penduduk Indonesia yang beragama Islam , walau hanya
sekedar Islam

KTP. Tiba-tiba secara spontan forum

menjadi riuh karena tawa.


Sepenggal kisah fiksi di atas menjadi sebuah renungan
mendasar tentang kenyataan kondisi Negara kita. Walaupun
banyak penganut Islam , tetapi mengapa masjid-masjid
masih banyak yang kosong, tempat maksiat bertebaran
dimana-mana dan perilaku menyimpang menjadi budaya.
Hal ini menjadi catatan penting buat kita neeh, apakah
mereka (penduduk Indonesia-red) sudah memahami Islam
secara kaafah dan telah mengamalkan Islam

sebagai

system yang paling lengkap.

38

A.

Makna Islam
Makna Islam secara etomologis adalah :
1. Ketundukan dan penyerahan diri
Islam

berarti tunduk dan menyerahkan diri karena

setiap Muslim wajib tunduk dan patuh menyerahkan diri


kepada ketentuan Allah SWT . ( QS: An-Nisa':65, Ali
imran:83)
2. Keselamatan
3. Kedamaian
Serta berarti keselamatan dan damai. Sebab, orang yang
telah memeluk Islam
akan

selamat

di

dan rnengerjakan tuntutannya

dunia

dan

akhirat

serta

akan

mendapatkan keselamatan dan kedamaian sejati. (QS.


Al-Anfal:61, Albaqorah:208 )
4. Kesejahteraan (QS. Yunus: 9-10)
Dari beberapa makna di atas maka makna Islam adalah
mengerjakan

semua

larangan-Nya

yang

perintah-Nya
terdapat

dalam

dan

menjauhi

wahyu

yang

disampaikan melalui Rasul.


B.

Ruang Lingkup Agama Islam


Secora global kandungan Islam dapat kita bagi kepada

tiga bagian:
1. Pokok dan Fondasi (asas) yang terdiri atas:
Aqidah yang mencakup : Dua kalimat Syahadat dan
Rukun Iman yang enam (QS: Albaqarah:177)
Ibadah, yaitu: shalat, zakat, puasa dan haji.
39

2. Bangunan(bina'), Hal itu terlihat pada sistem hidup,


sepertil;
a. Sistem

politik,

seperti:

Musyawarah

(QS.

Ali

Imram:159), Perdamaian (QS. Al Baqarah:208, 8:61),


Hukum ((6:57/12:40)
b. Sistem Perekonomian, seperti: Utang piutang(QS.
2:282), Pegadaian (QS. 2:283), Pengharaman riba dan
penghalalan jual beli (QS. 2:275)
c. Sistem

Keprajuritan,

seperti:

Mempersiapkan

tentara (QS. 8:60)


d. Sistem Akhlak sepertl: Berbuat kebaikan (QS.
2:44), Berkata benar (QS. 2:177), Memaafkan(QS.
2:237)
e. Sistem sosial kemasyarakatan, seperti: Zakat (QS.
2:43), Adil dalam menegakan hukum (QS. 4:58),
Persaudaraan (QS. 49:10)(QS. 49:13)
f. Sistem

Pengajaran,

seperti:

Mengajar

dengan

lemah lembut (QS. 3:159), Memberi nasihat (31:1219),


3. Pendukung dan penopang (muayyidat), yaitu;
a. Jihad (22:39,40)
b. Amar ma'ruf dan nahi munkar; (QS. 3:104)
Islam

tidak bisa berdiri kecuali bila terdapat fondasi.

Dan Islam

belum berdiri sempurna bila bangunannya

belum berdiri. Dan bangunan tidak akan berdiri tegak bila


tidak ada penopangnya.

40

C.

Beberapa

Aspek

Keyakinan

Seseorang

Muslim Terhadap Islam


1. Islam adalah wahyu Allah (42:3)
2. Islam adalah agama haq (61:9)
3. Islam adalah agama yang lurus (12:40/30:30)
4. Islam adalah agama yang bersih (39:3). Bersih dari
syirik (13:36). Bersih dari kesalahan dan kekurangan
(4:82). Bersih dan campur tangan manusia dan hawa
nafsu dan
5. Islam

adalah satu-satunya agama Allah (3:19) dan

Allah tidak akan menerima agama selain Islam (3:85)


Referensi :
Al Islam, Said Hawwa
Menjadi Muslim Kaafah, Akhmad Umar Hasyim

7. PERJALANAN BERJUMPA DENGAN ALLAH


A.

Urgensi Ibadah

41

Beribadah

kepada

Allah

SWT

merupakan

kunci

kemuliaan manusia. Ibadah dilakukan dengan niat yang


ikhlas, cara yang benar dan tujuannya untuk mencari ridha
Allah. Paling tidak ada 6 alasan mengapa kita harus
beribadah kepada Allah SWT, antara lain:
1. Diciptakan memang untuk ibadah, sebagaimana
firman Allah SWT dalam Q.S. Adz-Dzaariyaat: 56.
2. Tanda syukur atas diciptakannya kita oleh Allah SWT,
sesuai firman-Nya
Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan
menambah

(nikmat)

kepadamu,

tetapi

jika

kamu

mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat


berat. (Q.S. Ibrahim: 7)
3. Konsekuensi janji kita kepada Allah SWT.
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi
(tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka
dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka
(seraya berfirman), Bukankah Aku ini Tuhanmu ?
Mereka menjawab, Betul (Engkau Tuhan kami), kami
bersaksi. (Q.S. Al Araaf: 172)
4. Tugas yang harus ditanamkan oleh setiap Rasul
kepada umatnya. (Q.S. An-Nahl: 36)
5. Allah satu-satunya yang tepat untuk disembah karena
Dia Maha Kuasa. (Q.S. Ath Thalaaq: 12)
6. Adanya azab Allah di akhirat bagi orang-orang yang
tidak mengabdi kepada-Nya. (Q.S. Al Anaam: 15)

42

Allah menciptakan binatang dengan kecenderungan


jahat lebih besar daripada kecenderungan baik. Karenanya,
kita

melihat

setiap

senjata

atau

alat

proteksi

yang

bertujuan melindungi mereka dari berbagai gangguan


binatang

lain.

Seekor

burung

menjadikan

kuku

dan

pelatuknya sebagai senjata. Sejumlah herbivora menjadikan


tanduk sebagai senjata mereka. Demikian pula halnya
racun pada kalajengking, bisa pada ular, maupun cakar
yang dimiliki binatang buas. Bagaimana dengan manusia ?
Dalam

diri

manusia

terdapat

nafsu

amarah

yang

cenderung pada kejahatan. Ini sama halnya dengan hewan


yang nafsunya selalu mendorong pada perbuatan nista.
Dalam jiwa seseorang memiliki potensi suci sesuci para
malaikat,

tetapi

bisa

seketika

menjadi

jahat

sejahat

binatang ketika ia tunduk pada hawa nafsunya.


Lima kali dalam sehari semalam kita menghadap Allah
dengan khusyuk, tunduk, dan merendahkan diri kita. Di
hadapan kekuasaan-Nya, kita meletakkan nafsu kita sejajar
dengan kaki, karena seluruh raga kita tengah dihadapkan
pada Tuhan yang tidak ada sesembahan selain-Nya.
B.

Makna Shalat Wajib Bagi Kesehatan Mental


1.

Shalat

sebagai

obat

bagi

gangguan

kejiwaan
Dalam pandangan ahli jiwa, ampunan terhadap dosa dan
kesalehan merupakan obat bagi gangguan kejiwaan,

43

karena salah satu penyebab dari gangguan kejiwaan


adalah merasa bersalah atau berdosa.
Orang akan merasa gelisah dan goncang jiwanya apabila
ia merasa bersalah atau berdosa kepada Tuhan. Dalam
pengalaman

merawat

orang-orang

gangguan

kejiwaan,

ternyata

terserang

kegoncangan

yang

banyak

kejiwaan

menderita

orang

merasa

yang
dirinya

berdosa.
Shalat merupakan sarana pengobatan kejiwaan, atau
mempunyai

fungsi

kuratif

terhadap

penyakit

dan

gangguan kejiwaan.
Dalam

melaksanakan

shalat

sebagai

obat

atau

pengobatan kejiwaaan, tentu saja shalat tersebut harus


didasarkan atas iman dan keyakinan akan kebenaran
sifat-sifat Allah, terutama sifat yang sangat diperlukan
oleh seorang yang mengharap serta mencari tempat
mengeluh, mengadu dan mengungkapkan perasaan.
2.

Shalat

sebagai

Pencegahan

terhadap

gangguan kejiwaan.
C.

Hikmah Tata Cara Shalat


Adalah tabiat alamiah dalam kamus perilaku manusia

bahwa bila ia berdiri di hadapan orang yang lebih tinggi


kedudukannya, ia akan diam tanpa banyak bergerak. Ia
hanya akan bergerak ketika diperintah. Ia akan tunduk
dalam batas-batas etika dan estetika. Bila kepada sesama

44

makhluk saja sudah demikian halnya, apalagi bila kita


berdiri di depan Sang Pencipta Yang Maha Agung !
1. Bersedekap.
Rahasia di balik cara bersedekap dengan menyimpan
tangan kanan di atas tangan kiri tak lain adalah untuk
menghormati tangan kanan atas tangan kiri.
2. Leher
Salah

satu

anggota

tubuh

yang

menyimbolkan

kesempurnaan, sombong dan tinggi, ditundukkan untuk


menegaskan dan menyatakan kerendahan dirinya.
3. Meletakkan wajah di atas tanah menyimpan hikmah
yang luar biasa.
Dengan cara ini seseorang telah mengakui kelemahan
dan kerendahan dirinya di hadapan Tuhan. Hatinya
berpaling dari kiblat-kiblat keduniaan menuju haribaanNya. Merendahkan hati adalah sumber kekuatan, dan
ketundukan merupakan kemuliaan dan kesahajaan.
4. Hidung.
Hidung

yang

keangkuhan

menjadi

pun

pusat

direndahkan

kesombongan
dan

ditundukkan

dan
di

hadapan-Nya, karena debu atau tanah adalah satusatunya simbol kehinaan dan kerendahan.
5. Gerakan sujud juga tidak kosong dari hikmah. Jika
seseorang terus menerus bersujud dalam shalat lima
waktu, maka selama itu pula ia dekat dengan Tuhan-Nya.
... ... ... dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada
Tuhan). (Q.S. Al Alaq: 19)
45

Tentang keutamaan sujud, Rasulullah SAW bersabda,


Setiap kali seorang muslim sujud kepada Allah, Dia
pasti akan mengangkat dan mencegah dirinya dari
berbagai perbuatan buruk.
Keutamaan sujud begitu istimewa. Orang-orang yang
bersujud diutamakan Allah dengan pujian-Nya, ... ... ...
tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari
bekas sujud. (Q.S. Al Fath : 29)
6. Shalawat atas Nabi Muhammad SAW.
Nabi SAW adalah perantara agung antara seorang
hamba dengan Tuhannya. Karenanya, kita diperintahkan
untuk bershalawat kepadanya. Shalat merupakan bentuk
syukur atas ajaran yang dibawa sang perantara agung.
Inilah nikmat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Jangan sampai kita menjadi seorang Muslim yang ingin
dekat

kepada-Nya

tetapi

lupa

berbuat

baik

dan

bershalawat kepada Nabi SAW.


7. Memanjatkan shalawat kepada Nabi Ibrahim a.s juga
tidak terlepas dari hikmah yang agung. Ibrahim telah
memohon

kepada

perantara,

yakni

Allah
Nabi

agar
SAW

mengutus
yang

mulia,

seorang
seperti

termaktub dalam firman-Nya :


Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul
dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada
mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada
mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al Hikmah (As Sunnah)
serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah
46

yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S Al


Baqarah: 129)
8. Dzikir. Sementara itu, berdzikir dengan memuji dan
menyanjung-Nya bertujuan agar kita senantiasa dekat
dengan-Nya. Allah berfirman:
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat
(pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan
janganlah

kamu

mengingkari

nikmat-Ku.

(Q.S.

Al

Baqarah: 152)
9. Salam. Ketika seseorang selesai melaksanakan shalat,
ia mengucapkan salam kepada para malaikat yang
dimulai dari sebelah kanan dan kemudian ke sebelah kiri.
Sebab, malaikat yang berada di sebelah kanan lebih
utama daripada di sebelah kiri. Etika sopan santun
mengharuskan untuk menghormati para tamu, terlebih
mereka adalah para malaikat suci yang datang untuk
menilai shalat kita.
D.

Shalat Sunnah
Shalat-shalat sunnah memiliki banyak keutamaan,

diantaranya :
1.

Berfungsi sebagai penyempurna shalat wajib


dan menutupi kekurangannya

Hal ini didasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Tamim


Ad-Dari secara marfu:
Amal seorang hamba yang pertama kali akan dihisab
kelak pada hari kiamat adalah shalat. Jika dahulu
47

(sewaktu di dunia) dia menyempurnakan shalatnya,


maka akan dicatat bahwa shalatnya sempurna. Akan
tetapi jika ia tidak menyempurnakan shalatnya, maka
Allah

SWT

Periksalah

akan

berfirman

oleh

kalian

kepada

apakah

para

malaikat:

hamba-Ku

pernah

mengerjakan shalat sunnah sehingga dengannya kalian


bisa menyempurnakan shalat wajibnya (yang kurang).
Zakatnya juga diperlakukan seperti itu; begitu juga
semua amalnya yang lain.(HR Abu Dawud, Ibnu Majah,
dan Ahmad. Dishahihkan Albani dalam Shahihul Jami II/
353)
2.

Dapat meninggikan derajat dan menghapus


dosa

Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh


Tsauban(bekas budak) Rasulullah SAW dari Nabi SAW
bahwa beliau pernah bersabda:
Hendaklah engkau banyak melakukan sujud, sebab
tidaklah engkau melakukan sekali sujud, melainkan Allah
akan

meninggikan

derajatmu

satu

tingkat

dan

menghapus satu dosamu. (HR. Muslim)


3.

Banyak melakukan shalat sunnah termasuk

sebab dominan yang akan memasukkan seseorang ke


surga dan bisa menemani Nabi SAW di dalamnya.
Hal ini didasarkan pada hadits Rabiah bin Kab Al
Aslami ra, dia berkata: Aku pernah bermalam di rumah
Rasulullah SAW. Saat beliau bangun, aku mengambilkan
air wudhu untuk beliau dan melayani apa yang beliau
48

butuhkan.

Selanjutnya

beliau

bersabda

kepadaku:

Mintalah! Aku menjawab: Aku meminta agar kiranya


aku bisa menemani engkau di surga kelak. Beliau
bertanya: Adakah permintaan lain selain itu? Aku
menjawab: Cukup itu saja. Beliau lalu bersabda:Kalau
begitu hendaklah engkau memperbanyak sujud, sebab
dengan hanya meminta kepadaku saja, hal itu tak akan
mungkin terwujud. (HR. Muslim)
4.

Merupakan amal sunnah anggota badan yang


paling

utama

setelah

berjihad

dan

belajar

&

mengajarkan ilmu
Hal ini didasarkan pada hadits Tsauban ra. Bahwa
Rasulullah SAW pernah bersabda:
Berlaku istiqomahlah kalian, namun ketahuilah bahwa
kalian sekali-kali tidak akan bisa berlaku istiqomah
secara sempurna. Ketahuilah bahwa termasuk amal
kalian yang paling baik adalah shalat; dan tidak akan
bisa menjaga wudhu, kecuali seorang mumin. (HR.
Ibnu majah, Darimi, dan Ahmad. Dishahihkan Albani
dalam Irwaul Ghalil II/ 135-138)
5.

Jika dikerjakan di rumah, akan mendatangkan


berkah

Hal ini didasarkan pada hadits Jabir ra., ia berkata bahwa


Rasulullah SAW pernah bersabda:
Bila seseorang dari kalian telah mengerjakan shalat
(berjamaah) di masjid, maka berikan bagian shalat
(sunnah)

kepada

rumahnya,

sebab

Allah

akan
49

memberikan

kebaikan

di

rumahnya

berkat

shalat

sunnahnya itu. (HR. Muslim)


6.

Pelakunya dicintai Allah

Hal ini didasarkan pada hadits Abu Hurairah ra., ia


berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
Sesungguhnya Allah Taala berfirman: Barangsiapa
yang memusuhi wali-Ku, sungguh Aku telah mengizinkan
agar dia diperangi. Tidak ada amal yang paling Aku
senangi

yang

dipergunakan

hamba-Ku

untuk

mendekatkan diri kepada-Ku, selain ibadah yang telah


Aku fardhukan kepadanya. Hamba-Ku yang senantiasa
mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah sunnah,
pasti

Aku

akan

mencintainya.

Jika

Aku

sudah

mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang


dengannya dia mendengar; Aku menjadi penglihatannya
yang dengannya dia melihat; Aku menjadi tangannya
yang dengannya dia berbuat; dan Aku menjadi kakinya
yang dengannya dia berjalan; jika dia memohon kepadaKu,

pasti

akan

Kuberi;

dan

jika

dia

memohon

perlindungan kepada-Ku, pasti akan Kulindungi dia. Aku


tidak

pernah

bimbang

dalam

melakukan

sesuatu

sebagaimana kebimbangan-Ku ketika hendak mencabut


nyawa seorang muslim yang tidak menyukai sakitnya
sakaratul

maut,

sementara

Aku

pun

tak

ingin

menyakitinya. (HR. Bukhari)


7.

Kesempurnaan

dalam

melaksanakan

shalat

sunnah akan menambah rasa syukur kepada Allah SWT


50

Hal ini didasarkan pada hadits Aisyah ra. menyebutkan


bahwa: Nabi SAW biasa melaksanakan qiyamul lail
hingga telapak kaki beliau pecah-pecah. Aisyah pun
bertanya kepada beliau: Mengapa engkau berbuat yang
demikian,

wahai

Rasulullah,

padahal

semua

dosa

engkau, baik yang sudah berlalu maupun yang belum


terjadi, sudah pasti diampuni Allah ? Beliau menjawab:
Tidak bolehkah aku menjadi seorang hamba yang
banyak bersyukur ? (HR. Bukhari-Muslim)
Shalat sunnah yang paling dicintai Allah adalah yang
dikerjakan secara kontinyu dan tidak memaksakan diri
dalam mengerjakannya, sebab ibadah sunnah yang paling
dicintai Allah adalah yang dilakukan seseorang secara
kontinyu meskipun sedikit.
E.

Shalat Dhuha
Shalat Dhuha sesungguhnya tak berbeda dengan shalat-

shalat lainnya, terutama shalat wajib yang lima waktu.


Keutamaan, kekuatan dan kedahsyatan Shalat Dhuha bila
mau mengamalkannya secara rutin, sesungguhnya sudah
lama diakui banyak kalangan. Tetapi ternyata masih sedikit
diantara kita yang bersedia meluangkan waktu sejenak
untuk secara rutin menjalankannya.
Dibanding

shalat

tahajjud

(qiyamul

lail),

sejatinya

pengamalan shalat Dhuha jauh lebih mudah dan ringan,


terutama dari sisi tantangan waktu dan kesempatan.

51

Anjuran shalat Dhuha secara tekstual memang tidak


disebutkan dalam Al-Quran sebanyak sebagaimana shalat
tahajjud. Akan tetapi derajat kedua sunat ini seakan sama
nilainya. Simak saja dalam Al Quran surat ke 93 Adh Dhuha
(waktu matahari naik sepenggalah). Setelah Allah SWT
bersumpah

(wadh-dhuha)

agar

manusia

mau

memperhatikan dhuha, di ayat berikutnya manusia juga


diajak

bersumpah

(wallaili

idzaa

sajaa)

agar

mau

memperhatikan malam yang sunyi.


Anjuran Shalat Dhuha dapat dijumpai pada beberapa
hadits Nabi Muhammad SAW seperti:
1. Hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhori-Muslim
yang bersumber dari Abu Hurairah r.a., ia berkata:
Telah berwasiat kepadaku orang yang dikasihi (yaitu)
Rasulullah SAW dengan wasiat tiga perkara: berpuasa
tiga hari pada setiap bulan, shalat dhuha duia rakaat,
dan dianjurkan supaya shalat witir sebelum tidur. (HR.
Bukhari Muslim)
2. Hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Muslim dari Zaid
bin Arqam r.a. : Sesungguhnya aku melihat orang-orang
Shalat Dhuha, maka ia berkata: Ingatlah, sesungguhnya
mereka telah mengetahui bahwa shalat itu di lain saat
ini

lebih

utama.

Sesungguhnya

Rasulullah

SAW

bersabda: Shalat Dhuha itu shalatul awwabin- shalat


orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang
mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-

52

anak

unta

bangun

karena

mulai

panas

tempat

berbaringnya. (HR. Muslim)


3. Hadits riwayat Buraidah ra., ia berkata: Saya pernah
mendengar Rasulullah SAW bersabda: Dalam tubuh
manusia terdapat 360 ruas tulang, yang mana setiap
manusia dibebani untuk mengeluarkan shadaqah dari
tiap-tiap ruas tulang itu. Para sahabat bertanya: Kalau
begitu, siapa yang sanggup melakukannya, wahai Nabi
allah? Beliau menjawab: kalian dapat melakukannya
antara lain dengan membersihkan dahak yang terjatuh
di masjid atau menyingkirkan semua yang mengganggu
di

jalan.

Jika

tidak

menemukannya,

kalian

cukup

mengerjakan 2 rakaat shalat Dhuha. (HR Abu Dawud


dan Ahmad )

F.

Shalat Tahajjud
Tahajjud berasal dari kata hajada yang artinya tidur pada

malam hari. Hajada juga bisa berarti mengerjakan shalat


pada

malam

hari.

Mutahajjid

adalah

orang

yang

mengerjakan shalat malam hari setelah tidur terlebih


dahulu.
1.

Hukum Shalat Tahajjud

Hukum shalat tahajjud adalah sunnah muakadah. Hal ini


telah didasarkan pada Al-Quran, As Sunnah dan Ijma
ulama.

53

Dan orang-orang yang melalui malam hari dengan


bersujud dan berdiri kepada Tuhan mereka. (Q.S. Al
Furqaan: 64)
Mereka membaca ayat-ayat allah pada malam hari
dan bersujud (lepada-Nya). (Q.S. Ali Imran: 113)
dan yang memohon ampun pada waktu sahur. (Q.S
Ali Imran: 17)
2.

Keutamaan Shalat Tahajjud


a. Nabi
kedua

SAW

senantiasa

telapak

kaki

mengerjakannya

beliau

pecah-pecah

hingga
(karena

lamanya beliau berdiri)


b. Shalat tahajjud termasuk faktor paling dominan
yang akan mengantarkan seseorang masuk surga
c. Shalat

tahajjud

termasuk

faktor

yang

akan

mengantarkan seseorang meraih derajat tinggi di


surga
d. Orang yang senantiasa mengerjakan shalat tahjjud
berhak mendapatkan rahmat Allah dari surga-Nya.
(Q.S. Adz Dzaariyaat: 17-18)
e. Orang

yang

senantiasa

mengerjakan

shalat

tahajjud mendapat pujian dari Allah dan digolongkanNya termasuk para hamba-Nya yang berbakti. (Q.S. Al
Furqaan: 64)
f. Orang

yang

senantiasa

mengerjakan

shalat

tahajjud dipersaksikan oleh Allah sebagai hamba yang


sempurna imannya. (Q.S. As Sajdah: 15-16)

54

g. Orang

yang

senantiasa

mengerjakan

shalat

tahajjud diberi sifat tersendiri oleh Allah SWT dan


dibedakan dengan selain mereka.(Q.S Az Zumar:9)
h. Shalat tahajjud menjadi sebab dihapusnya dosa
dan penghalang berbuat dosa.
i. Shalat tahajjud merupakan shalat yang paling
utama setelah shalat fardhu
j. Shalat tahajjud merupakan kemuliaan bagi orang
mukmin
k. Orang yang gemar melakukan shalat tahajjud
boleh diiri orang lain
l. Membaca

Al

Quran

dalam

shalat

malam

merupakan keberuntungan yang besar

G.

Shalat Berjamaah
Shalat

munfarid

(sendirian)

merupakan

cirri

individualisme yang anti-sosial dan anti-persatuan. Karena


alasan inilah shalat berjamaah lebih utama dari shalat
sendirian.

Kelebihan

lainnya

adalah

bahwa

shalat

berjamaah akan menimbulkan perasaan kasih sayang dan


persatuan diantara sesama muslim.
Dalam shalat, majikan dan pembantu atau tuan dan
karyawan

memiliki

kedudukan

yang

sama

dalam

pandangan Allah. Tidak ada keistimewaan antara orang


Arab atau non Arab selain karena ketaqwaan, sebagaimana
firman Allah dalam Q.S. Al Hujuraat: 13.
55

Hikmah

lainnya

adalah

bahwa

shalat

berjamaah

merupakan saat-saat umat Islam berkumpul yang satu


sama lain sebelumnya tidak saling kenal mengenal. Selain
itu,

shalat

seseorang

berjamaah
dalam

menggambarkan

memenuhi

panggilan

ketundukan
majikan

atau

atasannya. Terlebih yang memanggil adalah Allah melalui


lidah sang muazin yang menyeru: Hayya ala ash-shalah
(Marilah kita menunaikan shalat), hayya ala al-falah
(Marilah kita menggapai kebahagiaan), yang bermakna:
Terimalah,

wahai

hamba-Ku,

kewajiban

shalat

dan

kebahagiaan ini! Allah hendak menegaskan bahwa bila kita


mau memenuhi panggilan dan menunaikan kewajiban
shalat

sebagaimana

mestinya,

kita

bisa

memperoleh

kebahagiaan dan keberhasilan yang diinginkan.


Tentang

keutamaan

shalat

berjamaah,

Nabi

SAW

bersabda, Shalat berjamaah lebih utama dari shalat


sendirian dengan dua puluh lima derajat. dalam riwayat
lain- dengan dua puluh tujuh derajat.
H.

Khusyu
Bagaimana kita mampu khusyu dalam shalat ?
Khusyu dalam shalat, dengan cara memusatkan hati

disertai kesenyapan seluruh anggota tubuh, merupakan


bentuk keimanan yang sempurna.
Allah berfirman :

56

Wahai manusia, sesungguhnya engkau telah bekerja


dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu. Maka, pasti
engkau akan menemui-Nya (Q.S. Al Insyiqaaq : 6 )
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang
hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat
untuk mengingat Aku. (Q.S. Thaahaa: 14)
Dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan
merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak
mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan
janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (Q.S. Al
Araaf: 205)
Dalam sebuah hadits, diriwayatkan bahwa Umar Ibn alKhaththab berkata, Ketika kami duduk-duduk , sampai
akhirnya pada jawaban Nabi SAW. Ketika ditanya malaikat
Jibril tentang ihsan, beliau menjawab, Engkau menyembah
Allah seolah-olah engkau melihat-Nya dan jika engkau tidak
mampu melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.
Ketika Hatim al-Ashamm ditanya tentang shalat, ia
berkata, Ketika waktu shalat tiba, aku menyempurnakan
wudhu. Kemudian aku pergi ke tempat shalat. Lalu aku
duduk sampai semua anggota tubuh siap. Selanjutnya aku
berdiri untuk menunaikan shalat. Aku menjadikan Kabah
sebagai arah menghadap. Kujadikan shirat dibawah pijakan
kakiku, surga di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku,
dan malaikat maut berada di belakangku. Perasaan itu aku
tancapkan hingga shalat usai. Kemudian aku berdiri tegak
antara cemas dan berharap. Lalu aku bertakbir dengan
57

lugas, membaca bacaan Al-Quran dengan tertib, ruku,


sujud dengan penuh khidmat, duduk di atas paha sebelah
kiri dengan membentangkan ujung kaki, dan menancapkan
kaki

kanan

dengan

sandaran

ibu

jari.

Aku

lalu

mengikhlaskan diri. Aku tak tahu apakah shalatku diterima


atau tidak.
I.

IHSAN
1.

Definisi

Ihsan yakni melaksanakan ibadah dalam bentuknya yang


diperintahkan Allah, antara lain khusyu', tunduk, ikhlas
dan menghadirkan kalbu. Yang juga tercakup dalam
ihsan adalah menghadirkan keagungan dan kebesaran
Allah, merasa dilihat oleh Allah, baik ketika diam,
ataupun bergerak.
"Apakah yang dimaksud dengan ihsan ?"Rasulullah
menjawab: "Beribadah kepada Allah Azza wa Jalla
seakan-akan

engkau

melihat-Nya

dan

seandainya

engkau tidak dapat melihat-Nya, engkau yakin bahwa


Dia melihatmu." (HR. Bukhari)
"Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak
membaca suatu ayat dari Al Qurn dan kamu tidak
mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi
saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput
dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah
(atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih
kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu,
58

melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata


(Lauh Mahfuzh)." ( Q.S Yunus: 61 )
2.

Urgensi Ihsan

Pada malam tanggal 12 Oktober 2002 di Legian Bali,


Bambang Agus Priyanto yang hanya seorang kepala
parkir di kawasan Kuta Bali, sedang membaca koran,
ketika terdengar suara ledakan yang menggelegar.
Disana ia menemukan Legian sedang memerah dilalap
api, "Saya melihat orang mengerang dan menggelepar
terkepung kobaran api." Ia berjalan di genangan darah
bercampur

air

yang

disemprotkan

oleh

pemadam

kebakaran. Di jalanan, ia melihat orang-orang yang


kehilangan

kakinya,

seorang

perempuan

yang

kehilangan salah satu anggota tubuhnya yang paling


vital karena 'lepas'dan hangus terbakar.
Tiba-tiba ia memiliki kekuatan yang luar biasa. Suara
Bambang

Agus

Priyanto

malam

itu

membahana

memenuhi udara, memberi komando kepada semua


warga Kuta lainnya dan anggota rukun kematian di
daerah sekitar itu. Ia bersama-sama warga yang lain,
bergotong

royong

mengevakuasi

korban.

Prioritas

utamanya adalah korban yang masih hidup, entah yang


terluka atau yang 'mengerang' diambang ajal. Ketika itu
penyelamatan belum terkoordinasi. Gubernur belum tiba
di tempat. Maka pertolongan pertama dilakukan oleh

59

para "malaikat" seperti Bambang Agus Priyanto dan


warga sekitarnya.
Bambang yang badannya basah kuyup oleh keringat dan
bekas darah korban tak peduli bahwa setiap saat ia bisa
juga menjadi korban yang terluka tersambar api atau
terkena bom susulan. "Tak ada rasa takut, yang ada
dalam

pikiran

saya

bagaimana

membawa

korban

secepatnya ke rumah sakit."


Bambang adalah salah satu contoh dari segelintir orang
yang pada saat kejadian tersebut, yang telah berhasil
menembus
spiritualnya.

belenggu
Belenggu

yang
yang

menutupi
ditembus

suara
itu

hati

adalah

ketakutan terhadap ancaman maut bagi dirinya sendiri


ataupun secuil keinginan dalam hati untuk memperoleh
'nama' atau sedikit penghargaan lainnya akibat peristiwa
tersebut.
Bambang mungkin salah satu dari beberapa orang yang
telah dipilih Allah untuk menolong para korban itu. Ia
telah men"zero"kan dirinya. Menolong bukan karena
ingin

mencari

penghargaan,

namun

lebih

karena

dorongan spiritual, yaitu tersentuhnya sifat Allah Yang


Maha Menolong tadi, sehingga memunculkan energi
yang mendorongnya untuk menolong para korban bom
Bali tersebut.
Ketika seseorang dengan sangat ikhlas bekerja dan
men"zero"kan diri di hadapan Ilahi, suara-suara hati
Ilahiah secara maksimal akan muncul, berupa kekuatan
60

untuk menolong tadi. Sebuah kekuatan yang sangat


dahsyat, diperlihatkan olehnya pada tanggal 12 Oktober
malam di Legian Bali.
Peristiwa di atas menunjukkan fenomena ihsan, yaitu
ketika manusia bekerja merasa dilihat oleh Allah atau
merasa melihat Allah. Ketika merasa melihat Allah, maka
kita akan melihat Allah Yang Maha Paripurna, tanpa
secuilpun kealpaan mengawasi setiap jenis ciptaan-Nya.
Dan ketika kita merasa dilihat Allah Yang Maha Besar itu,
maka kita akan merasa kecil atau "zero", sehingga
kekuatan emosi dan intelektual kita akan saling mengisi
dan

ini

kemudian

diwujudkan

dengan

munculnya

kekuatan dahsyat berupa tindakan yang positif dengan


seketika. Untuk menjelaskan mengapa kekuatan dahsyat
itu muncul dengan seketika, maka secara aljabar rumusrumus persamaan atau formula ihsan adalah:

3.

Rumus Ihsan

Merasa melihat Allah 1


tidak terhingga
Merasa dilihat Allah 0

Artinya, angka 1 apabila dibagi nol maka hasilnya adalah


mendekati tak terhingga, taqarrub menuju Allah Yang
Maha Digdaya. Pada saat itulah kekuatan dahsyat tak
terhingga itu muncul.
Muslim yang mencurahkan perhatian pada dimensi
ketiga Islam (ihsan) mengakui bahwa syarih dibutuhkan
untuk pengembangan iman, dan selanjutnya dimana
61

amal saleh menjadi landasan yang didalamnya bunga


ihsan berbunga dan berbuah. Iman dan amal, keduanya
tidak dapat dilepaskan karena keduanya merupakan
frame dan penopang ihsan.
Referensi
Fiqih Praktis I: Menurut Al-Quran, As-Sunnah, dan
Pendapat Para Ulama, Muhammad Bagir Al-Habsyi
Rahasia-rahasia Ibadah: Hikmah dan Falsafah di Balik
Penetapan Syariat, Syaikh Ali Ahmad Al-Jurjawi,
Mengapa Manusia Harus Beribadah, Syahminan Zaini
Shalat: Menjadikan Hidup Bermakna, Zakiah Daradjat
Keagungan Shalat, Imam Al Ghazali,
Pengantar Shalat yang Khusyu, Ahmad Syafii
Menangkap Kedalaman Rohaniah Peribadatan Islam, Al
Ghazali
Trilogi Islam (Islam, Iman, dan Ihsan), Sachiko Murata
dan William C. Chittick

62

8. PRIBADIKU NAN MEMPESONA


Kompetensi Dasar :
Memahami adab pergaulan dalam kehidupan seharihari
" Umar bin Khattab seperti biasa melakukan aktivitas
dakwahnya,

manakala

beliau

berjalan

untuk

suatu

keperluan, dari jauh dia melihat Rasulullah berjalan pula ke


arahnya, seperti biasa manakala kita bertemu dengan
saudara
padanya,

seiman,

tentunya

demikian

pula

kita
dengan

mengucapkan
Umar

dia

salam
berniat

mengucapkan salam tatkala jarak Rasulullah hampir dekat


dengannya. Namun belum sampai jarak terdekat dari
persepsi umar, dari jauh Rasulullah telah mengucapkan
salam terlebih dahulu.
63

Keesokan harinya peristiwa itu berulang, tatkala bertemu


Rasulullah, Umarpun bersiap mengucapkan salam terlebih
dahulu pada Rasulullah namun selalu saja Rasulullah yang
mendahuluinya

dalam

mengucapkan

salam.

Saat

itu

semangat untuk berfastabiqul khairat sudah tumbuh subur


di kalangan para sahabat., Umar pun sangat bersemangat
untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Demikian pula
dalam mengucapkan salam, Umar pun ingin berlomba
dengan Rasulullah agar suatu ketika dapat mendahului
mengucapkan salam kepada Rasulullah. Suatu hari dalam
sebuah rumah sahabat diadakan suatu majelis, Umar bin
Khattab datang lebih awal daripada para sahabat.
Hari itu Umar berazzam kuat untuk bisa mendahullui
Rasullullah dalam mengucapkan salam, karena Rasulullah
pun akan hadir dalam majelis itu. Umar pun menyusun
strategi, Umar sengaja bersembunyi di balik pintu agar
keberadaannya tidak diketahui Rasulullah sehingga ia bisa
mengucapkan salam terlebih dahulu manakala Rasulullah
datang. Umarpun menunggu di balik pintu sambil melihat di
celah-celah pintu apakah Rasulullah telah datang atau
belum. Dari kejauhan Rasulullah terlihat berjalan menuju
rumah salah seorang sahabat tadi, Umarpun telah bersiap
mengucapkan salam. Saat itu sebelum Rasulullah tiba di
rumah sahabat,malaikat Jibril datang, dan memberitahukan
perihal Umar yang sedang bersiap-siap untuk mengucapkan
salam terlebih dahulu pada Rasulullah dengan bersembunyi
di balik pintu, mendengar itu Rasulullah tersenyum, lantas
64

berjalan

kembali

setelah

Jibril

selesai

menyampaikan

pesannya. Saat yang ditunggu Umar tiba, Rasulullah hampir


memasuki

rumah,

mengucapkan

salam

saat

itu

dengan

Umar
asumsi

telah

bersiap

Rasulullah

tidak

mengetahui keberadaannyadi balik pintu. Di luar dugaan


Rasulullah mengucapkan salam sejak di luar, sebelum
memasuki rumah: "Assalamu'ailaikum ya umar"
A.

Akhlak
Intisari ajaran akhlak adalah attakholli annil rozaiil dan

atthaali

bi

fadaail

(melepaskan

diri

dari

perbuatan-

perbuatan rendah dan menghiasi diri dengan perbuatan


yang

utama).

Rujukan

utama

sebagai

manusia

mengharapkan kehidupan di dunia dan di akhirat selamat


adalah Islam dengan berpadukan kepada Al Quran dan
Sunnah. Berkaitan dengan luasnya cakupan akhlak, secara
umum ada beberapa karakteristik akhlak diantaranya:
1.

Akhlak

dijelaskan

secara

global

dan

terperinci
2.

Akhlak bersifat menyeluruh mencakup


aspek ruhiyah, fikriyah, dan amaliyah

3.

Akhlak selalu terikat dan terpakai di


dalam semua sarana untuk mencapai suatu tujuan
sehingga tidak ada upaya untuk menghalalkan segala
cara dalam mencapai suatu tujuan

4.

Akhlak selalu terikat dengan keimanan


seseorang
65

5.

Orang

yang

berakhlak

mulia

selalu

mendapatkan balasan yang baik


6.

Akhlak selalu sesuai dengan fitrah yang


bersih

Adapun

kaitannya

dengan

akhlak

terhadap

kaum

muslim, Imam Ghozali mengungkapkan sebagai berikut:


"Mengucapkan

salam

apabila

bertemu,

maemenuhi

undangannya apabila mengundang, mengucapkan do'a


apabila ia bersin, membesuknya apabila ia sakit, mengantar
jenazahnya

apabila

ia

meninggal,

melaksanakan

sumpahnya apabila ia bersumpah pada kita, memberinya


nasihat, menjaga kehormatannya, mencintai untuk dirinya
apa yang kita cintai, dan membeci untuk dirinya apa yang
kita benci untuk diri kita"
B.

Etika Interaksi
Islam menawarkan langkah-langkah dalam pergaulan

antara laki-laki dan perempuan yang perlu dilakukan


sehingga tidak jatuh pada bujukan setan yang dapat
menyeret ke neraka, yaitu sebagai berikut:
1. Menutup aurat
2. Menjaga pandangan, meskipun telah menutup aurat
tapi Islam menuntunkan laki dan perempuan untuk
senantiasa

menjaga

dan

menahan

pandangan.

Berawal dari pandangan, kemudian senyum, lantas


memberi salam, kemudian mengajak berbicara lalu
berjanji dan sesudah itu bertemu. Karena itu Allah
66

memerintahkan kepada orang-orang mukmin laki-laki


dan perempuan untuk menundukkan pandangannya,
dan diiringi dengan perintah menjaga kemaluan.
(QS.An Nuur:31)
3. Tidak

mendayu-dayukan

suara,

sangat

teramat

banyak bagi laki-laki hal-hal yang menarik dari


perempuan

salah

satunya

adalah

suara.

Suara

perempuan hendaknya suara yang apa adanya, tidak


dibuat-buat yang menjadi merdu dan sayu yang
membuat timbulnya penyakit hati bagi orang-orang
yang tidak kuat imannya.
4. Keseriusan dalam interaksi, hendaknya dalam topik
yang

dibicarakan

ketika

terjadi

interaksi

dan

perempuan haruslah dalam batas-batas kebaikan dan


tidak mengandung kemungkaran.
5. Menghindari jabat tangan pada situasi yang umum
Jabat tangan atau salaman antara laki-laki dan
perempuan tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan
para sahabat. Beberapa nash Rasul bahkan ada yang
mengharamkan
perempuan

menyentuh

yang

disertai

kulit

laki-laki

syahwat.

dan

Sementara

sebagian nash menunjukan kebolehan menyentuh


secara langsung atau tidak langsung ketika ada
kebutuhan dan aman dari fitnah. Sebagaimana kisah
Nabi pernah dijamu oleh seorang wanita dan wanita
itu menyisir rambut beliau.

67

"Tidak! Demi Allah! Tidak pernah sekali-kali tangan


Rasulullah SAW menyentuh tangan perempuan lain
(yang tidak halal baginya). (HR. Muslim)
6. Memisahkan laki-laki dari perempuan dan tidak
berdesakan (tidak ikhtilat)
Sebagaimana dalam shalat, kaum laki-laki terpisah
dengan perempuan, maka demikian juga etika yang
seharusnya ada dalam interaksi antara keduanya
dalam interaksi sosial. Kaum perempuan hendaknya
dipisahkan pada tempat yang tidak berdesak-desakan
dengan laki-laki. Etika ini dimaksudkan agar tidak
memunculkan peluang fitnah yang terjadi dari ikhtilat
atau

berdesak-desakannya

laki-laki

dengan

perempuan dalam sebuah majelis atau suasana.


7. Menjauhi perbuatan dosa, yaitu di dalam interaksi
laki-laki dan perempuan hendaknya memperhatikan
etika sesuai dengan syariat Islam.
8. Jangan melakukan tabarruj
Allah SWT berfirman: "...Dan janganlah kalian berhias
dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah
terdahulu..."(QS. Al Ahzab)
9. Menghindari khalwat
Yang dimaksud dengan khalwat adalah berdua-duan
laki laki dan perempuan yang bukan mahromnya di
tempat yang sepi. Kegiatan khalwat seperti ini dapat
menimbulkan

kemudharatan,

walaupun

tujuannya

68

adalah untuk

melakukan kebaikan. Sebagaimana

hadist Nabi
Janganlah
seorang

seorang

laki-laki

perempuan

berkhalwat

kecuali

disertai

dengan
dengan

mahramnya.(HR.Bukhori)
"tidaklah berkhalwat seorang laki-laki dan perempuan
kecuali yang ketiganya adalah syetan" (HR. Muslim)
Khalwat yang dimaksud di sini bukan hal-hal berikut:
a.

Khalwat di depan orang banyak

b.

Dua atau tiga laki-laki berkhalwat dengan


seorang perempuan

c.

Seorang

laki-laki

berkhalwat

dengan

sejumlah banyak perempuan


C.

Pakaian adalah fitrah manusia


Dalam QS. Al Araf 7:26
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan

kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian


indah untuk perhiasan dan pakaian taqwa itulah yang
paling baik.
Dari ayat diatas dapat kita ketahui sesungguhnya
pakaian adalah salah satu karunia Allah yang diberikan
pada

manusia

sejak

zaman

dahulu.

Salah

satu

kesempurnaan Allah yang diberikan kepada manusia adalah


menghajatkan perlengkapan sesuai kebudayaan dan tingkat
intelektualitasnya berbeda dengan binatang dan makhluk
lainnya. Kebanyakan manusia memerlukan pakaian sebagai
69

hasil dari produk budaya tapi tidak dengan Islam yang


memandang pakaian sebagai bagian dari fitrah manusia.
Jika kita membuka mata melirik ke belakang, pada
kenyataannya manusia sejak belum mengenal Islam atau
ditempat-tempat yang tidak menemukan agama, mereka
telah

mengenal

pakaian

meski

sesederhana

apapun

bentuknya.Berbagai daerah atau negara di dunia yang


menjadi tempat tinggal manusia, masing-masing daerah
memiliki kekhasan dalam berpakaian. Sebagai contoh
dalam Film korea Jewellery in the Palace yang sering kita
tonton memiliki model pakaian yang menutupi seluruh
bagian tubuh kecuali bagian kepala/wajah dan kedua
telapak

tangannya

saja

yang

tampak.

Sedangkan

diberbagai daerah pedalaman, masyarakat mengenakan


pakaian sederhana yang hanya menutup wilayah khusus
aurat mereka, seperti sebagian kaum lelaki di Papua yang
hanya menakai koteka saja atau kaum perempuannya yang
memakai rumbai-rumbai yang menutup bagian bawahnya
saja. Dalam kondisi masyarakat yang primitif sekalipun,
ternyata mereka merasa harus ada sesuatu yang harus
ditutupi dan tidak seharusnya ditampakkan pada orang lain.
Kondisi seperti ini

menunuukan bahwa sesungguhnya

berpakaian termasuk pada kebutuhan fitrah manusia.


Akan tetapi Islam memandang pakaian tidak sematamata lahir dari konstruksi sosial dan budaya kemanusiaan,
Islam memberikan makna yang lebih dengan menghadirkan
syariat berpakaian bagi laki-laki dan perempuan, bukan
70

semata

dari

kacamata

kepantasan

ataupun

selera

keindahan, akan tetapi menjadi sebuah ibadah.


D.

Syarat-syarat pakaian muslimah


1.

Menutup

seluruh

tubuh

kecuali wajah dan kedua telapak tangan


aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan
telapak tangannya yang semuanya harus ditutup dari
pandangan yang tidak berhak melihatnya. Sebagaimana
sabda Nabi kepada Asma
wahai asma, sesungguhnya perempuan itu apabila
telah dewasa tidak lihat kelihatan darinya kecuali ini dan
ini (sembari beliau menunjuk ke wajah dan kedua
telapak tangan beliau). (HR. Abu Daud)
Allah SWT berfirman :
Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya
kecuali yang biasa tampak pedanya dan hendaklah
mereka menutupkan kain jilbabnya ke dadanya. (QS. An
Nur 24:31)
Kalimat kecuali yang biasa tampak dalam ayat di atas
dijelaskan oleh Az Zamakhsyari yang biasa tampak
misalnya cincin, celak, dan inai. Semua itu tidak
mengapa ditampakkan dihadapan laki-laki yang bukan
mahramnya.
2.

Pakaian

tidak

menampakkan aurat

71

Pakaian yang bisa menutup aurat wanita muslimah tidak


berarti

pakaian

sehingga

yang

sempit,

lekuk-lekuk

tipis

tubuhnya

dan

terawang

masih

terlihat

sebagaimana model-model pakaian wanita muslimah


zaman sekarang yang sangat ketat dan tipis sehingga
bentuk tubuh dan warna kulitnya masih dapat terlihat.
Pakaian seperti ini tidak memilik fungsi

sebagai

penutup tapi hanya pelapis yang melapisi bagian


tubuh saja sehingga bentuk asli dari tubuh tetap dapat
terlihat.
Dalam QS. An Nur ayat 31

dia atas

sangat tegas

memerintahkan agar tidak menampakkan perhiasan,


yang

dimaksud

dengan

perhiasan

adalah

perempuan itu sendiri, dengan pengecualian

tubuh
yang

biasa tampak padanya yaitu wajah dan kedua telapak


tangan.
3.

Memperhatikan keindahan
dan kepantasan secara wajar

Isalam adalah ajaran yang memperhatikan keindahan


dalam segala hal, termasuk dalam berpakain. Dan sabda
Nabi SAW, Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai
keindahan. (HR. Muslim)
E.

Anekaragam Perhiasan Wanita


Allah SWT telah menyediakan kepada manusia

keindahan hdup di dunia dengan beranekaragam fasilitas


yang bisa dinikmati dan dimanfaatkan secara optimal. Pada
satu sisi, Allah memberikan satu perasaan dan
72

kecenderungan jiwa manusia kepada keindahan,


sebagaimana firmanNya :
Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan
kepada apa-apa yang diingini, yaitu perempuanperempuan, anak-anak, harta yang banyak dari jensis
emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan
SAWah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi
Allah tempat kembali yang baik (surga) (QS. Ali Imran :14).
1.

Perhiasan
yang tampak

Perhiasan yang tampak adalah keindahan yang ada pada


fisik perempuan muslimah, sebagai karunia Allah kepada
mereka, yang boleh ditampakkan. Allah SWT
Dalam tafsir al Qurthubi dikatakan, perhiasan itu ada dua
macam, yaitu:
a) Ciptaan atau bawaan (khilqiyyah), yaitu wajah
karena maerupakan asal perhiasan, keindahan
ciptaan, dan makna makhluk hidup yang padanya
terdapat banyak manfaat serta jalan pengetahuan.
b) Diusahakan
diusahakan

(muktasabah),
perempuan

yaitu

untuk

apa

yang

memperindah

cipataan (fisiknya), seperti pakaian, perhiasan,


celak, dan pewarna tangan
2.

Perhiasan
yang tersembunyi

Yang dimaksud dengan perhiasan tersembunyi adalah


keindahan yang ada dengan sendirinya pada setiap
73

perempuan, berupa fisik atau tubuhnya, yang harus


ditutup dari orang yang tak berhak melihatnya.
3.

Perhiasan
kepribadian dan inner beauty

Kadang dijumpai pada perempuan yang sedemikian


cantik wajahnya dan begitu indah penampilannya, akan
tetapi memiliki kerapuhan jiwa yang labil, cepat emosi,
mudah tersinggung dan marah,mengeluh,dsb.
4.

Perhiasan
yang diusahakan

Perhiasan yang diusahakan adalah perhiasan yang ada


pada fsik seseorang, karena diusahakan. Yang sering
disebut juga dengan berhias yang mencakup hal-hal
sebagi berikut:
a) Perhiasan
wewangian,

wajah,

yang

mencakup

yang

digunakan

tidak

pada

celak,
saat

kondisi sedang berkabung.


b) Perhiasan telapak tangan, yaitu pewarna kuku
berupa inai, cincin, gelang karena merupakan
perhiasan yang biasa tampak.
c) Perhiasan pakaian, Islam menghalalkan pakaian
bagi perempuan yang diharamkan bagi laki-laki
yaitu pakaian dari kain sutra murni, sebagaimana
sabda Nabi SAW:
Sesungguhnya

pakaian

sutra

dan

emas

diharamkan atas kaun laki-laki dari umatku dan

74

dihalalkan

bagi

kaum

perempuannya.

(HR.

Tirmidzi)
5.

Perhiasan
yang membahayakan

Perhiasan yang diharamkan bagi perempuan adalah


pakaian yang menyerupai laki-laki, tato, mengikir gigi,
mencabut rambut, operasi kecantikan untuk mengubah
ciptaan Allah dan memakai wewangian yang mencolok,
sehingga

menimbulkan

rangsanagan

bagi

yang

menciumnya. Islam melarang mengharamkan segala


sesuatu

yang

dapat

menghilangkan

martabat

perempuan, seperti penampilan yang menyerupai lakilaki, baik dalam mode, busana, gerak gerik maupun
prilaku.
Referensi :
Cahyadi takariawan, dkk., 2003, Keakhwatan 2 Bersama
Tarbiyah Mempersiapkan Akhwat Menjadi Daiyah,
Solo: Era Intermedia
Said Abdul azhim., 2005, Ukhuwah Imaniyyah, Jakarta:
Qisthi Press
M. Rasyid al-Uwaiyyid., 2006, Islam Membebaskan dan
Memuliakan Wanita, Surakarta: Ziyad Visi Media
Husni Adean Jarror, Bercinta dan Bersaudara karena
Allah, GIP.

75

76