Anda di halaman 1dari 29

ANATOMI & FISIOLOGI

SISTEM URINARIA
WILDAN QOMARUZ ZAMAN
125070218113023

Apa itu sistem urinaria?

- Sistem Urinaria adalah suatu sistem


dimana terjadinya proses penyaringan
darah sehingga darah bebas dari zat zat
yang tidak tidak dipergunakan oleh tubuh
dan menyerap zat zat yang masih
dipergunakan oleh tubuh.

Terdiri dari :
Ginjal menghasilkan urin
Ureter menyalurkan urin dari ginjal ke
kandung kemih/vesika urinaria/bladder
Kandung kemih sebagai penampung
Uretra mengeluarkan urin dari kandung
kemih

A. Ginjal
a. Letak dan tampilan:
- Terletak pada dinding
posterior abdomen, terutama di
daerah lumbal, di sebelah
kanan dan kiri tulang belakang,
dibungkus lapisan lemak yang
tebal, di belakang peritoneum

Kedudukan :setinggi V.Th 12 sampai L.3,


ginjal kanan lebih rendah dari kiri
Ukuran : panjang 6-7,5 cm, tebal 1,5-2,5
cm, berat 140 gram.
Bentuk : seperti biji kacang, sisi dalam
cekung (hilum) merupakan tempat masuk
dan keluar pembuluh-pembuluh ginjal.

Struktur Ginjal :
- Ginjal terbungkus
oleh kapsula renalis
yang terdiri dari
jaringan fibrous
berwarna ungu tua,
lapisan luar disebut
korteks, dan lapisan
dalam disebut
medula.

Bagian medula tersusun


atas 15-16 massa
berbentuk kerucut
disebut piramida
renalis.Puncakpuncaknya (papila
renalis) langsung
mengarah ke hilum dan
berakhir di kalix. Kalix ini
yang menghubungkan
dengan pelvis renalis.

- Struktur terkecil dari


ginjal disebut nefron
yang terdiri dari :
glomerulus/ badan
Malpighi, kapsula
Bowman, tubulus
proksimal, lengkung
Henle, tubulus distal
dan tubulus kolektivus
(penampung).

Nefron berfungsi sebagai regulator air dan zat


terlarut (terutama elektrolit) dalam tubuh dengan
cara menyaring darah, kemudian mereabsorpsi
cairan dan molekul yang masih diperlukan
tubuh.
Molekul dan sisa cairan lainnya akan dibuang.
Reabsorpsi dan pembuangan dilakukan
menggunakan mekanisme pertukaran lawan
arus dan kotranspor. Hasil akhir yang kemudian
diekskresikan disebut urin.

Setiap korpuskula
mengandung gulungan
kapiler darah yang
disebut glomerulus
yang berada dalam
kapsula Bowman.
Setiap glomerulus
mendapat aliran darah
dari arteri aferen.
Dinding kapiler dari
glomerulus memiliki
pori-pori untuk filtrasi
atau penyaringan.

Darah dapat disaring melalui dinding


epitelium tipis yang berpori dari
glomerulus dan kapsula Bowman
karena adanya tekanan dari darah yang
mendorong plasma darah. Filtrat yang
dihasilkan akan masuk ke dalam tubulus
ginjal. Darah yang telah tersaring akan
meninggalkan ginjal lewat arteri eferen.

Tubulus ginjal
merupakan lanjutan
dari kapsula Bowman.
Bagian yang
mengalirkan filtrat
glomerular dari kapsula
Bowman disebut
tubulus konvulasi
proksimal. Bagian
selanjutnya adalah
lengkung Henle yang
bermuara pada tubulus
konvulasi distal.

Pembuluh Darah
Struktur ginjal juga berisi pembuluh
darah. Arteri renalis membawa
darah murni dari aorta abdominalis
ke ginjal. Cabang-cabangnya
beranting banyak dalam ginjal dan
menjadi arteriola aferens dan
masing-masing membentuk simpul
dari kapiler-kapiler dalam salah satu
badan malphigi. Pembuluh aferens
kemudian sebagai arteriola aferens
yang bercabang membentuk
jaringan kapiler sekeliling tubulus
uriniferus. Kapiler-kapiler ini
kemudian bergabung untuk
membentuk vena renalis, yang
membawa darah dari ginjal ke vena
kava inferior.

c. Fungsi ginjal :
1. Memegang peranan penting dalam pengeluaran
zat-zat toksik.
2. Mengeluarkan sisa-sisa metabolisme hasil akhir
dari protein ureum,kreatin dan amoniak.
3. Mengatur keseimbangan cairan dan konsentrasi
garam dalam darah.
4. Mempertahankan keseimbangan asam basa
darah.
5. Pengaturan konsentrasi ion-ion penting.
6. Menghasilkan hormon Eritopoetin untuk produksi
sel darah merah.
7. Mengatur tekanan darah

B. Ureter
-

Merupakan saluran fibromuskular


yang mengalirkan urin dari ginjal
ke kandung kemih. Sebagian
terletak dalam rongga abdomen
dan sebagian terletak dalam
rongga pelvis.
Terdiri dari 2 saluran pipa,
masing-masing bersambung dari
ginjal ke kandung kemih (vesika
urinaria).
Tebal setebal tangkai bulu
angsa, panjang 35-40 cm.

- Lapisan dinding ureter terdiri dari :


a. Dinding luar jaringan ikat (jaringan
fibrosa)
b. Lapisan tengah lapisan otot polos
c. Lapisan sebelah dalam lapisan mukosa
- Bermula dari hilum kemudian berjalan ke
bawah melalui rongga abdomen ke dalam
rongga pelvis dengan arah obliq, dan
bermuara di posterior kandung kencing.

C. Vesica Urinaria
-

Terletak di belakang
simfisis pubis, di dalam
rongga panggul.
Bentuknya seperti buah
pir (kendi).
Bagian terbawah disebut
basis, bagian atas
(fundus) naik kalau
kandung kemih
mengembang karena
urin,puncaknya (apeks)
mengarah ke depan
bawah dan berada di
belakang simfisis pubis.

Dinding kandung kemih terdiri dari lapisan :


a. Lapisan sebelah luar (peritoneum)
b. Lapisan otot (tunika muskularis)
c. Tunika submukosa
d. Lapisan bagian dalam (lapisan mukosa)

Ada 3 saluran yang berhubungan dengan


kandung kemih, yaitu 2 ureter yang bermuara ke
dalam kandung kemih dan 1 uretra yang keluar
dari kandung kemih.

D. Uretra
-

Merupakan saluran membranosa sempit


yang berpangkal pada kandung kemih
yang berfungsi menyalurkan urin keluar
tubuh.
Lubang tempat keluar urin disebut meatus
uretra, terdiri atas serabut otot yang
melingkar membentuk sfingter uretra.

- Uretra pada pria :


Berjalan berkelokkelok melalui tengahtengah prostate
kemudian menembus
lapisan fibrosa ke
bagian penis.
Digunakan sebagai
tempat pengaliran urin
dan sistem reproduksi.

Uretra pada pria terdiri


dari :
a. Uretra prostatika
b. Uretra membranosa
c. Uretra kavernosa
Lapisan uretra pria
terdiri dari :
a. Lapisan mukosa
(lapisan paling dalam)
b. Lapisan submukosa

Panjang : 17-22,5 cm

Uretra pada wanita :


Terletak di belakang simfisis
pubis, berjalan miring sedikit
kearah atas.
Hanya berfungsi sebagai
tempat menyalurkan urin.
Lapisan uretra wanita terdiri
dari :
a. Tunika muskularis (lapisan
sebelah luar)
b. Lapisan spongeosa
c. Lapisan mukosa (lapisan
sebelah dalam)
Panjang : 2,5 3,5 cm

PEMBENTUKAN DAN EKSKRESI


URIN
A.

Urin
Sifat fisik urin :
- Jumlah ekskresi dalam 24 jam 1.500 cc
tergantung dari pemasukan (intake) dan faktor
lainnya.
- Warna : Bening kuning muda, tergantung dari
kepekatan, diet, obat-obatan dan sebagainya,
dan bila dibiarkan akan menjadi keruh.
- Bau : amoniak
- Berat jenis : 1,015-1,020.
- Reaksi : asam

Komposisi urin :
a. Air, kira-kira 95-96%
b. Benda padat (4%) : organik (ureum,
asam urat, kreatin), anorganik(natrium,
kalium, klorida, sulfat, magnesium, dan
fosfor)
c. Pigmen (bilirubin, urobilin)
d. Toksin
e. Hormon

B. Tahap Pembentukan Urin


a. Proses filtrasi
Terjadi di glomerulus. Permukaan afferent lebih
besar dari permukaan efferent penyerapan darah.
b. Proses reabsorpsi
Terjadi secara pasif (obligator reabsorpsi) pada
tubulus atas penyerapan kembali sebagian besar
glukosa, sodium, klorida, fosfat, dan beberapa ion
bikarbonat.
Terjadi secara aktif (reabsorpsi fakultatif) pada
tubulus bawah penyerapan kembali sodium dan
ion bikarbonat.
Sisanya dialirkan pada papilla renalis.
c. Proses sekresi
Sisa penyerapan pada tubulus pelvis ginjal ke
luar.

C. Tahap Pembuangan Urin (Mikturisi)


Urin(170-230 cc) distensi kandung
kemih refleks kontraksi dinding
kandung kemih, relaksasi sfingter
internus, dan relaksasi sfingter eksternus
pengosongan kandung kemih(miksi).