Anda di halaman 1dari 21

HERNIA SCROTALIS

(F5)
Disusun Oleh :
dr M. Dedy Alkarni
Pendamping :
dr Dorlina Panjaitan
PUSKESMAS ARGAMAKMUR
PROGRAM DOKTER INTERNSIP
OKTOBER 2015

Pendahuluan
Kasus Rekaan
Alasan Mengapa Kasus ini diajukan :
Klinis : angka kejadian >>
Epidemiologis : anak-anak dan dewasa

Yang menarik dari kasus : tindakan


spesialistik
Fokus pembicaraan : tatalaksana hernia
scrotalis
Masalah pada kasus ini : multifaktorial
Tujuan presentasi : morbiditas dan
mortalitas

Data Administrasi Pasien

Nama
:Umur
:Jenis Kelamin : No. Registrasi
:Status kepegawaian : Status sosial
:Pendidikan terakhir : -

Data Demografis Pasien

Alamat
:
Agama
:
Suku
:Pekerjaan :
Bahasa
:

Data Biologik

Tinggi Badan : Berat Badan : Gizi


:Habitus
:-

DATA KLINIS
Anamnesis :
Benjolan di lipat paha sebelah kanan yang
semakin lama semakin membesar ke kantung
buah zakar sebelah kanan sejak 8 tahun yang lalu.
Benjolan berjumlah 1, berbentuk bulat dengan
permukaan yang rata dan warna sama seperti
warna kulit sekitarnya. Permukaan benjolan rata
dengan konsistensi kenyal. Ukuran benjolan kirakira berdiameter 25 cm. Benjolan dapat
digerakan, tidak dapat dikembalikan lagi, tidak
terasa sakit, tidak merah, dan tidak terasa
tegang.

Pemeriksaan Jasmani
Tanda Vital :
Keadaan umum : Tampak Sakit
Sedang
Kesadaran : CMC
Tekanan Darah : 120/80 mmHg
Frekuensi nadi : 88 x/menit
Frekuensi nafas: 23 x /menit
Suhu
: 38 oC

Status Internus
No
.

Organ

Inspeksi

Palpasi

Perkusi

Auskultasi

Jantung

Ictuscordis Ictuscordist Batas


tidakterlihat eraba pada
jantung
RIC V LMCS dbn

Paru

Simetriskan
andankiri
saat statis
dan dinamis

Fremituskan Sonordik Vesikulernor


an=kiri
edualapa mal,ronkhi
nganparu (-/-),
wheezing
(-/-)

Abdome
n

Distensi (-),
tanda
obstruksi (-),
eritema (-),
bekas luka
operasi (-)

Supel,Hepa Timpani
r dan Lien
tidak teraba,
massa (-),
ballottement
(-/-)

Bunyi
jantung I/II
normal,
murmur (-),
gallop (-)

BisingUsus(
+)Normal

Status lokalis genitalia


Inspeksi : terdapat massa dengan bentuk agak
bulat dengan ukuran 25 x 25 x 15 cm di daerah
inguinal dextra ke skrotum dextra berwarna
seperti warna kulit disekitarnya tidak tegang dan
tidak terdapat tanda-tanda radang
Palpasi : teraba massa dengan bentuk agak
bulat dengan ukuran 25 x 25 x 15 cm di daerah
inguinal dextra ke skrotum dextra, permukaan
rata, nyeri tekan (-) massa teraba kenyal,
fluktuasi (-), tidak bisa dimasukkan, testis tidak
teraba.
Auskultasi : Bising Usus (+) lemah

Rectal Toucher :
Anus tenang, Tonus sfingter ani (+),
mukosa licin, ampula rekti kolaps (-),
nyeri goyang (-)
Sarung tangan : Feses (-), darah (-),
lendir (-).
Finger test : (+)

Pemeriksaan Penunjang
Darah :
Hb
: 13,4 gr %
Leukosit : 18900/mm3
Ht
: 40 vol %
Trombosit : 286000/mm3
Hitung jenis : 0/0/0/87/9/4

Diagnosis
Diagnosis : Hernia Scrotalis
Diagnosis banding :
Alasaan :
Anamnesis

Benjolan di lipat paha sebelah kanan yang


semakin lama semakin membesar ke kantung
buah zakar sebelah kanan

Pemeriksaan
Fisik : regio
genitalia

Inspeksi
: terdapat massa dengan bentuk
agak bulat dengan ukuran 25 x 25 x 15 cm
di daerah inguinal dextra ke skrotum dextra
berwarna seperti warna kulit disekitarnya tidak
tegang dan tidak terdapat tanda-tanda radang
Palpasi : teraba massa dengan bentuk agak
bulat dengan ukuran 25 x 25 x 15 cm di
daerah inguinal dextra ke skrotum dextra,
permukaan rata, nyeri tekan (-) massa teraba
kenyal, fluktuasi (-), tidak bisa dimasukkan,
testis tidak teraba

PENATALAKSANAAN
Bed rest total
Rencana operasi : Herniotomy dan
Herniomesh
Infuse dekstrose 5 % : RL = 3 : 1
Ceftriaxon 2x 150g iv
Dexketoprofen 3 x 100g iv
Ondansentron 2 x 8 mg
Ranitidin 2 x 1 ampul

DIAGNOSIS HOLISTIK
DIAGNOSIS
KLINIS

DIAGNOSIS
BIOLOGIS

DIAGNOSIS
PSIKOLOGI

DIAGNOSIS
SOSIAL

benjolan di
kantung
buah zakar
sebelah
kanan

Hernia
Scrotalis
Ireponible
Dextra

Cemas
dan gelisah

Kesadaran
akan berobat
kurang

Strategi Penanganan
Masalah
DIAGNOSIS
KLINIS

DIAGNOSIS
BIOLOGIS

DIAGNOSIS
PSIKOLOGI

DIAGNOSIS
SOSIAL

Medikamentosa
dan
nonmedikamentos
a

medikamentosa

Menenangkan
pasien

Suportif dan
empati

ALASAN KONSULTASI & RUJUKAN JIKA


DIPERLUKAN

TANDA
OBJEKTIF

TANDA
SUBJEKTIF

ALASAN
LAINNYA

Hernia Scrotalis
Ireponible Dextra

benjolan di
kantung buah
zakar sebelah
kanan akut
abdomen

Tatalaksana terlambat
Komplikasi (+)

PENJELASAN UNTUK PASIEN & KELUARGA

Diagnosis dan Konsekuensinya


Hernia Scrotalis komplikasi kematian
Masalah dan Resiko yang dihadapi
Tidak berobat keadaan memburuk kematian
Berbagai jalan keluar
penekanan cara pengobatan hernia scrotalis
Apa yang sebaiknya dilakukan
deteksi dini hernia

PERAN PASIEN DAN KELUARGANYA


DALAM PENANGANAN MASALAH

Obat
pengobatan suportif
Diet
Diet tinggi serat setelah operasi
Kegiatan lain
Tidak melakukan aktivitas berat

Agama
islam makanan halal
Budaya
sakit ke dokter

Identifikasi Resiko dan Pencegahannya


Identifikasi resiko

Pencegahannya

Kongenital

Mengenali tanda awal adanya


kelemahan otot anulus inguinalis

Aquisita

Mengurangi lemak di regio


abdominal
Kurangi kegiatan yang
menyebabkan tingginya tekanan
intraabdominal seperti mengedan

Pembedahan sebelumnya

Hindari kegiatan yg terlalu


berat yan dapat menaikkan
tekanan intraabdominal
setelah operas

ILMU YANG DIPEROLEH DARI


PRESENTASI

Ilmu dasar kedokteran


Anatomi & Fisiologi
Patofisiologi
Ilmu klinik
Ilmu Bedah
Ilmu kedokteran komunitas
Public health
Keterampilan
Family care

DAFTAR PUSTAKA
1. R. Sjamsuhidajat & Wim de Jong. Buku Ajar Ilmu Bedah.
Edisi I. Penerbit buku kedokteran EGC. Jakarta. 1997. Hal
700-718
3. Dr. P. Bhatia & Dr. S. J. John. Laparoscopic Hernia Repair (a
step by step approach). Edisi I. Penerbit Global Digital
Services, Bhatia Global Hospital & Endosurgery Institute.
New Delhi. 2003. (Ebook, di akses 10 juli 2012)
4. H G, Burhitt & O.R.G. Quick. Essential Surgery . Edisi III.
2003. Hal 348-356
5. C. Palanivelu. Operative Manual of Laparoscopic Hernia
Surgery. Edisi I. Penerbit GEM Foundation. 2004. Hal 39-58
6. Brian W. Ellis & Simon P-Brown. Emergecy surgery. Edisi
XXIII. Penerbit Hodder Arnold. 2006.
8. Michael M. Henry & Jeremy N. T. Thompson. Clinical Surgery.
Edisi II. 2005.