Anda di halaman 1dari 9

2016

RENCANA TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

DEFISIT PERAWATAN DIRI


Praktik Profesi Keperawatan Jiwa Ruang Srikandi RSMM Bogor

[CITRA HAFILAH SHABRINA, 1106089041]

A. TOPIK
Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Defisit Perawatan Diri Sesi 1, yaitu melatih
kebersihan diri: mandi.
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum : Klien dapat melakukan perawatan diri, khususnya mengenai
kebersihan diri melalui mandi

2. Tujuan Khusus :
a. Klien memahami pentingnya mandi
b. Klien memahami cara mandi yang baik
c. Klien mampu mandi dengan baik
C. LATAR BELAKANG DAN LANDASAN TEORITIS
Defisit perawatan diri menggambarkan suatu keadaan seseorang
yang mengalami hambatan kemampuan untuk melakukan aktivitas
perawatan diri, seperti mandi, berganti pakaian, makan dan eliminasi
(Wilkinson & Ahern, 2012). Sedangkan defisit perawatan diri:
mandi/higiene menurut NANDA (2012) adalah hambatan kemampuan
untuk melakukan atau memenuhi aktivitas mandi/higiene. Keterbatasan
perawatan diri biasanya diakibatkan karena stressor yang cukup berat dan sulit
ditangani oleh klien (klien biasa mengalami harga diri rendah) sehingga dirinya tidak
mau mengurus atau merawat dirinya sendiri baik dalam hal mandi, berpakaian, berhias,
makan, maupun BAB dan BAK. Bila tidak dilakukan intervensi oleh perawat, maka
kemungkinan klien dapat mengalami masalah resiko tinggi isolasi sosial.
Defisit perawatan diri pada dasarnya merupakan sebuah akibat dari
suatu masalah yang terjadi sebelumnya. Menurut Depkes (2000)
terdapat

beberapa

faktor

yang

mempegaruhi

perawatan

diri

seseorang, yaitu citra tubuh, praktik sosial, status sosial ekonomi,


pengetahuan, budaya, kebiasaan seseorang, dan kondisi fisik atau psikis.
Ruang Srikandi merupakan ruangan berkelas yang ada di Rumah
Sakit

Dr

Marzoeki

Mahdi

Bogor,

sehingga

mulai

dari

klien

intermediate sampai tenang terdapat di ruangan tersebut. Sebagian


besar pasien yang berada di ruangan ini memiliki riwayat harga diri
rendah yang berdampak pada perawatan dirinya yang buruk. Tidak
jarang menemukan klien yang tercium bau tidak sedap ketika berada
di dekatnya, gatal-gatal pada kulitnya, serta tidak berganti pakaian.
Perawat di ruang Srikandi selalu membantu untuk mengingatkan dan
membantu memenuhi perawatan diri klien. Akan tetapi apabila
masalah

ini

menimbulkan

dibiarkan
masalah

terus
baru.

menerus,
Terapi

dikhawatirkan

Aktivitas

Kelompok

akan
(TAK)

merupakan salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk


mengatasi pasien dengan defisit perawatan diri. Kelompok adalah
kumpulan individu yang memiliki hubungan satu dengan yang lain, saling bergantung,
dan mempunyai norma yang sama (Stuart & Laraia, 2005). Terapi ini dirancang untuk
meningkatkan kemandirian klien dalam melakukan perawatan dirinya. Terapi Aktivitas
Kelompok (TAK) dibagi ke beberapa bagian. Pada proposal ini akan ditampilkan
Terapi Aktvitas Kelompok Defisit Perawatan Diri sesi 1 untuk mengintervensi pasien
dengan mengajarkan cara mandi yang baik di Ruang Srikandi RSMM Bogor.

D. KLIEN
1. Karakteristik/ kriteria
a. Klien yang mengalami masalah defisit perawatan diri
b. Klien yang setuju untuk mengikuti proses TAK
2. Proses seleksi
a. Hasil observasi sehari-hari
b. Informasi dan keterangan dari klien sendiri atau perawat mengenai masalah
harga diri rendah
c. Consent dari klien, yaitu kesediaan klien untuk mengikuti kegiatan
berdasarkan kesepakatan mengenai kegiatan, tempat dan waktu
E. PENGORGANISASIAN
1. Waktu
a. Hari, tanggal
: Rabu, 17 Februari 2016
b. Jam
: 09.00-09.30 WIB
c. Pengorganisasian waktu
Waktu
09.00-09.05

Kegiatan

09.10-09.20

Persiapan
Mengingatkan kontrak dengan
klien yang telah mengikuti sesi 1
Mempersiapkan alat dan tempat
pertemuan
Salam terapeutik
Evaluasi validasi
Kontrak, menjelaskan tujuan dan
aturan main
Inti kegiatan

09.20-09.22
09.22-09.26

Yel-yel semangat
Evaluasi peserta

09.05-09.10

Pj
Leader
Fasilitator

Leader

Leader
Fasilitator
Observer
Co-leader
Leader

09.26-09.30

Penjelasan rencana tindak lanjut


Penjelasan kontrak selanjutnya
Salam penutup

Observer
Leader

2. Tempat : Ruang Tengah Srikandi


3. Peserta
a.
b.
c.
d.

Nn R
Nn P
Nn. S
Nn. Ar

e.
f.
g.
h.

Ny. E
Ny. A
Nn. I
Ny. As

i.
4. Tim terapis
a. Leader: Citra Hafilah Shabrina
j. Tugas:
Menyusun rencana TAK.
Membuka, menjelaskan tujuan dan peraturan TAK.
Mengarahkan proses TAK untuk mencapai tujuan.
Memfasilitasi setiap anggota kelompok mengajukan pendapat,
memberi umpan balik, memperagakan kemampuan
Menjelaskan rencana dan kontrak selanjutnya, serta menutup TAK.
b. Co-leader: Yusnita Chandra Oktaviyani
k. Tugas:
Membantu leader dalam mengorganisir anggota kelompok.
Mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang.
Memimpin yel-yel.
Mengoperasikan music player.
Menjadi time keeper.
c. Fasilitator: Mega Selvia Juliana, Nurma Harlianti, Adeline Sthevany, Rizky
Dewi Utami
l. Tugas:
Memfasilitas anggota kelompok untuk berperan aktif dan memotivasi
anggota kelompok,
Berperan sebagai role model bagi klien selama kegiatan berlangsung.
Mempertahankan kehadiran anggota.
Mencegah atau hambatan terhadap kelompok baik dari dalam maupun
dari luar kelompok.
d. Observer: Fitri Rahmawati
m. Tugas:
Mengobservasi setiap respons klien.

Mengamati dan mencatat semua proses yang terjadi serta perubahan


perilaku klien (jumlah peserta yang hadir, yang memberi pendapat,
topik diskusi, respon verbal dan non-verbal).
Memberi umpan balik kepada kelompok.
Mengidentifikasi strategi yang digunakan leader.
Mencatat modifikasi strategi untuk kegiatan kelompok berikutnya.
n.
5. Metode dan media
a. Metode
Diskusi dan tanya jawab
Demonstrasi dan Re-Demonstrasi
b. Media
Laptop
Gayung
Sabun
Speaker
Spidol dan flipchart/ karton
Jadwal kegiatan sehari-hari
Spidol
Papan nama peserta
Poster
o.
6. Pengorganisasian Tempat
a. Tempat nyaman dan tenang.
b. Klien duduk dalam lingkaran.
c. Fasilitator duduk dalam lingkaran, menjadi bagian dalam kelompok.
d. Klien dan fasilitator dibagi menjadi dua kelompok untuk bermain bola di
lapangan rumput depan Ruang Yudistira
p.
q. Sketsa:
r. Keterangan:
L

CL
K

K
K
K
F
F
K
K
K

K
F

s. L

: Leader

t. CL : Co-Leader
u. F

: Fasilitator

v. K

: Klien

w. O

: Observer

F. LANGKAH KEGIATAN
1. Persiapan tempat: pastikan ruang diskusi tenang dan nyaman. Tempat praktik mandi
bersih dan aman.
2. Persiapan alat: siapkan alat selengkap mungkin
3. Persiapan klien:
a. Pilih klien sesuai dengan indikasi terapi
b. Buat kontrak kegiatan, waktu, dan tempat
c. Jelaskan manfaat TAK
d. Jelaskan peraturan yang harus dipatuhi oleh klien:
Ikut kegiatan sampai tuntas
Bila ingin keluar dari ruangan angkat tangan
Bekerja sama dengan kelompok
x. 4.

Pelaksanaan

a. Orientasi
Ucapkan salam
Tanyakan perasaan klien hari ini
Jelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan, waktu yang akan dibutuhkan
untuk melaksanakan kegiatan, dan tempat kegiatan
b. Kerja
Tanyakan pentingnya mandi pada klien. Beri kesempatan semua peserta
menjawab. Jika ada yang pasif, tanya langsung pada klien tersebut.
Buat rangkuman pendapat klien yang benar tentang manfaatmandi yang
benar. Tambahkan informasi jika rangkuman pendapat klien masih ada
yang kurang.
Diskusikan alat-alat untuk mandi. Beri kesempatan kepada setiap klien
untuk menjelaskan alat-alat yang sering digunakan untuk mandi
Buat rangkuman alat-alat mandi, tunjukkan alat-alat tersebut
Diskusikan tahapan mandi yang benar. Beri kesempatan klien menjelaskan
cara mandi. Beri pujian pendapat klien yang benar. Bila ada pendapat klien
yang salah lakukan koreksi dengan meminta pendapat klien yang lain
Buat rangkuman cara mandi yang benar dari pendapat klien dan tambahkan
informasi jika kurang
Lakukan demonstrasi mandi yang benar. Bila tidak memungkinkan lakukan
simulasi saja dengan menggunakan alat dan bahan yang sudah di sediakan.

Berikan pujian untuk peragaan yang telah dilakukan, koreksi jika ada
tahapan yang kurang tepat
c. Terminasi
Evaluasi subjektif: Tanyakan perasaan klien setelah peragaan atau praktik
mandi
Evaluasi objektif: Minta klien bergantian menyebutkan kembali tentang
manfaat mandi, alat dan bahan mandi, cara mandi
Tindak lanjut: Anjurkan klien mandi dengan cara yang telah dilatih
sebanyak 2x per hari (pagi dan sore)
Buat kontrak berikut: belajar keramas, waktu pelaksanaan, dan tempat
kegiatan.
G. EVALUASI DAN DOKUMENTASI
1. Evaluasi
a. Evaluasi Struktur
Tim berjumlah 7 orang, terdiri atas 1 leader, 1 co-leader, 4 fasilitator, dan 1
observer.
Lingkungan tenang.
Peralatan lengkap.
b. Evaluasi Proses
Minimal 75% dapat mengikuti dapat mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.
Minimal 75% klien aktif mengikuti kegiatan.
c. Evaluasi hasil
Minimal 75% mampu mengikuti peraturan kegiatan.
Minimal 75% mampu mengetahui alat mandi
Minimal 75% mampu mengetahui cara mandi
Minimal 75% mampu memperagakan cara mandi yang benar
y.
2. Dokumentasi
z.

aa.

Kegiatan
ae.

af.

ab.
ag.

Nama Pasien
ah. ai. aj.

ak.

al.

No
am. an.

Menjelaskan manfaat mandi

ao.

ap.

aq.

ar.

as.

at.

au.

av.

1
aw. ax.

Menjelaskan alat dan bahan

ay.

az.

ba.

bb.

bc.

bd.

be.

bf.

2
mandi
bg. bh.
Menjelaskan tahapan mandi

bi.

bj.

bk.

bl.

bm. bn.

bo.

bp.

3
bq. br.

Memperagakan mandi dengan

bs.

bt.

bu.

bv.

bw. bx.

by.

bz.

4
ca.

Komitmen mandi 2x per hari

cc.

cd.

ce.

cf.

cg.

ci.

cj.

tepat
cb.

5
ck.
cl.

ch.

cm. DAFTAR PUSTAKA


cn.
co. Depkes. 2000. Standar Pedoman Perawatan jiwa.
cp. Keliat B.A., & Akemat. (2005). Keperawatan jiwa: Terapi Aktivitas Kelompok. Jakarta:
EGC.
cq. Stuart, G.W., & Laraia, M.T. (2005). Principles and practice of psychiatric nursing (8th
ed.). St Louis: Mosby.
cr. Wilkinson, J. M. & Ahern, N. R. (2012). Buku Saku Diagnosis Keperawatan.
Jakarta: EGC
cs.
ct.
cu.
cv.
cw.
cx.
cy.
cz.
da.
db.
dc. Lampiran
dd.
A. MANFAAT MANDI
1. Membersihkan kotoran untuk mencegah infeksi kulit dan gatal-gatal
2. Menghilangkan bau badan
3. Meningkatkan penampilan diri
B. ALAT/BAHAN MANDI
1. Sabun
2. Handuk
3. Air Bersih
4. Gayung Mandi
5. Ember
C. CARA MANDI
1. Basahi seluruh permukaan tubuh dengan air yang tersedia

2. Ambil sabun, gosokkan ke permukaan tubuh mulai dari permukaan yang


dianggap paling bersih ke permukaan yang paling kotor: badan dan anota
badan, wajah, baru kemudian daerah perineal dan seputar alat kelamin
3. Bilas dengan air sehingga sisa sabun hilang di seluruh permukaan tubuh dan
permukaan kulit terasa kesat
4. Keringkan dengan menggunakan handuk yang bersih