Anda di halaman 1dari 2

Hipernatremia

Definisi
Hipernatremia adalah keadaan defisit cairan relative sehingga kadar
natrium plasma meningkat.
Etiologi
Umumnya disebabkan resusitasi cairan menggunakan larutan NaCL 0,9%
(kadar Na 154 mEq/L) dalam jumlah besar, akibat dehidrasi, dll
Patofisiologi
Hipernatremia terjadi apabila :
a. Adanya defisit cairan tubuh akibat ekskresi melebihi ekskresi natrium
atau asupan air yang kurang. Misalnya pada keadaan dehidrasi akibat
pengeluaran air tanpa elektrolit melalui insensible water loss atau
keringat, osmotik diare akibat pemberian laktulosa atau sorbitol,
diabetes insipidus, gangguan pusat rasa haus di hipotalamus akibat
tumor atau gangguan vaskular
b. Penambahan natrium yang melebihi jumlah cairan dalam tubuh.
Misalnya pada koreksi bikarbonat berlebihan pada kasus asidosis
metabolic
c. Masuknya air tanpa elektrolit ke dalam sel. Misalnya pada latihan,
asam laktat dalam sel meningkat yang meningkatkan osmolalitasnya
sehingga air masuk ke intrasel, dan pada keadaan ini kadar Na akan
normal dalam waktu 5 15 menit setelah istirahat.
Pada hypernatremia akan timbul respon fisiologis

peningkatan

pengeluaran ADH dari hipotalamus sehingga pengeluaran urin berkurang.


Manifestasi Klinis dan Diagnosis
Diagnosis hypernatremia ditegakkan bila kadar natrium plasma meningkat
secara akut hingga di atas 155 mEq/L. gejala yang timbul adalah akibat
mengecilnya volume otak karena air keluar dari dalam sel. Pengecilan
volume

ini

menimbulkan

robekan

pada

vena

yang

menyebabkan

perdarahan local di otak dan subarachnoid. Gejala dapat berupa letargi,


lemas, kejang, dan akhirnya koma. Jika kenaikan natrium plasma di atas
180 mEq/L secara akut, dapat menimbulkan kematian.

Tatalaksana
a. Langkah pertama : tetapkan etiologi. Sebagian besar penyebabnya
adalah defisit cairan tanpa elektrolit.
b. Turunkan kadar natrium plasma kea rah normal. Pada diabetes
insipidus,

sasarannya

adalah

mengurangi

volume

urin

dengan

memberikan desmopressin pada diabetes insipidus sentral atau


diuretic tiazid, serta mengurangi asupan garam atau protein pada
diabetes insipidus nefrogenik. Bila penyebabnya karena asupan Na
berlebihan, harus dihentikan dahulu pemberian natrium dan dikontrol.
Jika karena defisit cairan tanpa elektrolit, harus dilakukan koreksi
cairan yang didasarkan perhitungan jumlah defisit cairan (=dehidrasi).