Anda di halaman 1dari 2

ETIKA DALAM PENELITIAN PSIKOLOGI MENURUT

HIMPSI DAN APA


I.

Perencanaan Penelitian :

Psikolog merancang, tindakan dan laporan penelitian psikologi


yang seuai dengan standar kompetensi keilmuan dan etika penelitian

Psikolog

merencanakan

penelitiannya

meminimalkan

kemungkinan hasilnya yang keliru

Dalam perencanaan peneliti, psikolog mempertimbangkan etika


yang dapat diterima dan sesuai kode etik

Psikolog mengambil langkah yang masuk akal untuk menerapkan


perlindungan hak dan kesejahteraan partisipan, orang lain yang dapat
terpengaruh oleh penelitian dan kesejahteraan binatang sebagai subjek

II.

Tanggung jawab :

Psikolog melakukan penelitian dengan kompeten dan dengan


memperhatikan martabat dan kesejahteraan partisipan.

Psikolog bertanggung jawab melaksanakan etika penelitian baik


yang dilakukan olehnya atau bersama orang lain dibawah suvervisi

Peneliti dan asistennya seharusnya menampilkan penyelesaian


tugasnya sesuai dengan pelatihan yang diikutinya dan yang telah
disiapkannya.

Sebagai bagian dari proses pengembangan dan implementasi


proyek penelitian, psikolog berkonsultasi dengan ahli yang memiliki
perhatian pada populasi yang spesifik dalam penelitian atau yang dapat
dipengaruhinya.

Tanggungjawab penelitian:

Mengutamakan pelaksanaan penelitian (kecuali penelitian survey


yang anonim, observasi naturalistik atau penelitian sejenis) psikolog terikat
perjanjian

dengan

partisipan

tanggungjawabnya setiap tahap.

yang

menjelaskan

penelitiannya

dan

RAHASIA

III.

Plagiarisme
Psikolog tidak boleh menyajikan isi atau elemen pekerjaan orang lain atau
data dengan mengaku sebagai hasil dirinya, walaupun kadang-kadang hasil
atau pekerjaannya di sitasi.

IV.

Duplikasi Mempublikasi Data


Psikolog tidak boleh mempublikasi sebagai data yang asli, data yang
sebelumnya sudah dipublikasikan. Hal ini tidak dapat menghambat publikasi
data kembali bila mereka dapat mengenalkan dengan cara yang tepat

https://www.apa.org/ethics/code/principles.pdf