Anda di halaman 1dari 6

GAMBARAN PENATALAKSANAAN PASIEN SAFETY DI

BEBERAPA RUMAH SAKIT DI KOTA BATAM

PROPOSAL
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh
Gelar Ahli Madya Keperawatan(AMK)

Oleh:

CHOIRUNNISA
NIM. 2013006

PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
MITRA BUNDA PERSADA BATAM
TAHUN 2016

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Kesehatan di Indonesia sekarang ini sangat mendapat perhatian tidak hanya oleh

pemerintah, namun juga masyarakat. Salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang
mengalami perkembangan cukup pesat adalah keberadaan instansi rumah sakit yang
jumlahnya semakin banyak di tengah- tengah masyarakat. Berdasarkan Undang-Undang
No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit disebutkan bahwa rumah sakit adalah institusi
pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara
paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.
Penyelenggaraan

di

rumah

sakit

tidak

hanya

memberikan pelayanan

kesehatan semata, tetapi harus mampu memberikan peningkatan derajat

kesehatan

dengan tetap memperhatikan perlindungan dan keselamatan pasien. Perhatian terhadap


keselamatan pasien menjadi begitu penting dalam pemberian pelayanan kesehatan di
rumah sakit, hal ini tercermin dengan diaturnya keselamatan pasien dalam beberapa
pasal pada ketentuan Undang-Undang No. 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit yang
diantaranya

dalam

Pasal

huruf

(b)

yang

menyatakan

bahwa

pengaturan

penyelenggaraan rumah sakit bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap


keselamatan pasien, masyarakat, lingkungan rumah sakit dan sumber daya manusia di
rumah sakit. Selain itu juga terdapat dalam Pasal 13 ayat (3) yang menyatakan bahwa
setiap tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit harus bekerja sesuai dengan standar
profesi, standar pelayanan rumah sakit, standar prosedur operasional yang berlaku, etika
profesi, menghormati hak pasien dan mengutamakan keselamatan pasien, dan dalam

Pasal 43 ayat (1) menyatakan bahwa rumah sakit wajib menerapkan standar keselamatan
pasien.
Patient safety adalah bebas dari cidera aksidental atau menghindarkan cidera pada
pasien akibat perawatan medis, infeksi nosokomial, dan kesalahan pengobatan

yang

tidak

seharusnya terjadi . Keselamatan pasien (patient safety) merupakan prioritas

utama dalam pemberian pelayanan kesehatan dan keperawatan di Rumah Sakit

2.

Pelayanan kesehatan dengan mengutamakan keselamatan pasien perlu dilakukan


diseluruh bagian rumah sakit, termasuk salah satunya di instalasi rawat inap. Instalasi
rawat inap merupakan suatu tempat dilaksanakannya proses perawatan pasien oleh tenaga
kesehatan profesional akibat penyakit tertentu, dimana pasien diinapkan pada suatu
ruangan di rumah sakit.
Pemberian pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap
pasien di instalasi rawat inap dapat menyimpan potensi risiko

yang

dapat

membahayakan keselamatan pasien, seperti banyaknya jenis obat, jenis pemeriksaan


dan prosedur, jumlah staf rumah sakit yang cukup besar, serta jumlah pasien yang banyak
dengan nama yang hampir sama antara satu dengan lainnya.
Perawat yang memberi asuhan keperawatan selama 24 jam seharusnya memiliki
4

peran penting dalam menjamin keselamatan pasien , mengingat pasien di unit anak
5

adalah kelompok rentan yang memiliki resiko lebih tinggi dalam insiden patient safety .
Cedera, kecacatan, bahkan kematian menjadi ancaman masa depan bagi pasien anak
karena

mereka

belum bisa menyadari dan mengungkapkan adanya bahaya dari


6

tindakan yang tidak atau salah dilakukan oleh pelayanan kesehatan .


Keperawatan sebagai pelayanan yang profesional harus bertindak dengan

didasari oleh ilmu pengetahuan , termasuk pengetahuan tentang patient safety, sehingga
asuhan keperawatan

yang diberikan berkualitas dan bermanfaat dalam mencegah


8

insiden kejadian tidak diinginkan (KTD) . Joint Comission International (JCI) membuat
standar pelaksanaan patient safety di rumah sakit yang disebut dengan National
Patient Safety Goals for Hospital yang mengandung 6 prinsip patient safety, yaitu
identify

patients correctly (identifikasi pasien dengan benar), improve staff

communication (meningkatkan

komunikasi

antar staf), use medicines safely

(menggunakan obat-obatan secara aman), reduce the risks of health care associated
infections (menurunkan resiko infeksi berhubungan dengan tenaga kesehatan), check
patient medicines (cek obat-obatan pasien) dan identify patient

safety

risks

(identifikasi resiko keselamatan pasien).


Pasien safety terdiri dari 6 sasaran yaitu (1) mengidentifikasi pasien dengan benar,
(2) meningkatkan komunikasi efektif, (3) mencegah kesalahan pemberian obat, (4)
mencegah kesalahan prosedur, tempat dan pasien dalam tindakan

pembedahan, (5)

mencegah risiko infeksi dan (6) mencegah risiko pasien cedera akibat jatuh (JCI, 2011).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penatalaksanaan pasien
safety di ruang rawat inap pada beberapa rumah sakit di kota Batam.
1.2

Rumusan Masalah
Berdasakan uraian latar belakang tersebut, rumusan masalah yang ingin

dikemukakan adalah bagaimana gambaran penatalaksanaan pasien safety di ruang rawat


inap di beberapa rumah sakit di kota Batam?

1.3 Tujuan Penelitian


1.3.1

Tujuan Umum
Bagaimana gambaran penatalaksanaan pasien safety di ruang rawat inap di

beberapa rumah sakit di kota Batam.


1.3.2

Tujuan Khusus
a. Mengetahui pelaksanaan sistem identifikasi pasien di Rumah Sakit.
b. Mengetahui penatalaksanaan komunikasi efektif pada pasien rawat inap.
c. Mengetahui penatalaksanaan kesalahan pemberian obat pada pasien di rumah
sakit.
d. Mengetahui penatalaksanaan kesalahan prosedur, tempat dan pasien dalam
tindakan pembedahan
e. Mengetahui penatalaksanaan resiko infeksi pada pasien di rumah sakit
f. Mengetahui penatalaksanaan pasien resiko jatuh di rumah sakit

1.4

Manfaat Penelitian
a. Bagi Rumah Sakit
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan masukan bagi rumah sakit guna
peningkatan pelayanan terhadap pasien terkait keselamatan pasien di rumah
sakit.
b. Bagi Penulis
1) Menerapkan keilmuan yang telah dipelajari di bidang keperawatan

2) Menambah wawasan, pengetahuan serta pengalaman mengenai keselamatan


pasien di rumah sakit.
c. Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai bahan kajian yang berguna untuk perkembangan pendidikan terutama
bidang kesehatan dan sebagai bahan referensi dalam pengembangan ilmu
keperawatan.
d. Bagi Peneliti Lain
Sebagai acuan dalam pendalaman materi yang berhubungan untuk kelanjutan
penelitian yang relevan.