Anda di halaman 1dari 7

ROLE PLAY PENGGUNAAN KB

Kelompok 4 :
Nama anggota :
Ely Maya Sari
Ervina Shinta
Evitaria
Farida
Sr. Blandina
Ester
Evlinda
Fivi Lase
Fransiska Pardosi
Fransiska Oktaviana
Vetrianita P.

STIKes Santa Elisabeth Medan


Tahun Ajaran 2015-201

Pemeran :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Bidan : Evitaria Situmorang


Ibu : Vetrianita P
Suami : Farida S.
Moderator : Ely Maya S.
Asisten : Fivi dan Ester
Mertua : Evitaria
Tukang Becak : Evlinda
Pasien : Ervina
Seksi Tanya Jawab: Sr. Blandina

Dialog Akseptor KB
Bidan Dewi adalah seorang bidan yang bekerja di sebuah desa. Dia dikenal sebagai bidan
yang ramah dan peduli terhadap lingkungannya, sehingga warga desa banyak yang datang untuk
berobat, memeriksakan kehamilan, melahirkan, ber-KB, dan konseling pra-nikah. Bidan Dewi
juga memiliki keahlian dalam pemasangan KB dan sudah banyak ibu-ibu yang berhasil dalam
pemasangan KB di klinik bidan Dewi tersebut.
Hari Ke-1
Suatu hari klinik Bidan Dewi dikunjungi oleh Ibu Ani dan mertuanya yang merupakan warga
desa tersebut. Ibu Ani berencana untuk ber-KB, namun dia belum pernah meggunakan KB
sebelumnya.
Ibu Ani

: Selamat pagi Ibu bidan.

Bidan Dewi

: Selamat pagi juga Ibu, mari masuk dan silakan duduk.

Ibu Ani

: Perkenalkan bu nama Saya Ibu Ani (sambil berjabat tangan).

Bidan Dewi

: Oh ya, Saya bidan Dewi bu. Ada yang bisa Saya bantu bu?

Ibu Ani

: Begini bu bidan, Saya dan suami Saya berencana untuk ber KB, tapi Saya masih
bingung untuk memilih KB apa yang cocok untuk Saya gunakan? Jadi Saya ingin
meminta penjelasan dari Ibu Bidan, terkait jenis-jenis alat kontrasepsi apa saja
yang bisa saya gunakan nanti.

Bidan Dewi

: Sebelumnya Ibu sudah pernah menggunakan akseptor KB.

Ibu Ani

: Belum pernah bu bidan.

Bidan Dewi

: Oh ya. Kalau boleh tahu, Ibu sekarang punya anak berapa?

Ibu Ani

: Saya punya 3 anak bu bidan?

Bidan Dewi

: Anak paling kecil ibu usia berapa?

Ibu Ani

: Yang paling kecil usia 1 tahun bu.

Bidan Dewi

: Saat ini apakah ibu masih menyusui?

Ibu Ani

: Saya sudah berhenti menyusui sejak 2 bulan yang lalu bu.

Bidan Dewi : Baiklah bu kalau memang itu sudah keputusannya, disini saya akan menjelaskan
alat kontrasepsi, diantaranya ada KB suntik, pil, implant, kondom, dan AKDR.
Ibu Ani

: Oh, seperti itu yah bu, jadi apa-apa saja keuntungan dan kerugian dari masingmasing alat kontrasepsi itu?

Bidan Dewi

: Saya akan menjelaskan satu persatu bu agar nantinya ibu tidak binggung lagi
untuk memilih alat kontrasepsi apa yang akan digunakan.

Ibu Ani

: Iya bu bidan

Bidan Dewi

: Begini bu, Saya mulai dari alat kontrasepsi jenis suntik.


1. Jenis suntik KB suntik ada 2,yaitu: KB suntik perbulan dengan suntik per 3
bulan. Keuntungannya dapat meningkatkan kenyamanan dalam hubungan
suami istri karena tidak perlu takut hamil dan juga dapat dipakai untuk
semua usia dalam usia masa subur. Kerugianya bagi sebagian ibu yang
mungkin tidak cocok, maka akan timbul flek-flek, dapat mengakibatkan
kegemukkan dan mungkin juga berat badan akan berkurang.
2. KB Implan
Untuk KB Implan ada 3 jenis,diantaranya: ada yang 2 batang, 3 batang, dan
6 batang. Implan 2 dan 3 batang itu ibu waktu keefektifannya hanya 3 bulan
sedangkan pada 6 batang mamapu bertahan ibu secara sempurna setelah
pengakatan dan tidak menaikkan tekanan darah ibu. Kekurangannya kadang
mengeluh sakit kepala, gelisah, juga dapat terjadi peningkatan atau
penurunan berat badan.
3. KB Kondom
KB ini digunakan oleh pasangan ibu(suami) keuntungannya dapat mencegah
penularan penyakit seksual sperti AIDS, juga pemakaiannya yang praktis.
Kerugiannya: tingkat keefektifannya masih rendah karena biasanya dalam
pemasangan, kondom bisa saja sobek.
4. KB Pil
Kelebihannya bisa digunakan oleh usia produktif, Apabila ibu lupa
meminumnya kemungkinan kehamilan bisa terjadi.
5. AKDR
Disebut dengan IUD. Keuntungannya mencegah kehamilan dalam jangka
panjang yaitu 10 tahun. Jenisnya coppe-T, Tidak mengandung efek hormonal
mdan tidak perlu khawatir akan faKtor lupa seperti pada pengunaan pil,
Selain itu dapat diangkat kapan saja ibu mau. Kekurangannya : dapat terjadi
perdarahan pada awal pemasangan serta haid akan menjadi lebih lama dan
lebih banyak.
Bagaimana Ibu, apakah Ibu sudah mengerti tentang penjelasan saya?

Ibu Ani

: Ya Bu, Saya sudah mengerti.

Bidan Dewi

: Jadi, apakah Ibu sudah memutuskan jenis KB apa yang akan Ibu gunakan?

Ibu Ani

: Saya sudah memutuskan untuk menggunakan KB IUD bu.

Bidan Dewi

: Oh jadi Ibu akan menggunakan KB IUD

Ibu Ani

: Iya Bu, Saya akan menggunakan KB IUD

Bidan Dewi

: Baiklah Bu, Saya tanya sedikit


hubungan seksual?

lagi ya.? Kapan Ibu terakhir melakukan

Ibu Ani

: Sekitar 5 hari yang lalu Bu, karena setelah itu Saya menstruasi dan semalam
baru bersihnya Ibu.

Bidan Dewi

: Oh, begitu Bu. Apakah Ibu dan Bapak selama ini merokok ? Menggunakan
obat-obat terlarang.

Ibu Ani

: Kalau Saya tidak dua-duanya, tetapi Suami Saya merokok Bu.

Bidan Dewi

: Maaf sebelumnya Bu, Apakah ini pernikahan Bapak dan Ibu yang pertama?

Ibu Ani

: Iya Bu, Saya dan Suami saya baru pertama kali menikah.

Bidan Dewi

: Baiklah Bu, setelah saya melakukan pengkajian terhadap ibu, maka ibu sudah
memenuhi kriteria pemasangan KB IUD. Kira-kira kapan Ibu, bisa mulai
pemasangannya?

Ibu Ani

: Besok Saya akan kembali bersama suami Saya untuk pemasangannya Bu bidan.

Bidan Dewi

: Baiklah Bu Saya tunggu kehadiran Ibu besok.

Ibu Ani

: Kalau begitu Bu terima kasih atas penjelasannya, Saya permisi dulu ya Bu bidan

Bidan Dewi

: Iya Bu, sama-sama.

Hari Ke-2
Keesokan harinya ibu datang kembali bersama suami ke klinik Bidan Dewi untuk melakukan
pemasangan IUD.
Ibu Ani

: Selamat siang bu bidan.

Bidan Dewi

: Selamat siang Ibu dan Bapak, Mari silahkan masuk dan silahkan duduk.
Bagaimana bu, apakah Ibu sudah siap?

Ibu Ani

: Saya sudah siap Ibu.

Bidan Dewi

: Baiklah Ibu, Saya Observasi dulu ya. (Bidan melakukan pemeriksaan vital sign).
Semuanya dalam batas normal ya bu. Baiklah bu, karena Ibu sudah memenuhi
kriteria pemasangan IUD, Saya akan menjelaskan prosedur pemasangannya
(sambil asisten mempersiapkan peralatan) (Prosedur pemasangan terlampir).
Sekarang Ibu masuk ke ruangan pemasangan dan ganti baju dengan yang sudah
disiapkan dan Bapak tunggu disini saja ya sampai pemasangan selesai.

Bidan Dewi

: Baiklah Ibu kita mulai ya bu (Bidan melakukan pemasangan)

Bidan Dewi

: Ibu, pemasangan sudah selesai, ibu silahkan beristirahat selama 30 menit disini

(setelah 30 menit)
Bidan Dewi

: Ibu Saya akan menjelaskan cara perawatannya ya bu.

Ibu Ani

: Terima kasih ya bu atas penjelasan dan pemasangannya, nanti jika ada keluhan
Saya akan dating kembali.

Bidan Dewi

: Sama-sama bu, Jangan jera datang ke klinik Saya.

CARA PEMASANGAN AKDR/IUD


Persiapan alat yang digunakan dalam pemasangan AKDR/IUD
1. Bivale speculum
2. Tanekulum(penjepit portio)
3. Sounde uterus(untuk mengukur kedalaman uterus)
4. Forsep
5. Gunting
6. Bengkok larutan antiseptic
7. Sarungtangan steril atau sarung tangan DTT
8. Kasa atau kapas
9. Cairan DTT
10. Sumber cahaya yang cukup untuk penerangan servik
11. AKDR(CuT-380A) atau Progestasert-T yang masihbelum rusak dan terbuka
12. Aligator (penjepit AKDR)
Menurut Prawirohardjo(2005)) Cara pemasangan AKDR atau Progestasert-T
Pemasangan AKDR sewaktu haid dan mengurangi rasa sakit dan memudahkan insersi melalui
servikalis.
1. Pemeriksaan dalam dilakukan untuk menentukan bentuk, ukuran dan posisi uterus.
2. Singkirkan kemungkinan kehamilan dan infeksi velvik
3. Servik
dibersihkan
beberapa
kali
dengan
larutan
antiseptik
Iinspekulum, servik ditampilkan dan bibir depan servik dijepit dengan cunan servik, penjepit
dilakukan kira-kira 2cm dari osteum uteri externum, dengan cunan bergerigi
4. Sambil menarik servik dengan cunan servik, masuk kanlah sounde uterus untuk menentukan
arah sumbukanalis dan uterus, panjang kavum uteri, dan posisi osteum uteri internum.
Tentukan arah ante atau retroversi uterus. Jika sounde masuk kurang dari 5 cm atau
kavumuteri terlalu sempit, insersi AKDR jangan dilakukan.
5. tabung penyalur dengan AKDR di dalamnya dimasukkan melalui kanalis servikalis sesuai
dengan arah dan jarak yang didapat pada waktu pemasangan sounde. Kadang-kadang
terdapat tahanansebelum fundus uteri tercapai. Dalam hal demikian pemasangan diulangi

6. AKDR dilepaskan dalam kavum uteri dengan cara menarik keluar tabung penyalur atau dapat
pula dengan mendorong penyalur ke dalamkavumuteri, cara pertama agaknya dapat
mengurangi perforasi oleh AKDR
7. tabung dan penyalur kemudian dikeluarkan, filamen AKDRditinggalkan 2-3cm.