Anda di halaman 1dari 11

1.

Memahami dan menjelaskan larutan dan cairan


1.1 Definisi
Larutan : campuran homogen terdiri atas dua zat atau lebih . Komponen yang jumalahnya
sedikit adalah solut sedangkan yang banyak solvent . solute dan solvent dapat berwujud
padat , cair , atau gas .
Cairan : Cairan yang dipisahkan menjadi beberapa kompartemen dan dapat berpindah
untuk menjaga suasana equilibrium . Cairan terdiri dari solute yaitu glukosa , asam amino
dan elektrolit sedangkan solvent nya adalah air
1.2. Jenis
Larutan : dapat di klasifikasikan bersadarkan fasanya , kejenuhannya , dan daya hantar
lisrik
A) Fasa :
Solvent

Solute

Larutan

Zat cair : Air

Zat cair : Alkohol

Spiritus

Gas: O2

Zat padat : Naftalen

Kamper

Zat padat : Pd

Gas : H2

Gas oven

B ) Kejenuhan : Tidak jenuh

Qc < Ksp

Jenuh

Qc = Ksp

Lewat Jenuh

Qc > Ksp

C) Berdasarkan Daya hantar listrik


Daya hantar listrik ditentukan oleh besar derajat ionisasi ()
Nilainya berkisar 0-1
-

Elektrolit : dapat menghantarkan listrik .Dibagi menjadi elektrolit kuat & lemah
Elektolit kuat () = 1 , Elektrolit lemah () = 0-1

Non-Elektorlit : tidak dapat menghantarkan listrik


() =0

Cairan : Dibagi menjadi dua kompartemen yaitu CES dan CIS


CES : Cairan yang berada di luar sel . dibagi menjadi 3 bagian yaitu cairan interstitium , cairan
intravaskular , dan cairan transsel
CIS ; Cairan yang berada di dalam sel
1.3. Fungsi
Larutan : tergantung larutan apa yang terbentuk . Contoh kamper untuk pengharum ruangan ,
Spiritus untuk menyalakan api .
Cairan : Sebagai pelarut universal , menjaga suhu tubuh , tempat terjadi reaksi metabolik
pelumas berbagai organ , menjaga tekanan sel
1.4.Perbedaan
Perbedaan : Larutan bisa berwujud tiga fasa yaitu padat , cair , dan gas sedangkan cairan hanya
berfasa cair
1.5. Faktor yang mempengaruhi
Larutan : Suhu , sifat solute dan solvent , tekanan , pengaruh ion sejenis .
Suhu makin tinggi suhu kelarutan akan meningkat
Sifar solute dan solvent Solute akan mudah larut dengan solvent yang mempunyai sifat yang
sama . Contoh Garam dapur ( Polar ) larut dalam air (polar )
Tekanan Berpengaruh pada fasa gas dan tidak dalam fasa padat & cair
Pengaruh ion sejenis Adanya ion sejenis dalam larutan akan mengurangi kelarutan
Cairan : Tekanan hidrostatik dan Tekanan osmotik sebagai regulator perpindahan cairan antar
kompartemen
2.1.Sumber output dan input air
Input : sumbernya adalah dari minuman , makanan , dan reaksi metabolisme . Rata-rata intake air
per hari adalah 2500 mL , rinciannya sebagai berikut
Minuman : 1600 mL , makanan : 700 mL , metabolisme air : 200 mL . Metabolisme air bisa
berupa okdisadi karbohidrat , protein , dan lipid.
Output : pengeluaran air lewat urin , feses , dan insensible waterloss . Rata-rata output air per
hari adalah 2500 mL , rinciannya sebagai berikut
Urin ( ginjal ) : 1500 mL , feses : 100 mL , dan insensible waterloss : keringat 600 mL , paruparu 300 mL

2.2 Mekanisme kesetimbangan cairan tubuh


Homeostasis air dipertahankan dengan cara menjaga volume dan osmolaritas CES . Bila volume
darah meningkat ada koreksi dari volume & tekanan darah yaitu meningkat
Volume CES meningkat volume darah & tekanan darah meningkat
Volume CES menurun volume darah & tekanan darah menurun
Jadi penentuan CES bisa dilihat dari tekanan darah
-Kondisi intake air banyak sekresi ADH turun reabsorbsi di tubulus distal turun Volume
CES meningkat volume darah & tekanan darah meningkat veonus return turun dinding
atrium meranngsang ANP aldosteron di blok
- Kondisi intake air sedikit sekresi ADH naik disertai rasa haus untuk memenuhi cairan
reabsorbsi di tubulus distal naik Volume CES turun volume darah & tekanan darah turun
sistem renin angioretensin aktif produksi urin ditekan dan meningkatkan volume CES
( UPK PKB FK UI ( 2012 ). GANGGUAN KESEIMBANGAN AIR ELEKTROLIT DAN
ASAM BASA . Jakarta . FKUI) pp.47
2.3. Kompartemen
Ada dua kompartemen dalam cairan tubuh yaitu CES ( Cairan ekstraseluler ) & CIS ( Cairan
intraseluler) . Dari total cairan tubuh kita 60% berat badan maka 60 % adalah CIS dan 40%
CES .
CES dibagi menjadi dua yaitu : - internstitial :30%
-

Intravaskular : 10% plasma 7,5 % , limfe 2,2 % , transsel 0,3


%

a) CIS ( Cairan intraseluler) : cairan yang terdapat didalam sel . pada orang dewasa CIS >
CES tetapi pada anak anak CIS< CES karena sel anaknya lebih sedikit dan ukuran sel
kecil
Funsi : menghasilkan dan memompa energi dan perbaikan sel
B ) CES ( Cairan ekstraseluler) : cairan yang ada diluar sel
Ada 3 : -cairan interstitium : cairan diantara sel
-cairan intravaskular : ada dalam pembuluh darah
-cairan transsel : cairan dalam rongga-rongga , contohnya cairan otak dan bola
mata
( UPK PKB FK UI ( 2012 ). GANGGUAN KESEIMBANGAN AIR ELEKTROLIT DAN
ASAM BASA . Jakarta . FKUI) pp.34
3. Memahami dan menjelaskan gangguangan keseimbangan cairan tubuh

3.1. Definisi dehidari


Berkurangnya volume CIS karena perpindahan air dari CIS ke CES . Perpindahan terjadi karena
peningkatan osmolalitas CES yang terjadi karena CES yang terbuang keluar sifatnya hipotonik .
Berkurangnnya air CES menyebabkan air pindah dari CIS ke CES . ( UPK PKB FK UI
( 2012 ). GANGGUAN KESEIMBANGAN AIR ELEKTROLIT DAN ASAM BASA .
Jakarta . FKUI) pp.87
3.2. Derajat Dehidrasi
Berdasarkan tingkat banyak cairan tubuh yang hilang:
a. Dehidrasi ringan
Yaitu kehilangan cairan dalam tubuh sebesar 5%.
b. Dehidrasi sedang
Kehilangan cairan dalam tubuh sebesar 5-10%
c. Dehidrasi berat
Kehilangan lebih dari 10% cairan dalam tubuh
3.3 Manifestasi klinis.
a. Dehidrasi ringan
1) Muka memerah
2) Rasa sangat haus
3) Kulit kering dan pecah-pecah
4) Volume urine berkurang dengan warna lebih gelap dari biasanya
5) Pusing dan lemah
b.

c.

Dehidrasi sedang
1) Tekanan darah menurun
2) Pingsan
3) Kontraksi kuat pada otot lengan, kaki, perut, dan punggung
4) Kejang
Dehidrasi Berat
1) Kesadaran berkurang
2) Tidak buang air kecil
3) Tangan dan kaki menjadi dingin dan lembab
4) Denyut nadi semakin cepat dan lemah hingga tidak teraba

3.4. Penatalaksanaan
Koreksi air ( rehidharsi ) . Air yang diberikan adalah cairan isotonik dekstrosa . volumenya air
(10%) ditambah insensible water losses + volume urin 24 jam + volume air yang keluar lewat
saluran cerna . ( UPK PKB FK UI ( 2012 ). GANGGUAN KESEIMBANGAN AIR
ELEKTROLIT DAN ASAM BASA . Jakarta . FKUI) pp.132

4, Memahami dan menjelaskan mineral dalam tubuh


4.1.Sumber : -Natrium sayuran berdaun hijau, seperti kangkung, daun singkong, bayam, daun
pepaya, daun kacang panjang, dan brokoli.
- Kalium jeruk, semangka, pisang, sayuran hijau, tomat, kentang, kacang polong,
dan
wortel.
4.2. Definisi : nutrisi yang penting untuk tubuh . Manusia dapat mendapatkannya lewat ion-ion
mineral yang larut dalam sayur , garam , buah , dan daging .

4.3. Fungsi : Natrium menjaga volume darah , membantu transmisi saraf , dan kontraksi otot
Kalium mengatur tekanan osmotik CIS , konduksi saraf , dan kontraksi otot
Klorida komponen utama asam lambung , sebagai buffer
4.4 Klasifikasi
Major Minerals atau mineral utama adalah yang dibutuhkan dalam jumlah banyak yaitu lebih
dari 100 mg (1/50 sendok teh) termasuk kalsium, fosfor, magnesium, sulfur, natrium, kalium,
dan klorida.
Trace Minerals diperlukan pada tingkat kurang dari 100 miligram per hari. Terdapat sembilan
jenis mineral dalam kategori ini yaitu: zat besi, seng, tembaga, yodium, selenium, molibdenum,
fluoride, mangan, dan kromium.
4.5. Kebutuhan
Nartium , kalsium , dan klorida dibutuhkan dalam jumlah 100 mg per hari karena termasuk
dalam mineral mayor
4.6. Ekresi mineral

4.7. Metabolisme mineral


Homeostasis dua kation utama yaitu natrium dan kalium sangat penting karena langsung
mempengaruhi tekanan osmotik yang berhubungan dengan keseimbangan cairan dan fungsi sel .
Homeostasis natrium :
Merupakan kation utama CES dan mempengaruhi 90 % tekanan osmotik CES. Pemasukan
natrium lewat epitel mukosa saluran cerna . ada dua faktor keseimbangan yaitu

a) Natrium masuk lewat epitel mukosa saluran cerna Na+ masuk lewat difusi dan transpor
media absorbsi natrium bervariasi tergantung kandungan Na+ dalam diet ekskresi
natrium di ginjal dan persipasi di tempat lain ginjal menjaga kadar natrium tetap
konstan
b) Konsentrasi Na+ di CES tinggi karena diet tinggi natrium konsentrasi Na+ plasma
meningkat terjadi proses osmosis penarikan oleh CIS sehingga volume CES
meningkat natrium kembali normal CES tinggi , ADH meningkat ada rangsangan
rasa haus untuk meningkatkan konsentrasi air sekresi Na+ tinggi karena rangsangan
osmoreseptor jika natrium keluar > natrium masuk maka volume CES turun tanpa ada
perubahan tekanan osmosis konsentrasi CES turun , tekanan osmotik turun sekresi
ADH turun produksi urin meningkat volume CES yang lebih terbuang bersama urin ,
tekanan osmotik normal kembali .
Ada dua regulasi yaitu
a)Regulasi osmotik : aktivitasnya dipicu oleh tinggi rendah osmolalitas plasma sensornya
terletak di hipotalamus yaitu SON ( Supra Optic Neuron ) , nukleus paraventrikuler , CVLT ,
dan pusat rasa haus
b) Regulasi volume : dipengaruhi oleh volume arteri efektif dan tekanan arteri sedangkan
sensornya adalah otot atrium dan ventrikel sinur karotis , dan arteri aferen glomerolus
Hasil regulasi
a)Regulasi osmotik :terjadi / tidak reabsorbsi air di duktus koligentes
b) Regulasi volume : terjadi / tidak eksresi atau retensi natirum di duktus koligentes

Homeostatis Elektrolit
Kesimbangan elektrolit dengan ketat dijaga oleh tubuh karena elektrolit berpengaruh
pada osmolaritas cairan. Kation yang utama adalah kalium dan natrium. Keduanya
mempengaruhi tekanan osmotik CES dan CIS dan langsung berhubungan dengan fungsi
selular.
Pada saat lebih banyak elektrolit terlarut dalam CES, osmolalitas CES tinggi sehingga
cairan intraselular akan keluar menuju cairan ekstaselular. Akibatnya volume CES
meningkat dan kadar elektrolit kembali normal. Sekresi ADH juga akan ditingkatkan pada
keadaan ini sehingga reabsorbsi dan retensi air meningkat. Bersamaan dengan sekresi
ADH, mekanisme haus juga diaktifkan di hipotalamus sehingga menimbulkan dorongan
untuk minum. Pada saat lebih sedikit elektrolit terlarut dalam ces,osmolalitas ces menurun
sehingga sekresi ADH menurun dan kelebihan cairan akan diekresikan bersama urin.

5. Memahami dan menjelaskan ganguan keseimbangan elektrolit


5.1. Definisi;

5.2.Etiologi
A. Kalium
1. Hipokalemia (Kalium <3,5 mEq /L[<3,5 mmol/L])
Hipokalemi terjadi akibat kehilangan K di ginjal ataupun di luar ginjal, perpindahan
transeluler, dan penurunan intake. Penyebab hipokalemia yaitu:
1) Perpindahan transel
2) Kehilangan lewat ginjal
3) Kehilangan diluar ginjal
4) Intake kurang
5) Alkalosis
6) Hiperventilasi
7) Insulin
8) B-adrenergik
9) Hipomagnesemi
10) Muntah Diuresis
11) Alkalosis metabolik
12) Defek tubuli ginjal
13) Ketoasidosis diabetik
14) Obat-obatan (Diuretik, amoniglikosid, amphoterisin B, dll).
15) Diare
16) Keringat berlebihan Malnutrisi
17) Anoreksia nervosa
2. Hiperkalemia (K >5,5 mEq/l[5,5 mmol/l])
Hiperkalemi pada pasien yang sakit kritis paling sering akibat disfungsi ginjal.
Pseudohiperkalemi bisa terjadi akibat jumlah leukosit >100.000/mm3 atau
trombosit >600.000/mm3. Hemolisis sekunder pada phlebotomy dapat diduga
sebagai penyebab.
Penyebab hiperkalemia:
1) Disfungsi renal
2) Kematian sel
3) Asidemia
4) Lisis tumor
5) Hipoaldosteronisme
6) Rhabdomiolisis
7) Intake berlebihan
8) Kebakaran
9) Obat-obatan (Diuretik hemat kalium,

10) Hemolisis

B. Natrium
Natrium merupakan penentu utama osmolaritas dalam darah dan pengaturan
volume ekstrasel. Gangguan natrium yang berarti pada sirkulasi berefek pada saraf
dan fungsi neuromuscular.
1. Hiponatremia ( Na < 135 mEq/l[135 mmol/l])
Penyebab paling sering dari hiponatremi yang berkaitan dengan rendahnya
osmolaritas serum adalah sekresi ADH yang berlebihan (hiponatremik
euvolemik). Hiponatremi dapat juga dikaitkan dengan keadaan hipovolemi dan
hipervolemi. Hiponatremi juga dapat terjadi akibat adanya larutan non natrium,
seperti glukosa dan mannitol.
Penyebab Hiponatremi:
1) Euvolemik Hipovolemik Hipervolemik
2) SIADH
3) Polidipsi psikogenik
4) Hipotiroidisme
5) Pemberian air yang tidak tepat pada bayi/anak
6) Diuretik
7) Defisiensi aldosteron
8) Disfungsi tubuli ginjal
9) Diare
10) Kehilangan cairan lewat Third Space CHF
11) Chirrosis
12) Nefrosis
13) SIADH : Syndrome of inappropriate ADH
2. Hipernatremia (Na >145 mEq/L [145 mmol/l])
Hipernatremia mengindikasikan kehilangan volume intrasel dan hilangnya air
dengan kehilangan natrium berlebihan dari intrasel.
Penyebab hiponatremia:
1) Kehilangan air
2) Intake air kurang intake natrium berlebihan
3) Diare
4) Muntah
5) Keringat berlebihan
6) Diuresis
7) Diabetes insipidus
8) Kehausan
9) Gangguan saluran cerna

10) Intake garam


11) Cairan garam hipertonik
12) Natrium bikarbonat
5.3. Manifestasi klinik
1. Hiperkalemia
Manifestasi klinik hiperkalemi terutama berpengaruh pada jantung dan otot.
Manifestasi yang umum adalah aritmia, blok jantung, bradikardi, lemahnya
konduksi dan kontraksi. EKG abnormal (yakni, puncak gel. T meninggi, interval
PR memanjang, kompleks QRS melebar, gel. P mengecil, gelombang sinus),
kelemahan
otot,
paralysis,
parestesi,
dan
refleks
hipoaktif.
2. Hiponatremia
Manifestasi klinik hiponatremia meliputi gangguan sistem saraf pusat dan sistem
muskular dan termasuk disorientasi, penurunan kesadaran, irritabilitas, kejang,
letargi, koma, muntah, kelemahan dan kegagalan respirasi akibat kelainan CNS.
3. Hipernatremia
Manifestasi klinik dari hipernatremia berhubungan dengan fungsi SSP dan otot. Hal
tersebut antara lain perubahan mental, letargi, kejang, koma,dan kelemahan otot.
Poliuria menunjukan adanya diabetes incipidus atau kelebihan intake garam dan air.

4. Hipokalemia : Palpitasi , Kelemahan otot skeletal atau kram , Paralysis,


paresthesias , Mual atau muntah , Poliuri nokturia atau polidipsi

5.4. Pemeriksaan laboratorium


Pemeriksaan
dengan
Electrode/ISE)

Metode

Elektroda Ion Selektif (Ion Selective

Pemeriksaan kadar natrium, kalium, dan klorida dengan metode elektroda ion
selektif (Ion Selective Electrode/ISE) adalah yang paling sering digunakan. Data
dari College of American Pathologists (CAP) pada 5400 laboratorium yang

memeriksa natrium dan kalium, lebih dari 99% menggunakan metode ISE. Metode
ISE mempunyai akurasi yang baik, koefisien variasi kurang dari 1,5%, kalibrator
dapat14
dipercaya dan mempunyai program pemantapan mutu yang
baik.
ISE ada dua macam yaitu ISE direk dan ISE indirek. ISE direk memeriksa
secara langsung pada sampel plasma, serum dan darah utuh. Metode inilah yang
umumnya digunakan pada laboratorium gawat darurat. Metode ISE indirek yang
diberkembang lebih dulu dalam14sejarah teknologi ISE, yaitu memeriksa
sampel yang sudah diencerkan.
- Prinsip Pengukuran
Pada dasarnya alat yang menggunakan metode ISE untuk menghitung kadar ion
sampel dengan membandingkan kadar ion yang tidak diketahui nilainya dengan
kadar ion yang diketahui nilainya. Membran ion selektif pada alat mengalami
reaksi dengan elektrolit sampel. Membran merupakan penukar ion, bereaksi
terhadap perubahan listrik ion sehingga menyebabkan perubahan potensial
membran. Perubahan potensial membran ini diukur, dihitung menggunakan
persamaan Nerst, hasilnya20kemudian dihubungkan dengan amplifier 20
dan ditampilkan oleh alat . Proses ini dapat dilihat pada Gambar 2.
Salah satu persamaan Nernst yang dipakai yaitu:20
E = E = R . T . 1n (f1-c1)
n.F
(+) untuk kation (-) untuk anion
E = Potensial elektrik yang diukur
E = Sistem e.m.f pada larutan standar R = Konstanta Gas (8,31
J/Kmol)
T = Suhu
n = Valensi ion yang diukur
F = Konstanta Faraday 96,496 A.s/g f1
2. Pemeriksaan dengan Spektrofotometer Emisi Nyala (Flame Emission Spectrofotometry/FES)
Spektrofotometer emisi nyala digunakan untuk pengukuran kadar natrium dan kalium.
Penggunaan spektrofotometer emisi nyala di laboratorium berlangsung tidak lama, selanjutnya
penggunaannya dikombinasi dengan elektrokimia untuk mempertahankan
penggunaan
dan
keamanan
prosedurnya.14
Prinsip pemeriksaan spektrofotometer emisi nyala adalah sampel diencerkan dengan cairan
pengencer yang berisi litium atau cesium, kemudian dihisap dan dibakar pada nyala gas
propan. Ion natrium, kalium, litium, atau sesium bila mengalami pemanasan akan
memancarkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu (natrium berwarna kuning dengan
panjang gelombang 589nm, kalium berwarna ungu dengan panjang gelombang 768 nm, litium
671 nm, sesium 825 nm). Pancaran cahaya akibat pemanasan
ion
dipisahkan dengan filter dan dibawa ke detektor sinar.14