Anda di halaman 1dari 20

STATISTIKA DAN DATA

BAB I
STATISTIKA DAN DATA

1.1.

Pengertian Statistik dan Statistika


Tanpa disadari dalam kehidupan sehari-hari kita sering menggunakan

istilah statistik. Misalnya pernyataan-pernyataan; biaya listrik Rp.


150.000,00 perbulan, 40% dari anggaran digunakan untuk biaya hidup,
harga bensin per liternya adalah Rp. 4.500,00. Demikian juga dalam
merencanakan suatu kegiatan, kita biasanya melihat pengalaman yang
lalu baru mengambil kesimpulan untuk rencana selanjutnya. Dasar
pemikiran tersebut merupakan prinsip dari statistika. Sehingga dapat
dikatakan bahwa kehidupan kita sehari-hari tidak lepas dari prinsip
statistik maupun statistika. Terkadang kita tidak membedakan pengertian
statistik dan statistika yang sebenarnya memiliki pengertian yang
berbeda.
Statistik dan statistika merupakan dua hal atau pengertian yang
sangat berbeda. Statistik mempunyai beberapa pengertian, dalam
pengertian sempit statistik artinya data. Dalam pengertian yang luas,
statistik artinya kumpulan data dalam bentuk angka maupun non-angka
yang

disusun

dalam

bentuk

tabel

dan

atau

diagram

yang

menggambarkan suatu persoalan. Statistik yang menjelaskan suatu


persoalan biasanya diberi nama statistik mengenai persoalan tersebut.
Misalnya:

STATISTIKA DAN DATA

Statistik penduduk, adalah kumpulan angka-angka yang berkaitan

dengan masalah penduduk


Statistik pendidikan, adalah

berkaitan dengan masalah pendidikan.


Statistik produksi, adalah kumpulan angka-angka yang berkaitan

kumpulan

angka-angka

yang

dengan masalah produksi.


Kata statistik juga masih mengandung pengertian lain, yaitu dipakai untuk
menyatakan ukuran atau karakteristik pada sampel seperti rata-rata,
standar deviasi dan varian.
Misal:
-

Nilai rata-rata ujian matakuliah statistik adalah 70 dengan standar


deviasi 8.

Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan metode


atau cara mengumpulkan data, pengolahan atau menganalisis data dan
penarikan kesimpulan. Secara singkat dapat didefinisikan bahwa statistika
adalah ilmu yang mempelajari tentang statistik.
Dari hasil penelitian maupun pengamatan yang dilakukan sering
diinginkan suatu uraian, penjelasan atau kesimpulan tentang persoalan
yang diteliti. Untuk menarik suatu kesimpulan dari penelitian yang
dilakukan diperlukan pengetahuan yang berkaitan dengan statistika.
Sehingga dalam mengambil kesimpulan perlu dilakukan serangkaian
kegiatan yang meliputi pengumpulan data, pengolahan data, penyajian
data, menganalisa data dan menarik kesimpulan yang kemudian ditulis
secara lengkap dan berurutan dalam bentuk laporan penelitian yang
dapat dipertanggung-jawabkan secara ilmiah.

1.2.

Jenis-Jenis Statistika
2

STATISTIKA DAN DATA

Statistika dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu statistika


deskriptif dan statistika inferensia.
Statistika deskriptif adalah statistika yang berkenaan dengan metode
atau cara pengumpulan, penyajian dan menganalisis suatu kelompok
data sehingga memberikan informasi yang berguna. Dengan demikian
statistika

deskriptif

mengacu

pada

bagaimana

menata

atau

mengorganisasi data, menyajikan data, dan menganalisis data. Kegiatan


tersebut dapat dilakukan dengan menentukan nilai-nilai rata-rata hitung,
median, modus, standar deviasi, dan variansi. Cara lain untuk
menggambarkan data adalah dengan membuat tabel dan diagram atau
grafik.
Misal:
Berikut ini sebagai contoh statistika untuk menyajikan data dan
menggambarkan data dari suatu persoalan.
-

Penyajian data dalam bentuk tabel:


Tabel 1.1 Pengaruh Temperatur Pemanasan terhadap Panjang
Lift Off pada berbagai Tekanan
Tekana

Temperatur (oC)

n
(kg/cm2

25

40

50

70

100

16,38

15,65

14,24

12,50

19,54

2
16,56

3
15,56

0
13,60

0
11,59

5
16,69

4
14,32

4
11,52

6
10,65

)
10
20
25

1,050

9,551

STATISTIKA DAN DATA

30

13,67

13,13

10,60

9,668

7,687

Penyajian data dalam bentuk grafik:

P-10

Panjang Lift Off (cm)

P-20
P-25
30 50 70 90110
20 40 60 80100

P-30

Temperatur (oC)

Gambar 1.1 Grafik Panjang Lift Off Rata-Rata terhadap Temperatur

Statistika untuk menggambarkan data

Untuk tekanan 10 kg/cm2 pada temperatur 25 oC tidak terdapat


panjang lift off karena tidak terjadi proses pembakaran, kemudian
pada temperatur 40 oC terlihat panjang lift off turun dengan
meningkatnya temperatur
Pada tekanan 20 kg/cm2, 25 kg/cm2, dan 30 kg/cm2 terlihat
bahwa semakin meningkat temperatur pemanasan maka panjang lift
off semakin menurun. Demikian juga halnya dengan kenaikan
tekanan, panjang lift off akan semakin rendah atau pendek seperti
terlihat pada tekanan 30 kg/cm2.

STATISTIKA DAN DATA

Statistika inferensia adalah statistika yang berkenaan dengan cara


penarikan kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh dari sampel untuk
menggambarkan karakteristik dari suatu populasi. Dalam statistika
inferensia dilakukan suatu generalisasi dari hal yang bersifat khusus ke
hal yang lebih umum, karena itu statistika inferensia disebut juga statistika
induktif atau statistika penarikan kesimpulan. Pada statistika inferensia
biasanya dilakukan pengujian hipotesis dan pendugaan mengenai
karakteristik dari suatu populasi, seperti rata-rata (mean) dan standar
deviasi.
Ada keterkaitan yang erat antara statistika deskriptif dengan statistika
inferensia, yaitu umumnya statistika deskriptif senantiasa mendahului
tahapan statistika inferensia. Karena sebelum dilakukan penarikan
kesimpulan, maka datanya harus diuraikan dulu dalam bentuk statistika
deskriptif.

1.3.

Pengertian Data
Pengertian data adalah keterangan atau ilustrasi mengenai suatu

persoalan bisa berbentuk bilangan atau bisa berbentuk kategori.


Data yang berbentuk bilangan disebut data kuantitatif, yang nilainya
bisa berubah-ubah atau bersifat variabel. Berdasarkan nilainya dikenal
dua jenis data kuantitatif, yaitu:
-

data dengan variabel diskrit atau disingkat data diskrit,


data dengan variabel kontinu atau disingkat data kontinu.

Data diskrit diperoleh dari hasil perhitungan, contohnya adalah:


1. Di Malang terdapat tiga perguruan tinggi negeri dan lima
perguruan tinggi swasta.
2. Fakultas Teknik UMM memiliki lima jurusan.
Sedangkan data kontinu diperoleh dari hasil pengukuran, contohnya:

STATISTIKA DAN DATA

1. Kecepatan laju mobil 70 km/jam.


2. Luas lahan UMM adalah sebesar 15 hektar.
Data yang berbentuk kategori disebut data kualitatif, dimana data
dikategorikan menurut lukisan kualitas objek yang dipelajari. Data ini
dikenal pula dengan nama atribut. Data yang berupa kategori atau atribut
misalnya: baik, rusak, gagal, berhasil, pandai dan sebagainya.
Misalnya:
1. Pesawat dari Pontianak gagal mendarat di bandara Abdurahman
Saleh.
2. Amir pandai mengambil hati ayahnya.
Menurut sumbernya, data dapat dibedakan menjadi data interen dan
data eksteren.
Data interen adalah data yang diperoleh atau bersumber dari dalam
suatu instansi atau lembaga. Pengusaha mencatat segala aktivitas
perusahaannya sendiri, misalnya: keadaan pegawai, pengeluaran,
keadaan barang di gudang, hasil penjualan, keadaan produksi pabrik.
Data yang diperoleh demikian ini merupakan data interen.
Data eksteren adalah data yang diperoleh atau bersumber dari luar
suatu instansi. Dalam kondisi tertentu, untuk perbandingan misalnya,
diperlukan data dari sumber lain di luar perusahaan, maka data ini
merupakan data eksteren. Data eksteren terdiri dari dua jenis, yaitu data
primer dan data sekunder.
Data primer adalah data yang langsung dikumpulkan oleh orang yang
berkepentingan atau yang memakai data tersebut. Dimana data ini
diperoleh melalui wawancara, kuesioner, atau pengamatan langsung.
Sedangkan data sekunder adalah data yang tidak secara langsung
dikumpulkan oleh orang yang berkepentingan dengan data tersebut. Data

STATISTIKA DAN DATA

sekunder diperoleh dari hasil laporan tahunan perusahaan, atau data


yang diperoleh dari studi kepustakaan.
Data yang baru dikumpulkan dan belum pernah mengalami
pengolahan apapun dikenal dengan data mentah.

1.4.

Cara Pengumpulan Data


Untuk memperoleh data yang baik dan dapat dipertanggung-

jawabkan kebenarannya, maka data harus dikumpulkan dengan cara atau


proses yang benar. Proses pengumpulan data dapat dilakukan dengan
jalan sensus atau sampling. Cara-cara pengumpulan data baik melalui
sensus atau sampling akan dijelaskan berikut ini.
1. Wawancara (interview)
Wawancara yang sering juga disebut dengan interview adalah cara
untuk mengumpulkan data dengan mengadakan tatap muka
langsung atau dialog antara pewawancara dengan orang yang
menjadi sumber data (terwawancara).
Ditinjau dari pelaksanaannya, maka wawancara dapat dibedakan
menjadi:
a. Wawancara bebas, dimana pewawancara bebas menanyakan
apa saja, tetapi tetap fokus pada data yang akan dikumpulkan.
Dalam pelaksanaannya pewawancara tidak membawa pedoman
apa yang akan ditanyakan.
b. Wawancara terpimpin, yaitu wawancara yang dilakukan oleh
pewawancara dengan membawa sederetan pertanyaan lengkap
dan

terperinci.

Dimana

jenis-jenis

pertanyaannya

telah

ditentukan sebelumnya termasuk urutan yang ditanyakan dan


materi pertanyaannya.

STATISTIKA DAN DATA

c.

Wawancara bebas terpimpin, yaitu kombinasi antara wawancara


bebas dan wawancara terpimpin. Dimana dalam melaksanakan
wawancara, pewawancara hanya membawa pedoman berupa

garis besar tetantang hal-hal yang akan ditanyakan.


2. Angket (Kuesioner)
Angket adalah cara mengumpulkan data dengan mengisi sejumlah
pertanyaan yang ditujukan kepada orang yang menjadi objek
penelitian (responden).
Angket (kuesioner) dapat dibedakan menjadi beberapa jenis,
tergantung pada sudut pandangan.
a. Dipandang dari cara menjawab:
- Kuesioner terbuka, memberi kesempatan kepada responden
-

untuk menjawab dengan kalimatnya sendiri.


Kuesioner tertutup, dimana setiap pertanyaan

telah

disediakan beberapa jawaban sehingga responden tinggal


memilih.
b. Dipandang dari jawaban yang diberikan:
- Kuesioner langsung, yaitu responden menjawab tentang
c.

dirinya.
Kuesioner tidak langsung, yaitu jika responden menjawab

tentang orang lain.


Dipandang dari bentuknya:
- Kuesioner pilihan ganda, sama seperti pada kuesioner
-

tertutup.
Kuesioner isian, sama seperti pada kuesioner terbuka.
Check list, adalah berupa sebuah dafta dimana responden
tinggal memberikan tanda check () pada kolom yang

sesuai.
Skala bertingkat (rating-scale), yaitu sebuah pertanyaan
yang disertai oleh kolom-kolom yang menunjukkan tingkat-

STATISTIKA DAN DATA

tingkatan misalnya mulai dari sangat setuju sampai ke


sangat tidak setuju.
3. Pengamatan (Observasi)
Merupakan cara mengumpulkan data dengan mengamati objek
penelitian atau peristiwa baik berupa manusia, benda mati,
maupun fenomena alam.
Pengamatan dapat dilakukan dengan dua cara, juga merupakan
jenis pengamatan, yaitu:
a. Pengamatan non-sistimatis,

dimana

pengamatan

yang

dilakukan oleh pengamat tidak menggunakan instrumen


pengamatan.
b. Pengamatan sistimatis, pengamatan yang dilakukan oleh
pengamat dengan menggunakan pedoman sebagai instrumen
pengamatan.
Dalam menggunakan metode pengamatan cara yang paling
efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangko
pengamatan sebagai instrumen.
4. Pengujian (Tes)
Pengujian (Tes) adalah suatu cara mengumpulkan data dengan
memberikan tes kepada objek yang diteliti. Ada tes dengan
pertanyaan yang disediakan pilihan jawaban, ada juga tes
dengan pertanyaan tanpa pilihan jawaban.
Seperti yang telah dijelaskan bahwa data yang diungkap dalam
penelitian dapat berupa fakta, pendapat, dan kemampuan. Untuk
mengukur ada atau tidaknya serta besarnya kemampuan objek
yang diteliti, digunakan tes. Perlu diperhatikan bahwa yang dapat
dikenai tes bukan hanya manusia atau makhluk hidup saja. Mesin

STATISTIKA DAN DATA

mobil,

jika

ingin

diketahui

masih

baik

atau

tidak,

data

kemampuannya seberapa, juga dites denngan alat tertentu.

1.5.

Penyajian Data
Data yang telah dikumpulkan baik berasal dari populasi maupun dari

sampel untuk keperluan laporan atau analisa perlu diatur atau disusun,
yaitu disajikan secara sistimatis dan rapi. Secara garis besar ada dua
cara untuk menyajikan data, yaitu dengan tabel dan grafik. Penyajian data
dengan tabel dan grafik saling berkaitan, karena pada dasarnya sebelum
dibuat grafik terlebih dahulu dibuat sebuah tabel.
1. Penyajian Data dengan Tabel
Tabel atau sering juga disebut dengan daftar merupakan
kumpulan angka yang disusun menurut kategori atau karakteristiknya
sehingga memudahkan analisis data. Penggunaan tabel dapat
dipandang sebagai salah satu cara yang sistimatis untuk menyajikan
data statistik dalam kolom-kolom dan lajur sesuai dengan klasifikasi
masalah. Tabel yang baik seharusnya sederhana dan dipusatkan pada
beberapa ide dan dapat menyampaikan ide serta hubunganhubungannya secara efektif.
Ada tiga jenis tabel berdasarkan bentuknya, yaitu tabel satu arah
atau satu komponen, tabel dua arah atau dua komponen, dan tabel
tiga arah atau tiga komponen. Secara umum, penyusunan tabel
memerlukan identitas seperti judul tabel, judul kolom, judul baris,
badan tabel dan sumber. Cara penyusunan tabel dapat dilihat seperti
berikut ini.
Judul Tabel

10

STATISTIKA DAN DATA

Judul Kolom
Judul
Baris

sel
sel
sel

sel
sel
sel

sel
sel
sel

Badan Tabel

Sumber:

Tabel harus diberi identitas (berupa nomor dan judul tabel) dan
ditempatkan di atas tabel. Judul tabel dibuat sesingkat-singkatnya
tetapi mencerminkan keseluruhan keadaan yang digambarkan. Tata
cara penulisan nomor tabel dan judul tabel dapat mengikuti aturan
yang ada. Bagian tabel terdiri dari judul kolom, judul baris dan badan
tabel. Sedangkan badan tabel terdiri dari sel-sel yang berisi data
statistik.
a. Tabel Satu Arah
Tabel satu arah atau tabel satu komponen adalah tabel yang hanya
terdiri atas satu karakteristik data.
Contoh tabel satu arah adalah:
Tabel 1.2 Sifat-sifat fisik kimia minyak kelapa
Sifat Fisik-Kimia
Titik leleh (oC)
Densitas ( 60 C)
Berat jenis ( 40 C)
Indeks refiraktif (40 C)
Nilai saponifikasi
Bilangan iod
Titik Bakar (oC)

Kisaran
22 26
0,890 0,895
0,908 0,921
1,448 1,450
248 265
6 - 11
270-300

11

STATISTIKA DAN DATA

Sumber: Salunkhe dan Desai (1984)

b. Tabel Dua Arah


Tabel dua arah atau tabel dua komponen menunjukkan dua
karakteristik data.
Contoh tabel dua arah adalah:
Tabel 1.3 Panjang Nyala Rata-Rata dari Variasi Tekanan
dan Temperatur

10

Tekanan (kg/cm2)
20
25

25

2,556

136,551

135,582

127,741

40

137,566

134,799

129,639

124,657

50

134,826

130,874

124,722

122,090

70

127,666

125,903

119,062

117,853

100

122,855

121,840

115,774

112,960

Temperatur
(oC)

c.

30

Tabel Tiga Arah


Tabel tiga arah atau tiga komponen merupakan tabel data dengan
tiga karakteristik data.
Contoh tabel tiga arah adalah sebagai berikut:

Tabel 1.4 Kekerasan Baja ST 42 setelah mengalami Proses Hard Chrom


Electroplating pada Larutan Elektrolit.
Waktu Proses

40
60

[menit]

50

40

20

Temperatur [oC]

Temperatur [oC]

Temperatur [oC]

60
62
64

60
60
62

60
58
62

50
61
63

40
61
62

12

50
59
62

40
58
61

50
57
60

40
56
59

[ampere/dm3]Rapat Arus

STATISTIKA DAN DATA

80

68

65

64

63

63

62

62

62

61

2. Penyajian Data dengan Grafik


Secara visual, grafik merupakan

gambar-gambar

yang

menunjukkan data berupa angka dan biasanya dibuat berdasarkan


tabel yang ada sebelumnya. Penyajian data dengan grafik lebih
komunikatif karena dalam waktu yang singkat akan diperoleh
gambaran mengenai suatu persoalan. Ada beberapa jenis grafik yang
dikenal, diantaranya adalah:
- Grafik garis (line chart)
- Grafik batang (bar chart)
- Grafik lingkaran (pie chart)
a. Grafik Garis
Grafik garis dipakai untuk menggambakan suatu keadaan berupa
data berkala Misalnya produksi minyak tiap tahun, pertumbuhan
ekonomi

tiap

tahun,

panjang

nyala

api

setiap

perubahan

temperatur, dan sebagainya.


Ada beberapa macam grafik garis, yaitu grafik garis tunggal, grafik
garis berganda, grafik garis komponen berganda, grafik garis
komponen prosentase berganda, dan grafik garis berimbang.
-

Berikut ini akan diberikan beberapa contoh bentuk grafik garis.


Grafik Garis Tunggal

13

STATISTIKA DAN DATA

Grafik garis tunggal adalah grafik yang terdiri dari satu garis
data yang menggambarkan suatu keadaan dari waktu ke waktu.
3
2.5
2
Jumlah Penduduk 1.5
[dalam juta]
1
0.5
0
2001 2002 2003 2004 2005 2006
Tahun

Gambar 1.2 Pertumbuhan Jumlah Penduduk Kota Malang


dari tahun 2001 sampai tahun 2006

Grafik Garis Berganda


Grafik garis berganda adalah grafik yang terdiri dari beberapa garis
yang menggambarkan perkembangan suatu keadaan dari waktu ke
waktu.
Contoh grafik garis berganda seperti di bawah ini:

14

STATISTIKA DAN DATA

150
145
140

Panjang Nyala (Lf)


T-40

135

(cm) 130
T-50 125

T-70

T-100

120
1
0

3
2

5
4

Waktu

7
6

9
8

11
10 12

(detik)

Gambar 1.3 Panjang Nyala Api setiap detik Pembakaran


pada berbagai Temperatur Minyak

b. Grafik Batang
Grafik batang merupakan grafik yang menggambarkan suatu data
dengan cara berbentuk batang. Data yang variabelnya berbentuk
kategori atau atribut sangat tepat disajikan dalam grafik batang.
Seperti juga pada grafik garis, grafik batang dapat terdiri dari
beberapa jenis, di antaranya grafik batang tunggal dan grafik

batang berganda.
Contoh masing-masing grafik tersebut diberikan berikut ini.
Grafik Batang Tunggal
Grafik batang tunggal adalah grafik berupa batang atau balok untuk
menggambarkan satu kategori dari suatu persoalan.
Di bawah ini diberikan contoh grafik batang tunggal:

15

STATISTIKA DAN DATA

1,800
1,600
1,400
1,200
1,000
800
600
JUMLAH PEGAWAI
400
200
0

1,562

1,019
818
432

432

TINGKAT PENDIDIKAN

Gambar 1.4 Grafik Jumlah Pegawai Menurut Tingkat Pendidikan

Grafik Batang Berganda


Grafik batang berganda adalah grafik berupa batang atau balok
untuk menggambarkan data dari beberapa kategori dari suatu
persolan.
Berikut ini diberikan suatu contoh dari grafik batang berganda,
yang menggambarkan banyaknya pegawai menurut jenis dan
tingkat pendidikannya.

16

STATISTIKA DAN DATA

1000
900
800
700
600
500
400
JUMLAH PEGAWAI 300
Pria 200
100
0

Wanita

TINGKAT PENDIDIKAN

Gambar 1.5 Grafik Jumlah Pegawai Menurut Tingkat Pendidikan


dan Jenis Kelamin

c.

Grafik Lingkaran
Grafik lingkaran adalah grafik yang menggambarkan kategori data
yang dibagi menjadi beberapa sektor dalam sebuah lingkaran.
Untuk membuat grafik lingkaran, gambarkanlah suatu lingkaran
kemudian dibagi-bagi menjadi beberapa bagian atau sektor sesuai
dengan jumlah kategori atau karakteristiknya. Dalam melukiskan
kategori data terlebih dahulu dirubah kedalam derajat, dan cara
pembagian sektor dimulai dari titik tertinggi lingkaran.
Grafik lingkaran ini sering digunakan untuk melukiskan data yang
berbentuk atribut.
Di bawah ini diberikan beberapa bentuk grafik lingkaran.

17

STATISTIKA DAN DATA

432
1,562

743

SD

SMP

SLTA

DIPLOMA

STRATA-1

818
1,019

Gambar 1.6 Grafik Jumlah Pegawai Menurut Tingkat


Pendidikan

455
650

MESIN
SIPIL
ELEKTRO
305
185

INDUSTRI
INFORMATIKA

205

Gambar 1.7 Grafik Jumlah Mahasiswa Fakultas Teknik


Menurut Jurusannya.

1.6.

Soal-Soal Latihan
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan:
a. Statistik
b. Statistika

18

STATISTIKA DAN DATA

c. Statistika Deskriptif
d. Statistika Inferensia
e. Data Kuantitatif
f. Data Kualitatif
2. Sebutkan dan jelaskan cara-cara mengumpulkan data.
3. Jelaskan mengapa data yang diperoleh melalui sampel atau
populasi perlu disajikan dengan memakai tabel dan grafik.
4. Mengapa penyajian data dengan grafik lebih baik daripada
menggunakan tabel ?
5. Berikan beberapa contoh tabel satu arah, dua arah, dan tiga arah
untuk menggambarkan suatu karakteristik data tertentu.
6. Berikan beberapa contoh grafik garis tunggal dan grafik garis
berganda.
7. Proses tempering dilakukan pada baja EMS 45 yang telah
mengalami proses quenching. Bahan tersebut distemper dengan
temperature mulai 400 oC sampai 600 oC. Dari hasil pengukuran
diperoleh kekerasan bahan dalam satuan HRC seperti data
berikut ini.

Kekerasan [HRC]

Temperatur [oC]
450
500
550
47
44
38

400
49

600
35

Buatkan grafik garis dari data pada tabel di atas.


8. Suatu penelitian dilakukan untuk melihat pengaruh pulse duration
dan pause duration terhadap laju pengerjaan material pada
proses wire electric discharge machine (WEDM). Dari hasil
penelitian diperoleh data seperti tabel di bawah ini.
Pulse Duration
[s]
2
4
6
8

10
1,5
2,8
3,0
4,2

19

Pause Duration [s]


14
1,8
3,2
3,8
4,8

18
2,2
3,7
4,5
5,4

STATISTIKA DAN DATA

10

5,1

6,2

7,4

Buat grafik garis dari data tersebut di atas.


9. Diperoleh data kekerasan baja ST 45 dalam satuan BHN setelah
mengalami proses annealing seperti tabel di bawah ini.
Buatlah grafik batang dari tabel tersebut.
Media
Pendingin
Air
Minyak
Oli

300
350
320
270

Temperatur Annealing [oC]


350
400
450
320
285
273
280
245
210
250
225
180

20

500
250
175
160