Anda di halaman 1dari 10

PENGANTAR ARSITEKTUR

INDUSTRI BANGUNAN
KELOMPOK 4
Dwi Retno S
Nurul Aini
Aura Aulia Imandara
Muhammad Fadel

PROFIL INDUSTRI BANGUNAN

Suatu Industri Lokal


Hubungan Sementara
Fragmentasi
Variasi dalam Beban Kerja untuk Perusahaan
Fluktuasi Pasar
Tingkat Rendah Investasi Modal

PESERTA DALAM INDUSTRI BANGUNAN

Pemilik
Pemakai
Arsitek
Konsultan
Petugan Bangunan
Lembaga Peminjaman
Perusahaan Asuransi
Kontraktor Umum
Kontraktor Bidang Khusus
Fabrikator
Peserta Tak Langsung

ORGANISASI PROSES PEMBANGUNAN


Proses Pembangunan Tradisional
1.
2.
3.
4.

Permulaan proyek
Perancangan
Penawaran
Konstruksi

Modifikasi Proses Tradisional


1. permulaan proyek
2. pemilihan kontraktor
3. perancangan dan konstruksi

ADAPUN
PENDEKATAN
PEMBANGUNAN/
PERANCANGAN

PERAN ARSITEK DALAM INDUSTRI BANGUNAN


Arsitek melaksanakan berbagai ragam fungsi dalam industri
bangunan. Tabel berikut menunjukkan jumlah arsitek yang terdaftar
dalam tiap sektor ekonomi menurut sensus tahun 1970. Bagian ini
menyajikan sebuah gambar yang lebih terinci tentang peran arsitek
dalam perusahaan arsitek, pemerintah, manufakturing, konstruksi,
dan manajemen konstruksi.
Perekayasaan dan Praktek Arsitektur

38.242

Pertanian

4.901

Administrasi Negara

3.280

Konstruksi

2.343

Manufakturing

2.289

Pendidikan

1.099

Keuangan. Asuransi, Real Estate

793

Transportasi, Komunikasi, Pekerjaan Umum

744

Bisnis, Eceran, Grosir, Jasa-jasa Bisnis

1.051

Pelayanan Kesehatan dan Rumah Sakit

188

Pelayanan Perorangan

208

Lain-lain
Total

1.036
56.214

HARAPAN-HARAPAN UNTUK MASA DEPAN


Selama masa pasca perang tahun 1950-an dan 1960-an, konstruksi
bangunan menarik keuntungan dari suatu periode tingginya serta tidak
pandang bulunya permintaan. Suatu dasawarsa depresi ekonomi selama
tahun 1930-an dan lima tahun ekonomi berdasarkan perang
menciptakan suatu kekosongan yang diisi dengan ledakan pembangunan
dalam dua puluh tahun berikutnya.
Industri bangunan tidak menjawab dengan melakukan pembaruanpembaruan baik dalam produk-produknya maupun dalam prosedurprosedurnya. Pengaruh pokok dari permintaan yang meningkat untuk
bangunan adalah tingkat kenaikan dalam biaya lebih tinggi daripada
tingkat untuk produk konsumen yang lain.
Keadaan dalam tahun 1970-an banyak sekali berubah dari keadaan
dua puluh tahun sebelumnya. Anak-anak yang lahir selama ledakan
kelahiran bayi selama pasca Perang Dunia II telah menjadi dewasa, yang
meninggalkan banyak distrik sekolah dengan kelebihan ruang kelas.
Di samping itu, permintaan-permintaan yang lebih seksama ditujukan
pada perancangan dan konstruksi bangunan-bangunan baru.
Memburuknya mutu udara dan air selama tahun 1950-an dan 1960-an
menyebabkan standar-standar pelaksanaan yang lebih tinggi untuk

Kepekaan yang meningkat akan kebutuhan manusia di daerah-daerah


lain telah meletakkan tekanan selanjutnya pada perncangan bangunan.
Penelitian telah menunjukkan bahwa rancangan untuk yang lanjut usia,
untuk yang sangat muda usia, dan semua, menghendaki perhatian yang
lebih cermat tentang hubungan antara lingkungan dan perilaku
daripada yang telah diberikan kepadanya dalam masa lalu.

Kendala terakhir dan barangkali yang paling dalam pada rancangan


bangunan adalah kesadaran akan penyediaan energi yang kian
berkurang. Gambaran energi jangka panjang tidak saja telah
memaksakan suatu penilaian kembali atas rancangan bangunan, tapi
juga suatu pandangan baru tentang kontruksi bangunan dari segi
efisiensi pemakaian energi.

Dewasa ini, perhatian telah dipusatkan pada manajemen konstruksi


sebagai pemecahan terhadap pengaturan proses pembangunan, tapi
tidak ada satu pendekatan pun akan cocok dengan aneka ragam situasi
yang dihadapi oleh para pemilik bangunan. Menurut Ralph Nash, satusatunya sumber yang layak untuk tenaga profesi baru adalah sekolahsekolah arsitektur.