Anda di halaman 1dari 2

.menangani perlambatan penyembuhan luka yang terjadi pada pemberian sterod.

Vitamin A sepertinya membantu memperbaiki respon peradangan, meningkatkan sintesis


kolagen, dan meningkatkan epitelisasi. Mekanisme kerjanya belum dapat dimengeti. Dosis
vitamin A yang biasa diberikan secara harian sebanyak 25.000 IU per oral atau 200.000 IU
(dalam bentuk salep) tiap 8 jam secara topical.
Zat kemoterapi mempunyai efek buruk terhadap penyembuhan luka melalui inhibisi
pembelahan sel. Selain terhadap sel tumor, zat kemoterapi mempengaruhi pembelahan sel
endotel, fibroblast dan keratinosit luka. Proses penyembuhan luka normal tergantung pada fungsi
sel-sel tersebut dan kemampuan mereka untuk membebaskan hormone pertumbuhan serta
merangsang angiogenesis. Bila tatalaksana tumor menggunakan kemoterapi, lebih baik ditunda
hingga 5-7 hari pasca operasi untuk mencegah gangguan kaskade awal penyembuhan luka.
KONDISI PENYAKIT YANG BERHUBUNGAN DENGAN MASALAH
LUKA
Aspek kedua dalam manajemen masalah luka adalah penanganan penyakit penyerta
yang mungkin berkontribusi dalam memperlambat penyembuhan luka atau berpotensi
menyebabkan masalah pada luka.
Penyakit Jaringan Ikat
Penyakit jaringan ikat merupakan spectrum penyakit yang dapat menyebabkan
masaah luka. Kelainan tersebut ditandai dengan beredarnya antibody atau sel imun yang
menyerang antigen diri sendiri. Biasanya penyakit ini berhubungan dengan ulkus dan sering
ditemui pada ekstremitas bawah dan kurangnya kemampuan penyembuhan luka. Penyakit
jaringan ikat yang biasanya berhubungan dengan luka kutaneus adalah SLE, scleroderma,
rheumatoid arthritis. Penyakit jaringan ikat yang jading termasuk dermatomyositis, sklerosis
sitemik, sindrom Sjorgen, dan penyakit Behcet.
LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK
Lupus eritematosus sistemik (SLE) merupakan kelainan autoimun yang
penyebabnya tidak diketahui. Penyakit ini terjadi paling banyak pada wanita usia subur. Semua
sistem organ dapat terkena. Pada suatu penelitian, lesi kulit ditemui pada 100% pasien yang
diobservasi selama 5 tahun. Insidensi ulkus kaki dilaporkan antara 2-8%. Penyebab ulkus diduga
multifactor. Penyebab-penyebab tersebut diduga berhubungan dengan patofisiologi proses
masalah kulit seperti vaskulitis, thrombosis, fenomena Raynaud, antibody antikardiolipin, dan

insufisiensi vena. Ulkus-ulkus tersebut biasanya muncul pada daerah malleolar dan permukaan
pretibial. Penyembuhan selanjutnya dipersulit karena pasien SLE pada umumnya mengkonsumsi
kortikosteroid sistemik atau imunosupresan lainnya yang menekan penyembuhan luka.
SKLERODERMA
Skleroderma merujuk pada beberapa kelainan kulit yang ditandai dengan penebalan
kulit akibat penumpukan berlebihan kolagen dan proteoglikan pada jaringan terkait.
Sebagaimana penyakit jaringan ikat lainnya, penyebab utama tidak diketahui. Sebuah penelitian