Anda di halaman 1dari 17

BAB IV

KEGIATAN DAN PEMBAHASAN

Apotek merupakan suatu tempat untuk melakukan kegiatan kefarmasian,


meliputi pengelolaan perbekalan farmasi atau sistem manajemen perbekalan
farmasi yaitu suatu siklus kegiatan yang dimulai dari perencanaan, pengadaan,
penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pencatatan, pelaporan, monitoring dan
evaluasi. Apotek juga memiliki peran penting untuk membantu pemerintah dalam
pengawasan dan pengendalian obat yang beredar di masyarakat.
Kegiatan Praktek Belajar Lapangan (PBL) dilakukan di Apotek Q Sehat
yang beralamat di jalan Brigjen Katamso No. 73, Kelurahan Susukan, Kecamatan
Ungaran Timur, Kabupaten Semarang dengan harapan menambah pengetahuan
dibidang farmasi, pengalaman serta keprofesionalan dalam melakukan pelayanan
kefarmasian di Apotek.
Apotek Q Sehat dikelola oleh seorang apoteker yang bertanggung jawab
terhadap semua kegiatan yang ada di apotek sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Apotek Q Sehat merupakan suatu unit yang bergerak dengan dua fungsi utama
yaitu sebagai unit pelayanan kesehatan (non profit oriented), unit bisnis yang
mencari

keuntungan

(profit

oriented).

Dalam

melaksanakan

pelayanan

kefarmasian, bangunan Apotek Q Sehat memiliki ruang tunggu pasien, ruang


kerja apoteker, penyerahan resep, ruang peracikan, tempat penyucian alat dan
kamar mandi. Selain itu Apotek Q Sehat di lengkapi juga dengan penerangan,
sumber air, ventilasi, almari pendingin, almari khusus narkotika, alat alat
laboratorium sederhana seperti neraca timbang, mortir, stamper, dan alat

72

73

pemadam kebakaran serta tersedia buku-buku standar yang di wajibkan seperti


Farmakope Indonesia (FI), Informasi Spesialite Obat (ISO), MIMS, Daftar Plafon
Harga Obat (DPHO) dan juga kumpulan peraturan perudangan yang berhubungan
dengan apotek.
Struktur organisasi Apotek Q Sehat cukup sederhana, Pemilik Modal
Apotek (PMA) Q - Sehat adalah Endang Swastuti, SE, MM yang dikelola oleh
seorang Apoteker Pengelola Apotek (APA) yaitu Sri Widyawati Prasetyaningrum
S. Farm., Apt yang bertanggung jawab atas seluruh kegiatan di Apotek Q Sehat
dan dibantu oleh dua orang Asisten Apoteker (AA). Apotek Q Sehat memiliki
jam kerja mulai pukul 08.00 21.00 yang dibagi dalam tiga shift. Shift pertama
mulai pukul 08.00 15.00, shift kedua mulai pukul 11.00 18.00 dan shift ketiga
mulai pukul 14.00 - 21.00. Apotek Q Sehat memberikan pelayanan yang
optimal kepada masyarakat dengan menyediakan obat, alat kesehatan serta
perbekalan farmasi yang bermutu dan terjangkau bagi masyarakat dan
melaksanakan pelayanan yang ramah, cepat, tepat dan informatif.
Dalam perencanaan, Apotek Q - Sehat melakukan perencanaan dengan
menggunakan metode kombinasi. Metode kombinasi dibuat berdasarkan pola
penyebaran penyakit di wilayah sekitar dan melihat kebutuhan sediaan farmasi.
Perencanaan di Apotek Q Sehat dilakukan dengan beberapa tahap dimulai dari
menulis barang habis dan barang hampir habis di buku defecta. Barang yang
sudah tertulis di buku defecta kemudian dilakukan perencanaan pemesanan yang
meliputi jenis barang yang akan di pesan, jumlah barang, dan pemilihan PBF.
Pertimbangan dalam pemilihan PBF :

74

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Waktu / jangka waktu pengiriman barang.


Besarnya diskon yang diberikan.
Pelayanan return atau pengembalian barang.
Jangka waktu inkaso / jatuh tempo.
Jumlah minimal barang yang dapat dipesan.
Jenis obat yang tersedia pada PBF.
Pemesanan dilakukan ketika stok obat atau alat kesehatan hampir habis.

Sediaan farmasi dikatakan sudah menipis apabila pada sediaan salep sisa 3 tube,
sediaan syrup 3 fles, suppositoria dan ovula sisa 3 dan sediaan tablet 1 box.
Pemesanan sediaan farmasi kepada Pedagang Besar Farmasi ( PBF ) dan
pemesanan alat kesehatan kepada Pedagang Besar Alat Kesehatan ( PBAK ) oleh
Apotek harus disertai Surat Pesanan (SP) yang ditanda tangani oleh Apoteker
Pengelola Apotek ( APA ). Pemesanan barang dilakukan dengan menggunakan
dua cara, yaitu mengorder barang langsung kepada sales yang berkunjung ke
Apotek dengan menyerahkan Surat Pesanan ( SP ), dan mengorder barang melalui
SMS atau telepon ketika tidak ada kunjungan dari sales dan penyerahan surat
pesanan diserahkan setelah barang diterima oleh pihak Apotek. Surat Pemesanan
dibuat rangkap 2 dan yang asli diberikan kepada PBF / PBAK sedangkan
salinannya di simpan sebagai arsip Apotek.
Pengiriman sediaan farmasi atau alat kesehatan oleh PBF / PBAK ke
Apotek diterima oleh APA atau AA yang sudah mempunyai Surat Tanda
Registrasi Tenaga Teknis Kefarmasian ( STRTTK ), dengan melakukan
pengecekan dan pencocokan jumlah barang, jenis barang, dan harga barang sudah
tepat sesuai dengan SP dan faktur dari pihak PBF. Disamping itu dilakukan juga
pengecekan kondisi barang, nomor batch dan tanggal kadaluwarsa atau expired

75

date ( ED ). Bila barang tidak sesuai maka Apoteker membuat retur di faktur
dengan keterangan barang tidak sesuai. Hal ini dilakukan untuk menghindari
kerugian pihak Apotek karena adanya ketidak sesuaian barang dan jumlah antara
faktur dengan Surat Pesanan (SP). Sedangkan bila barang telah sesuai maka
Apoteker atau AA akan menentukan harga jual barang terlebih dahulu sebelum
melakukan penyimpanan di stok.
Analisis SWOT merupakan salah satu metode untuk menggambarkan
kondisi dan mengevaluasi suatu masalah, proyek atau konsep bisnis yang
berdasarkan faktor internal (dalam) dan faktor eksternal (luar) yaitu Strengths,
Weakness, Opportunities dan Threats. Metode ini paling sering digunakan dalam
metode evaluasi bisnis untuk mencari strategi yang akan dilakukan. Analisis
SWOT hanya digunakan untuk menggambarkan situasi yang terjadi dan
meningkatkan pengetahuan dan pemahaman manajemen apotek bukan sebagai
pemecah masalah.
Analisis SWOT terdiri dari empat faktor, yaitu :
1. Strengths (kekuatan)
Merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam organisasi, proyek
atau konsep bisnis yang ada. Kekuatan yang dianalisis merupakan faktor
yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu
sendiri.
2. Weakness (kelemahan)
Merupakan kondisi kelemahan yang terdapat dalam organisasi, proyek
atau konsep bisnis yang ada. Kelemahan yang dianalisis merupakan faktor
yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu
sendiri.

76

3. Opportunities (peluang)
Merupakan kondisi peluang berkembang di masa datang yang terjadi.
Kondisi yang terjadi merupakan peluang dari luar organisasi, proyek atau
konsep bisnis itu sendiri. misalnya kompetitor, kebijakan pemerintah,
kondisi lingkungan sekitar.
4. Threats (ancaman)
Merupakan kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat
mengganggu organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
Analisis Strengh Weakness Opportunity Threats (SWOT) Apotek Q Sehat
a. Strengh (kekuatan)
1. Keahlian yang dimiliki oleh apoteker dan asisten apoteker dalam
melayani pelayanan kefarmasian
2. Letaknya strategis, mudah di akses oleh pasien.
3. Harga terjangkau.
4. Tempatnya nyaman.
b. Weakness (kelemahan)
1. Sistem administrasi yang masih manual.
2. Kursi ruang tunggu terbatas.
3. Jumlah sumber daya manusia yang terbatas.
4. Obat golongan psikotropika dan narkotika belum ada.
c. Opportunity (peluang)
1. Pasar yang sedang berkembang.
2. Kerja sama dengan dokter.
3. Antar jemput resep
4. Home care
d. Threats (ancaman)
1. Apotek kompetitor ada praktek dokter.
Pelayanan di Apotek Q Sehat berorientasi untuk kepuasan pelanggan.
Secara umum kegiatan pelayanan farmasi di Apotek Q Sehat sebagai berikut :
1. Pelayanan obat kepada pasien
Kegiatan pelayanan obat di Apotek Q - Sehat meliputi:
a. Pelayanan / penjualan Obat Bebas, Obat Bebas Terbatas, dan Obat Keras.

77

Pelayanan atau penjualan obat tanpa resep di Apotek Q - Sehat


kepada konsumen dilakukan berdasarkan permintaan dari konsumen.
Selain itu, apoteker juga memberikan alternatif pilihan obat yang paling
tepat dan sesuai dengan kondisi pasien. Permintaan tersebut terbatas pada
golongan obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras (OWA), jamu dan
alat kesehatan saja. Apoteker juga akan melayani pasien yang
berkonsultasi

obat

terhadap

penyakitnya

dengan

melakukan

swamedikasi. Namun faktanya, pelayanan sediaan farmasi di Apotek Q


Sehat berbeda dengan teori dalam perkuliahan. Obat obat yang masuk
obat golongan keras masih bisa diberikan kepada konsumen tanpa harus
menyertakan resep dari dokter. Meskipun demikian pihak Apotek sebagai
penyedia pelayanan kesehatan tidak dengan mudah mempercayai dan
memberikan begitu saja, pihak Apotek menanyakan terlebih dahulu
riwayat

penyakit

pasien.

Hal

ini

dilakukan

untuk

mencegah

penyalahgunaan obat dan kesalahan penggunaan obat.


b. Pelayanan obat dengan resep
Penerimaan resep dari dokter dimulai dari menerima resep dari
pasien yang kemudian dilanjutkan dengan skrining resep. Jika ada
keraguan ataupun kejanggalan pada resep, maka Apoteker akan
menghubungi dokter penulis resep sesuai dengan alamat yang tertera di
dalam resep untuk menanyakan kejelasan dalam resep. Bila mendapati
obat di dalam resep yang tidak dimiliki oleh Apotek, maka Apoteker akan
mencari ke Apotek lain atau mengganti obat di dalam resep dengan obat
lain yang memiliki kesamaan kandungan serta khasiatnya dengan

78

persetujuan pasien serta pasien bersedia menandatangani resep di bagian


belakang sebagai tanda bukti bahwa pasien menyetujui. Apabila pasien
berkeinginan membeli obat yang diresepkan separuh saja, maka pasien di
beri copy resep untuk menebus sisa obat yang belum dibeli. Pada saat
menyerahkan obat, Apoteker memberikan konseling kepada pasien
tentang tata cara pemakaian, cara meminum serta efek samping yang akan
ditimbulkan oleh obat tersebut.
c. Skrining dan menganalisa resep
Resep yang ada di apotek dianalisa dengan cara membaca,
menghitung dosis, kerasionalan resep, interaksi antar obat dan
memberikan Komunikasi, Edukasi dan Informasi ( KIE ) kepada pasien.
Jika ada ketidak sesuaian ataupun kejanggalan pada resep, maka Apoteker
akan mengghubungi dokter penulis resep sesuai dengan alamat yang
tertera di dalam resep untuk menanyakan kejelasan dalam resep.
d. Pelayanan lain
Selain pelayanan obat seperti di atas, Apotek Q Sehat juga
melayani pengukuran tekanan darah, pengecekan kolesterol, pengukuran
asam urat, serta pengukuran gula darah. Hal ini dilakukan demi untuk
memberikan pelayanan, pendapatan yang lebih serta untuk memonitoring
kualitas kesehatan diri. Untuk pengukuran tekanan darah dikenakan biaya
sebesar Rp 2.000,00 , pengukuran kolesterol Rp 25.000,00, pengukuran
asam urat Rp 15.000,00 dan pengukuran gula darah dikenakan biaya Rp
10.000,00.

79

Pelayanan di Apotek Q Sehat meliputi berbagai macam kegiatan


kefarmasian. Kegiatan yang dilakukan mahasiswa selama PBL di apotek
Q Sehat diantaranya :
1. Pemesanan dan penerimaan sediaan farmasi
Pemesanan dilakukan apabila stok obat atau alat kesehatan telah habis atau
tinggal sedikit. Obat yang akan dipesan ditulis dalam buku defecta. Sediaan
farmasi dikatakan batas minimum ababila pada sediaan salep sisa 3 tube,
sediaan syrup 3 flash, dan sediaan tablet 1 box.
2. Pelayanan obat kepada pasien
Apoteker memberikan pengarahan kepada mahasiswa mengenai hal hal yang
akan dilakukan dalam pelayanan obat kepada pasien. Dengan didampingi
Apoteker atau AA mahasiswa melakukan pelayanan obat kepada pasien. Saat
penyerahan obat kepada pasien tidak hanya menyerahkan obat begitu saja
akan tetapi mahasiswa dituntut untuk menerapkan Komunikasi Informasi
Edukasi (KIE) tentang obat tersebut kepada pasien agar obat bekerja secara
maksimal, dan mengurangi resiko efek samping serta kesalahan dalam
penggunaan obat. Setiap melakukan penjualan diwajibkan menulis di buku
pengeluaran obat dengan tujuan untuk mengontrol pemasukan Apotek.
3. Perhitungan harga jual Apotek
Perhitungan harga jual di Apotek Q Sehat dilakukan dengan cara
menambahkan harga netto + PPN + laba Apotek (10%) untuk produk fast
moving dan menambahkan harga netto + PPN + laba Apotek (15%) untuk
produk slow moving.
4. Penyimpanan dan pergudangan
Sediaan farmasi yang disimpan di Apotek Q Sehat diletakkan di etalase
berdasar bentuk sediaan obat generik, obat paten, obat bebas, jamu, sirup,
cream, salep, tetes telinga, serta alat kesehatan yang penyimpananya

80

berdasarkan alfabet. Sedangkan stok di simpan di rak stok berdasarkan alfabet


karena di Apotek Q Sehat tidak memiliki gudang. Dalam pengeluaran obat,
Apotek Q Sehat menggunakan sistem FIFO (First In First Out) dan FEFO
(First Expired First Out).
5. Inkaso
Inkaso adalah pembayaran atau tagihan pembayaran sediaan farmasi dan alat
kesehatan yang telah jatuh tenpo. Pembayaran inkaso dilakukan bila
pemesanan barang oleh pihak Apotek dibayar secara kredit kepada PBF dan
Apotek di berikan tenggang waktu untuk melakukan pembayaran sesuai
dengan kesepakatan di awal. Inkaso di Apotek Q Sehat dilakukan setiap hari
senin dan kamis sesuai dengan kesepakatan yang telah disepakati di awal.
6. Menulis di buku faktur dan penerimaan barang
Faktur barang yang telah diterima ditulis dalam buku faktur dan buku
penerimaan barang sebagai arsip. Sedangkan penyimpanan arsip di Apotek
dilakukan setiap bulan.

Penugasan

81

a. Analisa resep
Persyaratan Administrasi
a. Nama dokter
b. Tanggal penulisan resep
c. Paraf dokter
d. Nama pasien
e. Umur pasien
f. Alamat pasien
g. Nama obat
h. Bentuk sediaan obat
i. Dosis obat
j. Jumlah obat yang diminta
k. Cara pemakaian obat
b. Isi Resep

: ada
: ada
: tidak ada
: ada
: ada
: ada
: ada
: ada
: ada
: ada
: ada

82

a. Bidicef
125 mg
Exelase E
capsul
Gabbryl
75 mg
Equal
tablet
S 3 d d 1 pulveres XV
b. Nifural sirup
S 3 d d cth
c. Perhitungan pengambilan obat
Nama Obat
Bidicef
Exelase E
Gabbryl
Equal

d. Tinjauan Obat
a. Bidicef
Komposisi
Indikasi

Perhitungan
125 x 15 = 1500/500
x 15
75 x 15 = 1125 / 250
x 15

Jumlah
3 tablet
7,5 capsul
4,5 tablet
7,5 tablet

: per tablet mengandung cefadroxil 250 mg. sirup


mengandung cefadroxil 125 mg per 5ml.
: antibiotik spektrum luas yang digunakan untuk
terapi septicemia, pneumonia, meningitis, infeksi
saluran empedu, peritonitis dan infeksi saluran

Dosis

urin.
: berat badan lebih dari 40 kg 0,5 1 g 2 kali
sehari, infeksi jaringan lunak, kulit dan saluran
kemih tanpa komplikasi 1 g per hari. Anak
kurang dari 1 tahun 25 mg / kgBB per hari dalam
dosis terbagi. Anak 1 6 tahun 250 mg 2 kali
sehari. Anak lebih dari 6 tahun 500 mg 2 kali

Kontraindikasi

sehari.
: Hipersensitifitas terhadap sefalosporin.

83

Peringatan

: sensitifitas terhadap antibakteri beta laktem


( hindari jika ada riwayat hipersensitifitas ),

Efek Samping

gangguan ginjal, kehamilan dan menyusui.


: Diare dan kolitis yang disebabkan oleh antibiotik
karena penggunaan dosis tinggi. Mual dan
muntah, rasa tidak enak pada saluran cerna, sakit
kepala, reaksi alergi berupa ruam, pruritus,

Interaksi Obat
b. Exelase - E
Komposisi
Indikasi
Dosis
c. Gabbryl
Komposisi
Indikasi

urtikaria dan demam.


: Aminoglikosida, diuretik
: Amilase, sanaktase 50 mg, protease 60 mg, lipase
20 mg, meicelase 50 mg, pancreatin 167,74 mg.
: defisiensi enzim pancreas.
: Dewasa sehari 3 kali 1 caps sebelum makan.
: Paromomycin sulfate
: terapi amebiasis intestinal ringan sampai sedang
yang disebabkan entamoeba pistolytica. Terapi

Dosis

penunjang untuk koma hepatikum.


: amobiasis intestinal dewasa dan anak 25 35
mg / kgBB hari terbagi dalam 3 dosis, selama 7
10 hari. Terapi dapat diulangi sesudah 2 minggu.
Koma hepatikum 4 g per hari dalam dosis terbagi,

Kontra indikasi

selama 5 6 hari. Berikan saat makan.


: hipersensitif terhadap paromomycin sulafate.

Efek samping

Obstruksi usus
: mual, kejang perut, diare, kemerahan pada kulit,
sakit kepala, vertigo, super infeksi.

84

Interaksi obat

: gangguan absorbs dari fenoksimetil penicillin,


digoksin, metotreksat, beberapa vitamin. Dapat
menurunkan efek kontrasepsi oral.

d. Nifural sirup
Komposisi
Indikasi
Dosis

: nifuroxazide
: diare akut, kolopati spesifik dan non-spesifik,
diare karena e colli pada anak dan dewasa.
: dewasa 1 2 sendok teh 3 kali par hari..anak dan
bayi lebih dari 6 bulan 1 sendok teh 3 kali per
hari. Kurang dari 6 bulan 1 sendok teh 2 kali per

Kontraindikasi

hari. Berikan sesudah makan.


: kerusakan fungsi ginjal dan hati. Hipertiroid,

Efek samping

intoleransi yodium.
: neurotoksisitas berat. Nyeri abdomen, diare,
pigmentasi warna hijau pada lidah, urin dan fesef.
Kerusakan cerebral.

e. Etiket dan kemasan


1. Kemasan puyer

85

6/12/0
Zail
3

2. Nifural sirup

6/12/0

Zaila
3

1/2

f. Evaluasi
Dilihat dari isi resep yang ada, An. Zaila diberikan Bidicef sebagai antibiotik,
exelase E untuk defisiensi enzim pankreatin, gabbryl untuk terapi penunjang
untuk koma hepatik, dan nifural untuk mengatasi diare. Dan resep
disimpulkan an Zaila menderita diare spesifik.
g. Komunikasi, Informasi dan Edukasi ( KIE )
1. Untuk penggunaan puyer diminum 3 kali sehari dan diminum sampai
habis.
2. Untuk penggunaan Nifural diminum 2 kali sehari setengah sendok teh.
3. Istirahat yang cukup.
4. Mengkonsumsi banyak air putih untuk mengganti cairan dalam tubuh yang
banyak dikelurkan bersamaan dengan diare dan mencegah dehidrasi.

86

5. Jangan mengkonsumsi makanan makanan asam yang dapat memicu


terjadinya diare.
Contoh pelayanan obat bebas atau pelayanan obat tanpa resep :
1. Seorang pria bernama Kartiko usia 26 tahun datang ke Apotek Q Sehat
dengan keluhan rasa sakit di tenggorokan dan sakit saat menelan. Sebelumnya
belum pernah meminum obat. Pasien menanyakan obat apa yang tepat
digunakan sesuai dengan keluhan tersebut.
Penyelesaian yang diberikan :
Berdasarkan gejala yang dialami, pasien mengalami radang tenggorokan
sehingga diberikan Degirol dengan dosis 1 loze di atas lidah 6 - 8 kali sehari.
Diberikan Degirol karena Tiap tablet hisap mengandung Dequalinium chloride
0,25 mg (1,1'-Decamethylenebis-(4-aminoquinaldinum chloride). Bahan aktif
ini merupakan suatu bahan anti-bakteri dan anti jamur yang efektif untuk
membunuh berbagai bakteri gram positif dan negatif, Borelia vincenti,
Candida albicans dan bakteri yang resisten terhadap antibiotika, sehingga
dapat mencegah infeksi pada selaput lendir mulut.
KIE yang dapat diberikan kepada pasien adalah :
a. Degirol merupakan tablet hisap, jangan langsung ditelan.
b. Informasikan pada pasien obat dapat diminum sesudah atau sebelum
makan.
c. Disarankan untuk mengkonsumsi jeruk nipis dicampur dengan kecap.
d. Konsumsi air putih yang banyak.
e. Istirahat yang cukup.
2. Seorang wanita bernama Nina dengan usia 35 tahun datang ke Apotek Q
Sehat dengan keluhan merasa pusing, pening, lemah selama dua hari dan
memiliki riwayat anemia. Pasien telah berhenti mengkonsumsi obat anemia

87

selama dua bulan, pasien menanyakan obat apa yang tepat digunakan sesuai
keluhan tersebut.
Penyelesaian yang diberikan :
Berdasarkan keluhan yang diungkapkan, pasien mengalami anemia sehingga
dapat diberikan Sangobion Caps dengan dosis 1 kapsul per hari. Alasan
diberikan Sangobion kapsul karena mengandung komposisi Ferrous
Gluconate, Magnesium Sulfate, Copper Sulfate, Vitamin C, Folic Acid,
Vitamin B12 dan Sorbitol yang digunakan untuk mengurangi pusing, pening
dan lemah akibat kekurangan sel darah merah.
KIE yang dapat diberikan pada pasien adalah :
a. Disampaikan untuk menghindari penggunaan pada saat makan karena
dapat mengurangi efek obat.
b. Hentikan penggunaan obat apabila keluhan hilang.
c. Informasikan kepada pasien untuk berkonsultasi kepada dokter jika gejala
anemia menetap.
d. Informasikan kepada pasien untuk mengkonsumsi makanan yang kaya
akan zat besi seperti alpukat, bayam, jagung, kangkung, daging tanpa
lemak dan kacang kacangan, serta makan makanan yang tinggi akan
asam folat dan vitamin B12 seperti ikan.
e. Informasikan kepada pasien mengkonsumsi

Sangobion

dapat

menyebabkan tinja berwarna hitam karena mengandung zat besi.


3. Seorang wanita datang ke Apotek mengeluh bahwa anaknya yang bernama
Indra yang berumur 12 tahun mengalami demam dan sakit kepala selama 1
hari dan belum menggunakan obat selama demam. Pasien menanyakan obat
apa yang sesuai dengan keluhan tersebut.
Penyelesaian yang diberikan :
Berdasarkan keluhan pasien, diberikan Tempra Forte syrup dengan dosis 10
ml yang diberikan setiap 4 jam. Tempra forte mengandung paracetamol yang
dapat digunakan untuk mengatasi demam dan sakit kepala.

88

KIE yang dapat diberikan pada pasien adalah :


a. Pemakaian obat dihentikan jika gejala demam dan sakit kepala telah
hilang.
b. Dapat diminum sesudah makan.
c. Jika demam tidak turun dalam 3 hari segera periksa ke dokter.
d. Disarankan untuk kompres menggunakan kain basah dengan air biasa.
e. Perbanyak konsumsi air putih.
f. Istirahat cukup.
4. Seorang pria bernama Anton dengan usia 30 tahun datang ke Apotek dengan
keluhan diare selama 1 satu hari sebanyak 4 kali dengan konsistensi cair, tidak
berdarah, tidak berlendir dan tidak demam. Sebelum diare mengkonsumsi
makanan pedas, belum pernah menggunakan obat selama diare berlangsung.
Pasien menanyakan obat apa yang sesuai dengan keluhan tersebut.
Penyelesaian yang diberikan
Dari keluhan yang dialami, pasien mengalami diare non spesifik, sehingga
diberikan entrostop dengan dosis 2 tablet tiap diare, maksimal 12 tablet per 24
jam.
KIE yang dapat diberikan pada pasien adalah :
a. Dapat diminum sebelum atau sesudah makan
b. Hindari makanan pemicu diare seperti makanan pedas dan asam
c. Hentikan pemakaian obat jika diare telah berhenti
d. Himbau pemeriksaan ke dokter jika ditemukan darah atau lendir pada
feses
e. Disarankan untuk memperbanyak mengkonsumsi air putih untuk
menangani dehidrasi.
f. Mengkonsumsi bubur tepung untuk membantu menyerap cairan.