Anda di halaman 1dari 4

Laporan Praktikum Genetika

Program Studi Biologi


Fakultas Biologi
Universitas Kristen Satya Wacana

Proses Pindah Silang (Crossing Over)


Oleh :
Daniel Wyclif Maatuil
NIM 4122015012

I.

Pendahuluan
A. Latar Belakang

Gen adalah unit pewarisan sifat bagi organisme hidup. Bentuk fisik adalah urutan
DNA yang mengkode protein, polipeptida, atau seuntai RNA yang memiliki fungsi bagi
organisme yang memilikinya. Gen pembatasan modern adalah lokasi tertentu pada genom
yang berhubungan dengan warisan dan dapat dihubungkan berfungsi sebagai regulator
(pengendali), sasaran transkripsi yang, atau peran fungsional lainnya.
Rangkai kelamin dalam bahasa inggris disebut sex-linkage ialah gen yang terletak
pada kromosom kelamin. Dengan begitu karakter yang ditimbulkan gen ini diturunkan
bersama dengan karakter kelamin (Yatim. 2003).
Kromosom kelamin pada Drosophila (kondisi XY)
1. Jenis betina dari Drosophila Melanogaster mempunyai empat pasang kromosom, masingmasing anggota dari pasangan itu serupa. Pasangan I berbentuk batang dan keduanya dikenal
sebagai kromosom kelamin atau kromosom X.
2. Jenis jantan mempunyai dua kromosom kelamin, satu berbentuk batang dan lainnya
berbentuk kaitan atau bentuk J kromosom yang berentuk batang disebut X dan yang
berbentuk kaitan disebut Y. hubungan kromosom ini disebut kondisi X-Y. Semua
kromosom-kromosom selain dari komplemen itu disebut autosom (Kusdiarti. 2006).
Yang terpaut pada kromosom x tidak mempunyai alel pada kromosom y, akibatnya
penurunan gen terpaut x agak lain dibandingkan dengan gen autosom. Karena tidak
mempunyai alel pada kromosom y, maka gen terpaut kelamin dapat menunjukkan
ekspresinya walaupun dalam keadaan tunggal, baik resesif maupun dominan. (Sisunandar.
2011)
Morgan berhasil menemukan adanya tautan seks dengan menyilangkan Drosophila
Melanogaster bermata merah dengan Drosophila Melanogaster bermata putih.
Menghasilkan F1 100% bermata merah. Kemudian F1 dikawinkan dengan sesamanya
menghasilkan F2 yaitu 75% bermata merah dan 25% bermata putih. Tetapi semua keturunan
F2 yang bermata putih hanya jantan. Hal ini menunjukkan gen yang menentukan warna mata
Drosophila tertaut pada kromosom x.
Berdasarkan hasil di atas, morgan mengambil kesimpulan bahwa generasi yang
menentukan warna putih itu hanya memperlibatkan pengaruh pada lalat jantan saja. lagi pula
gen yang menentukan warna mata terdapat pada kromosom x. (sisunandar:2011)

B. Tujuan
Agar praktikan mengetahui dan mengerti apa, bagaimana, mengapa, kapan dan akibat
dari tautan gen tersebut dan membahas lebih dalam mengenai Repulsion fase tautan gen
dalam pindah silang tunggal dan ganda.

II. Bahan dan Metode


Praktikum yang dilaksanakan pada hari rabu 3 Februari 2016, bertempat di
Laboratorium Biologi Dasar Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Bahan yang
digunakan adalah plastisin. Metode yang digunakan adalah sebagai berikut.
Pindah Silang Tunggal, diuat replika kromosom homolog lengkap dengan dua sister
kromatid dan sentromernya dengan mengunakan plastisin yang berbeda warna antara sister
kromatid dan sentromernya, dieri marka dengan kertas bertuliskan gen dominan dan
resesifnya pada tiap sentromer, disimulasikan adanya pindah silang tunggal pada bagian
sentromer, ditentukan macam gamet yang terbentuk dan dokumentasikan hasilnya.
Pindah Silang Ganda, dibuat replika kromosom homolog lengkap dengan dua sister
kromatid dan sentromernya dengan mengunakan plastisin yang berbeda warna antara sister
kromatid dan sentromernya, diberi marka dengan kertas bertuliskan gen dominan dan
resesifnya pada tiap sentromer, disimulasikan adanya pindah silang ganda pada bagian
sentromer, ditentukan macam gamet yang terbentuk dan dokumentasikan hasilnya.

III. Hasil
Dari metode yang telah dikerjakan didapatkan hasil sebagai berikut :
Tabel 1.1 Persilangan Tunggal
No

Kelompok

Tipe Parental

Tipe Rekombinan

(LM)(lm)

Lm , lM

(DE)(de)

De , dE

(AB)(ab)

Ab , aB

(AB)(ab)

Ab , aB

(AB)(ab)

Ab , aB

Tabel 1.2 Persilangan Ganda


No

Kelompok

Tipe Parental

Tipe Rekombinan

(BCD)(bcd)

bCd , BcD

(def)(DEF)

DeF , dEf

(ABC)(abc)

aBc , AbC

(ABC)(abc)

aBc , AbC

(ABc)(abC)

abC , ABc

IV.Pembahasan
Pada hasil yang didapatkan tipe rekombinan pada persilangan tunggal adalah Lm , lM; De ,
dE; Ab , aB; Ab , aB; Ab , aB. Pada hasil yang didapatkan tipe rekombinan pada persilangan
ganda yaitu bCd , BcD; DeF , dEf; aBc , AbC; aBc , AbC; abC , Abc.
Rangkai kelamin atau sex linkage adalah gen-gen yang terletak pada kromosom
kelamin, sehingga karakter yang ditimbulkan oleh gen ini diturunkan secara bersama-sama
dengan karakter kelamin (Kimbal,1983).
Model pewarisan semacam itu tidak akan terjadi pada pewarisan sifat yang terkait
pada kromosom autosom. Pewarisan gen rangkai kelamin terkait pada pewarisan kelamin,
yaitu bahwa karakteristik tersebut pemunculannya dihitung dengan kelamin, sehingga
distribusinya tidak bebas dan tidak sama pada setiap persilangan. Berbeda deengan pewarisan
sifat autosom, dimana distribusinya gen bebas dan berekspresi tanpa adanya ketentuan dan
kaitan dengan sex kromosom, sehingga baik jantan maupun betina memiliki peluang yang
sama (Kusdiarni,1999). Gen penentu warna mata terdapat pada kromosom kelamin
(kromosom X). Pewarisan warna mata Drosophila melanogaster mengikuti pewarisan gen
kelamin X, sehingga pewarisannya terjadi baik pada lalat jantan maupun betina. Pewarisan
gen rangkai kelamin merupakan pola pewarisan respirok, yang dihasilkan dari perkawinan
respirok adalah suatu perkawinan yang menghasilkan keturunan, dimana keturunan betina
memiliki sifat yang sama dengan sifat tetua jantannya dan keturunan jantan akan memiliki
sifat yang sama dengan tetua betinanya, pewarisannya sering disebut Criss-Cross Inheritance
(Pai,1992).Ciri ciri gen rangkai kelamin adalah :1 Gen-gen ini selalu terdapat pada salah
satu kromosom kelamin X atau kromosom kelamin Y.2 Jika gen tersebut terdapat pada
kromosom Y, ekspresinya selalu ditemukan pada individu jantan lalat Drosophila. Jika
terdapat pada kromosom X ekspresinya ditemukan pada individu betina atau jantan.Faktor
faktor yang mempengaruhi pewarisan gen rangkai kelamin : 1 Letak gen yang bersangkutan
pada kromosom (letak lokus) 2 Letak ditemukannya gen 3 Gen tersebut memiliki homolog
pada kromosom kelamin yang berbeda atau tidak 4 Pola pewarisan kelamin yang yang dianut
oleh hewan tersebut, sepertipada lalat buah bertipe XY, belalang XO, dan burung ZW 5 Gen
yang terkandung pada kromosom tersebut bersifat dominan atau resesif.

V.Kesimpulan
Kromosom kromosom rekombinan yang dihasilkan oleh pindah silang dapat
dihasilkan dapat menyatukan alel-alel dalam berbagai rekombinasi baru, dan peristiwaperistiwa setelahnya dalam meiosis membagikan kromosom-kromosom rekombinan tersebut
ke gamet

VI. Daftar Pustaka


Kusdiarti,lilik. 2006. Genetika Tumbuhan cetakan ke-5. Yogyakarta: Gajah Mada University
press.
Sisunandar. 2011. Penuntun Praktikum Genetika. Purwokerto : Universitas Muhammadiyah
Purwokerto.
Yatim wildan. 2003. Genetika Cetak Ulang Edisi Ke 5. Bandung: Tarsito
Kimball, J.W. 1983. Biology. Wm. C. Brown Company Publishers, Iowa.
S.S. Tjitrosomo dan N. Sugiri. Erlangga, Jakarta.
Kusdiarni, N. 1999. Genetika. Erlangga. Jakarta.
Pai, A. C. 1992. Dasar-dasar Genetika Ilmu untuk Masyarakat.
Diterjemahkan oleh Machidin Apandi. Erlangga, Jakarta