Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN HASIL DISKUSI

PROBLEM-BASED LEARNING
Remidi Proses PBL Blok Food Service Management
SKENARIO Kok Habis?
Minggu ke-3
Tanggal 30 Oktober 2015

Kelompok
Insantia Fahmil Fairus

1350703011110

Aldea
Delvy Rizqotul Ahadah

01
1350703071110
09

JURUSAN GIZI FAKULTAS KEDOKTERAN


UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2015

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL........................................................................................................... 1
DAFTAR ISI.................................................................................................................... 2
ISI................................................................................................................................. 3
A. SKENARIO............................................................................................................... 3
B. DAFTAR UNCLEAR TERM......................................................................................... 3
C. DAFTAR CUES......................................................................................................... 3
D. DAFTAR LEARNING OBJECTIVE................................................................................ 3
E. HASIL BRAINSTORMING.......................................................................................... 4
F. HIPOTESIS............................................................................................................... 6
G. PEMBAHASAN LEARNING OBJECTIVE......................................................................8
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI................................................................................. 17
REFERENSI / DAFTAR PUSTAKA..................................................................................... 18
TIM PENYUSUN.............................................................................................................. 19

ISI
A. SKENARIO
Kok Habis!?
Iwa adalah manajer Rumah Sakit Swasta Rakita. Suatu pagi ia mendapat laporan
dari petugas penerimaan bahwa rekanan tidak bersedia mengganti segera sayur
buncis yang salah kirim, seharusnya baby buncis tetapi diberi buncis bisa, dengan
alasan baby buncis tidak ada stok. Iwa pun segera berinisiatif mengevaluasi surat
perjanjian

dengan

rekanan.

Namun

seorang

petugas

dapur

menemuinya,

mengatakan persediaan santan kemasan di ruang penyimpanan habis padahal


saat itu juga dibutuhkan untuk memasak berdasarkan menu hari itu. Maka, Iwa
meminta petugas menghubungi supplier untuk mengirim santan kemasan
secepatnya.
B. DAFTAR UNCLEARTERMS

1. Baby buncis
Buncis yang kecil-kecil yang tidak sama kayak biasanya
2. Supplier
Orang atau perusahaan yang menyediakan apa yang dibutuhkan dan
diinginkan dalam jumlah besar (kamus Oxford)
3. Surat perjanjian
Surat persetujuan dari kedua belah pihak
4. Inisiatif
Memulai atau memprakarsai (Kamus lengkap bahasa Indonesia-bahasa Inggris)
5. Petugas penerimaan
Petugas yang dibagian penerimaan, yang menerima dan mengecek bahanbahan yang telah dipesan sebelumnya
C. DAFTAR CUES
Ahli gizi dapat mengontrol dan mengevaluasi bagian pembelian, penerimaan, dan
penyimpanan bahan makanan di Rumah Sakit Swasta Rakita
D. DAFTAR LEARNING OBJECTIVE
1. Bagaimana

langkah-langkah

proses

pembelian

(sesuai

skenario)

dan

penerimaan (secara umum)?


2. Jelaskan metode yang ada pada :
3

a. Pembelian dan metode apa yang sesuai skenario


b. Penerimaan, kelebihan dan kekurangan serta metode apa yang sesuai
skenario
c. Penyimpanan dan apa saja yang perlu diperhatikan di ruang penyimpanan
3. Bagaimana mengontrol dan mengevaluasi proses pembelian, penerimaan dan
penyimpanan?
4. Jelaskan metode pada sistem inventory dan kelebihan kekurangannya
5. Jelaskan tools dari sistem inventory
E. HASIL BRAINSTORMING
1. Bagaimana

langkah-langkah

proses

pembelian,

penerimaan

dan

penyimpanan?
a. Pembelian
-

Pihak instalasi membuat list bahan apa saja yang dibutuhkan

Menentukan proses pembelian

Jika metode formal memlih vendor yang sesuai

b. Penerimaan
-

Barang yang datang dicek dan dilakukan penimbangan sudah sesuai atau
tidak

Jika tidak sesuai melakukan konfirmasi kepada vendor

Jika sesuai maka dilakukan proses pnyimpanan

c. Penyimpanan
Bahan makanan dipisahkan sesuai jenisnya bahan makanan kering/basah
lalu disimpan sesuai suhu menurut jenis bahan makanan masing-masing
2. Jelaskan metode yang ada pada :
a. Pembelian dan metode apa yang sesuai skenario

Formal competitif bid buying : membuat surat pelelangan dan ada surat

perjanjian
Informal : dilakukan dengan langsung ke pasar
Metode yang sesuai skenario adalah metode formal competitif bid buying

b. Penerimaan, kelebihan dan kekurangan serta metode apa yang sesuai


skenario

Blind method : formnya kosongan lalu petugas melakukan pengecekan


awal (spesifikasi, pengukuran dan penimbangan )
(+) Tingkat ketelitian tinggi
(-) Menghabiskan waktu yang lama
(-) Membutuhkan pekerja yang terlatih
4

Invoice method : sudah mengetahui spesifikasinya di form lalu petugas


mengecek dan melakukan penimbangan sebagian bahan makanan
(+) Waktu lebih efisien
(-)Tingkat ketelitiannya rendah
Metode yang sesuai skenario adalah invoice method

c. Penyimpanan dan apa saja yang perlu diperhatikan di ruang penyimpanan

Penyimpanan kering dan penyimpanan basah


Yang perlu diperhatikan pada penyimpanan kering adalah suhu ruang,
tidak lembab, pencahayaan cukup, jarak antara rak dengan lantai 5cm ,
jarak antara rak dengan dinding 15 cm, jarak anatara rak dengan langit-

langit 60cm
Yang perlu diperhatikan pada penyimpnan basah adalah suhu jenis bahan
makanan yg dimasukkan dalam pendingin, dibedakan jenis bahan
makanan nabati dan hewani serta buah dan sayur , bahan makanan
dimasukkan dalam kontainer

3. Bagaimana mengontrol dan mengevaluasi proses pembelian, penerimaan dan


penyimpanan?

Pembelian :
Follow up supplier
Melakukan pengecekan bahan makanan di ruang penyimpanan
Penyimpanan :
Mengontrol dan mengevaluasi bahan makanan yang keluar masuk
Penerimaan :
Dengan mnggunakan bon pemesanan
Dilakukan briefing dahulu antar petugas

4. Jelaskan metode pada sistem inventory dan kelebihan kekurangannya

Physical inventory : dengan menghitung langsung bahan makanan


menggunakan form yang tersedia
(-) Membutuhkan banyak pekerja
(-) Ketelitiannya rendah

Perpetual inventory : pencatatan lebih rinci pada komputerisasi


(+) Barang lebih terkontrol
(-) Membutuhkan pekerja yang terlatih
(-) Membutuhkan waktu yang lama

5. Jelaskan tools dari sistem inventory

Min-max
LIFO : barang yang terakhir masuk yang keluar dahulu
5

DK 1

FIFO : barang yang masuk awal yang keluar dahulu


Average : menggunakan rata-rata
F. HIPOTESIS

RS Swasta Rakita

Pengadaan Bahan Makanan

Penerimaan

Pembelian

Formal

In Formal

Blind Method

Invoice Method

Jenis

Kering

Basah

Hipotesis Akhir
RS Swasta Rakita
Pengadaan Bahan Makanan
Pembelian

Penerimaan

Penyimpanan Kerin
Digunakan untuk b
hapan : Metode :
Blind Method
Invoice Method
The
Formal
Competitive
elihat ulang
daftar
pembelian
Kelebihan :
Kelebihan :
Penyimpanan
Basa
Umum
enentukanPelelangan
jumlah item
Akurasi lebih tinggi Efisien dan
cepat
Pelelangan
Terbatas
enyesuaikan
kondisi keuangan
MengurangiDapat
barang
langsung
yg tidakmengecek
sesuai Digunakan
kesesuaianuntuk
pemeb
Pelelangan
Perbandingan
embuat dan
menyebarluaskan
suratHarga
pelelangan
Adanya pencegahan terhadap bias dalam penerimaan
In
Formal
emilih vendor
Barang yang datang sesuai dengan Kekurangan
klasifikasi :
Pembelian dilakukan secara langsung kepada
penjual,
misalnya
ke pasar
embuat kontrak
Lebih
handal
dari metode
Butuh
karyawan
yang lainkhusus yang terlatih
Fiture Contract
emantau pengiriman
Lebih
reliabel
Inventory
Pembelian
dengan
mutu
dan
harga
terjamin
bayaran
Kekurangan
:
Physical Inventory
Membutuhkan waktu yang lama
dan pekerja
lebih banyak
Dilakukan
denganyang
pencatatan
secara aktua
Pegawai harus menghitung,menimbang, dan memastikan jumlah dan berat barang, kemudian menulisn

-Perpetual Inventory
Metode ini dilakukan dengan pencatatan se

a. PEMBAHASAN LEARNING OBJECTIVE


1. Bagaimana langkah-langkah proses

pembelian

(sesuai

skenario)

dan

penerimaan (secara umum)?


a.
Pembelian (Formal competitive bid buying)
- Melihat ulang daftar bahan makanan yang akan dibeli
- Menentukan jumlah masing-masing item bahan makanan
- Menyesuaikan dengan situasi keuangan
- Membuat dan menyebarluaskan surat pelelangan
- Memilih vendor atau rekanan untuk penyediaan bahan makanan
- Membuat syarat kontrak kerja
- Memantau pengiriman bahan makanan
- Menerima dan memeriksan bahan makanan
- Melakukan pembayaran (Rotua, 2013)
7

b. Penerimaan
- Memeriksa kembali daftar bahan makanan
- Memeriksa spesifikasi bahan makanan
- Memutuskan menerima / menolak bahan makanan yang datang
- Membuat laporan penerimaan bahan makanan
- Menyalurkan bahan makanan ke tempat penyimpanan yang sesuai
(Rotua, 2013)
2. Jelaskan metode yang ada pada :
a. Pembelian dan metode apa yang sesuai skenario
The Formal Competitive (Pembelian melalui tender/pelelangan), dalam
metode ini terdapat 3 bentuk pelelangan untuk memilih pemasok bahan
makanan bagi institusi atau rumah sakit yaitu sebagai berikut :
1. Pelelangan umum, yaitu pelelangan yang terbuka untuk semua
pemasok bahan makanan. Pelelangan diumumkan secara luas melalui
berbagai media massa sehingga semua pemasok yang berminat
dapat mengikuti pelelangan itu
2. Pelelangan terbatas, yaitu pelelangan yang diikuti oleh rekanan calon
pemasok tertentu yang sudah dinilai oleh pihak yang berwenang
seperti pemerintah daerah atau departemen perdangangan.
3. Pelelangan dengan perbandingan harga penaaran, yaitu beberapa
calon pemasok yang sudah dinilai kualitasnya dan sudah terdaftar
sebagai rekanan pemerintah (biasanya paling sedikit 3 calon) diminta
untuk

mengajukan

mengajukan

penawaran

penawaran

harga

harga.

Calon

terendah

akan

pemasok
ditunjuk

yang

sebagai

pemasok kebutuhan bahan makanan bagi institusi itu.


(Rotua, 2013)

Informal or Open Market Buying : pembelian secara tidak resmi yang


dilakukan

dengan

langsung

mengunjungi

pasar

dan

langsung

menetapkan harga antara penjual dan pembeli (Palacio, 2012)


The Negosation of Buying : pembelian setengah resmi yang hanya
dilakukan untuk bahan makanan yang tersedia pada waktu-waktu
tertentu,

jumlah

terbatas

dan

merupakan

bahan

makanan

yang

dibutuhkan klien (Depkes RI, 2007)


Future Contract : pembelian ini dirancang untuk bahan makanan yang
telah terjamin pasti, terpercaya mutu, keadaan dan harganya karena
produk bahan makanan yang dibatasi, maka pembeli berjanji membeli
bahan makanan tersebut dengan kesepakatan harga saat ini tapi bahan
makanan dipesan sesuai dengan waktu dan kebutuhan pembeli beserta

institusi (Depkes RI, 2007)


Metode yang sesuai : Formal Competitive
b. Penerimaan, kelebihan dan kekurangan serta metode apa yang sesuai skenario

Blind method : dalam metode ini petugas melakukan pengukuran pada


setiap item dan merekam pemesanan barang pada kertas kosong, dari
dokumen tersebut dibandingankan dengan urutan pemesanan yang asli.
(+) Akurasi lebih tinggi
(+) Mengurangi barang yg tidak sesuai
(+) Adanya pencegahan terhadap bias dalam penerimaan
(+) Barang yang datang sesuai dengan klasifikasi
(+) Lebih handal dari metode yang lain
(+) Lebih reliabel
(-) Pegawai harus menghitung,menimbang, dan memastikan jumlah dan

berat barang, kemudian menulisnya di blind purchase order


(-) Membutuhkan waktu yang lama dan pekerja yang lebih banyak
Invoice method : dalam metode ini petugas menerima, menceklis, tetap
melakukan pengukuran namun hanya sebagian barang seperti gula,
beras dengan catatan yang dikirim oleh petugas pembelian (Palacio,

2012)
(+) Efisien dan cepat
(+) Dapat langsung mengecek kesesuaian pemesanan
(-) Butuh karyawan khusus yang terlatih
Metode yang sesuai adalah Invoice Method
c. Penyimpanan dan apa saja yang perlu diperhatikan di ruang penyimpanan
Dry storage
Bahan makanan harus di tempatkan secara teratur menurut macam
golongan ataupun urutan pemakaian bahan makanan. Semua makanan
kemudia di tempatkan dalam tempat tertutup , terbungkus rapat dan
tidak berlubang. Untuk suh bahan makanan dalam kemasan tertutup +10
C, untuk tepung dan biji-bijin 25 C. (PGRS, 2013)
Jika ada makanan kaleng yang ditumpuk, label tetap harus terlihat,
bahan makanan kemasan botol laca diletakkan di dekat cahaya untuk
mengetahui jika ada perubahan warna akan tetapi hindari terkena sinar
secara langsung, rempah-rempah harus jauh dari pana, buah kering bisa
disimpan di gudang jika menggunakan kemasan asli, buah-buahan yang
belum matang disimpan dengan dry storage sampai bisa dimakan
(Puckett , 2004)
Yang harus diperhatikan :
- Pemasukan dan pengeluaran bahan makanan harus segera diisi di kartu
stock atau pembukuan dan teliti secara berkala
- Gudang dibuka di waktu yang ditentukan, gudang harus terkunci ,
hanya petugas yang berwenang yang boleh masuk
- Ruangan dibersihkan ecara periodik 2x seminggu dan di indpeksi secaa
rutin
- Standart

kebersihan

ruangan

harus

dipenuhi

sesuai

standart

departemen kesehatan
9

Pada ruang dry storage, peletakkan bahan kimia untuk insekta dan

tikus harus jauh dari bahan makanan.


Tempatnya harus terhindar dari kemungkinan kontaminasi bakteri,

serangga, dan bahan bahaya


Kelembapan ruangan 80% - 90%
Dinding dan langit-langit tidak terbuat dari mudah keropos
Langit-langit harus terbebas dari pipa air dan pemanas
Untuk mendukung keamanan, sebaiknya pintu ruang penyimpanan

hanya satu
Bangunan atau gedung bebas dari kelembapan, mudah dibersihkan,

bebas dari kebocoran dan panas


Dinding, langit-langit dibuat dengan tirai yang tidak tembus pandang,
sehingga sinar matahari tidak dapat langsung masuk ke dalam

gudang.
Lanti sebaiknya dari ubin yang tidak licin
Gudang tidak bleh gelap
Jarak rak dengan dinding kurang lebih 15-30 cm dari lantai
Cukup ventilasi
Jarak lantai dengan rak kurang lebih 25 cm
Suhu ruang 19-21C
Pencahayaan cukup rata-rata setiap 4 kaki kurang lebih 2 3 watt
(Puckett, 2004) (Kemenkes RI, 2003) (Palacio, 2012) (Permenkes 78,
2013) (Purwaningtiyas, 2013)

Cooling storage: penyimpanan pada suhu 10-15C untuk sayur, buah,

minuman
Chilling storage: penyimpanan pada suhu 4-10C seperti bm berprotein

yg akan diolah
Freezing storage: penyimpanan pada suhu 0-4C pada bm yg cepat rusak

dalam waktu 24 jam


Frozen storage: penyimpanan pada suhu <0C pada bm yg rusak <24

jam
(palacio, 2012)
Yang harus diperhatikan :
- Pada refrigerated dan frozen storage, kebersihan kulkas harus dijaga
-

dan dilakukan pembersihan setidaknya setiap minggu


Temperatur harus di cek 2x sehari

- Pekerja harus hafal letak setiap bahan makanan, sehingga lebih mudah
untuk mengambil bahan makanan agar tidak terjadi kontaminasi
- Petugas harus mengecek tempat penyimpanan di pagi dan sore hari
serta menuliskan data pada form yang tersedia
- Dilakukan pengecekan oleh teknisi secara berkala untuk mencegah
kerusakan
(Palacio, 2012) (Sulistiyo P, 2013) (Puckett, 2004)
4. Bagaimana mengontrol dan mengevaluasi proses pembelian, penerimaan dan
penyimpanan?
10

a.
-

Pembelian
Mengontrol kualitas layanan vendor, mengevaluasi dan melakukan follow

up
Mengontrol kendala anggaran, evaluasi dengan menghitung secara rinci

apa saja yang dibutuhkan untuk bahan makanan pokok


Mengontrol ketersediaan peralatan, evaluasi dengan mencocokkan bahan

makanan dengan cara pemasakan yang sesuai (Pucket, 2004)


Menggunakan formulir yang bernomer urut yang pemakaiannya dapat

dipertanggung jawabkan
Pemeriksaan mendadak
Setiap transaksi tidak boleh dilaksanakan dari awal sampai akhir oleh

satu orang, tanpa ada campur tangan dari orang atau unit organizing lain
Melakukan secara periodic sisi kenyataan dengan catatan
Membetuk unit untuk pengecekan (intan retno,2013)
Kualitas: evaluasi apakah kualitas standar tercapai atau tidak
Peralatan: control dan evaluasi ketersediaan, kapasitas dan pergantian

alat
Pekerja: kemampuan dan kebutuhan training
Waktu: produksi dan waktu pelayanan berdasarkan ramalan
Inventarisi: ukuran kebutuhan penyimpanan dan ruangannya
Total cost: analisa semua biaya dari sumberdaya yang dikeluarkan untuk

membeli produk (Palacio,2012)


Melihat identifikasi tujuan jangka panjang dan jangka pendek dari

organisasi
Mengidentifikasi

diberikan/dikirim
Melihat produk dan supplier mana yang ingin dievaluasi
Menanyakan kpd buyer yg lain yg menggunakan vendor itu juga

(Robert,2011)
Penggunaan kata-kata atau yang setara (or equivalent) pada bid.

b.
-

Sehingga perlu dijelaskan dengan benar,akurat dan spesifik (Pucket,2004)


Penerimaan
Manager membuat kebijakan dan prosedur tertulis yang isinya tentang

spesifikasi(kesesuaian)

dengan

barang

yang

bagaimana koordinasi dengan departemen yang lain seperti produksi dan


-

akutansi.
Melakukan pelatihan dan kebijakan untuk pegawai penerimaan
Parameter kewenangan fasilitas dan alat yang disesuaikan dengan
frekuensi penerimaan barang, jadwal penerimaan barang, sehingga dapat

mengontrol proses penerimaan


Tahapan terkait keamanan dan disertai dengan dokumentasi
Cara mengevaluasi dengan menggunakan dokumentasi yang ada terkait

proses penerimaan (Palacio, 2012)


Koordinasi dengan bagian lain dan menjadwalkan penerimaan
Harus menginpeksi makanan setelah datang dan ngecek bahan secara

random
Harus ada hari yang dijadwalkan atau tanggal pengiriman
Memeriksa kembali bobot , kualitas dan kuantitas (Pucket, 2004)
Mengecek space gudang
11

Memeriksa suhu makanan dan bahan-bahan secara acak


Memastikan petugas penerimaan mengerjakan pekerjaannya dengan baik

(Palacio, 2012)
c.Penyimpanan
- Melakukan pengontrolan keluar masuk bahan makanan
- Membatasi jumlah pegawai yang keluar masuk ruang penyimpanan
-

bahan makanan
Evaluasi dengan melihat data keluar masuk bahan makanan dan pegawai
(Suharyati, 2014)
Mengontrol keamanan
Evaluasi dengan menempatkan

kunci

gudang

pada

orang

yg

berwenang
- Selalu mengontrol keadaan ruang penyimpanan dan perlatan
- Mengontrol pengaturan bahan makanan
- Mengontrol Lokasi
- Mengontrol Keamanan
- Mengontrol pencatatan
- Mengontrol Pelatihan
- Mengontrol Sanitasi (Sulistiyo P, 2013)
- Memutar stock untuk meminimalisir kerusakan
- Menata produk dengan baik sehingga mudah ditemukan
- Memeriksa secara berkala suhu ruang penyimpanan
- Melakukan pemeliharaan alat sehingga penyimpanan dapat berjalan
-

lancar
Pada ruang dry storage, peletakkan bahan kimia untuk insekta dan tikus

harus jauh dari bahan makanan.


Pada refrigerated dan frozen storage, kebersihan kulkas harus dijaga dan
dilakukan pembersihan setidaknya setiap minggu
(Palacio, 2012)
Cara mengontrol dan megevaluasi menuru tempat penyimpanannya yaitu:
1.
Peyimpanan kering
Pemasukan dan pengeluaran bahan makanan harus segera diisi di

kartu stock atau pembukuan dan teliti secara berkala


Gudang dibuka di waktu yang ditentukan, gudang harus terkunci ,

hanya petugas yang berwenang yang boleh masuk


Ruangan dibersihkan ecara periodik 2x seminggu dan di indpeksi

secaa rutin
Standart kebersihan

ruangan

harus

dipenuhi

sesuai

standart

departemen kesehatan
(Puckett, 2004)
2.
Penyimpanan low temperature
Temperatyr harus di cek 2x sehari
-

Pekerja harus hafal letak setiap bahan makanan, sehingga lebih


mudah

untuk

mengambil

bahan

makanan

agar

tidak

terjadi

kontaminasi
-

Petugas harus mengecek tempat penyimpanan di pagi dan sore hari


serta menuliskan data pada form yang tersedia
12

Dilakukan pengecekan oleh teknisi secara berkala untuk mencegah


kerusakan
(Palacio, 2012)

5. Jelaskan metode pada sistem inventory dan kelebihan kekurangannya


a. Physical Inventory
- Dilakukan dengan pencatatan secara aktual jumlah item secara periodik.
- Biasanya dilakukan setiap akhir bulan atau dua sampai tiga kali setahun.
- Dapat digunakan untuk mengetahui bahan makanan yang digunakan
-

pada bulan sebelumnya.


Untuk memudahkan perhitungannya, item pada form biasanya diurutkan

abjad dan disusun dalam kelompok bahan makanan.


Setelah pendataan secara fisik sudah complete kemudian dikalkulasi
menurut harga untuk menentukan total harga persedian, kemudian
digunakan untuk mengetahui biaya maknaan dengan mengurangkan

haga awal dan harga persediaan


(Palacio, 2012)
b. Perpetual Inventory
- Metode ini dilakukan dengan pencatatan secara berlanjut dari simpanan,
-

pembelian dan bahan makanan yang digunakan.


Bahan makanan yang diterima dicatat dari

ditambahkan dengan catatan stock terakhir.


Informasi tambahan yang biasa digunakan atau dibutuhkan yaitu tanggal

pembelian, nama vendor, brand dan harga yang dibayarkan.


(Palacio,2012)
Merupakan proses pencatatan semua pembelian untuk diberikan kepada

invoice,

jumlahnya

direktur pelayanan makanan dengan informasi yang up to date mengenai


penggunaan produk dan kebutuhan pembelian selanjutnya. (Puckett,
2004)
Metode
1.

Kelebihan
Dapat menentukan biaya

Physical
Inventor
y

Kekurangan
Rentan terjadi

kesalahan

sebelumnya
Dapat

mengelola

dalam pencatatan
Rentan terjadi pencurian di

pembelian
Dapat mengetahui dana

gudang
Membutuhkan waktu yang

lama
Membutuhkan tenaga kerja

yang

tersedia

(palacio,2012)
Dapat mengetahui jumlah

yang

sebenrnya dari item yang


ada

di

tempat

profesional

2012)
Perusahaan

(palacio,

tidak

penyimpanan
Untuk institusi kecil dapat

mengetahui

dilakukan

suatu saat tertentu.

sesering

dapat

besarnya

persediaan yang ada pada

13

mungkin. (puckett, 2004)

Sulit untuk ditentukan harga


pokok

setiap

terjadi

penjualan (Octaviani,2013)
Tidak bisa diterapkan dalam
frekuensi yang sering untuk

institusi besar
Bisa terjadi eror pada saat
pghitungan dan input data
karena kurang teliti (Puckett,

2.
perpetu
al
inventor

Efektif
Dapat menhetahui stock

2004)
Membutuhkan
banyak
Biaya

yang ada di gudang


Infomarmasi terkait stock

jelas
(palacio,2012)
Data yg diperoleh up to

tinggi(palacio , 2012)
Harus diverivikasi dengan

metode lainnya
Waktunya
lebih

date
Membutuhaka

lebih sedikit (Palacio,2009)


Lebih
sesui
digunakan

(Palacio,2009)
Membutuhkan

pertugas

staff

tenaga

yang
kerja

lama

oengawasan

yang ketat (puckett, 2004)

pada grosir, agen khusus,


atau

disributor

dengan

macam

barang

sedikit
yang

diperdagangkan

(insantia)
Dapat

mengetahui

perherakan item tertentu


dalam perputrannya, item
berputar

cepat,

lambat

atau item tidak digunakan


Dapat digunakan untuk
acuan

pembelian

dan

mengetahui

adanya

kecurangan

(Puckett,

2004)
6. Jelaskan tools dari sistem inventory
a. Valuing Inventory

14

Menghitung jumlah masing-masing item yang dimiliki lalu mengalikan


antara jumlah dari iem tersebut dengan harga yang telah ditentukan
sebelumnya. Ada beberapa metode dalam valuing inventory, yaitu:
Actual Purchase Price Method
Harga barang diambil sesuai dengan harga saat barang iu dibeli
- FIFO (First In First Out)
Seperti metode aktual tetapi produk yang terlebih dahulu dibeli, terlebih
-

dahulu digunakan
- Weighed Average
Harga barang diambil dari harga rata-rata
- LIFO (Last In First Out)
Produk yang baru dibeli digunakan terlebih dahulu.
b. ABC Method
Metode berdasarkan angka yang kecil tetapi mempunyai inventasi harga
yang paling besar. Dieklompokan menjadi 3 yaitu: Barang yang mempunyai
nilai tinggi dan memerlukan manajemen yang baik diberi grade A, untuk
grade B untuk barang medium dan C untuk barang dengan nilai rendah.
Contoh grade A yaitu daging, produk beku dan seafood ; contoh grade B
yaitu dairy product; contoh grade C yaitu biji-bijian, tepung, ereal, dan
produk lada.
c. Fixed Item Inventory
Memonitor barang-barang tertentu yang sudah ditetapkan.
d. Par stock System
Memesan barang dengan interval tertentu untuk memenuhi kebutuhan.
Pemesanan dilakukan dengan periode yang sudah ditentukan sehingga
harus diketahui secara pasti jumlah yang harus ditangan dan yang di
rencanakan dari menu.
e. Mini-max System
Menentukan jumlah minimum dan maksimum barang dalam stok.
f. Economical Order Quantity
Metode untuk menghitung reorder barang untuk menentukan harga terbaik.
(palacio, 2009 ; puckett , 2004)

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI


15

a. Kesimpulan
Mahasiswa dapat memahami permasalahan yang muncul di dalam skenario yang
berhubungan dengan sistem kontrol pembelian, penerimaan, penyimpanan dan
pengeluaran serta seluruh perangkat yang berfungsi dalam menunjang proses
kontrol tersebut.
b. Rekomendasi
Dibutuhkan lebih banyak referensi lagi agar mahasiswa lebih banyak diskusinya
dan lebih memahami

lagi terkait kasus yang terdapat di dalam sekenario.

Sehingga dalam pembelajaran ini mahasiswa diharapkan sudah menguasai lagi


apa yang sudah disampaikan.

16

DAFTAR PUSTAKA
Palacio, June Payne dan monica Theis. 2009. Eleventh Edition Introduction to Food
Service. New Jersey: Pearson Education Inc.
Puckett, RP. 2004. Food Service Manual for Health Care Institutions Third Edition. An
American Hospital Association Company. AHA Press. Chicago.
Rahmy, Hafifatul Auliya. 2011. Manajemen Sistem Penyelenggaraan Makanan Institusi di
RSUD dr. H. Chasan Basorie Ternate Conune. Diakses pada 27 September 2015
Alhamidy, Fuad. 2006. Analisis Model Pengadaan Bahan Makanan Kering Berdasarkan
Metode

EOQ

Pada

Instalasi

Gizi

RS

Roeman

Semarang

(Online)

http://eprints.undip.ac.id/17448/1/ . Diakses pada 27 September 2015


Kepmenkes RI. 2013. Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS) . Jakarta : Kemenkes
RI
Octaviani, M . 2013. Tinjauan Atas Metode Pencatatan Makanan Institusi di RS Ortopedi
Surakarta. Direktorat Aerostructure PT. Dirgantara Indonesia.
Sulistyo, Purwaningsih. 2013. Gambaran Penyelenggaraan Makan di Pondok Pesantren
Al-Qordii Kab.Jember.
Aryani, Intan Retno. 2013. Evaluasi Sistem Pengendalian Intern atas Pembelian Bahan
Baku pada Konveksi Ranny Colection Klaten. Program Studi Akuntansi Diploma III
Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.
Rotua, Manuntun, dkk. 2013. Manajemen Sistem Penyelenggaraan Makanan Institusi
Dasar. Jakarta : EGC.

TIM PENYUSUN
A. KETUA
Delvy Rizqotul Ahadah

135070307111009
17

B. SEKRETARIS
1. Yuni Dwi Kartika
2. Aisyah Amalia
C.

135070301111009
135070300111007

ANGGOTA
1

Insantia Fahmil Fairus Aldea

135070301111001

a. FASILITATOR
Kak Indri
b. PROSES DISKUSI
1. KEMAMPUAN FASILITATOR DALAM MEMFASILITASI
-Mengarahkan mahasiswa apabila topik yang dibicarakan

melenceng

dari

pembahasan yang sebenarnya


-Mampu membimbing dengan baik sehingga mahasiwa menjadi terlatih dan
bersungguh-sungguh dalam mengikuti pembelajaran.
-Memberikan motivasi kepada mahasiswa agar aktif dan berfikir kritis
-Memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang kurang aktif

untuk

mengutarakan pendapatnya
-Mampu membantu mahasiswa untuk menggali informasi yang belum dimunculkan
2. KOMPETENSI / HASIL BELAJAR YANG DICAPAI OLEH ANGGOTA DISKUSI
-Mahasiswa memahami tujuan, prosedur dan metode dari setiap proses pengadaan
makanan yng meliputi pembelian, penerimaan, penyimpanan dan inventarisasi.
-Mahasiswa memahami kelebihan dan kekurangan dari setiap metode pembelian,
penerimaan, penyimpanan dan inventarisasi sehingga mampu memilih metode
mana yang sesuai dengan permasalahan.
-Mahasiswa memahami cara menentukan suplier atau vendor yang baik.
-Mahasiswa memahami bagaimana cara membuat bon pemesanan,

bon

penerimaan dan surat penawaran.


-Mahasiswa memehami bagaimana kriteria tempat penyimpanan bahan makanan
yang baik.
-Mahasisiswa memahami bagaimana cara menentukan dan fungsi spesifikasi bahan
-

makanan.
Mahasiswa mampu mencari solusi dari hambatan-hambatan yang mungkin

terjadi selama proses pengadaan makanan


Mahasiswa memahami bagaimana cara mengontrol dan mengevaluasi setiap
proses pengadaan bahan makanan.

18