Anda di halaman 1dari 4

Kandungan Buah Langsat

Buah langsat (100gram) mengandung kalori 70 kal, protein 1.0 gram, lemak 0,2 gram,
karbohidrat 13 gram, mineral 0,7 gram, kalsium 18 mg, fosfor 9 mg dan zat besi 0,9 mg.
(untuk kandungan kalori, mineral dan zat besi, buah langsat setingkat lebih tinggi
dibandingkan dengan apel atau jeruk). Buah langsat juga mengandung dietary fiber atau serat
yang bermanfaat untuk memperlancar system pencernaan.
Langsat belum diketahui efek toksisitasnya seperti apa, karena sampai sekarang
belum ada yang meneliti uji toksisitas dari buah langsat tersebut.

Hasil pengujian dari beberapa konsentrasi ekstrak kulit buah langsat diperoleh bahwa
ekstrak ini memiliki pengaruh yang signifikan pada efektivitas menghambat pertumbuhan E.
coli, S. typhi, V. Cholerae dan S. aureus. Konsentrasi ekstrak yang terbaik untuk menghambat
pertumbuhan E.coli yaitu 25%, S. Typhi yaitu 75% dan 100%, V. cholerae yaitu 75% dan
100% dan S. aureus yaitu pada konsentrasi ekstrak 100%.
Pengujian dari beberapa konsentrasi ekstrak kulit kayu langsat diperoleh bahwa
ekstrak ini memiliki pengaruh yang signifikan pada efektivitas menghambat pertumbuhan E.
coli, S. typhi, V. cholerae dan S. aureus. Konsentrasi ekstrak yang terbaik untuk menghambat
pertumbuhan E .coli, S. typhi dan V. cholerae yaitu 100% dan S. aureus tidak ada yang
berbeda nyata. Hasil pengujian dari beberapa konsentrasi ekstrak biji buah langsat diperoleh
bahwa ekstrak ini memiliki pengaruh yang signifikan pada efektivitas menghambat
pertumbuhan E. coli, S. typhi, V. cholerae dan S. aureus. Konsentrasi ekstrak yang terbaik
untuk menghambat pertumbuhan E.coli, S. typhi dan S. aureus yaitu 100% dan V. cholerae
yaitu pada konsentrasi 75% dan 100%.
Aktivitas antibakteri dari ekstrak uji terhadap E.coli menunjukkan bahwa kulit buah
langsat memiliki daya hambat yang paling baik diikuti oleh biji buah dan kulit kayu langsat.
Penelitian tentang aktivitas antibakteri dari langsat masih belum banyak dilakukan dan
dipublikasikan hanya beberapa penelitian yang diperoleh penulis seperti penelitian dari
Morton (1999) menemukan bahwa biji Lansium domesticum dapat digunakan sebagai obat
cacing, demam dan diare.
Selain itu, sebuah penelitian yang dilakukan dengan kulit buah langsat diperoleh
bahwa kulit buah yang dikeringkan dan dibakar dapat digunakan sebagai penolak nyamuk,
selain itu dapat digunakan untuk mengobati gangguan akibat parasit intestinal dan diare.
Bubuk biji langsat dapat digunakan untuk mengurangi deman dan kulit kayu digunakan untuk
pengobatan malaria dan sengatan kalajengking. Penelitian dari Morton (1987) menemukan
hal yang sama bahwa biji buah kering kemudian dibakar akan menjadi obat untuk menolak
nyamuk. Selain itu, biji buah dan kulit kayu langsat dapat menjadi racun yang spesifik.
KESIMPULAN
Setelah melaksanakan penelitian ini maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ekstrak
kulit kayu, kulit buah dan biji buah langsat (Lansium domesticum) memiliki aktifitas
antibakteri.
Berdasarkan hasil penelitian ini, maka ada beberapa saran yang dapat diberikan yaitu :
Perlu adanya penelitian lanjutan tentang uji fitokimia ekstrak, agar diperoleh senyawa aktif
dari langsat yang berfungsi menghambat dan/atau membunuh bakteri. Penggunaan ekstrak
langsat dapat digunakan sebagai obat antibakteri, namun perlu penelitian lanjutan secara
invivo. Perlu adanya penelitian selanjutnya dapat melihat aktivitas antibakteri dari air rebusan

dari bahan uji yang digunakan. Hal ini bertujuan agar masyarakat akan lebih mudah dalam
menggunakan tanaman uji sebagai obat antibakteri. Perlu dilaksanakan uji toksisitas dari
ekstrak langsat terhadap manusia.

DAFTAR PUSTAKA
Capuchino, J. G and N. Sherman. 1992. MICROBIOLOGY :A Laboratory Manual. Third
Edition. TheBenjamin/Cummings Publishing Company, Inc.California, USA.
Cowan, M.M. 1999. Plant Products as Antimicrobial Agents.Departement of Microbiology
Miami University.Clinical Microbiology Reviews, Oct. 1999, p. 564-582. American Society
for Microbiology.
Hartini, Y. S., Soegihardjo, C.J., Putri, A.I.C., dan Imaculata, M. 2007. Daya Antibakteri
Campuran Ekstrak Etanol Buah Adas (Foeniculum vulagareMill) dan Kulit Batang Pulasari
(Alyxia reinwardtii BL). UGM. Yogyakarta
Kurniawati, H. 1993. Membandingkan Daya Antibakteri Infus Sirih dengan Minyak Sirih
secara Invitro. Jurnal Penelitian Tanaman Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia.
Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi. Departemen Kesehatan Republik Indonesia,
Jakarta
Morton, J. 1987. Fruits of Warm Climates. (Online) (http://lansiumdomesticum.com) diakses
11 Januari 2008
Morton, J. 1999. Langsat : Lansium Domesticum Corr. Fruits of Warm Climates. Miami.
Florida. (Online) (http://www.fruitswarmclimate.com/lansium_domesticum) diakses 11
Januari 2008
Nishizawa, M., Nishide, H., Soleh, K., dan Hayashi, Y. 1983. Structure of Lansiosides :
Biologically Active New Triterpene Glycosides from Lansium Domesticum. Journal Org.
Chemistry. American Chemical Society.
Posangi, J. 1996. Prospek Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Farmakologi Kelautan di
SULUT. Berita Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Volume nomor 1. Universitas Sam
Ratulangi, Manado.
Tangapo, A. M. 2006. Efektivitas Antibakteri Ekstrak Tumbuhan Daun Sendok (Plantago
major) Terhadap Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Skripsi. FMIPA
UNSRAT, Manado.