Anda di halaman 1dari 8

MATERI PENYULUHAN CUCI TANGAN

A. Pengertian Cuci Tangan

Cuci tangan adalah salah satu bentuk kebersihan diri yang paling penting. Cuci
tangan dapat diartikan menggosok menggunakan sabun dengan secara bersamaan
seluruh kulit permukaan tangan dengan kuat dan ringkas yang kemudian dibilas
dngan air yang mengalir (Potter, 2005). Cuci tangan tidak cukup dengan air saja
karena tidak cukup untuk melindungi seseorang dari kuman penyakit yang menempel
di tangan, terlebih bila mencuci tangan tidak di bawah air mengalir. Oleh karena itu,
dianjurkan untuk mencuci tangan menggunakan sabun untuk membunuh kuman yang
menempel.
B. Manfaat Cuci Tangan
Kegiatan mencuci tangan merupakan suatu kegiatan yang dianggap sebagian
besar orang adalah suatu pekerjaan yang sepele, sehingga kegiatan itu seringkali
diabaikan. Kegiatan mencuci tangan adalah suatu kegiatan yang ringan dilakukan,
akan tapi memiliki efek dan manfaat yang sangat besar bagi kesehatan. Mencuci
tangan dengan sabun merupakan salah satu tindakan sanitasi yang dilakukan dengan
tujuan menghilangkan kuman dan bakteri yang menempel pada tangan, jari, serta
kuku-kuku kita.
Tangan merupakan bagian anggota tubuh yang mempunyai mobilitas tinggi.
Tapi yang lebih membuat tangan begitu istimewa adalah karena mempunyai frekuensi
tinggi dalam bersentuhan dengan benda-benda atau barang disekitar tubuh. Tangan
merupakan salah satu penghantar utama masuknya kuman/mikroba penyebab
penyakit, sedangkan mulut dan hidung merupakan jembatan masuknya benda-benda,
bakteri & virus ke dalam tubuh. Bakteri/mikroba tersebut dapat masuk melalui
makanan dan minuman yang menempel di tangan, atau bahkan secara sengaja atau
ketika tidak sengaja tangan bersentuhan dengan mulut dan hidung.
Setelah melakukan berbagai macam aktifitas tangan merupakan tempat
berkumpulnya berbagai macam baktei, kuman/mikroba penyebab penyakit. Berbagai
macam penyakit yang bisa ditimbulkan oleh kuman/mikroba yang menempel di
tangan antara lain; virus influenza yang menyebabkan influenza/flu, virus H5N1 yang
menyebabkan flu burung, virus H1N1 penyebab flu babi, flu burung dan flu babi
adlah jenis flu yang sangat berbahaya dan mematikan!, selain itu meningitis, virus

hepatitis penyebab penyakit hepatitis A, C (gangguan hati), penyakit kulit, gangguan


usus dan diare. Beberapa manfaat cuci tangan diantaranya:
1. Cuci tangan mengurangi resiko diare dan sakit perut.
Mencuci tangan akan mengurangi resiko diare dan gangguan infeksi usus secara
signifikan, khususnya pada anak-anak. Penyakit diare adalah penyebab tertinggi
kematian pada anak berusia di bawah 5 tahun di seluruh dunia. Mencuci tangan
dengan sabun dapat mencegah pennyakit ini, termasuk mencegah cacingan.
2. Cuci tangan mencegah infeksi mata.
Penyebaran bakteri yang dapat menginfeksi mata, seperti trachoma, dapat
ditanggulangi dengan mencuci tangan secara rutin. Kondisi-kondisi tersebut dapat
meyebabkan mata iritasi, perih, gatal, dan berair. Infeksi tersebut dapat menyebar
melalui banyak cara, namun yang paling umum adalah melalui virus
3. Cuci tangan dapat mencegah infeksi saluran pernapasan.
Patogen yang menjadi penyebab utama ISPA (infeksi saluran pernapasan akut)
sangat umum dijumpai pada jari dan telapak tangan. Cara pencegahan resiko terkena
infeksi penapasan ini dapat diatasi dengan rajin mencuci tangan.
4. Cuci tangan dapat mencegah berbagai penyakit.
Tangan yang tidak bersih dapat menjadi jalan masuknya penyakit ke dalam tubuh.
Mencuci tangan dengan benar dapat melindungi diri dari beberapa penyakit menular
seperti pilek, flu, diare, hingga hepatitis A, dan meningitis.
5. Mancegah perpindahan kuman
Mencuci tangan dapat mencegah pemindahan kuman dari pasien ke pasien,
petugas kesehatan ke pasien, pengunjung ke pasien atau sebaliknya atau dari
permukaan lingkungan ke pasien
C. Momen Cuci Tangan
Ada beberapa momen penting dimana seseorang harus cuci tangan agar terhindar dari
penyakit yang tidak diinginkan, yaitu:
Bagi keluarga Pasien dan semua peserta penyuluhan
1.
2.
3.
4.
5.

Sebelum dan sesudah dari rumah sakit


Sebelum dan sesudah menyentuh pasien
Setelah bersentuhan dengan lingkungan sekitar pasien
Setelah dari kamar mandi
Sebelum dan sesudah makan

Bagi petugas kesehatan

1.
2.
3.
4.
5.

Sebelum menyentuh pasien


Sebelum melakukan tindakan aseptik/ steril
Setelah melakukan tindakan terpapar cairan
Setelah menyentuh pasien
Setelah bersentuhan dengan lingkungan pasien.

D. Prosedur Cuci Tangan


N
o
1

Gambar

Keterangan

Tidak
Buka semua
perhiasan. Basuh
tangan dengan air.
Tuangkan cairan
antiseptic atau sabun
ke telapak tangan, lalu
gosok dengan cara
memutar agar berbusa

Gosok punggung
tangan kiri dan selasela jari tangan kiri
dengan tangan kanan.
Dan lalukan
sebaliknya

Gosok kedua telapak


tangan dan sela-sela
jari

Dilakukan/

Jari-jari sisi dalam


kedua tangan saling
mengunci dan saling
digosokan

Gosok ibu jari dengan


gerakan memutar
dalam genggaman
tangan kanan. Dan
lakukan sebaliknya

Gosokan ujung-ujung
kuku tangan kanan
pada telapak tangan
kiri dengan cara
memutar. Dan lakukan
sebaliknya
Bilas tangan dengan

air mengalir.
Keringkan dengan
tissue sekali pakai.
Gunakan bekas tissue
untuk menutup keran
air.

Sumber: (WHO, 2009).

E. Waktu Untuk Mencuci Tangan


a. 5 momen cuci tangan bagi masyarakat
1. sebelum makan.
2. sesudah dari toilet.
3. sebelum memegang bayi/merawat orang sakit
4. sesudah menyeboki anak/membantu bab/bak orang yang sakit.
5. sebelum menyiapkan makanan/obat
b. 5 momen bagi pengunjung dan tenaga medis non medis di RS:
1. Sebelum bersentuhan dengan pasien
2. Sebelum melakukan tindakan aseptic
3. Setelah bersentuhan dengan cairan tubuh pasien
4. Setelah bersentuhan dengan pasien
5. Setelah keluar dari lingkungan pasien

c.

Tatalakasana Cuci Tangan.


Tata laksana cuci tangan menurut WHO
1. Handrub:
a. mendekakat handruub.
b. Lepas perhiasan ( cincin, arloji, gelang )
c. basahi tangan dengan handrub.
d. ambil handrub secukupnya.
e. berikut 6 ( enam) langkah cuci tangan
1) Letaktakan handrub dengan telapak tangan menyilang berlawanan arah jarum jam
ke satu arah.
2) Gosokkan punggung dan sela-sela jari tangan kiri dan kanan dua arah begantian.
3) Gosok kedua sela - sela jari satu arah kearah luar
4) Jari - jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci (dua arah dengangerakan
lengan mengepak
5) Gosok ibu jari berputar ( ibu jari di luar ) dalam genggaman dilakukan bergantian
6) Gosokkan dengan memutar ujung jari tangan kanan ditelapak tangan kiri dan
sebaliknya ke satu arah ( jari -jari tangan menguncup ).
7) Lakukan masing -masing langkah sekitar 4 kali gerakan ( bila dengan handrub
waktu 20-30 detik.

2. Dengan sabun dan air mengalir


a. Langkah sama dengan handrub
b. Bila menggunakan air dan sabun maka 30-40 detik
d.

Perbedaan Tingkat Efektivitas Cuci Tangan Menggunakan dabu dan air


mengalir dengan Hand sanitizer/handrub
Cuci tangan pakai sabun yang dipraktikkan secara tepat dan benar merupakan cara
termudah dan efektif untuk mencegah berjangkitnya penyakit seperti diare, kolera, ISPA,
cacingan, flu, hepatitis A, dan bahkan flu burung. Mencuci tangan dengan air dan sabun
dapat lebih efektif menghilangkan kotoran dan debu secara mekanis dari permukaan kulit
dan secara bermakna mengurangi jumlah mikroorganisme penyebab penyakit seperti
virus, bakteri dan parasit lainnya pada kedua tangan.
Seiring dengan bertambahnya kesibukan masyarakat terutama di perkotaan, dan
banyaknya produk-produk instan yang serba cepat dan praktis, maka muncul produk
inovasi pembersih tangan tanpa air yang dikenal dengan pembersih tangan antiseptik atau
hand sanitizer. Produk hand sanitizer ini mengandung antiseptik yang digunakan untuk

membunuh kuman yang ada di tangan, yang terdiri dari alkohol dan triklosan. Jenis
produk hand sanitizer inipun juga semakin beragam, baik komposisinya, zat
pembawanya, serta telah dipasarkan produk-produk baru yang digunakan secara meluas
di masyarakat.
Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir dan menggunakan hand
santizer/handrub berbasis alkohol merupakan cara yang efektif untuk membunuh kuman,
namun dari hasil penelitian Fajar (2013) mengatakan Cuci tangan yang paling baik adalah
mencuci tangan dengan menggunakan sabun plain (tidak mengandung anti mikroba) atau
sabun antiseptik yang mengandung anti mikroba, menggosok-gosok kedua tangan
meliputi seluruh permukaan tangan dan mencucinya dengan air mengalir dan
mengeringkannya secara keseluruhan dengan menggunakan handuk sekali pakai.
e.

Anjuran Cuci Tangan Menggunakan Sabun dan Handrub/Hand Sanitizer


1. Penggunaan air mengalir dan sabun/ sabun antiseptik
Bila jelas terlihat kotor atau terkontaminasi oleh bahan yang mengandung protein,
tangan harus dicuci dengan sabun dan air mengalir.
2. Penggunaan Handrub antiseptik/handrub berbasis alkohol
Bila tangan tidak

jelas terlihat kotor atau terkontaminasi, harus digunakan

antiseptic berbasis alkohol untuk dekontaminasi tangan rutin. Penggunaan


handrub antiseptik untuk tangan yang bersih lebih efektif membunuh flora
residen dan flora transien daripada mencuci tangan dengan sabun antiseptik atau
dengan sabun biasa dan air. Antiseptik ini cepat dan mudah digunakan serta
menghasilkan penurunan jumlah flora dan tangan awal yang lebih besar (Girou et al,
2002). Handrub antiseptik juga berisi emolien seperti gliserin, glisol propelin, atau
serbitol yang melindungi dan melembutkan kulit. Pastikan tangan kering sebelum
memulai kegiatan.
3. cuci tangan dengan antiseptik berbasis alkohol langkah sama dengan cuci tangan
pakai sabun antiseptik
4. Tetap diperlukan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap kali setelah 510 kali aplikasi handrub.
5. Karena mikroorganisme tumbuh dan berkembang biak pada keadaan lembab dan air
yang tidak mengalir maka Dispenser sabun handrub harus dibersihkan terlebih dahulu
sebelum pengisian ulang

6. Tidak boleh menambahkan sabun cair sebelum isi habis benar, penambahan dapat
menyebabkan kontaminasi pada sabun yang dimasukkan atau diisi ulang setelah
dispenser dicuci dan dikeringkan
7. Bila perlu tulis tanggal pengisian dan jenis cairan di dispenser untuk mempermudah
mengontrol
8. Tidak diperolehkan menggunakan baskom yang berisi air meskipun menggunakan
tambahan antiseptik karena mikroorganisme akan tetap berada di dalam air di
baskom. ( seperti : Dettol )
9. Jika air mengalir tidak tersedia, gunakan wadah air dengan kran ataugunakan ember
dan gayung, tamping
10. Jika tidak ada handuk kertas, keringkan tangan dengan handuk yang bersih sekali
Pakai atau keringkan dengan udara. Handuk yang digunakan bersama dapat dengan
cepat terkontaminasi