Anda di halaman 1dari 21

DEFINISI

Kandidosis adalah penyakit jamur, yang

bersifat akut atau subakut disebabkan oleh


spesies Candida, biasanya oleh spesies
Candida albicans.

EPIDEMIOLOGI
Penyakit ini terdapat si seluruh dunia, dapat
menyerang semua umur, baik laki-laki maupun
perempuan.

ETIOLOGI
Candidamerupakan

jamur yang didapati di


semua tempat dan tidak membahayakan pada
kulit
dan
membrane
mukosa
sehingga
kelembapan, kepanasan dan keseimbangan
pertahanan local dan sistemik tubuh yang
terganggu menyediakan suatu keadaan yang
sesuai untuk pertumbuhan Candida

Cuaca yang
panas

Pakaian yang
sempit

imunosupresif

Faktor resiko

Penyakit
Inflamatori

Higiene yang
Buruk

Flora normal
Yang
terganggu

Faktor endogen
Perubahan fisiologi
Umur: orang tua dan bayi lebih

mudah terkena infeksi karena


status immunologiknya tidak
sempurna
Imunologik: penyakit genetik

Faktor Eksogen
iklim, panas, kelembaban

menyebabkan perspirasi
meningkat
kebersihan kulit
kontak dengan penderita
kebiasaan merendam kaki
terlalu lama dalam air
menyebabkan mudahnya
masuknya jamur, pengobatan

Klasifikasi

Kandidiosis
Selaput lendir

Reaksi Id

Kandidiosis
Kutis

Kandidiosis
Sistemik

1. Kandidosis selaput lendir


A.Thrush atau stomatitis
Pada bayi ( terutama )
Sakit dan panas dimulut
Mulut bau asam
Lesi berupa selaput ( pseudomembran) putih, coklat kelabu, bila
selaput diangkat ulkus dangkal, mudah berdarah.
B.Perleche
Lesi bentuk fisura pada sudut mulut, maserasi, erosi, basah,dasar
eritem.
Faktor predisposisi : defisiensi riboflavin.
C.Vulvo vaginitis
Fluor albus, mukopurulen, bau asam, perasaan gatal vagina,
sering pada DM, wanita hamil.
d. Balanitis
Papul-papul eritem, pustul, vesikel, erosi pada glans penis &
sulkus koronarius.
Glans penis, sulkus koronarius dan frenulum biasanya hiperemis

2. Kandidosis Kutis
A. Kandidiasis intertriginosa
Lesi berupa bercak berbatas

tegas, bersisik, basah,


eritematosus, dikelilingi lesi
satelit berupa vesikel, pustul
kecil atau bula pecah -
erosif. Bentuk yang paling
sering pada orang dewasa

Lokasi lesi :
Lipatan kulit ketiak
Lipatan paha
Intergluteal
Perianal
Lipatan payu dara
Antara jari tangan atau kaki
Umbilikus
10

B. Kandidiasis Perianal
Lesi berupa maserasi seperti
infeksi dermatofit tipe basah dan
menimbulkan pruritus ani

C.Kandidiasis generalisata
Mengenai kulit glabrosa, bisa akibat perluasan
kandidiasis intertriginosa,juga di payudara,
intergluteal, dan umbilikus.
Lesi ekzematoid, vesikel, pustul, mengenai
daerah yang luas.
Terjadi pada bayi yang ibunya menderita
vaginitis atau imunologik

Paronikia & Onikomikosis


Ditemukan terutama pada wanita yang sering kontak dengan air.
Paronikia : jaringan pinggir kuku bengkak kemerahan terasa nyeri,
bila ditekan keluar eksudat
Onikomikosis: menyerang kuku, perubahan warna kuku, kuku
rusak/tidak mengkilap dan menebal
Kandidiasis popok
Mengenai daerah perianal, perigenital, lipat paha sampai bokong.
Dapat pula sebagai penyebab sekunder yang menyertai penyebab
primer dermatitis kontak iritan.
Keluhan gatal dan perih, kulit daerah perianal eritem , edem,
papul, pustul, erosif dan basah serta terdapat skuama kolaret pada
tepi lesi.
Granuloma kandida
Jarang ditemukan, penderitanya anak-anak, lesi mengenai wajah,
kulit kepala berambut, jari tangan,badan,kaki dan faring. Lesi
berupa papul hiperkeratotik yang ditutupi krusta tebal kuning
kecoklatan ( granuloma)

3. Kandidosis Sistemik
Endokarditis sering terjadi pada penderita

morfinis dan sesudah operasi jantung.


Meningitis gejalanya panas dingin,
peningkatan leukosit, peningkatan jumlah
protein.Tejadi kerana penyebaran hematogen
jamur

4. Reaksi Id (Kandidid)
Reaksi terjadi karena adanya metabolit

kandida, klinisnya berupa vesikel-vesikel


bergerombol, terdapat pada sela jari tangan.
Di tempat tsb tidak ada elemen jamur, namun
bila lesi diobati kandidid akan menyembuh.
Jika dilakukan uji kulit dengan kandidin
(antigen kandida) memberi hasil positif

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan langsung

Kerokan kulit atau usapan mukokutan diperiksa dengan


larutan KOH 10% atau dengan pewarnaan gram, terlihat sel
ragi, blastospora, atau hifa semu.

Pemeriksaan biakan

Bahan yang akan diperiksakan ditanam dalam agar


dektrosa glukosa Sabouraud. Perbenihan disimpan dalam
suhu kamar atau lemari suhu 370 C, koloni tumbuh setelah
24- 48 jam, berupa yeast like colony. Identifikasi candida
albicans dilakukan dengan membiakkan tumbuhan tersebut
pada com meal agar.

Pengobatan
1.
2.

Menghindari atau menghilangkan faktor predisposisi.


Topikal:
a. larutan ungu gentian -1% untuk selaput lender,1-2%
untuk kulit,
dioleskan sehari 2 kali selama 3 hari.
b. nistatin: berupa krim,salap,emulsi,
c. amfoterisin B
d. grup azol antara lain :
-Mikonazol 2 % berupa krim atau bedak.
-Klotrimazol 1% berupa bedak, larutan dank rim.
-Tiokonazol,bufonazol,isokonazol
-Siklopiroksolamin 1% larutan, krim
-Antimikotik yang lain yang berspektrum luas.

3. Sistemik :
a.Tablet nistatin untuk menghilangkan infeksi fokal dalam
saluran
cerna,obat ini tidak diserap oleh usus.
b. Amfoterisin B diberikan intravena untuk kandidosis
sistemik.
c. Untuk kandidosis vaginalis dapat diberikan kotrimazol
500mg per
vaginam dosis tunggal atau dengan flukonazol 150mg
dosis
tunggal.
d. Itrakonazol: bila dipakai untuk kandidosis vulvovaginalis
dosis
untuk orang dewasa 2 x 100mg sehari, selama 3 hari.

Komplikasi
Rekurens atau infeksi berulang kandida pada

kulit
Infeksi pada kuku yang mungkin berubah
menjadi bentuk yang aneh dan mungkin
menginfeksi daerah di sekitar kuku
Disseminated candidiasis yang mungkin
terjadi pada tubuh yang immunocompromised

Pencegahan
Keadaan umum dan higienitas yang baik
dapat membantu pencegahan infeksi kandida,
yaitu dengan menjaga kulit selalu bersih dan
kering. Bedak yang kering mungkin membantu
pencegahan infeksi jamur pada orang yang
mudah terkena. Penurunan berat badan dan
kontrol gula yang baik pada penderita diabetes
mungkin
membantu
pencegahan
infeksi
tersebut

Prognosa
Umumnya baik,bergantung pada berat

ringannya faktor predisposisi.