Anda di halaman 1dari 4

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBIJAKAN RELOKASI PENDUDUK

BANTARAN SUNGAI KARANGMUMUS SAMARINDA


KALIMANTAN TIMUR
(Studi Kasus : Kebijakan Relokasi Penduduk Bantaran Sungai Karangmumus)

Analisis Kritis Artikel

Disusun untuk memenuhi tugas Metodologi Penelitian Kualitatif


yang dibina oleh Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D

Oleh
Delvi Adri
150341805870

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


PASCASARJANA
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
Februari 2016

Nama Penulis

: Delvi Adri

Waktu dan Tempat Penulisan

: Malang, 8 Februari 2016

Bibliografi
Dewi, M.A., Ratna, K.A. & Syahrani. 2014. Persepsi Masyarakat Terhadap Kebijakan
Relokasi Penduduk Bantaran Sungai Karangmumus Samarinda Kalimantan Timur (Studi
Kasus : Kebijakan Relokasi Penduduk Bantaran Sungai Karangmumus). Ejurnal
Administrative Reform. 2 (4): 2422-2434.
Tujuan Penulisan
Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui persepsi kebijakan publik dari penghuni wilayah
sungai Karangmumus di kota Samarinda.
Fakta-fakta dari Artikel

Setiap tahun penduduk Samarinda Kalimantan Timur tiap tahunnya bertambah sejumlah 3%.

Pembangunan di segala bidang yang meliputi infrastruktur seperti jalan, gedung


perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan dan industri serta pergudangan bukan hanya akan
menjadi faktor penarik (pull factor) dan faktor pendorong (push factor) pertumbuhan
populasi namun sekaligus meningkatkan ruang pemukiman termasuk di daerah aliran
sungai (DAS).

Peraturan Daerah Kotamadya Samarinda Nomor 3 tahun 1986 mengenai pemindahan


penduduk tersebut bertujuan untuk mengembalikan fungsi dan lingkungan sungai.

Tingginya tingkat pencemaran sungai Karangmumus ini diperkuat oleh warna air sungai
Karangmumus yang kehitam-hitaman dan sampah yang semakin menumpuk.

Faktor yang mempengaruhi lambatnya penataan bantaran Sungai Karangmumus sebagai


ruang terbuka hijau (RTH) adalah sulitnya upaya pelaksanaan relokasi karena sebagian
warga bantaran Sungai Karangmumus ke Bengkuring dan Sambutan tidak mau pindah.

Konsep-konsep Penting

Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan. Penginderaan adalah
merupakan suatu proses di terimanya stimulus oleh individu melalui alat penerima yaitu
alat indera.

Masyarakat merupakan sekelompok manusia yang hidup secara bersama-sama dan saling
berhubungan.

Kebijakan dapat diartikan sebagai serangkaian tindakan yang mempunyai tujuan tertentu
dengan diikuti dan dilaksanakan oleh seorang atau sekelompok pelaku guna memecahkan
suatu masalah tertentu

Pembangunan perumahan dan pemukiman masyarakat selain harus mencerminkan


perwujudan manusia seutuhnya dan peningkatan kualitas manusia meniadakan
kecemburuan sosial dan secara positif menciptakan pemukiman dan perumahan yang
mencerminkan kesetiakawanan serta keakraban sosial disamping itu juga harus
memperhatikan aspek sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan kemampuan masyarakat
serta berwawasan lingkungan

Sempadan sungai didefinisikan sebagai kawasan sepanjang kini dan kanan sungai,
termasuk sungai buatan/kanal/saluran irigasi primer, yang mempunyai manfaat penting
untuk mempertahankan fungsi sungai.

Fungsi Sungai serta perlakuan manusia dalam usaha memanfaatkan sungai berikut
sumber daya yang dimilikinya yang secara alami bentuk atau morfologi sungai akan
berubah dengan kurun waktu yang berbeda antara sungai satu dengan lainnya.

Pemukiman padat menimbulkan beban pencemaran yang tak tertahankan bagi kawasan
sungai Karangmumus yang pada kenyataannya hanya merupakan sebuah anak sungai.

Pertanyaan yang Muncul


Berdasarkan artikel yang telah saya analisis ini, timbul pertanyaan apakah dengan melihat
persepsi masyarakat bisa menjadi suatu penelitain? dan berapa orang responden yang harus
kita ambil pendapatnya agar data yang kita ambil menjadi valid? serta bagaimana
menyatukan berbagai persepsi yang dilontarkan oleh responden?
Refleksi diri
Setelah membaca artikel ini, saya mendapatkan pengetahuan mengenai penelitian Kualitatif
dengan melihat persepsi masyarakat mengenai suatu kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.
Dengan adanya penulisan analisis kritis artikel ini, saya mengharapkan bisa membantu dalam
memberikan informasi terutama penelititan yang menggunakan metoda kualitatif.

KRITERIA PENILAIAN ANALISIS KRITIS


SEMESTER GENAP TAHUN 2015/2016
No

Elemen

Skor
Maks

Penialain
Sendiri

A. Identitas Analisis Kritis


1
Judul analisis kritis
3
3
2
Nama artikel yang dianalisis
3
3
3
Nama penulis analisis kritis
2
2
4
Tempat dan waktu penulisan
2
2
analisis kritis
B. Sistmatika Analisis Kritis
5
Analisis kritis terorganisasi dengan
10
10
baik dan lengkap
C. Isi Analisis Kritis
6
Bibliografi (nama pengarang, tahun
10
publikasi, judul artikel, sumber
10
artikel, volume, nomor, halaman)
ditulis dengan benar
7
Tujuan penulis dalam menulis
10
10
artikel dicantumkan
8
Menyajikan fakta-fakta unik yang
15
15
berkaitan dengan bacaan
9
Ada pertanyaan-pertanyaan penting
15
yang dimunculkan dari setiap
15
paragraf atau dari keseluruhan
artikel yang dianalisis
10 Menyajikan hasil eksplorasi berupa
15
konsep atau prinsip sains yang ada
15
relevansinya dengan konsep yang
dipelajari
11 Ada pernyataan yang ingin
15
dilakukan/mempengaruhi sikap
15
mahasiswa terhadap hasil analisis
Jumlah Skor
100
100
Instrumen penilaian dikembangkan oleh Indriwati, S.E. (2003)
Korektor

: Fadli Rahman

Penilaian
Teman
3
3
2
2

10

10
15
13

14

15

95

Penilaian
Dosen