Anda di halaman 1dari 5

Tugas UAS Mata Kuliah Pendidikan Budaya Anti Korupsi

Proposal Kegiatan

Oleh
Rizki Isnaningsih
P07124213031

BAB I
Pendahuluan
A. Latarbelakang
Negara berkembang adalah negara yang rakyatnya memiliki tingkat
kesejahteraan

dan

kualitas

hidup

dalam

taraf rendah

atau

sedang

dalam

perkembangan. Negara berkembang mempunyai pendapatan perkapita yang masih


rendah, sehingga belum dapat mengatasi masalah kehidupan. Factor-faktor yang perlu
diperhatikan seperti halnya pendidikan, kesehatan, pertumbuhan penduduk dan
kematian erta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Salah satu contoh negara berkembang adalah Negara X. Negara X memiliki
sumber daya alam yang melimpah, namun dengan jumlah penduduk yang tinggi
hampir 250 juta jiwa, 25% penduduknya masih belum mengenyam pendidikan, dan
sekitar 30% penduduknya masih harus meminta-minta untuk memenuhi kehidupan
fisik setiap harinya. Dalam praktek kehidupan pemerintahan juga menggambarkan
keprihatinan, perilaku curang calon wakil rakyat untuk mendapatkan kursi jabatan
makin marak terjadi. Oleh karena itu, penulis berupaya untuk membuat suatu rencana
kegiatan yang dapat memperbaiki kondisi Negara X dari tindak kejahatan yang tidak
terpuji dengan peran serta pemerintah, masyarakat, dan mahasiswa.
B. Rumuan Masalah
Bentuk kegiatan apa yang tepat sebagai upaya memperbaiki kondisi Negara X?
C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Sebagai salah satu upaya untuk memperbaiki kondisi Negara X agar terbeba dari
tindak kejahatan yang tidak terpuji
2. Tujuan Khusus
a. Agar pemerintah dapat dengan cermat dan teliti dalam mempercayakan
jabatan kementerian atau kabinet pemerintahan pada kandidat calon wakil
rakyat
b. Agar masyarakat mampu menentukan pilihan pada orang yang tepat sebagai
wakilnya dalam pemerintahan
c. Agar mahasiswa dapat ikut peran sebagai agent of change untuk memperbaiki
kondisi kehidupan Negara X
BAB II
Tijauan Pustaka

BAB III
Metode
A. Rencana Pelaksanaan

1. Penyelenggara
Organisasi Peduli Anti Korupsi (OPAK) yang dibentuk atas kerjasama berbagai pihak
dimana pengurus organisasi tersebut direkrut dari berbagai kalangan baik masyarakat
maupun mahasiswa yang kompeten dan memiliki visi misi yang sama untuk
memperbaiki kondisi negara.
2. Kegiatan
a. Memberikan pelatihan budaya anti korupsi bagi calon wakil rakyat pada waktu
akan terselenggaranya pemilu dan juga secara bertahap pada saat sudah menjabat
sebagai anggota dewan agar mereka tidak lalai dengan hak yang dimiliki serta
tugas dan tanggung jawab yang diemban.
b. Sosialisasi mengenai pendidikan budaya anti korupsi bagi masyarakat baik
kalangan pekerja, masyarakat biasa, mahasiwa maupun pelajar sebagai pihak yang
menentukan dan akan memberikan kepercayaan pada calon wakilnya di kursi
pemerintahan.
c. Pemanfaatan media informasi sebagai sarana memberikan pendidikan selain
melalui sosialisasi langsung. Media yang dimanfaatkan adalah melalui iklan
televise, kolom opini di media cetak, maupun melalui spanduk di pinggir jalan.
Diusahakan agar media-media informasi tersebut dapat dijangkau oleh masyarakat
sehingga pesan tersampaikan secara efektif.
B. Kerjasama dengan institusi terkait
Organisasi Peduli Anti Korupsi menjalankan rencana kegitan-kegiatan tersebut
tentunya kerjasama dengan pemerintah, KPU, intitusi pendidikan, komisi penyiaran, dan
juga pihak dari media cetak.
C. Hail yang diharapkan
Terselenggranya kegiatan-kegiatan tersebut secara rutin dan bertahap diharapkan
masyarakat dan kaum terpelajar dapat berperan sebagai pengontrol kegiatan pemerintahan
dan tidak sekedar mengikuti hasil dari keputusan yang dibuat. selain itu agar negara ini
memiliki wakil rakyat yang benar-benar berkompeten dan bertanggung jawab serta
terhindar dari tindakan korupsi.