Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM

INSTRUMENTASI INDUSTRI
Penguat Inverting Non Inverting Differensial

Dosen Pembimbing
Siti Sendari

Oleh:
..
Prodi:
...............................................

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
September 2014

Penguat Inverting Non Inverting - Differensial

A. Tujuan
a.

Mahasiswa dapat memahami karakteristik penguat inverting, noninverting, dan differensial.

b.

Mahasiswa dapat menggunakan modul penguat inverting, noninverting, dan differensial dengan baik.

B. Dasar Teori
1. Operational Amplifier
Penguat operasional atau sering disebut op-amp merupakan komponen
elektronika yang berfungsi untuk memperkuat sinyal arus searah (DC) maupun
arus bolak-balik (AC). Penguat operasional terdiri atas transistor, resistor dan
kapasitor yang dirangkai dan dikemas dalam rangkaian terpadu (Iintregated
circuit). Gambar 1 menunjukkan symbol dari OP-AMP

Gambar 1. Simbol OP-AMP

Dalam penggunaannya op-amp dibagi menjadi dua jenis yaitu penguat linier
dan penguat tidak linier. Penguat linier merupakan penguat yang tetap
mempertahankan bentuk sinyal masukan, yang termasuk dalam penguat ini antara

lain penguat non inverting, penguat inverting, penjumlah diferensial dan penguat
instrumentasi. Sedangkan penguat tidak linier merupakan penguat yang bentuk
sinyal keluarannya tidak sama dengan bentuk sinyal masukannya, diantaranya
komparator,

integrator,

diferensiator,

pengubah

bentuk

gelombang

dan

pembangkit gelombang.

2. Penguat Inverting
Penguat ini dinamakan penguat non inverting karena masukan dari penguat
tersebut adalah masukan non inverting dari Op Amp. Sinyal keluaran yang
dihasilkan oleh penguat jenis ini sefasa dengan sinyal masukannya. Gambar 2
menunjukkan rangkaian dari penguat inverting.

Gambar 2. Penguat Inverting

Vout

Rf
Rg

Vin
Rumus untuk menentukan tegangan keluaran dari

penguat inverting adalah sebagai berikut :

Gain

Vout
Vin
Untuk pengutannya :

3. Penguat non Inverting


Penguat ini dinamakan penguat non inverting karena masukan dari penguat
tersebut adalah masukan non inverting dari Op Amp. Sinyal keluaran yang
dihasilkan oleh penguat jenis ini sefasa dengan sinyal masukannya. Gambar 3
menunjukkan rangkaian dari penguat non inverting.

Gambar 3. Penguat non Inverting

Vout

Rg R f
Rg

Vin
Rumus untuk menentukan tegangan keluaran dari

penguat non inverting adalah sebagai berikut :

Gain

Rg R f
Rg
Untuk pengutannya :

4. Penguat Diferensial
Penguat ini mampu memperkuat sinyal yang kecil. Keluaran dari penguat ini
sebanding dengan perbedaan tegangan kedua masukannya. Penguat diferensial ini
mampu mengurangi noise dengan sangat baik. Gambar 2.1 menunjukkan
rangkaian penguat diferensial

Gambar 2.1 Penguat Diferensial


Rumus penguatan tegangan dari penguat diferensial adalah sebagai berikut:

C. Alat dan Bahan


a. Modul Praktikum Penguat Inverting .............................

1 buah

b. Modul Praktikum Penguat non- Inverting ....................

1 buah

c. Modul Praktikum Penguat Differensial.........................

1 buah

d. AVOmeter......................................................................

1 buah

e. Catu daya 12 Volt (Simetris)..........................................

1 buah

D. Langkah Percobaan
1

Penguat Inverting
Sebelum memulai percobaan, sebaiknya diketahui dahulu rangkaian yang

digunakan pada modul penguat inverting yang diunjukkan pada gambar 4.

Gambar 4. Rangkaian Penguat Inverting

1) Siapkan alat dan bahan.


2) Aktifkan catu daya sebesar 12 volt pada Modul Penguat inverting.
3) Atur V input sesuai dengan tabel 1. Amati hasilnya.
4) Bandingkan hasil percobaan penguat inverting dengan teori penguatannya.
5) Buatlah analisis dan kesimpulan dari hasil praktikum yang telah
dilaksanakan.

Tabel 1. Tabel Percobaan Penguat Inverting


Gain
V p-p
Vo/Vi
Rf

Rg
input

2k

Out
Perhitunga
n

Out
Pengukura
n

1k

2v

-4,24 v

1k

4v

-8,4 v

Error

1k

6v

-9,79 v

1k

8v

-9,75 v

5. Penguat non Inverting


Sebelum memulai percobaan, sebaiknya diketahui dahulurangkaian yang
digunakan pada modul penguat non-inverting yang diunjukkan pada gambar 5.

Gambar 5. Rangkaian Penguat non Inverting


1

Siapkan alat dan bahan.


6) Aktifkan catu daya sebesar 12 volt pada Modul Penguat non inverting.
7) Atur V input sesuai dengan tabel 2. Amati hasilnya.
8) Bandingkan hasil percobaan penguat non inverting dengan teori
penguatannya.
9) Buatlah analisis dan kesimpulan dari hasil praktikum yang telah
dilaksanakan.

Tabel 2. Tabel Percobaan Penguat non Inverting


Rf

Rg

V p-p

Gain

Vo/Vi
Out
Perhitunga
n

input

2k

Out
Pengukura
n

1k

2v

6v

1k

4v

11, 06 v

1k

6v

11, 06 v

1k

8v

11, 06 v

Error

6. Penguat Differensial
Sebelum memulai percobaan, sebaiknya diketahui dahulu rangkaian yang
digunakan pada modul penguat diferensial yang diunjukkan pada gambar 6.
12V

Vin2
R2
1k

Vin1
Rg
2k

R1

741

2.192

DC 10MOhm

1k

-12V
Rf
1k

Gambar 6. Rangkaian Differensial


1

Siapkan alat dan bahan.


10) Aktifkan catu daya sebesar 12 volt pada Modul Penguat non inverting.
11) Atur V input 1 &2 sesuai dengan tabel 3. Amati hasilnya.
12) Bandingkan hasil percobaan penguat diferensial dengan teori penguatannya.
13) Buatlah analisis dan kesimpulan dari hasil praktikum yang telah
dilaksanakan.

10

Tabel 3. Tabel Percobaan Penguat Differensial


V p-p

Gain
Vo/Vi

Out
Perhitunga
n

Out
Pengukura
n

Input1

Input2

2v

8v

0,645 v

4v

6v

1,335 v

6v

4v

2, 145 v

8v

2v

2,965 v

Error

E. Analisis Data
1.

Penguat Inverting
Vout=

2.

Rf
Vin
Rg

Penguat non inverting


Vout=

Rf + Rg
Vin
Rg

3. Penguat Differensial

11

F. Kesimpulan

G. Tugas
1.

Sebutkan karakteristik op-amp ideal!

2.

Apa

yang

membedakan

penguat

inverting

dan

penguat

differensial? Jelaskan secara singkat!


Jawaban :

12