Anda di halaman 1dari 10

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIZAR, MATARAM

SEMESTER V, TA. 2013/2014


MODUL : PENELITIAN KESEHATAN
KULIAH : INVESTIGASI WABAH
DOSEN
: dr. INDRADJID, MS.
HARI/TGL : JANUARI 2014

I. PENDAHULUAN
UURI NO.4 TH 1984 tentang
Wabah Penyakit Menular
Pasal 1 :
a) Wabah adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular
dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat
secara nyata melebihi keadaan yang lazim pada waktu dan
daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka.
b) Sumber penyakit adalah manusia, hewan, tumbuhan, dan benda-benda yang
mengandung dan atau tercemar bibit penyakit, serta yang dapat menimbulkan
wabah.
Pasal 3 : Menteri Kesehatan menetapkan jenis-jenis penyakit tertentu yang
dapat menimbulkan wabah.
Pasal 4 :
a) Menteri Kesehatan menetapkan daerah tertentu yang terjangkit wabah
sebagai daerah wabah.
b) Menteri Kesehatan mencabut penetapan daerah wabah.

Untuk kegiatan praktis dilapangan, pengertian wabah dipersempit sebagai


Kejadian Luar Biasa (KLB).
Berkaitan dengan wabah atau KLB, masalah kesehatan dikatagorikan :
a) Endemi : suatu keadaan dimana frekuensi suatu penyakit tetap tinggi
dalam waktu yang lama pada suatu wilayah tertentu.
b) Sporadik : frekuensi suatu penyakit berubah-ubah menurut perubahan
waktu.
c) Epidemi : frekuensi suatu penyakit dalam waktu yang singkat meningkat
pada suatu daerah yang luas (regional).
d) Pandemi : frekuensi suatu penyakit meningkat amat tinggi dalam waktu
singkat dan penyebarannya mencakup wilayah yang amat
luas.
Penyakit Menular penyebabnya mikroorganisme yang berbeda pada :
a) Patogenisiti kemampuan menimbulkan penyakit (disease stimulus)
patogen dan non patogen.
b) Virulensi ukuran terhadap derajat kerusakan yang ditimbulkan.
c) Antigenisiti kemampuan merangsang respons imun pada host.
d) Infektiviti kemampuan invasi, menyesuaikan diri dan berkembang biak
dalam host.

II. BATASAN KLB

Timbulnya suatu kejadian kesakitan / kematian yang meningkat pada


suatu kelompok penduduk dalam kurun waktu tertentu (dikaitkan dengan
penyebaran menurut tempat, waktu dan orang).

Di Indonesia, untuk mempermudah petugas kesehatan mengenali KLB,


disusun pedoman praktis :
a) Angka kesakitan / kematian suatu penyakit menular disuatu kecamatan
meningkat 3 kali atau lebih selama 3 minggu berturut-turut atau lebih.
b) Jumlah penderita baru dalam satu bulan dari suatu penyakit menular
disuatu kecamatan meningkat 2 kali atau lebih.
c) Angka rata-rata bulanan selama 1 tahun dari kasus baru dari suatu
penyakit menular disuatu kecamatan menunjukkan kenaikan 2 kali atau
lebih bila dibandingkan data tahun sebelumnya.
d) Case Fatality Rate (CFR) suatu penyakit menular tertentu dalam satu
bulan disuatu kecamatan menunjukkan kenaikan 2 kali atau lebih
dibanding data tahun sebelumnya.
e) Proportional rate penderita baru dari suatu penyakit menular dalam 1
bulan dibandingkan data tahun sebelumnya meningkat 2 kali atau lebih.
f) Penyakit menular tertentu kolera, cacar, pes, DHF bila terdapat satu
atau lebih penderita / kematian karena penyakit tersebut, paling sedikit 4
minggu berturut-turut.

g) Apabila timbul kesakitan / kematian akibat keracunan yang timbul


disuatu kelompok masyarakat.
h) Apabila di daerah tersebut terdapat penyakit menular yang sebelumnya
tidak ada / tidak dikenal.

III.INVESTIGASI / PENYELIDIKAN KLB


TUJUAN : mencegah meluasnya dan tertularnya KLB.
LANGKAH LANGKAH :
A. DIAGNOSA KASUS DAN IDENTIFIKASI PENYEBAB.
B. MENETAPKAN APAKAH SUATU KLB.
C. IDENTIFIKASI SUMBER DAN CARA PENULARAN
D. IDENTIFIKASI POPULASI YANG RENTAN.

A. DIAGNOSA KASUS
1) Dimulai dengan merumuskan definisi kasus, misal suatu KLB yang
diduga berasal dari makanan dengan gejala diare
definisi kasus
Penderita diare disertai dengan salah satu atau lebih gejala sebagai
berikut : demam, muntah, sakit perut, tinja bercampur lendir.
2) Pelacakan kasus :
Pemeriksaan mulai anamnesa, pemeriksaan fisik dan laboratorium.
Menyusun daftar kasus.
3) Menetapkan apakah KLB, sesuai kriteria menurut tempat, waktu dan
orang buat grafik.
4) Menentukan sumber dan cara penularan.
a. Cara penularan penyakit dapat dikelompokkan menjadi
Waterborne : desentrie
Air borne : campak
Food borne : keracunan
Vector borne : DHF.

b. Kurva epidemik menentukan cara penularan

Wabah sumber tunggal (point comon source epidemic) paparan serentak


terhadap patogen pada sejumlah orang yang rentan dalam waktu singkat mendekati
masa inkubasi penyakit. Biasanya waterborne atau foodborne.

Wabah tipe propagated melalui kontak dari orang ke orang lain. Pada kurva
terlihat beberapa puncak dengan jarak sistematik kurang lebih sebesar masa
inkubasi penyakit.

Tipe campuran
IV.
1)
o
o
2)
3)
o
o
4)
o
o

PENANGGULANGAN
Memberantas sumber untuk memutus rantai penularan, misal
Sumber air kaporitisasi atau memasak air.
Sumber makanan pemusnahan.
Mengobati kasus dan isolasi bila perlu
Pencegahan dengan obat atau imunisasi
Malaria dosis prophylaxis kloroquin.
Polio, campak imunisasi.
Surveilans berkelanjutan
Pasif dari laporan rutin laporan mingguan wabah (W2),
diperoleh dari data rawat jalan dan rawat inap fasilitas
pelayanan kesehatan.
Aktif survey untuk penemuan kasus baru.

V.
1)
a)

ANALISIS DATA
DATA KLINIK
tanda dan gejala klinik pada kasus distribusi bentuk tabel, misal
Gejala

Jumlah

Frekuensi (%)

Diare

28

100

Sakit perut

28

100

Muntah

22

78

dst

dst

dst

b) Identifikasi Sindroma
Dari definisi kasus sindroma klinik diagnosa banding.
Misal : diare, mual, pusing, muntah merupakan sindroma keracunan
makanan. Maka DD nya antara lain :
clostridium botulinum, bacilus cereus, staphylococcus,
clostridium pertringen, vibrio hemolitikus.
Menghitung masa inkubasi terpendek dan terpanjang penyakit
dibandingkan periode KLB memperkirakan etiologi.
2) DATA LABORATORIUM
Dapat menentukan etiologi pasti.

REFERENSI
Azwar, A (1999) : Pengantar Epidemiologi, Binarupa Aksara, Jakarta.
Bustan, MN (1996) : Pengantar Epidemiologi, Rineka Cipta, Jakarta.
Greenberg, RS, et al (2001) : Medical Epidemiology, 3 rd Ed, Mc.Graw
Hill C, Inc, New York USA.
Hasmi, (2011) : Teknik Penyidikan Wabah Trans Info Media. Jakarta.
Soerawidjaja, RA dkk (2000) : Penanggulangan Wabah oleh Puskesmas,
Binarupa Aksara, Jakarta.