Anda di halaman 1dari 21

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I

PENGUKURAN BUTIRAN PADATAN

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Dalam proses industri kimia, banyak bahan digunakan, terutama berbentuk
padatan. Produk -produk komersial harus memenuhi spesifikasi - spesifikasi
tertentu baik dalam bentuk maupun ukurannya. Untuk memenuhi hal tersebut,
maka bahan melewati serangkaian proses. Salah satu proses yang dimaksud yaitu
pengayakan. Pengayakan adalah metode pemisahan partikel sesuai ukuran yang
dikehendaki menjadi beberapa fraksi berdasarkan perbedaan ukuran partikel
tersebut. Pada prosesnya, zat padat itu dijatuhkan atau dilemparkan ke permukaan
pengayak. Partikel yang di bawah ukuran atau yang kecil (undersize), atau halusan
(fines), lulus melewati bukaan ayak, sedang yang di atas ukuran atau yang besar
(oversize) akan tertahan di permukaan ayakan.
Prosedur dari praktikum pengukuran butiran padat adalah sebagai berikut.
Pertama, alat ayakan disiapkan dengan tiga macam ukuran, yaitu 30 mesh, 40
mesh, dan 60 mesh. Berikutnya, pasir yang dijadikan sebagai bahan percobaan
ditimbang hingga 600 gram. Pasir tersebut kemudian diayak menggunakan ayakan
30 mesh lalu ditimbang banyaknya pasir yang tertahan (oversize) dan banyaknya
pasir yang lolos (undersize). Prosedur yang sama juga dilakukan pada ayakan
ukuran 40 dan 60 mesh. Selanjutnya, prosentase dan fraksi dari undersize dan
oversize dihitung.
Tujuan dari praktikum ini antara lain mempersiapkan produk butiran
padatan dengan ukuran yang diinginkan. Selain itu, untuk mencegah partikel

Program Studi Teknik S-1 Teknik Kimia


Fakultas Teknologi Industri
UPN Veteran Jawa Timur

Page 1

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I


PENGUKURAN BUTIRAN PADATAN

oversize dan mineral -mineral yang tidak diinginkan masuk ke dalam tahapan
proses selanjutnya. Pengayakan juga mampu meningkatkan spesifikasi bahan .

I.2 Tujuan
1. Mempersiapkan produk butiran padatan sesuai dengan ukuran yang
diinginkan untuk beberapa proses berikutnya.
2. Mencegah masuknya mineral yang tidak sempurna dalam permukaan
(primary crushing) atau oversize ke dalam proses pengolahan berikutnya
(secondary crushing).
3. Untuk meningkatkan spesifikasi suatu mineral sebagai produk akhir
4. Mencegah masuknya undersize ke permukaan

I.3 Manfaat
1. Mengetahui cara - cara menentukan ukuran partikel
2. Memahami proses pengayakan dan prinsip kerjanya
3. Mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi suatu pengayakan

Program Studi Teknik S-1 Teknik Kimia


Fakultas Teknologi Industri
UPN Veteran Jawa Timur

Page 2

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I


PENGUKURAN BUTIRAN PADATAN

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Secara Umum


Pengayakan adalah sebuah cara pengelompokan butiran, yang akan
dipisahkan menjadi satu atau beberapa kelompok. Dengan demikian dapat
dipisahkan anatara partikel lolos ayakan (butiran halus) dan yang tertinggal di
ayakan ( butiran kasar). Ukuran butiran tertentu yang masihdapat melintasi ayakan
dinyatakan sebagai butiran batas.
Pengayakan merupakan pemisahan berbagai campuran partikel padatan
yang mempunyaI berbagai ukuran bahan dengan menggunakan ayakan. Proses
pengayakan juga digunakan sebagai alat pembersih, pemisah kontaminan yang
ukurannya berbeda dengan bahan baku. Pengayakan memudahkan kita untuk
mendapatkan serbuk dengan ukuran yang seragam. Dengan demikian pengayakan
dapat didefinisikan sebagai suatu metoda pemisahan berbagai campuran partikel
padat sehingga didapat ukuran partikel yang seragam serta terbebas dari
kontaminan yang memiliki ukuran yang berbeda dengan menggunakan alat
pengayakan.
(Anonim,2009)

Program Studi Teknik S-1 Teknik Kimia


Fakultas Teknologi Industri
UPN Veteran Jawa Timur

Page 3

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I


PENGUKURAN BUTIRAN PADATAN

Mengayak adalah metode yang paling umum digunakan untuk mengukur


distribusi ukuran partikel karena murah, sederhana dan cepat dengan variasi yang
sedikit antara para operator. Tujuan penyusunan ayakan seri adalah memisahkan
partikel sesuai dengan ukuran partikel masing-masing sehingga bahan yang lolos
ayakan pertama akan tersaring pada ayakan kedua dan seterusnya hingga partikel
itu tidak dapat lagi melewati ayakan dengan nomor mesh tertentu.
(Adi,2012)
Partikel zat padat secara individu dikarakteristikan sesuai ukuran, bentuk,
dan densitas partikel. Partikel padat dapat berbentuk beraturan maupun tidak
beraturan. Untuk partikel beraturan beraturan contohnya seperti berbentuk bola,
kubus, dan lainnya. Karena itu, ukuran partikel beraturan lebih mudah ditentukan
dibandingkan partikel tak beraturan.
Untuk menghitung ukuran partikel rata-rata bisa dilakukan dengan dua analisis,
antara lain analisis diferensial dan analisis kumulatif. analisis diferensial
menggunakan ukuran partikel sebagai fungsi ukuran partikel rata-rata. Sedangkan
analisa kumulatif didapatkan dengan menjumlah dan memetakan jumlah
kumulatif terhadap diameter maksimum. Pada prinsipnya, metode analisa
kumulatif lebih efektif dibandingkan analisis diferensial karena analisa kumulatif
mempunyai tingkat ketelitian yang lebih tinggi.
(McCabe. 1993)
Pengayakan adalah sebuah cara pengelompokkan butiran, yang akan
dipisahkan menjadi satu atau beberapa kelompok. Dengan demikian dapat
dipisahkan antara partikel lolos ayakan (butir halus) dan yang tertinggal di ayakan
(butir kasar). Pengayakan dapat juga diartikan untuk memperoleh ukuran yang
seragam dimana pada proses pengayakan partikel zat padat dijatuhkan atau
Program Studi Teknik S-1 Teknik Kimia
Fakultas Teknologi Industri
UPN Veteran Jawa Timur

Page 4

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I


PENGUKURAN BUTIRAN PADATAN

dilemparkan ke permukaan pengayak yang di bawah ukuran atau yang kecil


(undersize), atau halusan (fines), lulus melewati bukaan ayak, sedang yang di atas
ukuran atau yang besar (oversize), atau buntut (tails) tidak lulus. Pengayakan lebih
lazim dalam keadaan kering. Pengayakan (screening) dipakai dalam skala industri.

GAMBAR JARING AYAKAN

Fraksi oversize

= fraksi padatan yang tertahan ayakan.

Fraksi undersize

= fraksi padatan yang lolos ayakan.

Produk dari proses pengayakan/penyaringan ada 2 (dua), yaitu :


1. Ukuran lebih besar daripada ukuran lubang-lubang ayakan (oversize).
2. Ukuran yang lebih kecil daripada ukuran lubang-lubang ayakan
(undersize)

Program Studi Teknik S-1 Teknik Kimia


Fakultas Teknologi Industri
UPN Veteran Jawa Timur

Page 5

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I


PENGUKURAN BUTIRAN PADATAN

(Anonim,2009)
Pada pengayakan manual, bahan diperiksa melewati lubang ayakan, umumnya
dengan bantuan sebilah kayu atau sebilah bahan sintesis atau dengan sikat.
Beberapa farmakope memuat spesifikasi ayakan dengan lebar lubang tertentu.
Sekelompok partikel dikatakan memiliki tingkat kehalusan tertentu jika seluruh
partikel dapat melintasi lebar lubang yang sesuai (tanpa sisa ayakan). Dengan
demikian ada batasan maksimal ukuran partikel.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengayakan, yaitu:
1.

Jenis ayakan

2.

Cara pengayakan

3.

Kecepatan pengayakan

4.

Ukuran ayakan

5.

Waktu pengayakan

6.

Sifat bahan yang akan diayak

(Adi,2012)

Program Studi Teknik S-1 Teknik Kimia


Fakultas Teknologi Industri
UPN Veteran Jawa Timur

Page 6

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I


PENGUKURAN BUTIRAN PADATAN

Pengayakan dengan berbagai rancangan telah banyak digunakan dan


dikembangkan secara luas pada proses pemisahan bahan-bahan pangan
berdasarkan ukuran. Pengayakan yaitu pemisahan bahan berdasarkan ukuran
mesin atau lubang ayakan. Bahan yang mempunyai ukuran lebih kecil dari
diameter lubang akan lolos dan bahan yang mempunyai ukuran lebih besar akan
terjerap pada permukaan lubang ayakan. Bahan-bahan yang lolos melewati lubang
ayakan mempunyai ukuran yang seragam dan bahan yang terjerap dikembalikan
untuk dilakukan penggilingan ulang .
Dalam proses industri, biasanya digunakan material yang berukuran
tertentu dan seragam. Untuk memperoleh ukuran yang seragam, maka perlu
dilakukan pengayakan. Pada proses pengayakan zat padat itu dijatuhkan atau
dilemparkan ke permukaan pengayak. Partikel yang di bawah ukuran atau yang
kecil (undersize), atau halusan (fines), lulus melewati bukaan ayak, sedang yang
di atas ukuran atau yang besar (oversize), atau buntut (tails) tidak lulus.
Pengayakan lebih lazim dalam keadaan kering
Pengayakan secara mekanik (pengayakan getaran, guncangan, atau kocokan)
dilakukan dengan bantuan mesin, yang umumnya mempunyai satu set ayakan
dengan ukuran lebar lubang standar yang berlainan.
Suatu ayakan terdiri dari bingkai ayakan dan jaringan ayakan dalam hal ini
dikenal dengan istilah mesh. Mesh adalah jumlah lubang per inchi kuadrat.
Biasanya jaringan tersebut dilengkapi dengan peralatan lain sesuai dengan jenis
ayakan, misalnya pada ayakan goyang bingkai ayakan dihubungkan dengan
batang penggerak ke roda gerak.

TEKNIK PENGAYAKAN
Program Studi Teknik S-1 Teknik Kimia
Fakultas Teknologi Industri
UPN Veteran Jawa Timur

Page 7

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I


PENGUKURAN BUTIRAN PADATAN

Pengayakan merupakan suatu metode yang digunakan untuk mendapatkan


ukuran partikel yang diinginkan. Metode ini memiliki dua teknik yang dapat
diaplikasikan dalam pembuatan sediaan farmasi, yaitu teknik pengayakan manual
dan teknik pengayakan mekanik. Berikut adalah penjelasan mengenai teknik
pengayakan manual dan teknik pengayakan mekanik.
Pada pengayakan manual, bahan dipaksa melewati lubang ayakan,
umumnya dengan bantuan sebilah kayu atau sebilah bahan sintetis atau dengan
sikat. Beberapa farmakope memuat spesifikasi ayakan denagn lebar lubang
tertentu. Sekelompok partikel dikatakan memiliki tingkat kehalusan tertentu jika
seluruh partikel dapat melintasi lebar lubang yang sesuai (tanpa sisa di ayakan).
Dengan demikian ada batasan maksimal ukuran partikel.
Teknik pemisahan ini merupakan teknik manual, teknik ini dapat
dilakukan untuk campuran heterogen khususnya campuran dalam fasa padat.
Proses pemisahan didasari atas perbedaan ukuran partikel didalam campuran
tersebut. Sehingga ayakan memiliki ukuran pori atau lubang tertentu, ukuran pori
dinyatakan dalam satuan mesh, contoh ayakan dapat dilihat pada Gambar 1.
Sebagai contoh sederhana kita dapat lakukan pemisahan pasir dari sebuah
campuran pasir dan batu kerikil, menggunakan ayakan yang porinya cukup halus.
Teknik pengayakan yang dilakukan tentunya memiliki tujuan dalam
pembuatan suatu sediaan farmasi. Untuk mendapatkan ukuran partikel yang
diinginkan maka terdapat beberapa standar ayakan yang biasanya digunakan
dalam pembuatan sediaan farmasi. Standar ayakan yang akan dibahas kali ini
adalah Standar Amerika, Standar Tyler dan Standar menurut United States
Pharmacopeia ( USP )
Mengayak adalah metode yang paling umum digunakan untuk mengukur
distribusi ukuran partikel karena murah , sederhana , dan cepat dengan variasi
Program Studi Teknik S-1 Teknik Kimia
Fakultas Teknologi Industri
UPN Veteran Jawa Timur

Page 8

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I


PENGUKURAN BUTIRAN PADATAN

yang sedikit antara para operator. Meskipun limit bawah dari pemakaian biasanya
diperkirakan sebesar 50 mikron, ayakan mikromesh dapat digunakan untuk
memperpanjang batas bawah sampai 10 mikron.
Sebuah ayakan terdiri dari suatu panci dengan dasar kawat kasar dengan
lubang lubang segi empat. Di Amerika Serikat digunakan dua standar ayakan.
Pada skala standar Tyler , perbandingan lebar lubang pada urutan ayakan adalah .
Skala standar Tyler didasarkan pada ukuran lubang (0,0029) pada kasa yang
mempunyai 200 lubang pada setiap 1 inci , yaitu 200-mesh. Skala Standar
Amerika yang dianjurkan oleh Biro Standar Nasional umumnya menggunakan
perbandingan , tetapi didasarkan pada lubang 1 mm (18-mesh)
Kedua ayakan standar ini dapat dilihat pada tabel berikut
Standar Amerika

Standar Tyler

Mikron

Mesh

Mikron

Mesh

5660

3 1/2

5613

4760

4699

4000

3965

3360

3327

2830

2794

2380

2362

2000

10

1651

10

Program Studi Teknik S-1 Teknik Kimia


Fakultas Teknologi Industri
UPN Veteran Jawa Timur

Page 9

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I


PENGUKURAN BUTIRAN PADATAN

1680

12

1397

12

1410

14

1168

14

1190

16

991

16

1000

18

883

20

840

20

701

24

710

25

589

28

590

30

495

32

500

35

417

35

420

40

351

42

350

45

295

48

297

50

246

60

250

60

208

65

210

70

175

80

177

80

147

100

149

100

124

115

Program Studi Teknik S-1 Teknik Kimia


Fakultas Teknologi Industri
UPN Veteran Jawa Timur

Page 10

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I


PENGUKURAN BUTIRAN PADATAN

125

120

104

150

105

140

88

170

88

170

74

200

74

200

62

230

53

270

44

325

37

400

Rancangan dan Dimensi Ayakan Menurut Standar Amerika dan Standar Tyler
Prosedurnya meliputi penggoyangan sampel secara mekanis. Melalui suatu
seri urutan ke ayakan yang lebih halus, dan penimbangan bagian dari sampel yang
tertinggal pada masing masing ayakan. Tipe gerakan yang mempengaruhi
pengayakan : gerakan vibrasi yang paling efesien diikuti berturut turut dengan
pengetukan dari samping , dari bawah, gerakan memutar dengan pengetukan , dan
gerakan memutar. Waktu merupakan faktor penting pada pengayakan. Beban atau
ketebalan serbuk per satuan luas dari ayakan mempengaruhi waktu pengayakan.
Untuk satu set ayakan tertentu kira kira sebanding dengan beban ayakan. Oleh
karena itu pada analisis ukuran dengan cara mengayak, tipe gerakan , waktu
pengayakan , dan beban harus distandardisasi.
Program Studi Teknik S-1 Teknik Kimia
Fakultas Teknologi Industri
UPN Veteran Jawa Timur

Page 11

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I


PENGUKURAN BUTIRAN PADATAN

(Anonim,2009)
Dalam melakukan analisis untuk menghitung atau mengukur ukuran
partikel, seperangkat ayak standard disusun secara deret dalam suatu tumpukan,
dengan ayakan paling rapat diletakkan di bawah hingga ayakan paling besar
diletakkan di atas. Kemudian diguncang dengan waktu tertentu. Partikel tertahan
pada tiap ayakan dikonversi menjadi fraksi massa atau persen massa dari material
keseluruhan Hasil dari analisa kemudian ditabulasi untuk menunjukan fraksi
massa pada tiap bagian ayakan sebagai fungsi dari jangkau ukuran mesh pada tiap
bagian. Oleh karena partikel yang tertahan lulus dari ayak sebelumnya, maka
hanya perlu dua angka untuk menentukan jangkau ukuran, angka pertama adalah
jumlah mesh yang lolos dan angka kedua adalah jumlah mesh yang tertahan.
(McCabe. 1993)

Program Studi Teknik S-1 Teknik Kimia


Fakultas Teknologi Industri
UPN Veteran Jawa Timur

Page 12

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I


PENGUKURAN BUTIRAN PADATAN

BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIKUM
III. 1 Bahan yang digunakan
1. Pasir
III.2 Alat yang digunakan
1. Ayakan 30 mesh
2. Ayakan 40 mesh
3. Ayakan 60 mesh
4. Timbangan
Program Studi Teknik S-1 Teknik Kimia
Fakultas Teknologi Industri
UPN Veteran Jawa Timur

Page 13

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I


PENGUKURAN BUTIRAN PADATAN

III.3 Gambar alat

(Ayakan 30 mesh)

(ayakan 40 mesh)

(ayakan 60 mesh)

(Timbangan)
III.4 Variabel
Ukuran butiran : 30 mesh , 40 mesh , dan 60 mesh
III.5 Prosedur percobaan
1. Siapkan alat ayakan (ukuran 30,40, dan 60 mesh).
2. Timbang bahan pasir.
3. Ayak pasir dengan menggunakan screen.
Ukuran 30 mesh timbang pasir oversize dan under size.
Ukuran 40 mesh timbang pasir oversize dan under size.
Ukuran 60 mesh timbang pasir oversize dan under size.
4. Hitung hasil percobaan prosentase oversize dan undersize.

Program Studi Teknik S-1 Teknik Kimia


Fakultas Teknologi Industri
UPN Veteran Jawa Timur

Page 14

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I


PENGUKURAN BUTIRAN PADATAN

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1 Tabel Hasil Pengamatan dan perhitungan
Ukuran

Oversize

Undersize

Fraksi

Fraksi

(mesh)

(gram)

(gram)

massa

massa

oversize

ubdersize

Program Studi Teknik S-1 Teknik Kimia


Fakultas Teknologi Industri
UPN Veteran Jawa Timur

Page 15

keterangan

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I


PENGUKURAN BUTIRAN PADATAN

30

180

(%)
30

420

(%)
70

Belum

40

120

300

20

50

seragam
Seragam

60

120

180

20

30

Seragam
sempurna

IV.2. Perhitungan
Prosentase
a. 30 mesh (oversize)
berat oversize
x 100% =
berat total

180
600

x 100% = 30%

b. 30 mesh ( undersize)
berat oversize
x 100% =
berat total

420
600

x 100% = 70%

c. 40 mesh (oversize)
berat ove rsize
x 100% =
berat total

120
600

x 100% = 20%

d. 40 mesh (undersize)
berat oversize
x 100% =
berat total

300
600

x 100% = 50%

e. 60 mesh (oversize)
berat oversize
x 100% =
berat total

120
600

x 100% = 20%

f. 60 mesh (undersize)
berat oversize
x 100% =
berat total

180
600

x 100% = 30%

Program Studi Teknik S-1 Teknik Kimia


Fakultas Teknologi Industri
UPN Veteran Jawa Timur

Page 16

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I


PENGUKURAN BUTIRAN PADATAN

Total fraksi = 30 mesh oversize + 40 mesh overrsize + 60 mesh oversize + 60


mesh undersize
= 30 +20 + 20 + 30
= 100 %
IV.3 Grafik
(Tidak ada)
IV.4 Pembahasan
Pada praktikum kali ini yaitu pengukuran butiran padatan yang digunakan
adalah bahan pasir seberat 600 gram. Mula mula kita mengambil pasir seberat
600 gram dengan timbangan. Setelah itu , pasir dimasukkan ke dalam ayakan 30
mesh kemudian diayak sampai terdapat pasir yang tertahan (oversize) dan pasir
yang lolos ayak (undersize). Lalu kita timbang pasir yang tertahan (oversize) dan
pasir yang lolos ayakan (undersize) menggunakan timbangan. Kemudian kita
hitung fraksi massa pasir yang tertahan ayakan (oversize) dan fraksi massa yang
lolos ayakan (undersize).
Hasil yang didapatkan pada percobaan ini adalah untuk ayakan 30
meshpasir yang oversize 180 gram dan pasir yang undersize 420 gram. Fraksi
massa oversize adalah20% dan untuk undersize adalah 70%. Kemudian untuk
ayakan 40 mesh, pasir yang oversize 120 gram dan untuk undersize 300 gram.
Fraksi massa oversize adalah 20% dan untuk undersize adalah 50%. Sedangkan
ayakan 60 mesh pasir yang oversize 120 gram dan untuk undersize 280 gram.
Fraksi massa oversize adalah 20% dan fraksi undersize adalah 30%.

Program Studi Teknik S-1 Teknik Kimia


Fakultas Teknologi Industri
UPN Veteran Jawa Timur

Page 17

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I


PENGUKURAN BUTIRAN PADATAN

Dari beberapa data yang telah diperoleh selama percobaan, hasil yang
didapatkan sudah memenuhi syarat bahwa semakin besar ukuran mesh maka hasil
berat pasir dari ayakan semakin berkurang.

Program Studi Teknik S-1 Teknik Kimia


Fakultas Teknologi Industri
UPN Veteran Jawa Timur

Page 18

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I


PENGUKURAN BUTIRAN PADATAN

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

V.I Kesimpulan
1. Pada ayakan 30 meshpasir yang oversize 180 gram dan pasir yang undersize
420 gram. Fraksi massa oversize adalah20% dan untuk undersize adalah 70%.
2. Pada ayakan 40 mesh, pasir yang oversize 120 gram dan untuk undersize 300
gram. Fraksi massa oversize adalah 20% dan untuk undersize adalah 50%.
3. Pada aayakan 60 mesh pasir yang oversize 120 gram dan untuk undersize 280
gram. Fraksi massa oversize adalah 20% dan fraksi undersize adalah 30%.
4. Semakin besar ukuran mesh maka hasil berat pasir dari ayakan semakin
berkurang.

V.2 Saran
1. Bersihkan dahulu ayakan sebelum dipakai.
2. berhati-hati dalam mengayak agar pasir dalam ayakan tidak terjatuh.
3. Lebih teliti dalam menimbang berat dari hasil ayakan undersize maupun
oversize.

Program Studi Teknik S-1 Teknik Kimia


Fakultas Teknologi Industri
UPN Veteran Jawa Timur

Page 19

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I


PENGUKURAN BUTIRAN PADATAN

DAFTAR PUSTAKA
Adi.2012.SeputarPengayakandanMetodePengayakan.
(http://tsffarmasiunsoed2012.wordpress.com/2012/05/21/pengayakanseri/). Diakses pada tanggal 4 oktober 2015 pukul 20.15 WIB
Anonim. 2009. Metode dan Teknik Pengayakan
(http://tsffffaunsoed2009.wordpress.com/2012/05/22/metode_dan_teknik_
pengayakan-untuk-menentukan-ukuran-partikel-dalam-teknologifarmasi/). Diakses pada tanggal 4 oktober 2015 pukul 21.00 WIB.
McCabe, Warren.L. 1993. Operasi Teknik Kimia Jilid 2 Edisi Keempat.
Jakarta: Penerbit Erlangga

Program Studi Teknik S-1 Teknik Kimia


Fakultas Teknologi Industri
UPN Veteran Jawa Timur

Page 20

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I


PENGUKURAN BUTIRAN PADATAN

APPENDIX
a. 30 mesh (oversize)
berat oversize
x 100% =
berat total

180
600

x 100% = 30%

b. 30 mesh ( undersize)
berat oversize
x 100% =
berat total

420
600

x 100% = 70%

c. 40 mesh (oversize)
berat oversize
x 100% =
berat total

120
600

x 100% = 20%

d. 40 mesh (undersize)
berat oversize
x 100% =
berat total

300
600

x 100% = 50%

e. 60 mesh (oversize)
berat oversize
x 100% =
berat total

120
600

x 100% = 20%

f. 60 mesh (undersize)
berat oversize
x 100% =
berat total

180
600

x 100% = 30%

Program Studi Teknik S-1 Teknik Kimia


Fakultas Teknologi Industri
UPN Veteran Jawa Timur

Page 21