Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Alat industri ada bermacam- macam,dalam hal industri ,alat-alat industry sangan
berguna untuk para pekerja industry disamping sebagai pembantu manusia alat industry juga
sangan berperan penting dalam hasil produksi.
Dan pada saat ini sakah satu contoh alat inudstri adalah Evaporator.
Evaporator adalah sebuah alat yang berfungsi mengubah sebagian atau keseluruhan
sebuah pelarut dari sebuah larutan dari bentuk cair menjadi uap. Evaporator mempunyai dua
prinsip dasar, untuk menukar panas dan untuk memisahkan uap yang terbentuk dari cairan.
Evaporator umumnya terdiri dari tiga bagian, yaitu penukar panas, bagian (tempat di mana
cairan mendidih lalu menguap), dan pemisah untuk memisahkan uap dari cairan lalu
dimasukkan ke dalam kondenser (untuk diembunkan/kondensasi) atau ke peralatan lainnya.
Hasil dari evaporator (produk yang diinginkan) biasanya dapat berupa padatan atau larutan
berkonsentrasi. Larutan yang sudah dievaporasi bisa saja terdiri dari beberapa
komponen volatil (mudah menguap).
Evaporator biasanya digunakan dalam industri kimia dan industri makanan. Pada
industri kimia, contohnya garam diperoleh dari air asin jenuh (merupakan contoh dari proses
pemurnian) dalam evaporator. Evaporator mengubah air menjadi uap, menyisakan residu
mineral di dalam evaporator. Uap dikondensasikan menjadi air yang sudah dihilangkan
garamnya. Pada sistem pendinginan, efek pendinginan diperoleh dari penyerapan panas oleh
cairan pendingin yang menguap dengan cepat (penguapan membutuhkan energi
panas). Evaporator juga digunakan untuk memproduksi air minum, memisahkannya dari air
laut atau zat kontaminasi lain.
I.2 Tujuan
1.
2.
3.
4.

Untuk mengetahui Definisi Evaporator


Untuk mengetahui prinsip Kerja Evaporator
Untuk mengetahui jenis jenis evaporator
Untuk mengetahui Kelebihan dan Kekurangan Evaporator

1 |evaporator

I.3 Manfaat
1.
2.
3.
4.

Agar mahasiswa mengetahui definisi evaporator


Agar mahasiswa mengetahui prinsip kerja evaporator
Agar mahasiswa mengetahui jenis evaporator
Agar mahasiswa mengetahui kelebihan dan kekurangan evaporator

BAB II
PEMBAHASAN
2 |evaporator

II.1

Definisi Evaporator
Evaporator adalah sebuah alat yang berfungsi mengubah sebagian atau keseluruhan

sebuah pelarut dari sebuah larutan dari bentuk cair menjadi uap. Evaporator mempunyai dua
prinsip dasar, untuk menukar panas dan untuk memisahkan uap yang terbentuk dari cairan.
Evaporator umumnya terdiri dari tiga bagian, yaitu penukar panas, bagian (tempat di mana
cairan mendidih lalu menguap), dan pemisah untuk memisahkan uap dari cairan lalu
dimasukkan ke dalam kondenser (untuk diembunkan/kondensasi) atau ke peralatan lainnya.
Hasil dari evaporator (produk yang diinginkan) biasanya dapat berupa padatan atau larutan
berkonsentrasi. Larutan yang sudah dievaporasi bisa saja terdiri dari beberapa
komponen volatil (mudah menguap).
Evaporator biasanya digunakan dalam industri kimia dan industri makanan. Pada
industri kimia, contohnya garam diperoleh dari air asin jenuh (merupakan contoh dari proses
pemurnian) dalam evaporator. Evaporator mengubah air menjadi uap, menyisakan residu
mineral di dalam evaporator. Uap dikondensasikan menjadi air yang sudah dihilangkan
garamnya. Pada sistem pendinginan, efek pendinginan diperoleh dari penyerapan panas oleh
cairan pendingin yang menguap dengan cepat (penguapan membutuhkan energi
panas). Evaporator juga digunakan untuk memproduksi air minum, memisahkannya dari air
laut atau zat kontaminasi lain.
Evaporator dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu :
1. Submerged combustion evaporator adalah evaporator yang dipanaskan oleh api yang
menyala dibawah permukaan cairan, dimana gas yang panas bergelembung melewati cairan.
2. Direct fired evaporator adalah evaporator degan pengapian langsung dimana api dan
pembakaran gas dipisahkan dari cairan mendidih lewat dinding besi atau permukaan untuk
memanaskan.
3. Steam heated evaporator adalah evaporator dengan pemanasan stero dimanauap atau uap
lain yang dapat dikondensasi adalah sumber panas dimana uap terkondesasi di satu sisi dari
permukaan pemanas dan panas ditransmisi lewat dinding ke cairan mendidih.
II.2

Tipe Evaporator

3 |evaporator

1. Evaporator efek tunggal (single effect)


Yang dimaksud dengan efek tunggal adalah bahwa produk hanya melalui satu buah ruang
penguapan dan panas diberikan oleh satu lias pemukaan pindah panas.
2. Evaporator efek ganda
Di dalam proses penguapan bahan dapat digunakan dua, tiga, empat, atau lebih dalam
sekali proses, inilah yang disebut dengan evaporator efek majemuk. Penggunaan evaporator
efek majemuk berprinsip pada penggunaan uap yang dihasilkan dari evaporator sebelumnya.
Tujuan penggunaan evaporator efek majemuk adalah untuk menghemat panas secara
keseluruhan, hingga akhirna dapat mengrangi ongkos produksi. Keuntungan evaporator efek
majemuk adalah merupakan penghematan yaitu dengan menggunakan uap yang dihasilkan
dari alat penguapan untuk memberikan panas pada alat penguapan lain dan dengan
memadatkan kembali uap tersebut. Apabila dibandingkan dengan antara alat penguapan nefek , kebutuhan uap diperkirakan 1/n kali, dan permukaan pindah panas berukuran n-kali
dari pada yang dibutuhkan untuk alat penguapan berefek tunggal, untuk pekerjaan yang sama.
Pada evaporator efek majemuk ada 3 macam penguapan, yaitu :
1. Evaporator Pengumpan Muka
2. Evaprator Pengumpan Belakang
3. Evaporator Pengumpan Sejajar
Macam-macam peralatan penguapan/evaporator : evaporator kancah terbuka, evaporator
dengan tabung pendek yang melintang, evaporator dengan tabung pendek yang tegak,
evaporator yang mempunyai sirkulasi alamiah dengan kalanria bagian luar, evaporator
dengan sirkulasi yang dipaksa, evaporator bertabung panjang, evaporator piring, evaporator
sentrifugal dan evaporator pengaruh berganda.
Pada banyak system pendinginan, refriregant akan menguap di evaporator dan mendinginkan
fluida yang melalui evaporator. Evaporator ini disebut sebagai directexpansion evaporator. Berdasarkan zat yang didinginkan, evaporatordibedakan menjadi
evaporator pendingin udara dan pendingin cairan. Berdasarkan konstruksinya, evaporator
pendingin udara dibedakan menjadi plat, bare tube, dan finned evaporator. Evaporator plat
4 |evaporator

biasa digunakan pada kulkas rumah. Evaporator pendingin udara ini umumnya digunakan
untuk system pengkondisian udara (AC).
Evaporator pendingin cairan umumnya digunakan untuk mendinginkan air, susu,jus, dan
kegunaan industry lainnya. Jenis evaporator yang sering digunakan adalah evaporator baretube karena proses pengambilan panas terjadi langsung dari bahan ke refrigerant. Terdapat
beberapa tipe evaporator yang sering digunakan, seperti : pipa ganda, Baudelot cooler, tipe
tank, shell and coil cooler dan shell and tube cooler.
Tipe-tipe evaporator lainnya, antara lain :
1. Evaporator sirkulasi alami/paksa
Evaporator sirkulasi alami bekerja dengan menambahkan sirkulasi yang terjadi akibat
perbedaan densitas yang terjadi akibat pemanasan. Pada evaporator tabung, saat air mulai
mendidih, maka buih air akan naik ke permukaan dan memulai sirkulasi yang mengakibtakan
permisahan liquid dan uap air di bagian atas dari tabung pemanas. Jumlah evaporasi
bergantng dari perbedaan temperature uap dengan larutan. Seringkali pendididhan
mengakibatkan system kering.untuk menghindari hal ini dapat digunakan sirkulasi pkasa,
yaitu dengan menambahkan pompa untuk meningkatkan tekana dan sirkulasi sehingga
pendidihan tidak terjadi.
2. Falling film evaporator
Evaporator ini berbentuk tabung panjang (4-8 meter) yang dilapisi denan jaket uap. Distribusi
larutan yang sergaam sangat penting. Larutann masuk dan memperoleh gaya gerak karena
arah larutan yang menurun. Kecepatan gerakan larutan akan mempengaruhi karakteristik
medium pemanas yang juga mengalir turun. Tipe ini cocok untuk menangani larutan kental
sehingga sering digunakan untuk industry kimia, makanan dan fermentasi.

3. Rising film (Long tube vertical) evaporator

5 |evaporator

Pada evaporator tipe ini, pendidihan berlangsung di dalam tabung dengan sumber panas
berasal dari luar tabung (biasanya uap). Buih air akan timbu dan menimbulkan sirkulasi
4. Plate evaporator
Mempunyai luas permuakan yang besar, plate biasanya tidak rata dan ditopang oleh bingkai
(frame. Uap mengalir melalui ruang-ruang diantara plate. Uap mengalir secara co-current dan
counter current terhadap larutan. Larutan dan uap masuk ke separasi yang nantinya uap akan
disalurkan ke condenser. Evaporator jenis ini sering dipakai pada industry susu dan
fermentasi karena flesibilitas ruangan.
5. Multi effect evaporator
Menggunaan uap pada tahap untuk dipakai pada tahap berikutnya. Semakin banyak tahp,
semakin rendah konsumsi energinya Biasanya maksimal teridri dari tujuh tahap, bila lebih
seringkali ditemui biaya pembuatan melebihi biaya penghematan energy Ada 2 tipe aliran,
aliran maju dimana larutan masuk dari tahap paling panas ke yang lebih rendah, dan aliran
mundur kebalikan dari aliran maju. Cocok untuk mengani produk yang sensitive terhadap
panas seperti enzim dan protein.
Ada beberapa macam evaporator, sesuai dengan tujuan penggunannya bentuknya pun
dapat berbeda-beda. Hal tersebut disebabkan karena media yang hendak didinginkan berupa
gas, cairan dan zat padat. Maka evaporator dapat dibagi menjadi beberapa golongan sesuai
dengan keadaan refrigerant yang ada didalamnya, yaitu: jenis exspansi kering, setengah
basah, basah, dan sistem pompa cairan.
A. Jenis Expansi Kering:
Dalam jenis expansi kering, cairan refrigerant diexpansikan melalui katup expansi,
pada waktu masuk kedalam evaporator sudah dalam keadaan campuran cair dan uap,
sehingga keluar dari evaporator dalam keadaan uap kering. Oleh sebagian besar dari
evaporator terisi oleh uap refrigerant, maka perpindahan kalor yang terjadi tidak
begitu besar, jika dibandingkan dengan keadaan dimana evaporator terisi oleh
refrigerant cair akan tetapi, evaporator jenis expansi kering tidak memerlukan
refrigerant dalam jumlah yang besar, disamping itu jumlah minyak pelumas yang
tertinggal di dalam evaporator sangat kecil. Jumlah refrigerant yang masuk ke dalam
6 |evaporator

evaporator dapat diatur oleh katup expansi demikian rupa sehingga semua refrigerant
meninggalkan evaporator dalam bentuk uap jenuh, dan bahkan dalam keadaan super
panas.
B. Jenis setengah basah:
Evaporator jenis basah adalah evaporator dengan kondisi refrigerant diantara
evaporator jenis expansi kering dan evaporator jenis basah. Dalam evaporator jenis
ini, selalu terdapat refrigerant cair dalam pipa penguapannya. Oleh karena itu laju
perpindahan kalor dalam evaporator jenis setengah basah lebih tinggi dari pada yang
dapat diperoleh pada jenis expansi kering teteapi lebih rendah daripada uap yang
diperoleh pada jenis basah. Pada jenis basah expansi kering,refrigerant masuk dari
bagian atas koil,sedangkan pada evaporator jenis setengah basah, refregerant
dimasukkan dari bagian bawah koil evaporator.
C. Evaporator Jenis basah
Dalam evaporator jenis basah, sehingga dari jenis evaporator terisi oleh cairan
refrigerant. Proses penguapannya terjadi pada ketel uap. Gelembung refrigerant yang
terjadi karena pemanasan akan naik, pecah pada permukaan cair atau terlepas
permukaannya. Sebagian refrigerant kemudian masuk kedalam akumulator yang
memisahkan uap dari cairan maka refrigerant yang ada dalam bentuk uap sajalah yang
masuk kedalam kompresor. Bagian refrigerant cair sma dengan refrigerant (cair) yang
berasal dari kondensor.
Jadi tabung evaporator terisi oleh cairan refrigerant. Cairan refrigerant menyerap
kalor dari fluida yang hendak digunakan (air,larutan garam,dsb), yang mengalir di
dalam pipa uap refrigerant yang terjadi dikumpulkan di bagian atas dari evaporator
sebelum masuk ke dalam kompresor.
Tinggi permukaan cairan refrigerant yang ada di dalam evaporator di atur oleh katup
pelampung biasanya lebih dari setengah tinggi tabung. Jumlah refrigerant yang
dimasukkan ke dalam tabungn evaporator disesuaikan dengan beban pendinginan
yang harus dilayani.

Jenis-jenis utama evaporator tabung dengan pemasukan uap yang lazim dipakai
adalah:

7 |evaporator

1. Evaporator tabung horizontal


2. Evaporator.vertikal tabung panjang
a. Aliran ke atas (film-panjat)
b. Aliran ke bawah (film-jatuh)
c. Sirkulasi paksa
3. Evaporator film aduk.
.

Evaporator tabung horizontal

Gambar 1.1 Evaporator Tabung Horizontal


Sumber : http://www.scribd.com/doc/15812827/Evaporators
Dapat dilihat contoh evaporator tabung horizontal diatas. Evaporator ini memiliki tabung
yang tidak terlalu tinggi, tetapi berbentuk horizontal sehingga mempunyai ukuran yang lebih
lebar dibandingkan dengan evaporator jenis lainnya.Evaporator tabung horizontal biasanya
digunakan untuk kapasitas yang kecil dan untuk mengevaporasikan larutan yang encer dan
larutan ini tidak berbusa dan tidak meninggalkan deposit padatan pada tabung evaporator.

Evaporator vertikal tabung panjang

8 |evaporator

Evaporator jenis ini memiliki tabung yang panjang dan tidak terlalu lebar. Tabung dari
evaporator sendiri mempunyai panjang sekitar 12 sampai 20 feet dengan diameter 1 sampai 2
inci. Zat cair dan uap mengalir ke atas di dalam tabung sebagai akibat dari peristiwa didih zat
cair yang terpisah kembali ke dasar tabung dengan gravitasi.

Gambar 1.2 Evaporator Vertikal Tabung Panjang


Sumber : http://www.scribd.com/doc/15812827/Evaporators

PERTIMBANGAN PEMILIHAN EVAPORATOR


1. Kontak panas harus tetap menjaga produk yang harus diuapkan
2. Pemeriksaan permukaan cukup mudah dengan membukan rak evaporator
3. Ekonomis dibuat bertingkat atau rekompressi termal/mekanis
4. Ukuran disesuaikan dengan kapsitas produksinya
5. Mudah pembersihan dan perawatannya
6. Mudah dioperasikan, suara tidak gaduh
9 |evaporator

7.Bahan pembuatannya cukup baik

II.3

Faktor faktor yang mempengaruhi Evaporator


A. Konsentrasi dalam cairan
Untuk liquida masuk evaporator dalam keadaan encer, juga semakin pekat larutan,

semakin tinggi pula titik didih larutan dan untuk ini harus diperhatikan adanya kenaikan titik
didih (KTD).
B. Kelarutan solute dalam larutan
a. Dengan demikian pekatnya larutan, maka konsentrasi solute makin tinggi pula,
sehingga btas hasil kali kelarutan dapat terlampaui yang akibatnya terbentuk Kristal solute.
Jika dengan adanya hal ini, dalam evaporasi harus diperhatikan batas konsentrasi solute yang
maksimal yang dapat dihasilkan oleh proses evaporasi.
b. Pada umumnya, kelarutan suatu granul/solid makin besar dengan makin tingginya
suhu, sehingga pada waktu drainage dalam keadaan dingin dapat terbentuk Kristal yang
dalam hal ini dapat merusak evaporator. Jadi harus diperhatikan suhu drainage.
c. Sensitifitas materi terhadap suhu dan lama pemanasan
Beberapa zat materi yang dipanskan dalam evaporasi tidak tahan terhadap suhu tinggi
atau terhadap pemanasan yang terlalu alam. Misalnya bahan-bahan biologis seperti susu, jus,
bahan-bahan farmasi dan sebagainya. Jadi untuk zat-zat semacam ini diperlukan suatu cara
tertentu untuk mengurangi waktu pemanasan dan suhu operasi.

d. Pembuataan buih dan percikan


Kadang-kadang beberapa zat, seperti larutan NaOH, skim milk dan beberapa asam
lemak akan menimbulkan buih, busa yang cukup banyak selama penguapan disertai dengan

10 | e v a p o r a t o r

percikan-percikan liquida yang tinggi. Buih/percikan ini dapat terbawa oleh uap yang keluar
dari evaporator dan akibatnya terjadi kehilangan.Jadi harus diusahakan pencegahannya.
e. Pembentukan kerak
Banyak larutan yang sifatnya mudah membentuk kerak/endapan. Dengan
terbentuknya kerak ini akan mengurangi overall heat transfer coefficient, jadi diusahakan
konsentrasi/teknikevaporator yang tepat karena biaya pembersihan kerak atau memakan
waktu atau biaya.
Pada halaman ini akan dibahas lebih spesifik mengenai Evaporator Sirkulasi Paksa
dan Evaporator Film Turbulen.
Evaporator sirkulasi paksa merupakan evaporator sirkulasi paksa dengan elemen
pemanas tersusun vertikal dan berada di dalam tabung.
Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Pemanas Vertikal di dalam Tabung
Merupakan evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas tersusun horizontaldan
terletak terpisah dengan tabung. Pada evaporator sirkulasi paksa, cairan yang
akandievaporasikan dipompakan melewati penukar panas (heat exchanger) dimana media
pemanasmengelilingi pipa-pipa yang membawa cairan yangakan dievaporasikan. Gabungan
penurunantekanan dan head hidrostatik di dalam alat ini adalah cukup besar untuk mencegah
larutanmendidih di dalam pipa penukar panas, sehingga uap yang dihasilkan akan tersembur
keluar,pada saat cairan memasuki ruang kosong di dalam tabung.
Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Elemen Pemanas Terpisah Horizontal
Karena kecepatan semburan adalah tinggi, di dalam ruang kosong diletakkan sekat
yang bergunauntuk memisahkan uap dari larutan yang masih ada.Desain sekat yang tepat
diperlukan untuk mencegah penggabungan gelembung-gelembung kecil cairan dan juga
untuk mencegahperubahan arah dari aliran cairan. Evaporator sirkulasi paksa yang moderen
biasanya dilengkapi dengan pemanas yang terletak diluar tabung, dari pada evaporator
dengan permukaanperpindahan panas yang terletak di da1am badan tabung.

11 | e v a p o r a t o r

Penggunaan pemanas di luar tabung akan menjadikan evaporator ini lebih sering
digunakankarena pembersihan pipa-pipa pemanas dan penggantian pipa-pipa yang
mengalami korosi lebihmudah dilakukan. Evaporator sirkulasipaksa dengan elemen pemanas
terpisah juga merupakanevaporator yang berbentuk lebih kompak sehingga dapat dipasang
pada ruang dengan tinggi atapyang rendah.Dalam mengevaporasikan cairan umpan, adalah
merupakan hal yang penting untuk mencegah pendidihan di dalam pipa-pipa elemen
pemanas, untuk mengurangi terbentuknyaendapan-endapan padatan di dalam pemanas. Pada
evaporator dengan pemanasan di luar , pendidihan dapat dengan mudah dicegah dengancara
meletakkan pemanas pada posisi yang lebih rendah dibandingkan letak ruang pelepasan.
Halini tidak dapat dilakukan dengan mudah jika permukaanpenukar panas berada di dalam
badan evaporator.
Pada evaporator sirkulasi paksa, koefisien perpindahan panas akan bergantung kepada
kecepatansirkulasi, titik didih, dan sifat-sifat sistem. Pada tingkat sirkulasi yang rendah,
pendidihan akanterjadi disepanjang pipa-pipa pemanas. Pendidihan ini akan meningkatkan
kejatuhan larutan danmenjadikan koefisien pendidihan menjadi dua ka1i lebih besar
berbanding dengan tanpapendidihan. Fraksi dari cairan yang menguap ketika melewati pipa
akan menjadi kecil, sehinggakecepatan sirkulasi keseluruhan yang melalui pipa adalah
beberapa kali lebih besar dari kecepatan umpan.
Evaporator film turbulen
Akhir-akhir ini banyak dikembangkan evaporator modern yang bertujuan untuk
menangani bahanyang viskos, peka, dan korosif.Evaporator film-turbulen sebagaimana
ditunjukkan pada Gambar 3 merupakan evaporator yang banyak digunakan untuk tujuan
tersebut karena dapat menanganibaik bahan yang viskos, berlumpur bahkan kering.
Pada evaporator ini, tahanan pokok terhadap perpindahan panas menyeluruh dari uap
kepada zatcair yang mendidih di dalam evaporator terletak pada sisi-sisi zat cair. Oleh karena
itu, setiap carayang dapat mengurangi tahanan itu akan memberikan perbaikan yang berarti
terhadap koefisienperpindahan panas menyeluruh. Dalam evaporator tabung panjang, lebihlebih yangmenggunakan sirkulasi paksa, kecepatan zat cair di dalam tabung itu tinggi.Zat cair
itu sangat turbulen, dan laju perpindahan kalornya besar. Cara lain untuk meningkatkan
keturbulenan ada1ahdengan pengadukan mekanik terhadap film zat cair itu. Evaporator itu
merupakan modifikasi daripada evaporator film jatuh yang mempunyaitabung tunggal
12 | e v a p o r a t o r

bermantel, di mana di dalam tabung itu terdapat sebuah pengaduk.Umpan masuk dari puncak
bagian bermantel dan disebarkan menjadi film tipis yang sangat turbulen denganbantuan
daun-daun vertika1 agitator (pengaduk) itu.Konsentrat keluar dari bawah bagianbermantel,
uap naik dari zone penguapan masuk ke dalam bagian tak bermantel yang diametemyaagak
lebih besar dari tabung evaporasi.
Di dalam separator, zat cair yang terbawa ikut dilemparkan ke arah luar oleh daundaun agitator,sehingga menumbuk plat-plat vertikal yang stasioner. Tetesan-tetesan itu
bergabung (koalesensi)pada plat ini dan kembali ke bagian evaporasi. Uap bebas zat cair itu
lalu keluar melalui lubangke luar pada bagian atas unit itu.
Keunggulan utama dari evaporator film aduk ialah kemampuannya menghasilkan
lajuperpindahan kalor yang tinggi pada zat cair viskos.Produk evaporasi bisa mencapai
viskositassampai setinggi 1000 P pada suhu evaporasi. Sebagaimana juga pada evaporator
jenis lain,koefisien menye1uruh turun dengan cepat bila viskositas naik, tetapi dalarn rancang
inipenurunan itu cukup 1ambat.
Dengan bahan-bahan yang sangat viskos, koefisien itu nyata lebih besar dari yang
didapatkan pada evaporator sirkulasi paksa, dan jauh lebih besar daripada unit sirkulasi
alamiah. Evaporatorfi1m aduk sangat efektif dengan produk viskos yang peka panas, seperti
gelatin, lateks karet,antibiotika dan sari buah. Kelemahannyaialah biayanya yang tinggi,
adanya bagian-bagian dalamyang bergerak, yang mungkin memerlukan perawatan dan
pemeliharaan dan kapasitas setiapunitnya kecil, jauh di bawah kapasitas evaporator bertabung
banyak.

13 | e v a p o r a t o r

Evaporator dalam sistem refrigerasi adalah alat penukar kalor yang


memegang peranan penting di dalam siklus refrigerasi, yaitu mendinginkan media
sekitarnya Tujuan sistem refrigerasi adalah untuk membebaskan panas dari fluida
seperti udara, air atau beberapa benda yang lain.
Evaporator diletakkan dibagian unit pendingin dari lemari pendingin
dan akan bersentuhan langsung dengan media yang akan didinginkan, yaitu air.
Cairan metanol akan menguap pada saat temperatur adsorben naik atau pada saat
pemanasan adsorben. Metanol akan mencair dikondensor dan cairannya akan
terkumpul kembali di evaporator, dan malam hari temperatur adsorben akan turun
perlahan lahan dan akan menyerap metanol. Akibatnya metanol akan
menguap dan menyerap kalor dari sekitarnya sehingga temperatur akan turun.

Perpindahan Kalor Didalam Evaporator


14 | e v a p o r a t o r

a. Koefisien Perpindahan Kalor

Faktor yang mempengaruhi koefisien perpindahan kalor adalah


kecepatan aliran fluida atau benda yang akan didinginkan, disamping itu makin
besar luas bidang benda yang hendak diinginkan atau dekat dengan bidang
pendingin juga mempengaruhi koefisien perpindahan kalor. Untuk temperatur
penguapan refrigeran, temperatur benda atau fluida yang akan didinginkan akan
dipengaruhi oleh kecepatan aliran dari zat yang hendak didinginkan. Di dalam
evaporator, banyaknya perpindahan kalor dihitung berdasarkan perbedaan ratarata temperatur, makin besar perbedaan temperatur, makin kecil ukuran penukar
kalor (luas bidang perpindahan kalor) yang bersangkutan, namun dalam hal
tersebut diatas, temperatur penguapannya menjadi rendah.

b. Kapasitas (Q) Pendingin di dalam Evaporator

Kapasitas suatu mesin pendingin ialah kemampuan mesin tersebut


untuk menyerap panas dari benda yang didinginkan, umumnya dinyatakan dalam
Kkal/jam atau Btu/jam. Satuan lain yang sering dipakai ialah Ton Of Refrigeration
(TR) atau Refrigeration Ton (RT). Satuan ini dihitung berdasarkan panas
pencairan 1 ton es selama 24 jam.
Kapasitas mesin pendingin pada umumnya ditentukan tiga hal, yaitu;
jumlah refrigeran yang diuapkan tiap jam, temperatur penguapan refrigeran
didalam evaporator, jenis refrigeran yang digunakan.

15 | e v a p o r a t o r

II.4

Prinsip Kerja Evaporator

Evaporator merupakan alat yang berfungsi untuk mengekstrak suatu bahan dengan pelarut
polar maupun non polar sehingga dihasilkan ekstrak murni dari bahan tersebut. Prinsip alat
ini yaitu menguapkan pelarut polar atau non polar yang diletakkan dalam labu sehingga
menyisakan ekstrak. Evaporator terdiri dari rangkaian alat-alat yaitu :

1. Labu ekstrak

tempat untuk hasil ekstraksi

2. Labu Pelarut

tempat untuk pelarut

3. Pompa Vacum :

untuk menarik udara

4. Water Bath

untuk memanaskan air

5. Kondensor

untuk mendinginkan uap pelarut

CARA MENGOPERASIKAN
Mula-mula periksa air yang ada dalam styroform, masukkan aerator dan es batu ke
dalamnya, setelah itu isi air dalam water bath. Pasang labu ekstrak dan labu pelarut dan tekan
alat sehingga labu pelarut menyentuh air dalam water bath. Nyalakan aerator dalam
styroform, labu pelarut, water bath dan pompa vacum dengan menancapkan masingmasing kabel ke stop kontak. Setelah semua kabel terpasang proses ekstraksi dapat
berlangsung.
Proses ekstraksi akan selesai jika semua pelarut menguap dan diperoleh ekstrak murni
dalam labu ekstrak. Kemudian matikan tombol speed, dan cabut kabel aerator, labu pelarut,
water bath, dan pompa vacum yang berhubungan dengan evaporator. Setelah itu, ekstrak
yang terdapat di dalam labu diambil dengan cara dikerik dan hasilnya dimasukkan ke dalam
botol ekstrak. Untuk selanjutnya labu ekstrak yang telah digunakan tersebut dibersihkan
dengan dicuci sampai bersih dan disimpan di tempat yang aman untuk menhindari kerusakan
alat. Untuk pemeliharaannya, setelah mengekstrak suatu bahan maka alat dibersihkan dengan
cara mengevaporasi akuades agar kondisievaporator bersih kembali. Dan lebih jelasnya akan
dijelaskan di halaman selanjutnya.
CONTOH MESIN EVAPORATOR
16 | e v a p o r a t o r

Mesin Evaporator Vakum (Pengurang Kadar Air)


Mesin evaporator vakum (vacuum evaporator) adalah mesin yang biasa dipakai oleh
untuk mengurangi kadar air suatu bahan berbentuk cair. Prinsip kerja dari mesin ini adalah
tanpa pemanasan langsung, suhu bisa diatur sesuai dengan keinginan. Penggunaan suhu
rendah disertai dengan vakum, akan menjaga nutrisi / gizi produk tidak hilang atau rusak.
Mesin evaporator ini menggunakan tabung double jacket, sehingga panas tidak berhubungan
langsung dengan produk, melainkan melalui perantara (medium) air.
Mesin evaporator vakum bisa digunakan untuk produk : minyak (VCO), susu, madu, dan
produk cair lain yang ingin dikurangi kadar airnya.

Evaporator adalah kebalikan dari condenser, kalau condenser berfungsi sebagai


penampung panas dari freon yg dipompa oleh compressor dan membuang panasnya dengan
sebuah fan motor. evaporator berfungsi sebagai penampung dingin dari freon yg sudah
berubah wujud menjadi cair setelah melewati pipa kapiler.
17 | e v a p o r a t o r

Didalam evaporator yg hampa udara, freon akan menguap dan mengambil panas pada pipapipa yg berada pada evaporator sehingga pipa-pipa di evaporator menjadi dingin, dan
membuang dinginnya dengan hembusan sebuah fan motor dengan daun kipas yg berbentuk
blower.Kerusakan yg sering terjadi pada evaporator adalah kebocoran, bisa diperbaiki dengan
cara mengelas disemua tekukan u nya atau menganti u nya atau juga mengganti
evaporatornya dengan yang baru.
Ketika kita melihat air di jalan setelah hujan dan itu akan hilang ketika matahari
bersinar di atasnya, berarti air tersebut telah menguap. Panas dibutuhkan untuk penguapan
suatu zat. Syarat penguapan dan pendidihan digunakan secara bergantian dalam industri
pendinginan.
Semua orang tahu bahwa diperlukan panas untuk mendidihkan air, tetapi semua orang tidak
tahu bahwa air mendidih pada 100 derajat celcius hanya pada satu kondisi. Yaitu pada satu
kondisi ketika permukaan laut tekanan atmosfernya berada pada kondisi standar. Pernahkah
anda mendengar pembicaraan tentang kondisi cuaca dan tekanan atmosfer?
Standar kondisi atmosfer di permukaan laut adalah, ketika tekanan atmosfer sebesar 29,92
inci Hg (inci air raksa), Ini adalah sama dengan 14,696 psi (pound per square inch). Jika anda
mengubah tekanan atmosfer, anda mengubah temperatur di mana air akan mendidih dan hal
ini akan menjadi titik yang sangat penting.
Anda dapat menambahkan lebih banyak panas, tapi air hanya akan mendidih lebih
cepat, tapi anda tidak akan mendapatkan panas yang berlebihan. Sebagai contoh, anda bisa
merebus air pada kompor berapi kecil dan anda bisa merebus air pada kompor dengan api
besar dimana air akan cepat mendidih dan menguap lebih cepat tapi suhu yang dihasilkan
pada air yang mendidih itu tetap sama.
Jika anda memasak airnya di atas gunung, itu akan mendidih pada suhu yang lebih
rendah. Diatas gunung air dapat mendidih pada 93 derajat C atau bisa lebih rendah. Rice
cooker memasak makanan didalam sebuah tabung yang sempit dan itu akan menimbulkan
lebih banyak panas yang menyebabkan tekanan udara di tabung itu menjadi naik.
Kebanyakan rice cooker tekanan udaranya sebesar 15 psi di atas tekanan atmosfir.
Ini akan menaikkan suhu didih air sekitar 121 derajat Celcius, yang memungkinkan anda
untuk mengurangi waktu memasak. Mengapa kita harus mengetahui ini? Jika anda mengerti,
anda dapat mengontrol suhu didih dengan mengontrol tekanan udara dalam tabung tersebut.
Anda telah menyelesaikan tahap pertama dan salah satu langkah paling penting dalam
memahami bagaimana sebuah evaporator bekerja.
18 | e v a p o r a t o r

Jika kita menutup air dalam sebuah tabung dan mengurangi tekanan udara pada tabung
tersebut, kita dapat mengurangi suhu didih air. Kita sebenarnya dapat mengurangi tekanan
udara pada tempat dimana air akan mendidih sebesar 4.5 derajat C. Itu adalah angka
signifikan karena itu adalah suhu di mana coil evaporator ac bekerja.
Sebenarnya kita bisa menggunakan air sebagai pendingin, tapi air memiliki beberapa
kualitas yang membuatnya tidak praktis. Air sebenarnya diklasifikasikan sebagai pendingin,
tetapi tidak digunakan dalam aplikasi umum.
hal penting untuk diingat di sini adalah, bahwa dengan mengendalikan tekanan udara kita
dapat mengontrol suhu, dan ini berlaku untuk semua refrigeran.

Ada beberapa hal yang harus terjadi di semua evaporator untuk mencapai tujuan yaitu
:
1. Tekanan harus dijaga pada tingkat yang benar untuk memberikan suhu kumparan
evaporator yang benar.
2. semua cairan refrigeran harus dididihkan menjadi uap sebelum meninggalkan kumparan
evaporator karena komponen berikutnya adalah kompresor. Kompresor hanya dapat bekerja
dengan refrigeran uap; refrigeran cair akan membuat rusak kompresor.
3. Setelah refrigeran cair dididihkan menjadi uap, panas yang cukup harus ditambahkan ke
uap untuk memastikan bahwa tidak ada entrained cairan di dalamnya. Produk meninggalkan
kumparan evaporator harus uap murni.
Mempertahankan Tekanan dengan Benar
Ini bagian dari proses yang dikendalikan oleh para insinyur desain. Mereka memilih
area kumparan yang benar untuk mempertahankan tekanan yang benar dan suhu di bawah
kondisi desain. Jarang terjadi kasus pemilihan peralatan yang tidak benar dan sistem tidak
dingin atau tidak cukup menghilangkan kelembaban. Semua sistem yang dibuat dapat
melakukan semua itu.
Jika sistem mendinginkan struktur pada hari terpanas, peralatan ini berukuran dengan
benar kecuali sebuah beban tambahan telah dikenakan pada struktur. Pemilihan koil
evaporator dan kompresor harus benar dalam batas-batas sistem. Bagian dari proses ini tidak
berada dalam kontrol teknisi, tetapi teknisi dapat seringkali perlu menentukan bahwa sistem
ini bermasalah terhadap kapasitas dan tidak akan memikul beban.
19 | e v a p o r a t o r

Membuat keyakinan semua refrigeran cair dididihkan menjadi gas


Teknisi memiliki beberapa kontrol atas bagian dari proses ini. Hal ini mirip dengan air
mendidih di atas kompor, panas harus dapat pindah ke evaporator untuk mendidih cairan
refrigerant. Filter udara harus bersih, kipas blower harus bergerak mengeluarkan udara, koil
evaporator harus bersih, dan pada sistem ada kontrol refrigeran yang harus diatur, maka harus
diterapkan dengan benar, diinstal dan disesuaikan. Termostat ruangan harus diatur ke dalam
kisaran suhu yang tepat.
Kontrol refrigeran memiliki bagian atau peranan, bahwa itu terus menambahkan
pendingin untuk dididihkan pada tingkat yang benar. Ini akan menjadi seperti air mendidih
dalam sebuah panci. Seperti air yang direbus, itu akan mendidih kering kecuali Anda terus
menambahkan air. Jika Anda menambahkannya terlalu cepat, air dalam panci akan meluber
keluar. Suhu air dalam panci juga dapat jatuh di bawah suhu didih jika air ditambahkan
terlalu cepat.
Menambahkan Panas Untuk Uap air Untuk Memastikan tidak ada cairan entrained
Panas yang ditambahkan setelah semua cairan dalam kumparan evaporator mendidih
menjadi uap disebut superheat. Seperti disebutkan sebelumnya, Anda dapat menambahkan
panas lebih banyak pada cairan seperti yang Anda inginkan dan selama tekanan tetap sama,
cairan hanya akan mendidih lebih cepat.
Ketika semua cairan telah direbus pergi, uap akan naik dari cairan dan itu disebut uap
jenuh. Uap jenuh ini dengan panas ke titik yang didinginkan, maka akan mengembun
kembali menjadi cairan dan jatuh kembali menjadi cairan. Jika panas ditambahkan ke
dalamnya, temperatur akan naik ke suhu yang lebih tinggi dari suhu cair mendidih.
Uap jenuh tidak dapat dipanaskan sampai suhu yang lebih tinggi daripada cairan
mendidih kecuali dipindahkan ke tempat lain dan kemudian menambahkan panas. Lihatlah
kembali pada Gambar 2 dan perhatikan bahwa ketika cairan semua direbus pergi masih ada
uap 4.5 derajat celcius bergerak dalam kumparan evaporator terhadap outlet koil evaporator.
Uap 4.5 derajat celcius masih dapat menyerap panas dari udara yang bersuhu 24 derajat
celcius ketika melewati kumparan.
Uap jenuh pada suhu 4.5 derajat celcius mulai mengambil panas sampai akhir
kumparan evaporator, di mana ia meninggalkan kumparan di suhu 10 derajat celcius. Ia
20 | e v a p o r a t o r

memiliki 5.5 derajat celcius superheat (10 4.5 = 5.5). 5.5 derajat celcius superheat adalah
sebuah jaminan bahwa tidak ada cairan meninggalkan kumparan, hanya uap saja.
Aplikasi dalam Industri
Evaporator merupakan salah satu alat yang biasa digunakan dalam industri industri di
berbagai sektor. Salah satu industri yang menggunakan evaporator dalam prosesnya adalah
dalam industri gula. Dalam pembuatan gula putih, terjadi beberapa tahapan pengolahan, yaitu
pemerahan nira, pemurnian, penguapan, kristalisasi, pemisahan kristal, dan pengeringan.
Evaporator sendiri berguna dalam tahap penguapan.
Untuk menghilangkan kadar uap air yang terdapat di dalam nira dilakukanlah proses
penguapan atau evaporasi. Di pabrik gula, penguapan dilakukan dengan menggunakan
beberapa evaporator dengan sistem multiple effect yang disusun secara dapat ditukar agar
dapat dibersihkan bergantian.
Digunakan evaporator efek-ganda agar proses evaporasi berjalan lebih efektif dan efisien.
Evaporasi dimulai dengan memasukkan nira yang akan di evaporasi ke dalam evaporator
pertama. Nira ini akan dievaporasi sehingga terbentuk nira yang lebih pekat, serta uap dan
kondensat. Uap hasil penguapan tadi digunakan lagi dalam evaporator kedua, dan umpan
yang dimasukkan adalah nira yang lebih pekat tadi. Dan berlanjut terus untuk evaporator
ketiga dan seterusnya, hingga didapat nira kental yang berwarna gelap dengan kepekatan
kurang lebih 60 brik. Sedangkan uap yang dihasilkan dibuang ke kondensor sentral dengan
perantara pompa vakum.Gambar dibawah merupakan salah satu evaporator dalam pembuatan
nira, tetapi dalam pembuatannya digunakan beberapa evaporator jenis ini yang disusun
sedemikian rupa hingga bekerja dengan baik.

21 | e v a p o r a t o r

Kapasitas Alat
Untuk evaporator jenis tabung dengan pemanasan uap, maka performa evaporator
diukur berdasarkan atas kapasitas evaporator tersebut. Kapasitas didefinisikan sebagai
banyaknya pon air yang diuapkan per jam. Agar dapat memindahkan energi panas sesuai
dengan keinginan, maka permukaan perpindahan panas evaporator harus mempunyai
kapasitas perpindahan panas yang cukup, agar semua refrigeran yang akan diuapkan di dalam
evaporator dapat berlangsung dengan optimal dan menghasilkan pendinginan yang
maksimum pula. Pemindahan panas yang berlangsung di evaporator daoat terjadi dalam du
cara yaitu konveksi dan konduksi. Besarnya kapasitas perpindahan panas pada evaporator
tergantung pada lima variabel, yaitu luas area permukaan, beda suhu, faktor konduktivitas
panas, ketebalan material yang digunakan, serta waktu.
Contohnya evaporator vakum. Evaporator jenis ini biasanya terbuat dari bahan stainles stell
312 dan 308.dengan kapasitas dari 20 liter sampai dengan 120 liter.

22 | e v a p o r a t o r

II.5

Kelebihan dan Kekurangan


Segalanya yang terdapat di dunia ini mempunyai kelebihan dan kekurangannya

masing masing. Begitu pula dengan alat alat yang sering digunakan dalam perindustrian.
Terdapat beberapa kelebihan serta kekurangan dari evaporator yang sering digunakan.
Contohnya dalam evaporator tabung-horizontal sirkulasi alam, kelebihannya evaporator jenis
ini terus beroperasi, relatif lebih murah, dan baik untuk cairan non-viskos yang mentransfer
panas tinggi. Kekurangannya evaporator jenis ini tidak cocok untuk cairan viskos atau kental
karena akan memperburuk sirkulasi cairan.

Komponen dan Cara kerja evaporator


Komponen evaporator

Gambar rangkaian alat evaporator


Pada gambar diatas, akan saya jelaskan beberapa nama beserta fungsinya :
1.Hot Plate: berfungsi untuk mengatur suhu pada waterbath dengan temperatur yang
diinginkan (tergantung titik didih dari pelarut)
2.Waterbath : sebagai wadah air yang dipanaskan oleh hot plate untuk labu alas yang berisi
sampel
3.Ujung rotor sampel : berfungsi sebagai tempat labu alas bulat sampel bergantung.

23 | e v a p o r a t o r

4.Lubang kondensor : berfungsi pintu masuk bagi air kedalam kondensor yang airnya
disedot oleh pompa vakum.
5.Kondensor : serfungsi sebagai pendingin yang mempercepat proses perubahan fasa, dari
fasa gas ke fasa cair.
6.Lubang kondensor : berfungsi pintu keluar bagi air dari dalam kondensor.
7.Labu alas bulat penampung : berfungsi sebagai wadah bagi penampung pelarut.
8.Ujung rotor penampung : berfungsi sebagai tempat labu alas bulat penampung
bergantung.

a.

Cara kerja
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Dimasukkan aquadest kedalam waterbath


Dimasukkan larutan sampel yang akan diuapkan ke labu als bulat
Dipanaskan waterbath sesuai suhu pelarut yang digunakan
Labu alas bulat yang berisi sampel di pasang pada ujung rotor
Dialiri air pendingin dan vakum dijalankan
Tombol rotor diputar dengan kecepatan tertentu (5-8 putaran)

Perlu diperhatikan, bahwa penguapan dapat terjadi karena adanya pemanasan


menggunakan hot plate yang dibantu dengan penurunan tekanan pada labu alas bulat
sampel yang dipercepat dengan pemutaran pada labu alas bulat sampel. Dengan bantuan
pompa vakum yang mengalirkan air dingin (es) dari suatu wadah kedalam kondensor dan
dikeluarkan lagi oleh kondensor kepada wadahnya lagi dan dimasukkan lagi dan seterusnya,
karena proses ini berjalan secara kontinyu. sehingga ketika uap dari pelarut mengenai
dinding-dinding kondensor, maka pelarut ini akan mengalami yang proses yg dinamakan
proses kondensasi, yaitu proses yang mengalami perubahan fasa dari fasa gas ke fasa cair.
Adapun demikian, proses penguapan ini dilakukan hingga diperoleh pelarut yang sudah tidak
menetes lagi pada labu alas bulat penampung dan juga bisa dilihat dengan semakin kentalnya
zat yang ada pada labu alas bulat sampel dan terbentuk gelembung-gelembung pecah pada
permukaan zatnya.

BAB III
PENUTUP
24 | e v a p o r a t o r

III.1

Kesimpulan
Evaporator adalah sebuah alat yang berfungsi mengubah sebagian atau keseluruhan

sebuah pelarut dari sebuah larutan dari bentuk cair menjadi uap. Evaporator mempunyai dua
prinsip dasar, untuk menukar panas dan untuk memisahkan uap yang terbentuk dari cairan.
Evaporator umumnya terdiri dari tiga bagian, yaitu penukar panas, bagian (tempat di mana
cairan mendidih lalu menguap), dan pemisah untuk memisahkan uap dari cairan lalu
dimasukkan ke dalam kondenser (untuk diembunkan/kondensasi) atau ke peralatan lainnya.
Hasil dari evaporator (produk yang diinginkan) biasanya dapat berupa padatan atau larutan
berkonsentrasi. Larutan yang sudah dievaporasi bisa saja terdiri dari beberapa
komponen volatil (mudah menguap).
Evaporator biasanya digunakan dalam industri kimia dan industri makanan. Pada
industri kimia, contohnya garam diperoleh dari air asin jenuh (merupakan contoh dari proses
pemurnian) dalam evaporator. Evaporator mengubah air menjadi uap, menyisakan residu
mineral di dalam evaporator. Uap dikondensasikan menjadi air yang sudah dihilangkan
garamnya. Pada sistem pendinginan, efek pendinginan diperoleh dari penyerapan panas oleh
cairan pendingin yang menguap dengan cepat (penguapan membutuhkan energi
panas). Evaporator juga digunakan untuk memproduksi air minum, memisahkannya dari air
laut atau zat kontaminasi lain.
Komponen dan Cara kerja evaporator
1.Hot Plate: berfungsi untuk mengatur suhu pada waterbath dengan temperatur yang
diinginkan (tergantung titik didih dari pelarut)
2.Waterbath : sebagai wadah air yang dipanaskan oleh hot plate untuk labu alas yang berisi
sampel
3.Ujung rotor sampel : berfungsi sebagai tempat labu alas bulat sampel bergantung.
4.Lubang kondensor : berfungsi pintu masuk bagi air kedalam kondensor yang airnya
disedot oleh pompa vakum.
5.Kondensor : serfungsi sebagai pendingin yang mempercepat proses perubahan fasa, dari
fasa gas ke fasa cair.
6.Lubang kondensor : berfungsi pintu keluar bagi air dari dalam kondensor.
7.Labu alas bulat penampung : berfungsi sebagai wadah bagi penampung pelarut.

25 | e v a p o r a t o r

8.Ujung rotor penampung : berfungsi sebagai tempat labu alas bulat penampung
bergantung.
Cara kerja
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Dimasukkan aquadest kedalam waterbath


Dimasukkan larutan sampel yang akan diuapkan ke labu als bulat
Dipanaskan waterbath sesuai suhu pelarut yang digunakan
Labu alas bulat yang berisi sampel di pasang pada ujung rotor
Dialiri air pendingin dan vakum dijalankan
Tombol rotor diputar dengan kecepatan tertentu (5-8 putaran)

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Evaporator
http://hudzaifah34.blogspot.com/2012/01/evaporator.html
26 | e v a p o r a t o r

http://greatminds2.wordpress.com/2012/11/03/tipe-tipe-evaporator/
http://ridwanwibowo.wordpress.com/2012/06/06/makalah-evaporasi-kita/
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/33678/4/Chapter%20II.pdf
http://www.library.upnvj.ac.id/pdf/5FIKESD3FISIOTERAPI/203412015/BAB%20III.pdf
http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-8885-2306100604-Chapter1.pdf
http://dwisutari.blogspot.com/
http://akbarcules46.blogspot.com/2012/06/instrumen-evaporator.html
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-industri/teknologi-proses/pelaksanaanprosesevaporasi/
http://www.miningstone.com/pabrik-produksi-yang-menggunakan-evaporator.html
http://kusumaworld25.blogspot.com/2012/09/evaporator.html

27 | e v a p o r a t o r