Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH MATA KULIAH PILIHAN

MATERNAL NUTRITION

Nutrition in Multi-fetal Pregnancy

Kelompok 3
Sabania Hari R
Rizqy Amanatul Husna P.
Astre Primadita
Margareta Fitria Sari
Kautsar Annisaa S
Anisah Fitriana R
Insantia Fahmil Fairus Aldea
Muslikah Pebtriani
Ganis Rosita Wismandiri
Dea Khoirunnisa

135070300111005
135070307111011
135070300111019
135070301111055
135070300111036
135070301111043
135070301111001
135070301111028
135070301111008
135070301111019

Program Studi Gizi Kesehatan


Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
Malang
2015

Nutrition in Multi-fetal Pregnancy

A. Gambaran Umum
Kehamilan multifetus atau ganda atau kembar adalah suatu kehamilan dengan dua janin atau
embrio atau lebih dalam satu gestasi. Kehamilan dengan dua janin disebut kehamilan kembar, tiga
janin disebut triplet, empat janin disebut kuadriplet dan lima janin disebut quintiplet (Gondo,
2009).
Kehamilan multifetus saat ini lebih sering terjadi. Menurut US Department of Health and
Human Services, kelahiran kembar saat ini telah meningkat lebih dari 75% sejak tahun 1980,
triplet, kuadriplet, dan yang lebih dari itu juga mengalami peningkatan.
Ada 2 jenis kehamilan kembar, yaitu identical dan fraternal (non-identical). Kembar
identical yaitu berasal dari embrio tunggal, 1 sel telur yang dibuahi oleh 1 sel sperma dan
kemudian membelah menjadi 2 embrio. Masing-masing embrio merupakan monozigotik, gennya
identik, dan keduanya berjenis kelamin sama. Tergantung pada waktu pembelahan tersebut,
kembar identical mungkin mempunyai plasenta dan kantung kehamilan yang terpisah, atau
mereka berbeda plasenta namun berbagi kantung kehamilan. Pada kasus yang jarang, ditemukan
juga kembar identical mempunyai kantung amnion yang sama. Sedangkan kembar non-identical
terjadi ketika 2 sel telur dibuahi oleh 2 sel sperma. Kedua embrio tersebut merupakan dizigotik,
gennya tidak sama, dan jenis kelaminnya bisa sama maupun berbeda (American Society for
Reproductive Medicine, 2012).
Kelahiran bayi kembar merupakan 3% dari total kelahiran namun menyumbang 15% dari
kelahiran prematur, 20% berat badan lahir rendah (BBLR; kurang dari 2.500 g), dan 19-24% dari
berat lahir sangat rendah (kurang dari 1.500 g). Kejadian kembar yang optimal telah ditunjukkan
untuk dihubungkan dengan berat lahir lebih dari 2850 g dan perjalanan setelah 36 minggu umur
kehamilan. Sayangnya, kehamilan kembar sering memberikan rata-rata bobot kelahiran antara
2.300 g sampai 2.600 g pada usia kehamilan rata-rata dari 35 minggu sampai 36 minggu. Bagi
wanita yang sedang hamil kembar, kenaikan berat badannya biasanya antara 11 sampai 25
kilogram (25-54 pon).
B. Durasi Kehamilan
Durasi pada kehamilan fetus tunggal dan multifetus berbeda. Dengan bertambahnya jumlah
fetus, durasi kehamilan akan semakin menurun. Durasi kehamilan dengan fetus tunggal
berlangsung antara 37 42 minggu dihitung dari waktu terakhir menstruasi. Rata-rata durasi
kehamilan kembar 35 minggu, triplets 33 minggu, dan quadriplet 30 minggu. Pembatasan
pertumbuhan serta morbiditas yang berhubungan, meningkat secara bermakna pada kembar yang
dilahirkan antara minggu ke 39 dan 41 dibandingkan dengan persalinan pada 38 minggu atau
kurang. Kehamilan kembar dua 40 minggu atau lebih harus dianggap posterm. Hal ini didasarkan
pada pengamatan bahwa bayi-bayi kembar dua lahir mati yang dilahirkan saat 40 minggu atau

lebih memiliki gambaran-gambaran yang sama dengan bayi tunggal postmatur (American Society
for Reproductive Medicine, 2012).

C. Komplikasi Kehamilan Ganda


Kejadian komplikasi meningkat pada kehamilan multiple (ganda). Selain itu, kejadian mual
muntah dan operasi Caesar lebih tinggi untuk terjadi. Komplikasi yang mungkin dialami
kehamilan multiple, misalnya
1. Kelahiran Prematur
Kelahiran premature adalah salah satu resiko terbesar yang dialami pada kehamilan
multiple. Pada kehamilan ganda kelahiran premature (<37 minggu) terjadi 60%, sedangkan
jika dibandingkan pada kehamilan tunggal terjadi sekitar 10%. Saat ini, belum ditemukan
treatment untuk mencegah kelahiran premature pada kehamilan multiple.
2. Placental Problems
Fungsi plasenta lebih mungkin menjadi abnormal pada kehamilan multiple. Jika plasenta
tidak dapat menyediakan kebutuhan oksigen atau kebutuhan gizi untuk janin, maka janin
tidak dapat tumbuh dengan baik.
3. Preeclampsia
Kejadian preeclampsia 2 sampai 5 kali lebih sering terjadi pada kehamilan multiple. 15%
dari 20% wanita yang mengalami kehamilan kembar mengalami preeclampsia, dan
presentase yang lebih tinggi pada kehamilan triplet maupun kehamilan ganda dengan
jumlah yang lebih dari 3.
4. Diabetes
Wanita dengan kehamilan multiple lebih mungkin untuk mengalami diabetes gestasional
selama kehamilan. Bayi dari ibu yang mengalami diabetes gestasional memiliki resiko
mengalami gangguan pernapasan dan komplikasi yang lainnya.
5. Komplikasi pada janin dan Bayi Baru Lahir
Kematian janin terjadi sekitar 1,6% pada kembar dua dan 2,7% dari kembar tiga. Walaupun
jarang pada kehamilan kembar, tapi pada kehamilan kembar tiga 20% mengakibatkan satu
dari bayi yang lahir mengalami cacat jangka panjang. Kelahiran premature yang terjadi
pada kehamilan multiple menyebabkan bayi mengalami peningkatan resiko komplikasi,
seperti pada paru paru, otak, system peredaran darah, system pencernaan dan pada mata.
Pada bayi premature yang meninggal, 50%nya dikarenakan gangguan pernapasan
disebabkan belum matang atau sempurnya paru-paru. Kerusakan otak penyebab 10%
kematian pada bayi yang lahir premature. Premature dapat mengakibatkan gangguan
pengelihatan atau kebutaan. Cacat lahir dan lahir meninggal mencapai sekitar 30% dari
kematian anak kembar dua dan kehamilan multiple. Berat bayi lahir kurang dari 2500 gram

terjadi pada lebih dari setengah dari anak kembar dua. Berat lahir rata-rata untuk kembar
tiga sekitar 1660 gram dan 1300 gram untuk kembar empat. Tingkat kelangsungan hidup
secara keseluruhan adalah 85% untuk bayi baru lahir dengan berat lebih dari 1000 gram,
tetapi kurang dari 40% jika berat bayi dibawah 1000 gram. Berat badan lahir juga
berhubungan erat dengan kecacatan. (ASRM, 2012)
D. Penatalaksanaan Gizi
Mengingat pentingnya memperhatikan gizi di kehamilan multifetal, dorongan untuk
melakukan konsultasi dengan ahli gizi mungkin bisa menjadi baik. Kendala yang sering terkait
pada ibu yaitu kunjungan perawatan prenatal tradisional biasanya tidak memberikan waktu yang
cukup untuk konseling yang mendalam dan pendidikan tentang pentingnya diet serta nutrisi yang
cukup. Bahwa yang kita tahu salah satu manfaat konsultasi gizi dapat mengetahui hasil
perkembangan BMI secara individual yaitu rekomendasi berat badan spesifik, pemantauan
langsung berat badan ibu, dan intervensi untuk memodifikasi maternal diet ketika pencapaian
rekomendasi berat badan tidak tercapai. Survei studi terdahulu pada ibu hamil anak kembar bahwa
lebih dari 25% tidak menerima saran sama sekali mengenai berat badan serta kurang benar saat
menerima bimbingan tentang konseling yang diberikan.
Hasil studi klinis untuk perawatan kehamilan multifetal harus disediakan secara khusus,
multidisiplin untuk program kehamilan multifetal dan meningkatkan outcomes pada ibu dan bayi.
Andalan dari intervensi ini adalah pengelompokan wanita dengan kehamilan multifetal pada
klinik khusus yang memiliki penekanan kuat pada evaluasi gizi dan pendidikan disamping
perawatan prenatal. Jadi wanita dengan kehamilan kembar harus menerima perawatan prenatal
dalam pengaturan nutrisi yang menyediakan ahli gizi dan perawat dengan kunjungan dua kali
dalam sebulan untuk konseling diet, bersama dengan kunjungan ke dokter untuk diarahkan
pemeriksaan kehamilan. Kegiatan ini untuk mengurangi resiko-resiko negatif yang dialami oleh
ibu dan janin. (Goodnight dan Newman, 2009)
E. Kebutuhan Zat Gizi Makro
Kehamilan janin kembar menjalani adaptasi fisiologis yang signifikan pada ibu di luar
perubahan kehamilan biasa, termasuk peningkatan volume plasma, meningkatkan tingkat
metabolisme basal, dan peningkatan resistensi terhadap metabolisme karbohidrat. Volume darah
dalam kehamilan kembar meningkat sekitar 50-70% selama 20 minggu kehamilan, dengan hanya
meningkat 25% di ertrosit plasma, ini merupakan hasil ekspansi volume penurunan konsentrasi
hemoglobin, albumin, dan vitamin larut air, sedangkan peningkatan terjadi pada vitamin yang
larut dalam lemak, trigliserida, kolesterol, dan asam lemak bebas. Kenaikan relatif lebih besar
dalam volume plasma pada kehamilan kembar juga menghasilkan efek dilusi pada sel darah
merah pada trimester kedua dan ketiga kehamilan.

Pengeluaran cadangan energi merupakan indikator dari tingkat metabolisme basal ibu yang
dapat digunakan untuk memperkirakan kebutuhan energi. Pengeluaran cadangan energi ibu
meningkat sebesar 10% pada kehamilan kembar. Peningkatan cadangan pengeluaran energi juga
dapat dilihat sebagai akibat dari peningkatan massa jaringan ibu, termasuk payudara, rahim, lemak
tubuh, dan otot serta peningkatan volume darah. Peningkatan pengeluaran energi cadangan dapat
menghasilkan peningkatan 40% pada kebutuhan kalori untuk kehamilan kembar. Massa plasenta
relatif lebih besar di kehamilan kembar karena adanya peningkatan plasenta steroid dan produksi
hormon. Akibatnya, kehamilan kembar telah digambarkan sebagai keadaan kelaparan yang
dipercepat" di mana peningkatan kelaparan akibat ketosis yang terjadi lebih cepat di kehamilan
kembar dari pada kehamilan tunggal.
Perubahan metabolisme hormon didorong untuk menghasilkan karbohidrat yang banyak
digunakan ibu, sehingga kecenderungan yang lebih besar untuk menipisnya simpanan glikogen
ibu hamil di hati dan pengembangan ketonemia ibu. Casele et al menunjukkan bahwa wanita
dengan kehamilan kembar diberi diet 40 kkal/kg berat badan ideal, dibagi menjadi tiga kali
makan, lebih rentan terhadap perkembangan ketosis setelah puasa, sebagaimana dibuktikan oleh
tingkat serum hydroxybutyrate.
Ibu dengan kehamilan multifetus sebaiknya mendapatkan kalori dari protein 20%,
karbohidrat 40% dan lemak 40%. Berdasarkan penelitian, komposisi diet tersebut mampu
meningkatkan kontrol glikemik. Diet hendaknya mencapai kalori total sebanyak 30004000kkal/hari. Rekomendasi komposisi diet menurut indeks massa tubuh (IMT) diringkas dalam
diagram dibawah. Kenaikan berat badan sejak dini menyumbang kontribusi bagi cadangan energi
untuk mengantisipasi kebutuhan metabolik yang meningkat. Pada trimester pertama sebaiknya
berat badan meningkat 2-3 kg. Pertumbuhan fetus triplet akan lebih baik bila ibu naik berat
badannya >0,75 kg/minggu sejak kehamilan 24 minggu (Sabarudin, 2010).

Berdasarkan bertambahnya pengetahuan tentang pengaruh Body Mass Index(BMI) ibu


mengandung dengan berat badan lahir yang ideal pada kehamilan kembar, Institute of Medicine
(IOM) merevisi rekomendasi mereka untuk berat badan optimal pada kehamilan kembar. Pada
tahun 2009, Institute of Medicine (IOM) mengeluarkan guidelines baru yang lebih spesifik untuk
kehamilan kembar berdasarkan Body Mass Index(BMI), yaitu untuk wanita normal (BMI 18.5
24.9 kg/m2), 1725 kg (3754 lbs), wanita yang overweight (BMI 2529.9) 1423 kg (3150 lbs),
dan wanita yang mengalami obesitas (BMI 30 atau lebih besar) 1119 kg (2542 lbs). Meskipun
rekomendasi dari Institute of Medicine (IOM) ini masih bersifat sementara, namun rekomendasi
ini masih tetap digunakan sebagai bahan rujukan berbagai studi terkait nutrisi pada kehamilan
kembar hingga saat ini (Nathan, et al. 2009).

Amerika Serikat Departemen Pertanian (USDA), Institute of Medicine (IOM), dan American
Dietetic Association (ADA) merekomendasikan untuk wanita usia subur menunjukkan bahwa 4565% dari kalori harian berasal dari karbohidrat. Lukas et al menunjukkan bahwa diet yang terdiri
dari 40% karbohidrat dan persentase yang lebih besar dari lemak dan protein dengan asupan kalori
yang tepat (3.000-4.000 kkal/hari untuk wanita underweight dengan berat badan normal)
mencapai tingkat yang lebih besar dari euglikemia selama kehamilan. Lukas et al telah
mengusulkan komposisi makanan untuk kehamilan kembar di mana asupan energi berasal 20%
dari protein, 40% dari karbohidrat indeks glikemik rendah, dan 40% dari lemak (Tabel 1).

Karena tuntutan gizi peningkatan janin dan metabolisme ibu, rekomendasi ini sama dengan
asupan harian 3.500 kalori, terdiri dari diet dengan 175 g protein, 350 g karbohidrat, dan 156 g
lemak per hari untuk wanita hamil kembar dengan BMI normal. Asupan protein sangat penting

untuk pertumbuhan janin normal pada kehamilan kembar. Dalam kehamilan tunggal,
penyimpanan protein selama kehamilan telah diperkirakan 925 g, didistribusikan sebanyak 400 g
ke janin, 100 g ke plasenta, dan 425 g tambahan disimpan pada ibu. Asupan protein yang tidak
memadai dapat menjadi masalah sekunder untuk asupan makanan yang tidak mencukupi, asupan
protein yang berkualitas buruk (daging lemak tinggi), atau asupan kalori yang tidak memadai,
yang menghasilkan protein yang dialihkan untuk memenuhi kebutuhan energi ibu. Hal ini dapat
mengurangi ketersediaan asam amino ke janin yang tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan
janin, tetapi juga dapat membatasi pertumbuhan plasenta.
Pada wanita kurus (BMI kurang dari 19,8) dan orang-orang dengan berat badan rendah di
masa

kehamilan membutuhkan penambahan lemak tinggi, makanan kaya kalori, termasuk

minuman suplemen gizi, susu 2%, jus buah, dan perubahan ke lima makanan seimbang per hari
sehingga dapat mencapai berat badan yang diperlukan. Demikian pula kenaikan berat badan yang
berlebihan pada kehamilan harus mengarah pada pengurangan lemak tinggi dan makanan padat
kalori.
F. Kebutuhan Zat Gizi Mikro
1. Zat Besi (Fe)
Pada kehamilan dengan satu janin kebutuhan ibu akan besi akibat kehamilan adalah
sebesar 1000 mg. Sekitar 300 mg untuk janin dan plasenta, 500 mg untuk peningkatan massa
hemoglobin dan sekitar 200 mg dikeluarkan melalui saluran cerna, urin dan kulit. Jumlah total
1000 mg ini pada umumnya melebihi simpanan besi pada kebanyakan wanita. Sampai saat
melahirkan, wanita hamil kembar butuh zat besi sekitar 30-40mg/hari per hari atau dua kali
lipat kebutuhan kondisi tidak hamil.
Pemberian zat besi secara oral dapat menimbulkan efek samping pada saluran
gastrointestinal pada sebagian orang, seperti rasa tidak enak di ulu hati, mual, muntah dan
diare. Pemberian suplementasi Preparat Fe, pada sebagian wanita, menyebabkan sembelit.
Penyulit Ini dapat diredakan dengan cara memperbanyak minum, menambah konsumsi
makanan yang kaya akan serat seperti roti, serealia, dan agar-agar. Konsumsi tablet besi pada
malam hari juga dilakukan para partisipan dalam upaya mencegah mual setelah minum tablet
besi. Dalam penelitian ini tablet besi diminum pada malam hari agar tidak mengalami mual.
Hal itu dilakukan atas anjuran petugas kesehatan.
Pemberian tablet besi sebelum hamil dapat meningkatkan berat badan lahir bayi.
Penelitian tersebut juga didukung oleh penelitian Cristian (2003) dan Palma (2007) yang
menyatakan suplemen zat besi berhubungan dengan resiko BBLR pada ibu yang mengalami
anemia.
2. Asam folat

Asam folat merupakan micronutrient yang penting saat kehamilan berlangsung karena
digunakan sebagai sintesis DNA dan pembelahan sel. Folat dibutuhkan untuk meningkatkan
sel darah merah ibu. Hiperhomosisteinemia berhubungan dengan defisiensi folat dan juga
berhubungan dengan restriksi pertumbuhan intrauterine, preeklamsia, dan kerusakan plasenta
melalui pembuluh endotel yang terluka. Anemia akibat kekurangn asam folat 8 kali lebih
sering pada kehamilan kembar daripada kehamilan normal (satu anak). Rekomendasi asam
folat selama prakonsepsi dan kehamilan single adalah 400 microgram/hari, sedangkan
menurut Dietary Reference Intake/Tolerable Upper Intake Level untuk folat 600
microgram/1000 microgram per hari. Berdasarkan rekomendasi tersebut, 1 mg asam folat
disarankan untuk dikonsumsi per hari untuk kehamilan kembar (William dan Newman, 2009).
Wanita membutuhkan 50-100 mcg asam folat per hari, sedangkan selama kehamilan
kebutuhan ibu akan asam folat sebesar 300400 mcg/hari. Dan pada kehamilan kembar sekitar
400-600 mcg /hari. Gejala klinis kekurangan asam folat, tanda dan gejala utamanya yaitu lesu,
lemas, susah bernafas, oedem, nafsu makan menurun, depresi dan mual. Kadang-kadang
pucat, glositis, dan diare.
Kekurangan asam folat dalam kehamilan akan menyebabkan gangguan pematangan inti
eritrosit, sehingga muncul sel darah merah dengan bentuk dan ukuran abnormal yang disebut
sebagai Anemia megaloblastik, lebih jauh gangguan metabolisme asam folat akan
menyebabkan gangguan replikasi DNA dan proses pembelahan sel, dan ini akan mempengarui
kerja seluruh sel tubuh, termasuk dalam metabolisme besi. Sehingga dapat terjadi defisiensi
folat dan defisiensi besi secara bersamaan.Willis (1931) mengatakan bahwa folat dibutuhkan
sebagai pencegahan anemia pada saat kehamilan. Kadar asam folat dan haemoglobin ibu
hamil secara bersama-sama akan mempengaruhi pertumbuhan janin. Selain itu komplikasi
kekurangan asam folat dapat menyababkan infeksi sekunder, pendarahan, kematian janin
dalam rahim, dan kematian ibu. Gangguan plasenta, abortus habitualis, solusio plasenta, dan
kelainan kongenital janin (neural tube defect) (Darwanty dan Antini, 2012).
3. Kalsium
Makanan sumber kalsium utamanya adalah susu dan produk olahannya, serta beberapa
kalsium juga ada di dalam sayuran seperti kale dan turnip greens.
Ternyata, kalsium memiliki pengaruh terhadap kasus kehamilan kembar, semakin banyak
jumlah janin yang dikandung, maka akan menuntut lebih banyak asupan kalsium dan resiko
preekalmsia pun juga akan naik sehingga dengan kata lain, kehamilan kembar mempunyai
resiko preeklamsia lebih tinggi dan oleh karena itu asupan kalsium pun juga harus lebih tinggi.
Untuk mengatasi hal ini maka kalsium diperlukan tidak hanya dari makanan tapi juga dari
suplemen. (William dan Newman, 2009)
4. Vitamin D

Tingkat asupan vitamin D perlu dipertimbangkan pada trimester pertama dan trimester 3
awal kehamilan. Pada trimester 2 konsentrasi serum vitamin D aktif 50-75%, hal ini bisa naik
dua kali lipat pada trimester ke 3
Suplementasi vitamin D selama kehamilan berhubungan dengan kenaikan berat badan
lahir. Hubungan ini berbanding lurus, selain itu defisiensi vitamin D dapat dapat menaikkan
resiko preeklamsia
Dietary reference inatake / Tolerable Upper Intake Levels for calcium and Vitamin D
merekomendasikan untuk kehamilan kembar 2000 2500 mg/hari untuk kalsium dan 1000 IU
per harinya untuk vitamin D (William dan Newman, 2009)
G. Makanan Bagi Ibu Hamil
Jenis makanan yang dianjurkan untuk wanita hamil:
a. Sayuran dan buah-buahan
Dalam satu hari wanita hamil dianjurkan banyak makan sayur-sayuran. Adapun porsi yang
banyak digunakan adalah 3 kali untuk buah-buahan dalam sehari dan 4 kali sayur-sayuran
dalam sehari. Jenis buah dan sayur yang terbaik untuk dikonsumsi antara lain stroberi,
melon, lemon, jeruk, pepaya, tomat, kacang-kacangan, brokoli. Buah dan sayuran memberi
vitamin, mineral, dan tambahan energi untuk wanita hamil.
b. Whole grain
Banyak wanita hamil menghindari nasi. Cobalah beralih ke makanan dari whole grain, roti
gandum, pasta, gandum, atau sereal. Karena dianjurkan makan sedikit demi sedikit, Anda
bisa memakannya dalam 6 porsi sehari. Makanan jenis ini banyak mengandung zat besi,
vitamin B, mineral, serta serat.
c. Produk susu
Wanita hamil dianjurkan setidaknya memakan 4 porsi atau jenis makanan yang berasal dari
produk susu. Adapun jenis yang baik adalah susu, keju, dan yoghurt. Semua jenis makanan
ini mengandung vitamin A, B, D. Vitamin A sangat baik untuk memerangi infeksi dan
masalah penglihatan, serta mengandung kasium yang baik untuk pertumbuhan tulang dan
gigi anak kelak. Pada wanita hamil setidaknya dibutuhkan 1000 mg kalsium per hari.
a.

Beberapa makanan dan zat lain yang harus dibatasi dan/atau dihindari selama kehamilan:
Kopi dan teh
Kafein pada kopi dapat meningkatkan risiko keguguran dan berat badan lahir rendah. Bila
ibu hamil sudah terbiasa mengonsumsi kopi, sebaiknya porsinya dikurangi menjadi tidak
lebih dari 2 cangkir per hari. Teh yang dikonsumsi berlebihan juga dapat mengganggu
penyerapan zat gizi pada usus. Mengonsumsi kafein dalam dosis tinggi setiap hari selama
masa kehamilan, baik itu kopi, teh, minuman bersoda, atau berenergi, sejak dulu
diasosiasikan dengan peningkatan risiko keguguran.
b. Alkohol dan rokok
Konsumsi alkohol dan merokok berbahaya bagi janin karena apa yang dikonsumsi ibu juga
dikonsumsi janin, padahal kondisi fisiknya masih sangat rentan.
c. Makanan mentah/setengah matang

Makanan mentah dan setengah matang dapat membawa bibit penyakit penyebab listeriosis
dan toksoplasmosis yang berbahaya bagi janin. Makanan tersebut antara lain: keju segar,
susu segar (non-pasteurisasi), telur mentah/setengah matang, salad dan sate kambing/ayam
yang kurang matang.
d. Ikan
Ikan tertentu yang kaya merkuri. Beberapa ikan tertentu yang mengandung merkuri tinggi
seperti mackerel (biasanya dalam kaleng), kerang dan ikan pari sebaiknya dihindari.
e. Hindari Mengkonsumsi Makanan Cepat Saji
Hindari mengkonsumsi makanan cepat saji karena makanan tersebut hanya akan membuat
janin semakin tidak sehat. Saat trimester pertama tersebut otak janin mulai dibentuk, untuk
itu si calon ibu membutuhkan asupan gizi yang baik agar pembentukan otak janinnya
sempurna. Makanan cepat saji mengandung sangat sedikit zat gizi yang dibutuhkan baik
oleh ibu maupun janin. Usahakan untuk mengkonsumsi makanan segar seperti sayur dan
buah segar yang mengandung banyak gizi, mineral dan antioksidan serta serat.
f. Keju lembut
Sebaiknya hindari jenis keju seperti Brie, Camembert, goat dan feta (keduanya dari susu
kambing), queso blanco, blue (bintik-bintik biru), atau jenis yang berserat. Karena jenis
tersebut mungkin tidak mengalami proses pasteurisasi dan terkontaminasi Listeria, yaitu
bakteri yang bisa memicu keracunan makanan. Ini bahkan bisa mengakibatkan keguguran
atau bayi lahir prematur.
g. Telur
Telur memiliki sumber protein tinggi berkualitas dan kandungan nutrisi penting seperti
choline. Namun telur juga berisiko terkontaminasi bakteri Salmonella, yaitu bakteri
berbahaya bagi perempuan hamil. Jadi, pastikan untuk mendapatkan telur yang aman.
Belilah telur yang disimpan dalam lemari pendingin, dan jangan mengambil telur yang
retak atau berkulit kotor. Hindari memakan telur setengah matang, saus salad yang
mengandung telur mentah, eggnog yang tidak dipasteurisasi, es krim buatan non pabrik,
serta jangan mencicipi kue yang belum matang.
h. Makanan seperti kacang selama kehamilan hanya jika mereka alergi terhadap makanan
tersebut. Dengan menghindari makanan ini tidak berdampak pada risiko mengembangkan
gejala alergi pada bayi.
(Lestari, 2013)

DAFTAR PUSTAKA
American Society for Reproductive Medicine. 2012. Multiple Pregnancy and Birth: Twins, Triplets,
and High-order Multiples : A Guide for Patients
Gondo, Harry Kurniawan. 2009. Bayi Kembar Siam Cephalothoraco Omphalophagus
Goodnight, W. dan Newman, R. 2009. Optimal Nutrition for Improved Twin Pregnancy Outcome.
Department of Obstetrics and Gynecology, Division of MaternalFetal Medicine, 2009, 114: 5
ASRM. 2012. Multiple Pregnancy and Birth: Twins, Triplets, and High-order Multiples. American
Society Reproductive Medicine. Birmingham, Alabama.
Fox, Nathan S. et al. 2009. Weight Gain in Twin Pregnancies and Adverse Outcomes. Examining
the 2009 Institute of Medicine Guidelines
Tjandra, Ong. 2013. Nutrisi Pada Ibu Hamil.
Sabarudin, Udin. 2010. Managemen Kehamilan Multifetus.
Lestari, Rina. 2013. Pemenuhan Gizi pada Ibu Hamil. Yogyakarta
Darwanty, J., & Antini, A. (2012). Kontribusi Asam Folat Dan Kadar Haemoglobin Pada Ibu
Hamil Terhadap Pertumbuhan Otak Janin Di Kabupaten Karawang Tahun 2011