Anda di halaman 1dari 7

PRAKTIKUM PEWARNAAN ZHIEL NELLSON

Dalam program penanggulangan TB, diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan

dahak secara mikroskopis langsung. Diagnosis pasti penyakit TB melalui

pemeriksaan kultur atau biakan dahak. Namun, pemeriksaan kultur memerlukan

waktu lebih lama (paling cepat sekitar 6 minggu) dan mahal. Pemeriksaan 3

spesimen (SPS) dahak secara mikroskopis langsung nilainya identik dengan

pemeriksaan dahak secara kultur atau biakan. Pemeriksaan dahak secara

mikroskopis merupakan pemeriksaan yang paling efisien, mudah dan murah, dan

hampir semua unit laboratorium dapat melaksanakan. Pemeriksaan dahak secara

mikroskopis bersifat spesifik dan cukup sensitif

Pewarnaan Ziehl Neelsen, termasuk pewarnaan tahan asam. Biasanya dipakai

untuk mewarnai golongan Mycobacterium (M. tuberculosis dan M. leprae) dan

Actinomyces. Bakteri genus Mycobacterium dan beberapa spesies nocardia pada

dinding selnya mengandung banyak zat lipid (lemak) sehingga bersifat permeable

dengan pewarnaan biasa. Bakteri tersebut bersifat tahan asam (+) terhadap

pewarnaan tahan asam. Pewarnaan tahan asam dapat digunakan untuk membantu

menegakkan diagnosis tuberkulosis. Pewarnaan ini merupakan prosedur untuk

membedakan bakteri menjadi 2 kelompok tahan asam dan tidak tahan asam.

Bila zat warna yang telah terpenetrasi tidak dapat dilarutkan dengan alkohol asam,

maka bakteri tersebut disebut tahan asam sedangkan sebaliknya disebut tidak tahan

asam.

Bahan pemeriksaan TB biasanya berupa sputum yang diambil dari pasien tersangka

KP (Koch pulmonum), tetapi dapat pula diambil dari lokasi lain seperti cairan otak

(Liquor Cerebro Spinal), getah lambung, urine, ulkus dll.

WAKTU PENGUMPULAN DAHAK

Untuk menegakkan diagnosis TB secara mikroskopis dibutuhkan tiga contoh uji

dahak. Pengumpulan spesimen dahak dilakukan dalam waktu 2 hari yaitu Sewaktu

Pagi Sewaktu (SPS)

waktu 2 hari yaitu Sewaktu – Pagi – Sewaktu (SPS) Dr. Buchari, SpPK (Bagian Patologi Klinik
waktu 2 hari yaitu Sewaktu – Pagi – Sewaktu (SPS) Dr. Buchari, SpPK (Bagian Patologi Klinik

Dahak Sewaktu hari 1 (A) ™ Dahak pertama diambil SEWAKTU pada saat pasien berkunjung ke pusat layanan kesehatan akan ™diberi pot dahak pada saat pasien pulang untuk keperluan pengumpulan dahak pagi hari berikutnya.

Dahak Pagi (B) ™ Pasien mengeluarkan dahak kedua pada PAGI hari setelah bangun tidur dan membawa contoh uji dahak ke laboratorium.

Dahak Sewaktu hari 2 (C) ™ Kumpulkan dahak ketiga (dahak SEWAKTU) di laboratorium pada saat pasien kembali ke laboratorium pada hari kedua saat membawa dahak pagi (B).

2. TEMPAT PENGUMPULAN DAHAK Dahak adalah bahan yang infeksius, pada saat berdahak aerosol/percikan dapat menulari orang yang ada disekitarnya, karena itu tempat berdahak harus berada ditempat yang jauh dari kerumunan orang, misalnya didepan ruang pendaftaran,ruang pemeriksaan ,ruang obat dll. Harus diperhatikan pula arah angin pada saat berdahak, agar droplet/ percikan dahak tidak mengenai petugas.

3. CARA PENGUMPULAN DAHAK

Persiapan Pengumpulan dahak

a. Persiapan pasien

o

Pasien diberitahu bahwa uji dahak sangat bernilai untuk menentukan status penyakitnya, karena itu anjuran pemeriksaan SPS untuk pasien baru dan SP untuk pasien dalam pemantauan pengobatan harus dipenuhi.

o

Dahak yang baik adalah yang berasal dari saluran nafas bagian bawah, berupa lendir yang berwarna kuning kehijauan (mukopurulen). Pasien berdahak dalam keadaan perut kosong, sebelum makan/minum dan membersihkan rongga mulut terlebih dahulu dengan berkumur air bersih.

o

Bila ada kesulitan berdahak pasien harus diberi obat ekspektoran yang dapat merangsang pengeluaran dahak dan diminum pada malam sebelum mengeluarkan dahak. Olahraga ringan sebelum berdahak juga dapat merangsang dahak keluar.

ringan sebelum berdahak juga dapat merangsang dahak keluar. Dr. Buchari, SpPK (Bagian Patologi Klinik FK Unsyiah)
ringan sebelum berdahak juga dapat merangsang dahak keluar. Dr. Buchari, SpPK (Bagian Patologi Klinik FK Unsyiah)

o Dahak adalah bahan infeksius sehingga pasien harus berhati-hati saat berdahak dan mencuci tangan. o Pasien dianjurkan membaca prosedur tetap pengumpulan dahak yang tersedia di tempat/lokasi berdahak

4. PENILAIAN KUALITAS SECARA MAKROSKOPIS Petugas laboratorium harus melakukan penilaian terhadap dahak pasien. Tanpa membuka tutup pot, petugas laboratorium melihat dahak melalui dinding pot yang transparan, hal-hal yang perlu diamati adalah :

- Vol 3,5 - 5 ml

- Kekentalan : mukoid

- Warna : Hijau kekuningan (purulen)

ANALITIK

Cara pemeriksaan BTA dari sputum dengan oil imersi

1. Teteskan oil imersi pada sediaan sputum lihat pada pembesaran lensa objektif 100x carilah BTA yang berbentuk batang warna merah.

2. Periksa dengan cara mengeser dan membentuk zig zag dari atas kebawah kemudian ulangi dengan berlawanan arah.

Pembacaan BTA sputum menggunakan skala IUATLD (International Union Against Tuberculosis and Lung Diseases)

Tidak ditemukan BTA dalam 100 lp, disebut negatif

Ditemukan 1-9 BTA dalam 100 lp, ditulis jumlah kuman yang ditemukan

Ditemukan 10-99 BTA dalam 100 lp, disebut + atau (1+)

Ditemukan 1-10 BTA dalam 1 lp, disebut ++ atau (2+)

Ditemukan >10 BTA dlam 1 lp, disebut +++ atau (3+)

PASCA ANALITIK

a. Penyimpanan sediaan Dilakukan pengecekan ulang apakah penyimpanan sediaan sudah sesuai dengan prosedur

apakah penyimpanan sediaan sudah sesuai dengan prosedur Dr. Buchari, SpPK (Bagian Patologi Klinik FK Unsyiah) Page
apakah penyimpanan sediaan sudah sesuai dengan prosedur Dr. Buchari, SpPK (Bagian Patologi Klinik FK Unsyiah) Page

b. Tahap Pasca Analisis Menjamin bahwa pelaksanaan tahap pasca analisis sesuai protap yaitu pelaksanaan dekontaminasi alat dan bahan infeksius; pengelolaan limbah infeksius dan non infeksius; dan pemeliharaan mikroskop. Periksa kembali pencatatan dan pelaporan sesuai dengan standar. Petugas tidak diperkenankan menuliskan laporan dengan tanda atau simbol yang tidak sesuai skala IUATLD. Contoh tidak ditemukan BTA dituliskan sebagai ”–”, seharusnya : ”neg”; ditemukan 1-9 BTA/ 100 LPB dituliskan ”BTA jarang” atau ”±” seharusnya ”dituliskan jumlah BTA yang ditemukan”. Apabila ditemukan BTA harus dilaporkan dengan simbol 1+, 2+ atau 3+ sesuai dengan skala IUATLD. Tidak diperbolehkan menuliskan hasil pemeriksaan diatas kaca sediaan. Penulisan hasil positif dituliskan dengan tinta merah.

Pewarnaan Ziehl Neelsen

a. Prinsip Pewarnaan Bakteri tahan asam (BTA) akan memberikan warna merah, sedangkan yang tidak tahan asam akan berwarna biru.

Cara Pewarnaan Ziehl Neelsen

A. Alat dan Bahan:

1.Object glass

2.

Carbol fuchsin 0,3%

3.

Alkohol asam 3% (Alkohol + konsentrasi HCl 3%)

4.

Methylen-blue 0,3%

5.

Air

6.

Lidi

7.

Lampu bunsen/spiritus

B.

Cara Membuat Sediaan:

Bersihkan objek gelas, beri label

1. Ambil dengan ujung lidi sputum yang kental (hijau kuning)

letakkan diatas objek

gelas, ratakan.

kental (hijau kuning) letakkan diatas objek gelas, ratakan. Dr. Buchari, SpPK (Bagian Patologi Klinik FK Unsyiah)
kental (hijau kuning) letakkan diatas objek gelas, ratakan. Dr. Buchari, SpPK (Bagian Patologi Klinik FK Unsyiah)

2. Sediaan biarkan kering pada suhu kamar.

3. Setelah kering fiksasi dengan melewatkkan diatas nyala api sebanyak 3 x, sediaan siap untuk diwarnai.

C. Cara Pewarnaan ZN:

1.

Sediaan dituangi Carbol Fuchsin sampai penuh

2.

Panaskan selama 3-5 menit, jangan sampai mendidih

3.

Biarkan dingin selama 5 menit, cuci dengan air

4.

Dekolorisasi dengan alkohol asam 10-30 detik, cuci dengan air

5.

Tuangi methylen blue selama 20-30 detik, cuci dengan air

Tuangi methylen blue selama 20-30 detik, cuci dengan air Dr. Buchari, SpPK (Bagian Patologi Klinik FK
Tuangi methylen blue selama 20-30 detik, cuci dengan air Dr. Buchari, SpPK (Bagian Patologi Klinik FK
Tuangi methylen blue selama 20-30 detik, cuci dengan air Dr. Buchari, SpPK (Bagian Patologi Klinik FK
Hasil Pewarnaan apusan yang kurang baik Laporan Hasil Dr. Buchari, SpPK (Bagian Patologi Klinik FK
Hasil Pewarnaan apusan yang kurang baik Laporan Hasil Dr. Buchari, SpPK (Bagian Patologi Klinik FK

Hasil Pewarnaan apusan yang kurang baik

Laporan Hasil

Hasil Pewarnaan apusan yang kurang baik Laporan Hasil Dr. Buchari, SpPK (Bagian Patologi Klinik FK Unsyiah)
Hasil Pewarnaan apusan yang kurang baik Laporan Hasil Dr. Buchari, SpPK (Bagian Patologi Klinik FK Unsyiah)
Hasil Pewarnaan apusan yang kurang baik Laporan Hasil Dr. Buchari, SpPK (Bagian Patologi Klinik FK Unsyiah)
Kerpustakaan: 1. Angra P et al. Ziehl-Neelsen staining: strong red on weak blue, or weak

Kerpustakaan:

1. Angra P et al. Ziehl-Neelsen staining: strong red on weak blue, or weak red under strong blue? International Journal of Tuberculosis and Lung Disease, 2007, 11:11601161

2. WHO, 1998, Laboratory Services in Tuberculosis Control Part 2, Microscopy, WHO

3. WHO, 2002, External Quality Assessment for AFB Smear Microscopy, APHL, CDC, IUATLD,KNCV, RIT, WHO

4. RIT, 2007, Mikroskopis TB untuk Program Tuberkulosis Nasional, A. Fujiki

TB untuk Program Tuberkulosis Nasional, A. Fujiki Dr. Buchari, SpPK (Bagian Patologi Klinik FK Unsyiah) Page
TB untuk Program Tuberkulosis Nasional, A. Fujiki Dr. Buchari, SpPK (Bagian Patologi Klinik FK Unsyiah) Page