Anda di halaman 1dari 19

ASKEP LABIOPALATOSCHIZIS

By: rukmana
munfaati

Definisi
Labio palatoshizis adalah suatu keadaan

terbukanya bibir dan langit langit rongga


mulut dapat melalui palatum durum maupun
palatum mole, hal ini disebabkan bibir dan
langit langit tidak dapat tumbuh dengan
sempurna pada masa pembentukan mesuderm
pada saat kehamilan.
Labio palatoshizis yang terjadi seringkali
berbentuk fistula, dimana fistula ini dapat
diartikan sebagai suatu lubang atau celah yang
menghubungkan rongga mulut dan hidung
(Sarwono, 2001)

Etiologi
Faktor genetik

Diseluruh dunia ditemukan hampir 25 30 %


penderita labio palatoscizhis terjadi karena
faktor herediter. Faktor dominan dan resesif
dalam gen merupakan manifestasi genetik
yang menyebabkan terjadinya labio
palatoschizis.

Insufisiensi zat
Apabila pada kehamilan, ibu kurang
mengkonsumsi asam folat, vitamin C dan Zn
dapat berpengaruh pada janin. Karena zat zat tersebut dibutuhkan dalam tumbuh
kembang organ selama masa embrional.
Selain itu gangguan sirkulasi foto maternal
juga berpengaruh terhadap tumbuh
kembang organ selama masa embrional.

Pengaruh obat teratogenik


Jamu : Mengkonsumsi jamu pada waktu
kehamilan dapat berpengaruh pada janin,
terutama terjadinya labio palatoschizis. Akan
tetapi jenis jamu apa yang menyebabkan
kelainan kongenital ini masih belum
jelas.Masih ada penelitian lebih lanjut

Kontrasepsi hormonal
Pada ibu hamil yang masih mengkonsumsi

kontrasepsi hormonal, terutama untuk


hormon estrogen yang berlebihan akan
menyebabkan terjadinya hipertensi
sehingga berpengaruh pada janin, karena
akan terjadi gangguan sirkulasi
fotomaternal.

Obat obatan yang dapat menyebabkan

kelainan kongenitalterutama labio


palatoschizis. Seperti Talidomid, diazepam
(obat obat penenang), Aspirin (Obat
obat analgetika), Kosmetika yang
mengandung merkuri & timah hitam
(cream pemutih).

Lingkungan
Zat kimia (rokok dan alkohol).

Pada ibu hamil yang masih mengkonsumsi rokok


dan alkohol dapat berakibat terjadi kelainan
kongenital karena zat toksik yang terkandung
pada rokok dan alkohol yang dapat mengganggu
pertumbuhan organ selama masa embrional.
Penyinaran radioaktif
Untuk ibu hamil pada trimester pertama tidak
dianjurkan terapi penyinaran radioaktif, karena
radiasi dari terapi tersebut dapat mengganggu
proses tumbuh kembang organ selama masa
embrional.

Infeksi, khususnya virus (toxoplasma) dan

klamidial .
Ibu hamil yang terinfeksi virus (toxoplasma)
berpengaruh pada janin sehingga dapat
berpengaruh terjadinya kelainan kongenital
terutama labio palatoschizis.

Manifestasi klinis
Tampak ada celah
Adanya rongga pada hidung
Distorsi hidung
Kesukaran dalam menghisap atau makan.

Klasifikasi
a. Berdasarkan organ yang terlibat
Celah bibir ( labioscizis ) : celah terdapat pada bibir bagian
atas
Celah gusi ( gnatoscizis ) : celah terdapat pada gusi gigi bagian
atas
Celah palatum ( palatoscizis ) : celah terdapat pada palatum
b. Berdasarkan lengkap atau tidaknya celah yang
terbentuk
Komplit : jika celah melebar sampai ke dasar hidung
Inkomplit : jika celah tidak melebar sampai ke dasar hidung
c. Berdasarkan letak celah
Unilateral : celah terjadi hanya pada satu sisi bibir
Bilateral : celah terjadi pada kedua sisi bibir
Midline : celah terjadi pada tengah bibir

Patofisiologi
Cacat tebentuk pada trimester pertama, prosesnya karena tidak

terbentuknya mesoderm pada daerah tersebut sehingga bagian


yang telah menyatu (Prosesus nasalis dan maksialis) pecah
kembali.
Proses terjadinya labiopalatoscizis yaitu ketika kehamilan
trimester I dimana terjadinya gangguan oleh karena beberapa
penyakit seperti virus. Pada trimester 1 terjadi proses
perkembangan pembentukan berbagai organ tubuh dan pada
saat itu terjadi kegagalan dalam penyatuan atau pembentukan
jaringan lunak atau tulang selama fase embrio.
Apabila terjadi kegagalan dalam penyatuan proses nasal medical
dan maxilaris maka dapat mengalami labio palatoschizis
(sumbing bibir) dan proses penyatuan tersebut akan terjadi pada
usia 6-8 minggu.
Kemudian apabila terjadi kegagalan penyatuan pada susunan
palato, selama masa kehamilan 7-12 minggu, maka dapat
mengakibatkan sumbing pada palato ( palato shcizis).

Woc

penatalaksanaan
Masalah utama yang dapat terjadi adalah resiko

tersedak. Bahaya tersedak dapat dikurangi


dengan mengangkat kepala bayi pada waktu
minum dan menggunakan dot yang panjang.
Ibu harus dilatih untuk tetap memberikan ASI
secara hati-hati dan sering istirahat. Jika tetap
mengalami kesukaran, ASI dapat dipompa dan
diberikan dengan sendok sedikit-sedikit.
Perhatikan agar pompa payudara dan gelas
penampung ASI selalu diseduh agar tidak
terjadi kontaminasi.

Komplikasi
Kesulitan berbicara hipernasalitas, artikulasi, kompensatori. Dengan

adanya celah pada bibir dan palatum, pada faring terjadi pelebaran
sehingga suara yang keluar menjadi sengau.
Aspirasi. menyebabkan reflek menghisap dan menelan terganggu
akibatnya dapat terjadi aspirasi.
Distress pernafasan. Dengan terjadi aspirasi yang tidak dapat ditolong
secara dini, akan mengakibatkan distress pernafasan
Resiko infeksi saluran nafas. Adanya celah pada bibir dan palatum
dapat mengakibatkan udara luar dapat masuk dengan bebas ke dalam
tubuh, sehingga kuman kuman dan bakteri dapat masuk ke dalam
saluran pernafasan.
Pertumbuhan dan perkembangan terlambat. Dengan adanya celah
pada bibir dan palatum dapat menyebabkan kerusakan menghisap dan
menelan terganggu. Akibatnya bayi menjadi kekurangan nutrisi
sehingga menghambat pertumbuhan dan perkembangan bayi.
Asimetri wajah. Jika celah melebar ke dasar hidung alar cartilago
dan kurangnya penyangga pada dasar alar pada sisi celah
menyebabkan asimetris wajah.

Tindakan bedah.

ASUHAN KEPERAWATAN
LABIOPALATOSHCIZIS

konsep askep labio

THANKS