Anda di halaman 1dari 17

PENDAHULUAN

A. Judul
BUAH TELUR BERCAHAYA (Pemanfaatan Limbah Kulit Telur
yang Dibuat Menjadi Sebuah Lampu Hias dan Dilapisi dengan Cat
Glow In The Dark ) OLEH USAHA CRACK'S CRAFT"
B.

Latar Belakang Masalah


Telur merupakan bahan pokok makanan yang sudah sering

dikonsumsi oleh orang di seantero bumi. Banyak jenis olahan


makanan yang mengambil bahan utama telur. Baik dari kalangan
atas, menengah, ataupun kalangan bawah, telur sudah menjadi
bahan makanan yang cukup favorit. Tak ayal lagi, seiring
bertambahnya

penduduk

yang

suka

mengkonsumsi

telur,

semakin bertambah pulalah limbah kulit telur.


Dengan adanya pemanfaatan limbah kulit telur sebagai
media/bahan baku yang komersil dalam mempromosikan budaya
Indonesia. Misalnya saja lampu hias bermotif batik, bermotif alat
musik tradisional dari Indonesia, dan juga motif-motf lainnya
yang menggambarkan kekayaan negara Indonesia. Merupakan
hasil kerajinan yang memiliki nilai tambah dan jual yang tinggi
serta memiliki keunggulan manfaat bagi budaya Indonesia.
Sehingga usaha kerajinan kulit telur ini memiliki prospek yang
cerah dan berproifitabilitas.
Dengan pemanfaatan limbah kulit telur sebagai kerajinan
menjadi lampu hias yangdiolah dengan bermotifkan kekayaan
Indonesia dapat mempersedikit adanya limbah dari kulit telur itu
sendiri.
Berdasar pada peluang bisnis, kerajinan kulit telur dengan
adanya sentuhan budaya Indonesia dapat dijadikan

komoditas

yang menguntungkan bagi industry kreatif maupun pelestarian


budaya yang dapat mendorong wisatawan mengenal budaya
Indonesia. Hal ini pun menguntungkan bagi kami karena dengan

adanya wisatawan membuka peluang yang sangat besar sebagai


salah satu target pasar. Dengan pemanfaatan kulit telur secara
optimal, komoditas ini dapat menjadi lebih bermanfaat dan
diharapkan dapat mengurangi tingkat pengangguran.
C.

Perumusan Masalah
Telur merupakan bahan makanan yang telah dikenal oleh

orang di seantero dunia, namun limbah dari kulit itu sendiri


sampai sekarang tidak dimanfaatkan dengan baik. Tetapi seiring
dengan

bertambahnya

ilmu

pengetahuan,

teknologi,

dan

kreativitas, maka banyak yang bisa dimanfaatkan dari limbah


yang jarang dimanfaatkan oleh masyarakat ini, sehingga akan
meningkatkan kualitas dari limbah tersebut dan menambah nilai
ekonomi.
Pemanfaatan limbah ini didasarkan atas pemikiran bahwa
selama ini limbah kulit telur dibuang begitu saja, padahal dengan
sedikit saja kreativitas dan kemauan yang keras, limbah ini dapat
'digubah' menjadi sesuatu yang menjual dan menambah estetika
suatu tempat atau ruangan. Dan pembuatan produk dari limbah
ini juga tetap mengedepankan sentuhan etnik kebudayaan
Indonesia sehingga dalam jangka panjang dapat diekspor ke
mancanegara.
Selain keuntungan ekonomi yang didapat, pegolahan
limbah kulit telur ini dapat menjaga keseimbangan alam kita,
karena akan mengurangi sampah. Bayangkan saja jika setiap
orang memakan satu butir telur, sehingga 1 x 250.000.000 jiwa,
dapat dibayangkan betapa banyaknya limbah kulit telur yang
tidak mendukung alam.
Manfaat lainnya adalah sentuhan budaya dalam setiap
kerajinan membuat kerajinan dari limbah kulit telur memiliki
kenggulan manfaat bagi kelestarian budaya Indonesia dan
bernilai jual tinggi yang menguntungkan pengusaha dan aspek
ekonomi, sosial, budaya dan lainya.

D.

Tujuan
Tujuan dari Program Kreativitas Mahasiswa-Kewirausahaan

ini adalah selain dapat meningkatkan minat dan kreativitas


mahasiswa terhadap kewirausahaan, pemanfaatan limbah kulit
telur dapat dijadikan produk yang mempunyai nilai ekonomi
tinggi, dan juga sebagai upaya pemenuhan kebutuhan melalui
pemanfaatan bahan alternatif. Selain itu, pemanfaatan limbah ini
berguna untuk meminimalisir limbah kulit telur, serta diharapkan
dapat melestarikan kebudayaan Indonesia.

E.

Luaran Yang Diharapkan


Kegiatan kewirausahaan ini diharapkan dapat:

1. Memotivasi

jiwa

Entreupreneurship

mahasiswa

untuk

memberikan value added pada limbah pertanian.


2. Mendukung kebijakan pemerintah dalam pengembangan
industri kreatif.
3. Membantu

dalam

pelestarian

kebudayaan

yang

dimiliki

Indonesia.
4. Mengubah limbah kulit telur menjadi bahan baku industri
yang

mempunyai

nilai

ekonomi

yang

tinggi

dan

nilai

kebudayaan yang beridentitas Indonesia.


5.
F.

Sebagai komoditas ekspor.


Kegunaan
Program kewirausahaan pengolahan limbah kulit telur ini
berguna untuk:

1. Mengatasi potensi limbah kulit telur yang dimanfaatkan


menjadi barang yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, unik,
eksotik, dan berkebudayaan.
2. Menumbuhkan jiwa kreatif dan mandiri mahasiswa pengelola,
sehingga program ini dapat menjadi pembelajaran dan
pengalaman yang berharga dalam memasuki dunia kerja

setelah menyelesaikan pendidikan perguruan tinggi.


3. Memberikan kontribusi positif bagi pemerintah dalam rangka
usaha pengembangan pariwisata sebagai salah satu potensi
daerah dimana aneka produk kerajinan dari suatu limbah kulit
telur yang mencirikan identitas budaya Indonesia.
4. Memberikan

pengabdian dan

manfaat bagi

masyarakat

melalui perwujudan pengabdian mahasiswa yang merupakan


bagian perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan yang
mampu

memberiakan

masyarakat

dalam

kontribusi

hal

yang

perekonomian,

bermanfaat
serta

bagi

membuka

peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.


5. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat
luas
G.

Gambaran Umum Rencana Usaha


Produk kami memiliki keunggulan dalam hal kualitas

produk, yang merupakan hasil murni olahan tangan dan dengan


bahan dasar limbah kulit telur yang dikemas dengan menarik
dan memiliki keunikan etnik dari ciri khas budaya Indonesia.
Selain pengemasan produk yang menarik produk kami
dijamin memiliki prospek yang cerah dan memiliki keunggulan
kompetitif di pasaran. Kami yakin dengan membidik pasar
tempat wisata, hotel. Caf/resto, kostan di kawasan pendidikan,
serta kaum hawa khususnya ibu-ibu yang menyenangi benda
yang memiliki keindahan dan bermanfaat, seperti produk lampu
hias ini dapat terjual dengan optimal, selain itu lampu hias ini
juga tetap akan bercahaya di dalam gelap walaupun tidak ada
listrik.
1.

Aspek Pemasaran

1.1

Permintaan Pasar
Walaupun produk kerajinan tangan dari bahan daur ulang,

seperti koran maupun kertas bekas, ada di pasaran, namun


produk yang terbuat dari kulit telur yang ramah lingkungan

dengan bentuk yang eksotik ini mempunyai daya tarik tersediri.


Sehingga

kami

yakin

dengan

adanya

persaingan

dapat

membuat kami semakin termotivasi dalam membuat produk


yang memiliki keunggulan komparatif yang lebih tinggi dengan
produk lain.
Selain itu, masih sedikit dan kurang berkembang dengan
baik, usaha kerajinan tangan yang ramah lingkungan namun
tetap

mengedepankan

sentuhan

etnik

dan

bercirikan

kebudayaan, sedangkan kebutuhan dan keinginan konsumen


terhadap barang unik dengan keindahan alam dan budaya yang
memiliki nilai etnik dan eksotis yang dapat menghiasi tempat itu
tinggi, sehingga membuat kami optimis untuk masuk ke dalam
bisnis kerajinan tangan dari kulit telur.
1.2

Penawaran pasar
Sebagaimana telah diungkapkan di atas, saat ini kami

belum memproduksi, diakibatkan belum adanya sumber modal


yang memadai. Sehingga jika permodalan belum diperoleh, maka
proses produksi tidak dapat berjalan. Namun dalam pelaksanaan
awal, kami akan memberikan penawaran pada pasar sebagai
berikut:
Produk
Penawaran Perbulan
Lampu hias besar
Lampu hias sedang
Lampu hias kecil

40 unit / bulan
50 unit / bulan
60 unit / bulan

1.3

Peluang Pasar
Banyaknya objek wisata di negara Indonesia, khususnya Jawa Barat, yang

didukung dengan kekayaan budaya yang begitu besar merupakan salah satu
kekuatan bagi perusahaan kami untuk melakukan ekspansi pasar. Selain itu, pusat
kerajinan yang belum banyak berkembang menjadi peluang bagi perusahaan kami
untuk berkecimpung menggeluti bisnis kerajinan ini.
Dilihat dari ketersediaan bahan baku, kulit telur selalu tersedia dimana saja
dan kapan saja. Dengan ini, kontinuitas proses produksi akan tetap terjaga
sehingga seberapa banyak permintaan yang dibutuhkan konsumen dan pasar dapat
kami penuhi.
1.4

Strategi Penjualan
Kami memiliki empat strategi utama dalam kegiatannya :

Pertama

ialah

melakukan

untuk

penetrasi

menarik
pasar

konsumen
berupa

baru,

promosi

dengan
produk,

penambahan tenaga pemasaran, serta mengikuti berbagai


pameran. Selain itu kami akan berusaha bekerjasama dengan
pihak penjual perantara seperti koperasi - koperasi yang
dapat menyalurkan produk kami serta toko-toko di tempat
wisata maupun toko penjual kerajinan, khususnya di sekitaran
Jatinangor, Cipacing, Bandung, Dago maupun Jawa Barat.

Kedua ialah membuat show room sebagai pusat penjualan


produk.

Ketiga ialah membuat katalog yang berisi foto-foto produk


kami dan penjelasan

produk. Hal ini ditujukan untuk

mempermudah pembeli maupun pelanggan dalam memilih


produk, terlebih lagi sebagai awal dalam menjalin kerjasama
dengan pelanggan besar seperti hotel, kafe, restorant dan
lainnya yang berada di daerah Bandung, Jawa Barat dan
sekitarnya.

Keempat ialah mempertahankan pelanggan-pelanggan yang


lama

dengan

memberikan

informasi

diversifikasi kami yang baru secara berkala.

tentang

produk

Berikut ini adalah proporsi rencana penjualan :


Produk

Lokasi

Pesanan Perbulan

Pesanan Pertahun

40 unit

480 unit

50 unit

600 unit

60 unit

720 unit

Hotel/ Caf/
Lampu hias besar

Resto/Tempat
wisata
Hotel/ Caf/

Lampu hias sedang

Resto/Tempat
wisata
Hotel/ Caf/

Lampu hias kecil

Resto/Tempat
wisata

1.5

Strategi Pemasaran
Target pasar kami yang utama ialah untuk memenuhi

permintaan dari distributor-distributor besar dan eceran maupun


konsumen langsung yang berlokasi di kota-kota di Jawa Barat dan
juga pemenuhan pesanan yang datang langsung kepada kami
untuk produk - produk dari perusahaan kami tersebut. Serta
lingkungan kampus/kost-kostan.
Kami

membagi

segmen

pasar

menjadi

beberapa

kelompok yaitu :

Kalangan rumah tangga (umum), pembelian secara eceran


yang mengkonsumsi kerajinan limbah kulit telur untuk hiasan
yang eksotik

Hotel, caf/resto, tempat wisata yang membutuhkan untuk


hiasan yang memiliki estetika namun bermanfaat untuk
penerangan, serta handy craft yang mencerminkan budaya
Indonesia

Kalangan mahasiswa yang membutuhkan lampu hias untuk

kostannya.
1.6

Strategi Segmentasi Pasar


Sasaran utama adalah dari segmen tempat usaha seperti

hotel,

caf

dan

resto

karena

tempat

usaha

ini

sangat

memperhatikan keindahan yang dapat menarik daya tarik


konsumen untuk menginap dan makan di tempat tersebut, dan
juga pencahayaan yang bagus dari lampu yang memiliki sisi
estetika yang tinggi. Strategi utama ialah dengan memasarkan
produk kami melalui pemberian katalog dan pemberian salah
satu contoh lampu sebagai cara promosi awal.
Untuk segmen umum dan mahasiswa, kami memasok
produk

ke

konsumen.

tempat-tempat
Seperti

di

yang

daerah

mudah

pasar

di

jangkau

Cileunyi,

oleh

Rancaekek,

Sumedang dan daerah sekitar Jatinangor. Selain itu kami juga


memasarkan produk kami ketempat yang bersedia menjual
produk kami seperi toko-toko kerajinan di daerah Bandung dan
untuk selanjutnya akan di pasarkan di sekitar Jawa Barat dan
tempat penjualan lainnya. Untuk pembelian langsung ke show
room kami pembeli dapat memesan sesuai dengan sketsa yang
diinginkan.
1.7

Strategi Penetapan Harga


Dalam

penetapan

harga

dari

produk

kami

sangat

tergantung pada harga bahan baku, yang memiliki pengaruh


yang

signifikan

terhadap

harga

jual

produk

kami.

Untuk

penetapan harga retail, standar harga yang kami berlakukan


ditambah proporsi keuntungan dari retailer yang dalam hal
komisi penjualan tarif yang biasanya di berlakukan ialah 20 %
dari total penjualan.
Untuk produk yang dijual kepada konsumen rumah tangga
langsung, kami menetapkan harga sesuai dengan pasar yang
ada. Khusus untuk pembelian / pemesanan dalam jumlah besar
seperti hotel, caf, resto, perusahaan menetapkan harga yang

lebih fleksibel rata-rata dengan discount 10-15 %.


1.8

Strategi Promosi
Kami melakukan strategi promosi, dikarenakan promosi

merupakan hal yang sangat penting dalam usaha ini, oleh karena
itu kami telah menganggarkan Rp. 550.000 / bulan untuk biaya
promosi, yang berupa :

Biaya Promosi pamflet, leaflet, poster, banner, internet


Rp 400.000,00

Biaya Promosi Bonus / undian


Rp.150.000,00

Strategi promosi yang harus dilakukan sebelum dan pada saat


adalah penyebaran brosur produk, promosi dari mulut ke mulut,
penekanan pada pendekatan perorangan, memasang banner dan
spanduk di tempat showroom, mengikuti sejumlah pameran, ikut
serta

dalam

bazaar

kampus

serta

mengadakan

beberapa

pelatihan yang berhubungan dengan kewirausahaan. Selain itu,


strategi promosi dalam mempertahankan konsumen adalah
memberikan discount pada pembeli, memberikan bonus, hadiah
pada

saat

grand

opening

showroom

dan

awal

penjualan

kerajinan, membuat katalog yang unik untuk merarik konsumen.


1.9

Tenaga Kerja Langsung


Seiring berkembangnya pemasaran, maka kami berusaha

melakukan perekrutan terhadap orang-orang yang ahli dalam


bidang pemasaran produk ini sendiri, setelah itu karyawan
tersebut akan dilatih dan dibimbing. Tenaga penjualan dan
produksi ini sendiri akan mendapatkan insentif gaji sebesar Rp.
400.000/bulan, untuk menjaga show room / pusat penjualan
yang dimiliki. Sedangkan dalam melakukan negoisasi dan
kerjasama dengan pihak terkait dilakukan oleh kami sendiri.

2. Aspek Produksi
Aspek produksi merupakan salah satu faktor yang sangat
penting

dalam

keberhasilan

dan

kemajuan

kami,

yaitu

bagaimana kami dapat memproduksi dengan waktu yang tepat


dalam memenuhi permintaan pasar, peningkatan kualitas dan
juga efisiensi produksi yang akan menekan biaya pokok dari kulit
telur.

Serta

bagaimana

keberlangsungan

produksi

secara

kontinuitas dapat terlaksana guna ketersedian produk yang kami


hasilkan.
Berdasarkan perencanaan penjualan yang telah dilakukan,
maka produksi akan dimulai dengan kapasitas produksi sebesar
40 unit per bulan untuk produk lampu hias besar, 60 unit per
bulan untuk produk lampu hias sedang, dan 50 unit per bulan
untuk produk lampu hias kecil, dimana produk-produk tersebut
memiliki keunikan tersendiri yang unik dan eksotik. Jumlah
tersebut adalah jumlah maksimal yang dapat diproduksi oleh
perusahaan. Dan ketiga produk lampu yang dihasilkan dapat
bermacam-macam, ada yang di gantung, diletakkan di lantai,
lampu yang dapat berdiri dan lainnya.
Guna mendukung dari rencana pengembangan produksi
maka ada beberapa hal yang harus dipersiapkan, yaitu : (1)
Persiapan Tata Letak (Lay Out) dengan tambahan mesin baru,
penambahan tingkat persediaan bahan baku, dan barang jadi, (2)
tata

cara

pemenuhan bahan baku, (3) penanganan

hasil

produksi. Dalam uraian berikut akan dijelaskan perincian dari


persiapan yang harus dilakukan.

2.1

Persiapan Tata Letak (Lay out)


Tempat produksi kami tidak terlalu luas, karena walaupun

memiliki alat yang banyak namun dapat ditata dengan baik,


sehingga tidak mengganggu proses produksi. Dengan luas 36 M

cukup memungkinkan untuk pembuatan produk. Begitu juga


untuk penyimpanan bahan baku produksi dapat dilakukan
dengan penyimpanan di ruangan lain, dikarenakan perusahaan
ini masih melakukan produksinya langsung di dalam rumah salah
satu staf kami sendiri. Sedangkan proses penjemuran dapat
dilakukan di tempat jemuran.
Sedangkan show room kami berukuran 48 M2, yang
diorientasikan

untuk proses transaksi dan pemajangan hasil

kreasi kami dan di dekat pintu keluar dapat menyimpan


komputer yang membantu dalam proses penyimpanan data
perusahaan dan transaksi. Di mana terdapat 4 m 2 toilet dan 4 m2
sebagai tempat beristirahat. Di mana show room ini dilengkapi
dengan 10 m2 tempat parkir.
2.2

Pemenuhan Bahan Baku


Bahan baku yang diperlukan cukup memadai. Namun

untuk pemenuhan bahan baku sendiri, kami telah mensurvey apa


yang kami butuhkan.
Untuk bahan baku proses produksi

itu sendiri, sebagai

produksi pokok diperlukan bahan-bahan, seperti limbah kulit


telur, bohlam, dan kayu. Tidak ada kriteria khusus untuk
pemilihan kulit telur, hanya saja limbah kulit telur yang cocok
untuk pembuatan produk ini adalah kulit telur yang cukup tebal
(tebal dengan ukuran kulit telur pada umumnya), bukan yang
terlalu tipis.
H.

Metode Pelaksanaan

Susunan Pengelola Crack's Craft:

Pemimpin Perusahaan
Joshua Simanjuntak

Manager Keuangan
Suci Iedal U.P

Manager Pemasaran
Siti Rima Herdiana

Manager Produksi
Ivan J. Naibaho

Manager Promosi
Nuri Kamilia

Job Descriptions:
1. Pimpinan perusahaann

Bertanggung jawab atas jalannya perusahaan, serta

Mengawasi kinerja manager-manager yang ada dibawahnya.

2. Manager Keuangan

Bertanggung jawab mengawasi cash in cash out perusahaan

Menjaga agar kondisi keuangan perusahaan tetap stabil

Berkoordinasi dengan manager produksi dan pemasaran

3. Manager Produksi

Bertanggung jawab atas kelancaran produksi

Mengawasi ketersediaan bahan baku dan kontinuitas produksi

Melakukan pengembangan produk dan menerapkan inovasi baru

4. Manager Pemasaran

Bertanggung jawab atas pemasaran produk yang telah diproduksi

Berkoordinasi dengan manager produksi dan divisi promosi

Melakukan survey pasar

Mencari daerah-daerah yang potensial utuk daerah pemasaran

5. Manager Promosi

Membuat media promosi seperti: Pamflet, brosur, banner, spanduk,


leaflet, dan media lainnya untuk mengenalkan prosuk kepada
konsumen agar tertarik untuk membelinya

Merancang kegiatan sebagai upaya mempromosikan produk untuk


meningkatkan volume penjualan.

Program kegiatan ini akan dilaksanakan melalui tiga tahap,


yaitu :
a.

Tahap persiapan
Sebelum

program

dilaksanakan,

dilakukan

terlebih

dahulu persiapan yang menunjang kelancaran program,


seperti pencarian data informasi mengenai perkembangan
limbah kulit telur dalam hal pembuatannya menjadi suatu

produk

kerajinan

yang

menarik

baik

melalui

literatur,

informasi pasar, penyiapan sarana dan prasarana yang


dibutukan untuk produksi.
b.

Tahap produksi
Pada tahap ini, limbah kulit telur akan diolah menjadi
produk kerajinan tangan yakni lampu hias dengan beragam
ukuran dan bentuk. Pada awal produksi ini kami pun melihat
preferensi konsumen dengan membuatkan kerajinan sesuai
pesanan konsumen, dalam hal ini diterapkan sistem Job order.
Namun setelah permintaan meningkat sistem job order akan
berganti dengan sistem flow shop , hal ini dilakukan agar tidak
menghilangkan ciri dari usaha kami yang menekankan pada
nilai budaya.

c.

Tahap pemasaran
Tahap pemasaran ini meliputi promosi produk melalui
leaflet, brosur iklan melalui media cetak, mulut ke mulut serta
mempromosikannya ke toko-toko yang menjual kerajinan
tangan maupun tempat wisata. Membuat katalog foto-foto
desain produk untuk langkah awal mempromosikan kepada
pihak hotel / penginapan, restoran, caf dan lainya. Selain itu
membuka show room di pusat kota Bandung.

I.

Jadwal Kegiatan
1

Bulan Ke2
3

N
o

Kegiatan
Pencarian data dan

1
2
3
4

studi literature
Persiapan
Produksi
Pemasaran

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

J.

Rancangan Biaya

Investasi Harga Tetap (A)


Harga Satuan
Peralatan

Satuan
(Rp/satuan)
Alat ukir
5
100.000
Baskom
2
35.000
Gergaji
2
50.000
Rak Penyimpan
3
120.000
TOTAL INVESTASI HARGA TETAP

Nilai (Rp)
500.000
70.000
100.000
360.000
1.030.000

Modal Kerja (B)


Bahan Baku
Satuan
Harga Satuan (Rp
Telur
1250 butir kering
250
Kayu
50 batang
10.000
Lampu
1200 buah
2.000
Kabel
200 meter
500
Kawat
400 meter
1.000
Amplas
40 lembar
1.000
Cat Fernis
20 Kaleng
10.000
Atk
Aksesoris
Formalin
Lem
Cat Fosfor
20 kaleng
50.000
Cat warna-warni 20 kaleng
20.000
Kuas
6
7.500
Box lampu hias
300
1.000
Biaya bahan baku untuk 1 bulan
Sewa tempat

Nilai (Rp)
312.500
500.000
2.400.000
100.000
400.000
40.000
200.000
50.000
250.000
50.000

usaha
Promosi
Transportasi
Komunikasi
Pekerja

700.000
550.000
200.000
180.000
400.000
8.097.500
9.127.500

TOTAL MODAL KERJA


TOTAL INVESTASI + MODAL KERJA (A+B)

30.000
1.000.000
400.000
45.000
300.000
6.067.500

Estimasi Pendapatan Penjualan Satu bulan


Jumlah
Jenis Produk
Lampu hias

Harga

/Produksi

besar
Lampu hias
sedang
Lampu hias
kecil

40 unit

50 unit

60 unit

Proses Produksi
4 x proses produksi /
bulan
4 x proses produksi /
bulan
4 x proses produksi /

bulan
TOTAL

Stauan

Harga

150.000

6.000.000

110.000

5.500.000

50.000

3.000.000
14.500.000

Proyeksi Rugi-Laba
Keterangan
A. Pendapatan
B. Biaya Usaha
BahanBaku
Sewa Tempat
Tenaga Kerja
Transportasi
Promosi
Komunikasi
Penyusutan
TOTAL BIAYA
C. Laba Usaha (A-B)
D. R/C Ratio (A/B)

* umur teknis

Bulan 1
Bulan 2** Bulan 3
Bulan 4
14.500.000 15.225.000 15.225.000 15.225.000
6.067.500
6.370.875
6.370.875
6.370.875
700.000
700.000
700.000
700.000
400.000
400.000
400.000
400.000
200.000
200.000
200.000
200.000
550.000
550.000
550.000
550.000
180.000
180.000
180.000
180.000
85.833
85.833
85.833
85.833
8.183.333
8.486.708
8.486.708
8.486.708
6.316.667 6.316.667
6.316.667
6.316.667
2,39
2,39
2,39
2,39
peralatan diperkirakan 1 tahun sehingga nilai

penyusutan setiap bulan adalah : Rp 1.030.000/12 = Rp


85.833,00

** diasumsikan biaya bahan baku mengalami kenaikan


sebesar 5% sehingga pendapatan meningkat sebesar 5%
pula.

BEP (Break Even Point)


BEP terjadi bila TC=TR
BEP (Q) = biaya operasional (per tahun) / harga
Lampu hias besar

= 8.183.333
150.000
= 54,5 unit = 55 unit

Lampu hias sedang

8.183.333
= 110.000
= 74,39 unit = 75 unit

Lampu hias kecil

8.183.333
= 50.000
= 163,3 unit = 164 unit

f. Pay Back Periode

Investasi Biaya Operasiona l


= Laba Bersih Penyusutan
Rp.1.030.0 00 Rp. 8.183.333
= Rp. 6.316.667 Rp. 85.833
= 1,44 tahun = 16 bulan