Anda di halaman 1dari 6

I.

Basic Promoting Physiology of Healty


1. Definisi
Mobilitas merupakan kemampuan individu untuk bergerak secara
bebas, mudah, dan teratur dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan
aktivitas guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Imobilisasi adalah ketidak mampuan untuk bergerak secara aktif akibat
berbagai penyakit atau impairment (gangguan pada alat/ organ tubuh)
yang bersifat fisik atau mental.(Alimatul, 2004).
Banyak kondisi patologi yang mempengaruhi kesejajaran dan
mobilitas tubuh. Abnormalitas postur konginetal atau didapat
mempengaruhi efisiensi system musculoskeletal, seta kesejajaran,
keseimbangan, dan penampilan tubuh (Alimatul & Uliyah M, 2004 ).
2. Jenis Mobilitas
Secara umum ada beberapa macam keadaan mobilitas antara lain:
a. Mobilitas penuh, merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak
secara penuh dan bebas sehingga dapat melakukan interaksi social
dan menjalankan peran sehari-hari. Mobilitas penuh ini merupakan
fungsi saraf motorik volunteer dan sensorik untuk dapat
mengontrol seluruh area tubuh seseorang.
b. Mobilitas sebagian, merupakan kemampuan seseorang untuk
bergerak dengan batasan jelas dan tidak mampu bergerak secara
bebas karena dipengaruhi oleh gangguan sensorik dan saraf
motorik pada area tubuhnya. Hal ini dapat dijumpai pada kasus
cedera atau patah tulang dengan kasus traksi. Pasien paraplegi
dapat mengalami mobilitas sebagian pada ekstremitas bawah

karena kehilangan control motorik dan sensorik. Mobilitas ini


dibagi menjadi dua jenis:
1) Mobilitas sebagian temporer, merupakan kemampuan individu
untuk bergerak dengan batasan yang bersifat sementara. Hal
tersebut dapat disebabkan oleh trauma reversible pada system
musculoskeletal.
2) Mobilitas sebagian permanen, merupakan kemampuan individu
untuk bergerak dengan batasan yang bersifat menetap. Hal
tersebut disebabkan rusaknya system saraf yang reversible,
contohnya terjadinya hemiplegia pada stroke, paraplegi karena
cedera tulang belakang.
3. Factor yang mempengaruhi mobilitas
1) Gaya hidup
2) Proses penyakit/cedera
3) Kebudayaan
4) Tingkat energy
5) Usia dan status perkembangan
4. Pengkajian
a. Riwayat keperawatan sekarang
Pengkajian riwayat pasien ini meliputi alas an pasien yang
menyebabkan terjadi keluhan/gangguan dalam mobilitas dan
immobilitas, seperti nyeri, kelemahan otot
b. Riwayat keperawatan penyakit yang pernah diderita

Berhubungan dengan penyait yang peernah diderita


c. Kemampuan fungsi motorik
Pengkajian fungsi motorik antara lain tangan kanan, dan kiri,kaki
kana dan kiri untuk menilai adanya kelemahan, kekuatan, atau
spastic.
d. Kemampuan mobilitas
Kategori tingkat kemandirian kemampuan aktivitas dengan
menggunakan ADL KATZ adalah :
1 Mandi

2 Berpakaian

Dapat

Sebagaian/pada bagian

Sebagian besar/

mengerjakan

tertentu dibantu

seluruhnya dibantu

sendiri
Seluruhnya tanpa Sebagian/ pada bagian

bantuan
3 Pergi ke toilet Dapat

tertentu dibantu
Memerlukan bantuan

mengerjakan

Seluruhnya dengan
bantuan
Tidak dapat pergi
ke WC

sendiri
Tanpa bantuan

Dengan bantuan

(berjalan)
5 BAB dan

Dapat

melakukan
Kadang-kadang ngompol / Dibantu seluruhnya

BAK
6 Makan

mengontrol
Tanpa bantuan

defekasi di tempat tidur


Dapat makan sendiri

4 Berpindah

Tidak dapat

Seluruhnya dibantu

kecuali hal-hal tertentu


Klasifikasi:
A : Mandiri, untuk 6 fungsi
B : Mandiri, untuk 5 fungsi
C : Mandiri, kecuali untuk mandi dan 1 fungsi lain.

D : Mandiri, kecuali untuk mandi, bepakaian dan 1 fungsi lain


E : Mandiri, kecuali untuk mandi, bepakaian, pergi ke toilet dan 1
fungsi lain
F : Mandiri, kecuali untuk mandi, bepakaian, pergi ke toilet dan 1
fungsi lain
G : Tergantung untuk 6 fungsi
e. Kemampuan rentang gerak
Dengan menggunakan ROM
f. Kekuatan otot dan gangguan koordinasi

Skala

Karakteristik

Paralisis sempurna

Tidak ada gerakan, kontraksi otot dapat dipalpasi atau dilihat

Gerakan otot penuh melawan gravitasi dengan topangan

Gerakan yang normal melawan gravitasi

Gerakan yang penuh melawan gravitasi dan melawan tekanan


minimal

Kekuatan normal, gerakan penuh yang normal melawan gravitasi

g. Perubahan psikologis
II.

Diagnosa yang mungkin muncul


Diagnosa yang muncul dalam gangguan pemenuhan kebutuhan dasar
mobilisasi adalah sebagai berikut:
1. Gangguan mobilitas fisik b.d fraktur
2. Kurang perawatan diri b.d penurunan fleksibilitas otot.
3. Intoleransi aktivitas b.d menurunnya tonus dan kekuatan otot.

III.

Intervensi Keperawatan
1. Gangguan mobilitas fisik b.d fraktur

Tujuan: Meningkatkan kekuatan, ketahanan otot, dan fleksibilitas


sendi
Intervensi:
a. Pengaturan posisi dengan cara mempertahankan posisi
dalam postur tubuh yang benar.
b. Pertahankan tirah baring
2. Kurang perawatan diri b.d penurunan fleksibilitas otot.
Tujuan : pasien mampu melakukan perawatan diri minimal atau
kebutuhan sehari hari terpenuhi
a. Kaji kemampuan pasien dalam melakukan perawatan diri
secara mandiri
b. Bantu pasien dalam pemberian makan, minum, BAK, BAB
3. Intoleransi aktivitas b.d menurunnya tonus dan kekuatan otot.
a. Mengkaji kekuatan tonus otot
b. Ambulasi dini
c. Latihan ROM

Daftar Pustaka
Alimatul, A. 2006. Kebutuhan Dasar Manusia. Salemba Medika: Jakarta.
R. Boedhi-Darmojo, H. Hadi Martono. 2000. Buku Ajar geriatri(Ilmu
Kesehatan Usia Lanjut), edisi ke 2, Jakarta, Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia.
Mubarak, chayatin. 2008. Buku ajar Kebutuhan Dasar Manusia.Jakarta:
EGC.