Anda di halaman 1dari 6

-blocker

Mekanisme Kerja :

Secara kompetitif menghambat efek katekolamin


pada reseptor beta -1
Mengurangi konsumsi oksigen miokard melalui
pengurangan kontraktilitas miokard, denyut
jantung (laju sinus), konduksi AV dan tekanan
darah sistolik.
Pilihan terapi untuk Angina Pektoris :
Bloker tanpa aktivitas simpatomimetik
(metoprolol, atenolol, esmolol atau bisoprolol)

Ref : 1.
2.
Basis of

Depkes, 2006. Buku Saku PJK : Sindrom Koroner Akut


Goodman, L. Gilman, A. 2006. The Pharmacological
Theraupetics, 11th ed.

TARGET TERAPI :
Untuk mencapai denyut jantung 50-60
kali/menit (angina pektoris tidak stabil)

Ref : Depkes, 2006. Buku Saku PJK : Sindrom Koroner Akut

Calcium Channel Blocker


Mekanisme
Kerja :

Terdiri dari 3 kelompok dimana semuanya berikatan dengan kanal


Ca2+ tipe-L tetapi pada lokasi ikatan berbeda.
- Dihidropiridin : Berikatan pada lokasi ikatan N. Contohnya :
nifedipin, amlodipin
- Non-dihidropiridin : Berikatan pada lokasi ikatan V. Contoh :
verapamil
- Benzo diazepin : Berikatan pada lokasi ikatan D. Contoh : Diltiazem

Ref : 1. Goodman, L. Gilman, A. 2006. The Pharmacological


Basis of
Theraupetics, 11th ed.

Penghambatan masuknya kalsium ke dalam otot polos


pembuluh darah menghasilkan vasodilatasi sistemik dan
penghambatan masuknya kalsium pada sel-sel jantung
menyebabkan pengurangan kontraktilitas jantung. Obat ini
juga melambatkan konduksi AV dan depresi nodus SA.

TARGET TERAPI :
Obat ini bekerja pada sel jantung dan pembuluh
darah dan tujuan terapinya untuk mengurangi
kebutuhan oksigen miokard dan mengurangi
kecepatan denyut jantung.
Ref : Depkes, 2006. Buku Saku PJK : Sindrom Koroner Akut