Anda di halaman 1dari 14

INTERAKSI OBATMAKANAN

Disusun Oleh
Kelompok 7
2

Farha Elein Kukihi 13330705

Eka Fitriyani 13330707

Welfin Dysyandi 13330709

Chrisna Widhiani 13330712

Febriana 13330714

Lady Octora 13330706

I D G Sumarajana 13330708

Cut Emma C 13330711

Indah Diantika 13330713

10
Atika Jaya Rani 13330715
www.themegallery.com

LATAR BELAKANG
Interaksi obat tidak hanya terjadi antar obat namun
juga dapat terjadi antar obat dengan makanan.
Ada obat-obat tertentu yang jika berinteraksi dengan
makanan, akan meningkatkan kinerja obat namun ada
juga jenis obat yang jika bereaksi dengan makanan
tertentu dapat menurunkan kerja obat dalam tubuh,
bahkan dapat meningkatkan toksisitas bagi tubuh.
Pengetahuan mengenai interaksi obat dan makanan
dapat mencegah morbiditas dan mortalitas serta
meningkatkan keamanan dari pasien.
Farmasis mempunyai peran penting dalam melakukan
kontrol untuk mencegah potensi efek samping
merugikan dari interaksi obat yang tidak diharapkan.

INTERAKSI OBAT-MAKANAN
Ketika suatu makanan atau minuman mengubah efek
suatu obat, perubahan tersebut dianggap sebagai interaksi
obat-makanan.
Merupakan konsekuensi dari hubungan fisika, kimia atau
fisiologik antara obat dan produk yang dikonsumsi sebagai
makanan atau nutrient yang terdapat dalam makanan
yang berasal dari tumbuhan atau suplemen kesehatan.
Interaksi ini bisa menyebabkan manifestasi klinis yang
mempengaruhi status kesehatan karena terjadi perubahan
farmakokinetika dan/atau farmakodinamika obat atau
substansi makanan.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


INTERAKSI OBAT DENGAN MAKANAN
Perubahan motilitas lambung dan usus, terutama
kecepatan pengosongan lambung dari saat masuknya
makanan
Perubahan pH, sekresi asam serta produksi empedu
Perubahan suplai darah di daerah splanchnicus dan di
mukosa saluran cerna
Dipengaruhinya absorpsi obat oleh proses adsorpsi dan
pembentukan kompleks
Dipengaruhinya proses transport aktif obat oleh
makanan
Perubahan biotransformasi dan eliminasi

Interaksi makanan terhadap Obat


Dapat terjadi pada 3 fase, yaitu :
1. Fase Farmasetika Makanan
mempengaruhi disintegrasi dan disolusi obat
2. Fase Farmakokinetika Makanan
mempengaruhi ADME obat, khususnya
absorpsi dan BA obat
3. Fase Farmakodinamika Makanan
mempengaruhi/mengubah efek farmakologik
obat

Mekanisme Interaksi Obat-Makanan


Mekanisme fisiologi dan fisikokimia
Mekanisme Biokimia

PEMBAHASAN
No.
1.

Efek yang

Obat (Object Drug)

Makanan (Precipitant)

Mekanisme Interaksi

Anti depresan jenis

Bahan olahan dari

Makanan disamping

Hipertensi,

Obat

IMAO

keju,

mengandung

sakit

depresan diganti

tyramine.

kepala,

dengan

yang

lebih

aman

seperti

Elavil,

(Inhibitor

monoamine

makanan

(daging,

oxidase),

seperti

Eutoniyl,

Marpan,

Nardil, Parnete

yang

ikan)
lama

di

simpan di freezer,
alkohol,

acar,

kecap,

tahu,

tempe,

alpukat,

pisang,

coklat,

kopi,
bersoda.

minuman

Tyramin

dimetabolisme oleh
MAO-A, sehingga
pada

penggunaan

ditimbulkan

gangguan
jantung,

Penanganan

Sinequan,

obat-obat inhibitor

mual,

Desyrel.

MAO, metabolisme

muntah,

hindari

tyramin

pusing.

dan

dihambat

menyebabkan

anti

dan
Atau
makanan

makanan

yang

mengandung
tiramin

pd

hipertensi dan lain-

mengkonsumsi

lain

obat-obat
depresan.

saat
anti

2.

Cilostazol

Jus

delima,

Menghambat

secara

mekanik

Toksik,

dan
seperti

lebih baik minum

anggur, dan

enzim sitokrom P450 oleh jus

penyakit

belimbing

anggur sehingga cilostazol tidak

kram

dapat di metabolisme dengan baik

pada kaki semakin

ingin

memburuk.

mengkonsumsi

atau

nyeri

obat

dengan

air

putih. Jika memang

buah, sebaik nya 3


jam

setelah

meminum

obat

obat apapun.
3.

Simvastatin

Makanan

Obat golongan statin lebih larut

Mengurangi

efek

Diminum

, lovastatin

rendah lemak

dalam lemak, jika cepat larut

farmakologis

dari

setelah makan,

dan

maka lebih mudah diabsorpsi. Jika

obat

obat

statin

serat

kaya

ini

dikonsumsi

dengan

makanan yang kaya akan serat


maka

akan

farmakokinetik

mengubah
statin

atau

farmakodinamik.
Lovastatin

jika

dikonsumsi

dengan makanan kaya serat dan


rendah
menurun

lemak,

absorpsinya

golongan

jam

4.

Warfarin

Asparagus,

kol,

Makanan di samping

Menurunkan

Hindari

kembang

kol,

kaya akan vitamin K

efektifitas

makanan yang

kangkung,selada,

yang

meningkatkan

warfarin

mengandung

bayam,

efek

pembekuan

seledri, brokoli dan

darah.

Akibatnya,

makanan

darah

mungkin

sawi

hijau,
yg

mengandung vitamin

membeku pada saat

pasien diobati dengan

vitamin K.

antikoagulan.

5.

Warfarin

Cranberry
(flavonoid)

juice

Flavonoid

yang

terkandung

dalam

Efek

toksik

Hindari

karena

konsumsi

cranberyy juice dapat

banyaknya

bersamaan

menghambat

obat bebas di

antara warfarin

dalam darah

dengan

enzim

yang memetabolisme
warfarin
CYP2C9)

(isozim

cranberry
juice.

6.

Propanolol

Telur,

tahu,

Propanolol digunakan untuk penurunan

Hipotensi

Hindari

tempe,

hipertensi yang disertai denyut jantung

konsumsi

suplemen yang

diatas 100/menit dan nyeri dada sebelah

bersamaan

tinggi

kiri. Bila dikonsumsi dengan makanan

propanolol

yang berprotein tinggi, maka akan

dengan makanan

menyebabkan kadar propanolol di dalam

atau

darah

yang kaya akan

akan

protein

meningkat

karena

kecepatan

penyerapan/absorpsi

propanolol

suplement

protein.

meningkat
7.

Captopril

Nasi, makanan

Absorpsi captopril terganggu dengan

Efek

Minum captopril

tinggi protein

adanya karbohidrat ataupun protein

farmakologis

1 jam sebelum

berkurang

makan

atau

jam

sesudah

makan
8.

Teofilin

Makanan

Makanan

tinggi

tinggi

menurunkan

protein

teofilin,

protein

waktu

karena

paruh

makanan

Penurunan

Hindari makanan

efek

tinggi

farmakologis

saat

teofilin

menggunakan

protein

tersebut menstimulasi enzim

teofilin,

atau

metabolisme

berikan

jarak

meningkatkan

hati

sehingga
kecepatan

pemberian obat
dengan makanan

9.

Ciprofloksasi

Susu

Casein

dan

calcium

Efek antibiotik

Lebih

yang ada disusu dapat

bisa berkurang

minum antibiotik

Mengurangi

absorsi

dan

dengan air putih

cipro

saluran

menyebabkan

agar tidak terjadi

bakteri menjadi

interaksi

resisten

tidak dinginkan.

di

pencernaan

bisa

baik

yang

Dan menghindari
pengkonsumsian
cipro

dgn

suplemen

yg

tinggi kalsium.
10
.

Azitromisin.

Nasi,

atau

makanan
yang

Mengganggu
absorsi

kaya

sehingga

proses

Bakteri

azitromisin

resisten

Menurunkan

akan

bioavailabilitas

karbohidrat

azitromicin hingga 43%

dan protein

bisa

Minum antibiotik
1 jam sebelum
makan atau 2 jam
sesudah makan.

KESIMPULAN
Interaksi obat dapat didefinisikan sebagai modifikasi efek suatu
obat akibat obat lain yang diberikan pada awalnya atau
diberikan bersamaan sehingga keefektifan atau toksisitas satu
obat meningkat atau berubah
Beberapa obat menyebabkan perubahan status nutrisi
seseorang (interaksi obat terhadap makanan). Selain itu, faktor
nutrisi yang terkandung dalam makanan memiliki pengaruh
yang signifikan pada efikasi terapi suatu obat (interaksi
makanan terhadap obat).
Interaksi makanan-obat atau obat-makanan sangat penting
diperhatikan anggota tim pelayanan kesehatan agar tercapai
terapi obat yang optimal tanpa merugikan status nutrisi seorang
pasien.

TERIMA KASIH