Anda di halaman 1dari 18

Respon Time Perbaikan Alat Kesehatan

Standar
Judul Indikator
Program
Dimensi Mutu
Tipe Indikator

Tujuan

Definisi Operasional

Numerator

Denominator

Formula

PMKP 3.1 Manajemen 1


Respon Time Perbaikan Alat
Kesehatan
Mutu dan Keselamatan Pasien
Efisiensi dan Efektivitas
Input
Proses
Output
Outcome
Tergambarnya
efektivitas
dan
kecepatan dalam menanggapi
kerusakan alat kesehatan
Respon Time perbaikan alat
kesehatan adalah waktu tanggap
pelayanan
penunjang
medis
dalam
melakukan
tindakan
perbaikan
dari
waktu
ditemukannya kerusakan alat
hingga mulai dilakukan perbaikan
alat kesehatan.
Standar respon time perbaikan alat
kesehatan di RSIA NUN adalah
2x24 jam
Jumlah seluruh alat kesehatan yang
dilakukan perbaikan, dengan
respon time kurang dari 2x24
jam, dalam 1 bulan
Jumlah seluruh alat kesehatan yang
dilaporkan
memerlukan
perbaikan dalam 1 bulan yang
sama
Jumlah seluruh alat kesehatan yang
dilakukan perbaikan, dengan
respon time kurang dari 2x24
jam, dalam 1 bulan Jumlah
seluruh alat kesehatan yang
dilaporkan
memerlukan
perbaikan dalam 1 bulan yang

sama x 100%
80%
Seluruh alat kesehatan milik RSIA
NUN Surabaya yang memerlukan
perbaikan
1. Alat kesehatan bukan milik RSIA
NUN Surabaya
2. Tidak termasuk kategori alat
kesehatan
3. Alat kesehatan yang telah lebih
dari 5 tahun tidak terpakai
1 bulan
3 bulan
Analisis data sederhana dilakukan
oleh Kepala Ruangan dan
Departemen House Keeping lalu
dikumpulkan kepada Tim Mutu
RSIA NUN Surabaya yang
kemudian secara umum akan
dianalisis setiap 3 bulan.
Observasi
Rawat Inap
Rawat Jalan
Bedah Sentral
CSSD
Departemen House Keeping

Standar
Kriteria Inklusi

Kriteria Eksklusi

Frekuensi pengumpulan data


Periode analisa data
Periode analisa data & pelaporan

Sumber Data
Area

Penanggung Jawab Pengumpul


Data (PJ)
No.

Nama Alat

Kode Alat

Unit Kerja

Tgl
Ditemukan

Tgl
Diperbaiki

Ketepatan Waktu Pengiriman Laporan Penggunaan Obat NAPZA


Standar
Judul Indikator

PMKP 3.1 Manajemen 2.1


Ketepatan
Waktu
Pengiriman
Laporan
Penggunaan Obat NAPZA
ke
Kementerian
Kesehatan RI

Program
Dimensi Mutu
Tipe Indikator

Tujuan

Definisi Operasional

Numerator

Denominator
Formula

Standar
Kriteria Inklusi
Kriteria Eksklusi
Frekuensi
pengumpulan
data
Periode analisa data
Periode analisa data &
pelaporan

Sumber Data
Area
Penanggung
Jawab
Pengumpul Data (PJ)

Farmasi
Efektivitas
Input
Proses
Output
Outcome
Tergambarnya
ketepatan
waktu pengiriman laporan
sesuai
dengan
standar
Kementerian Kesehatan RI
Laporan penggunaan obat
NAPZA oleh rumah sakit
harus dilaporkan maksimal
tanggal 15 tiap bulan secara
online.
Jumlah hari keterlambatan
pelaporan obat NAPZA ke
Kementerian Kesehatan RI
15 hari
Jumlah hari keterlambatan
pelaporan obat NAPZA ke
Kementerian Kesehatan RI
15 hari x 100%
0%
Laporan bulanan obat NAPZA
1 bulan
3 bulan
Analisis
data
sederhana
dilakukan oleh Kepala
Instalasi Farmasi setiap
bulannya, lalu dikumpulkan
kepada Tim Mutu RSIA
NUN
Surabaya
yang
kemudian secara umum
akan dianalisis setiap 3
bulan.
Observasi
Instalasi Farmasi
Kepala Instalasi Farmasi

No.
1

Bulan Laporan
2

Tanggal Penyerahan
3

% Keterlambatan
4

Ketepatan Waktu Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien


Standar
Judul Indikator

Program
Dimensi Mutu
Tipe Indikator

Tujuan

Definisi Operasional

Numerator

Denominator

PMKP 3.1 Manajemen 2.2


Ketepatan Waktu Pelaporan
Insiden
Keselamatan
Pasien
Keselamatan Pasien
Efektivitas
dan
kesinambungan pelayanan
Input
Proses
Output
Outcome
Tergambarnya
ketepatan
waktu pelaporan insiden
keselamatan pasien internal
rumah sakit
Pelaporan insiden keselamatan
pasien internal rumah sakit
dilaporkan maksimal 2x24
jam oleh orang yang
menemukan insiden atau
atasan unit terkait kepada
Tim Keselamatan Pasien
RSIA NUN Surabaya
Jumlah
laporan
insiden
keselamatan pasien yang
dilaporkan
pada
Tim
Keselamatan Pasien RSIA
NUN kurang dari 2x24 jam
dalam 1 bulan
Jumlah
seluruh
laporan
insiden keselamatan pasien
yang dilaporkan pada Tim
Keselamatan Pasien RSIA
NUN dalam 1 bulan yang

Formula

Standar
Kriteria Inklusi

Kriteria Eksklusi
Frekuensi
pengumpulan
data
Periode analisa data
Periode analisa data &
pelaporan

Sumber Data
Area
Penanggung
Jawab
Pengumpul Data (PJ)
No.

Bulan Laporan

Laporan
Tepat Waktu
3

sama
Jumlah
laporan
insiden
keselamatan pasien yang
dilaporkan
pada
Tim
Keselamatan Pasien RSIA
NUN kurang dari 2x24 jam
dalam 1 bulan Jumlah
seluruh laporan insiden
keselamatan pasien yang
dilaporkan
pada
Tim
Keselamatan Pasien RSIA
NUN dalam 1 bulan yang
sama x 100%
100%
Seluruh
laporan
insiden
keselamatan pasien RSIA
NUN
1 bulan
3 bulan
Analisis
data
sederhana
dilakukan
oleh
Tim
Keselamatan Pasien RSIA
NUN
Surabaya
setiap
bulannya, lalu dikumpulkan
kepada Tim Mutu RSIA
NUN
Surabaya
yang
kemudian secara umum
akan dianalisis setiap 3
bulan.
Survey Harian
Seluruh unit di rumah sakit
Tim Keselamatan Pasien
RSIA NUN Surabaya
Laporan
Insiden
4

Persentase
5

Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)


Standar
Judul Indikator

Program
Dimensi Mutu
Tipe Indikator

Tujuan

Definisi Operasional

PMKP 3.1 Manajemen 3.1


Kepatuhan Penggunaan Alat
Pelindung Diri
(APD)
Sarung Tangan
Keselamatan dan Kecelakaan
Kerja RS
Keselamatan Pasien
Input
Proses
Output
Outcome
1. Melindungi
pasien
dan
petugas
dari
akibat
tertularnya penyakit infeksi
dan menurunkan resiko
transmisi penyakit menular.
2. Mengetahui
tingkat
kepatuhan tenaga medis
terhadap penggunaan APD
Alat Pelindung Diri (APD)
adalah alat terstandar yang
berguna untuk melindungi
tubuh, tenaga keehatan,
passien atau pengunjung dari
tertularnya
penyakit
di
rumah sakit. Contoh APD
yaitu masker, sarung tangan
karet, penutup kepala, sepatu
boots, dan gaun. Sarung
tangan merupakan APD yang
wajib ada di seluruh ruangan
yang berhubungan dengan
tindakan medis (...). Setiap
tindakan
yang
berisiko
kontaminasi cairan tubuh
pasien
diwajibkan
menggunakan sarung tangan
sebagai APD

Numerator

Denominator

Formula

Standar
Kriteria Inklusi

Kriteria Eksklusi

Frekuensi
pengumpulan
data
Periode analisa data
Periode analisa data &
pelaporan

Jumlah tindakan medis perlu


APD (sarung tangan) oleh
tenaga medis yang tidak
menggunakan sarung tangan
yang diamati dalam 1 bulan
Jumlah seluruh tindakan medis
perlu APD (sarung tangan)
yang diamati dalam 1 bulan
yang sama
Jumlah tindakan medis perlu
APD (sarung tangan) oleh
tenaga medis yang tidak
menggunakan sarung tangan
yang diamati dalam 1 bulan
Jumlah seluruh tindakan
medis perlu APD (sarung
tangan) yang diamati dalam
1 bulan yang sama x 100%
30%
Seluruh tindakan medis yang
dilakukan oleh tenaga medis
terkait
(dokter
dan
peraat/bidan)
1. Tindakan
medis
yang
dilakukan oleh tenaga non
medis
2. Tindakan
medis
yang
dilakukan oleh tenaga medis
tidak
sesuai
dengan
kewenangan klinis
3. Tindakan
medis
yang
dilakukan di luar rumah sakit
1 bulan
3 bulan
Analisis
data
sederhana
dilakukan
oleh
Tim
Keselamatan dan Kecelakaan
kerja Rumah Sakit (K3RS)
setiap
bulannya,
lalu
dikumpulkan kepada Tim
Mutu RSIA NUN Surabaya

yang kemudian secara umum


akan dianalisis bersama
setiap 3 bulan.
Sensus Harian
Rawat Inap
Rawat Jalan
Bedah Sentral
Tim K3RS

Sumber Data
Area

Penanggung
Jawab
Pengumpul Data (PJ)
No.
1

Tanggal
2

Unit Kerja
3

Jabatan
4

Jenis Tindakan

Keterangan

Penguasaan Prosedur Kebakaran (Fire Prevention & Control)


Standar
Judul Indikator

Program
Dimensi Mutu
Tipe Indikator

Tujuan

Definisi Operasional

PMKP 3.1 Manajemen 3.2


Penguasaan
Prosedur
Kebakaran
(Fire
Prevention & Control)
Keselamatan dan Kecelakaan
Kerja
Keselamatan dan kompetensi
teknis
Input
Proses
Output
Outcome
Tergambarnya
kesiapan
karyawan dalam proses
penanggulangan terjadinya
kebakaran
Penguasaan prosedur
kebakaran adalah
kemampuan karyawan
untuk menyebutkan
prosedur kebakaran.
Sampling dilakukan terhadap
50 karyawan per bulan,
dengan sampling harian ke

Numerator

Denominator

Formula

Standar
Kriteria Inklusi
Kriteria Eksklusi
Frekuensi
pengumpulan
data
Periode analisa data
Periode analisa data &
pelaporan

Sumber Data
Area
Penanggung
Jawab
Pengumpul Data (PJ)
No.

Bulan Survey

Unit Kerja

minimal 3 unit yang


berbeda.
Jumlah
karyawan
yang
disurvey
dan
mampu
menyebutkan
prosedur
kebakaran secara benar,
dalam 1 bulan
Jumlah seluruh karyawan
yang disurvey dalam 1
bulan yang sama
Jumlah
karyawan
yang
disurvey
dan
mampu
menyebutkan
prosedur
kebakaran secara benar
Jumlah seluruh karyawan
yang disurvey dalam 1
bulan yang sama x 100%
80%
1 bulan
3 bulan
Analisis
data
sederhana
dilakukan
oleh
Tim
Keselamatan
dan
Kecelakaan Kerja RS setiap
bulannya, lalu dikumpulkan
kepada Tim Mutu RSIA
NUN
Surabaya
yang
kemudian secara umum
akan dianalisis setiap 3
bulan.
Random Sampling
Seluruh area rumah sakit
Tim K3RS

Karyawan
Tepat Prosedur
4

Karyawan
disurvey
5

Persentase
6

Ketepatan Preventive Maintenance Utility (Autoclave)


Standar
Judul Indikator

Program
Dimensi Mutu
Tipe Indikator

Tujuan

Definisi Operasional

Numerator

Denominator

Formula

PMKP 3.1 Manajemen 4


Ketepatan
Preventive
Maintenance
Utility
(Autoclave)
Keselamatan Pasien
Efektivitas
&
Efisiensi,
kesinambungan pelayanan
Input
Proses
Output
Outcome
Tergambarnya ketepatan dan
ketanggapan
dalam
pemeliharaan alat dalam
sistem utilitas
Ketepatan
Preventive
Maintenance Utility adalah
ketepatan waktu petugas
dalam
melakukan
Preventive
Maintenance
sesuai
dengan
rencana
terutama Autoclave.
Kegiatan
Preventive
Maintenance
tersebut
didokumentasikan
pada
maintenance card untuk
setiap alat.
Frekuensi
Preventive
Maintenance
yang
dilakukan
terhadap
autoclave dalam waktu 1
bulan
Frekuensi
Preventive
Maintenance yang sesuai
standar alat autoclave dalam
1 bulan
Frekuensi
Preventive
Maintenance
yang
dilakukan
terhadap

Standar
Kriteria Inklusi
Kriteria Eksklusi
Frekuensi
pengumpulan
data
Periode analisa data
Periode analisa data &
pelaporan

Sumber Data
Area
Penanggung
Jawab
Pengumpul Data (PJ)
No.
1

Bulan Laporan
2

autoclave

Frekuensi
Preventive
Maintenance
yang sesuai standar alat
autoclave dalam 1 bulan x
100%
100%
1 bulan
3 bulan
Analisis
data
sederhana
dilakukan oleh Departemen
House Keeping lalu setiap
bulannya
dikumpulkan
kepada Tim Peningkatan
Mutu yang kemudian secara
umum akan dianalisis setiap
3 bulan.
Observasi
CSSD
Kepala Departemen House
Keeping

Jumlah Preventive Maintenance


3

Persentase
4

Kepuasan Pelanggan Rawat Inap


Standar
Judul Indikator
Program
Dimensi Mutu
Tipe Indikator

Tujuan

PMKP 3.1 Manajemen 5


Kepuasan Pelanggan Rawat
Inap
Public Relation
Kenyamanan
Input
Proses
Output
Outcome
Tergambarnya
persepsi
pelanggan terhadap mutu
pelayanan rawat inap

Definisi Operasional

Numerator

Denominator
Formula

Standar
Kriteria Inklusi
Kriteria Eksklusi

Frekuensi
pengumpulan
data
Periode analisa data
Periode analisa data &
pelaporan

Sumber Data
Area
Penanggung
Jawab
Pengumpul Data (PJ)
No.
1

Bulan Laporan
2

Puas
3

Kepuasan pelanggan adalah


pernyataan
puas
oleh
pelanggan
terhadap
pelayanan rawat inap
Jumlah
kumulatif
hasil
penilaian kepuasan pasien
yang disurvey
Jumlah total pasien yang
disurvey (n minimal 50)
Jumlah
kumulatif
hasil
penilaian kepuasan pasien
yang disurvey Jumlah
total pasien yang disurvey x
100%
90%
Pasien dan keluarga pasien
rawat inap
1. Keluarga pasien (selain
orang tua pasien)
2. Pasien dengan gangguan
jiwa atau proses berpikir
3. Pasien pulang meninggal
1 bulan
3 bulan
Analisa
data
sederhana
dilaksanakan oleh Public
Relation Manager, lalu
setiap bulannya data akan
dikumpulkan kepada Tim
Peningkatan Mutu. Data
akan
dievaluasi
secara
umum setiap 3 bulan
Survey harian
Rawat Inap
Public Relation Manager

Tidak Puas
4

Total Survey
5

Persentase
6

Harapan dan Kepuasan Staf


Standar
Judul Indikator
Program
Dimensi Mutu
Tipe Indikator

Tujuan

Definisi Operasional

PMKP 3.1 Manajemen 6


Harapan dan Kepuasan Staf
Public Relation
Kenyamanan
Input
Proses
Output
Outcome
Tergambarnya
persepsi
pegawai terhadap elemen
Two
Factor
Theory
Hygiene dan Motivasi
dalam mengetahui tingkat
kepuasan staf rumah sakit
Kepuasan pegawai adalah
pernyataan
puas
oleh
pegawai terhadap elemen
Two
Factor
Teory
Hygiene dan Motivasi
yang ditetapkan rumah sakit
dengan indeks kepuasan 3.
Pegawai
yang
dimaksud
adalah pegawai yang telah
bekerja minimal 1 tahun,
tidak sedang cuti, dan secara
aktif masih bekerja di RSIA
NUN Surabaya.
Kepuasan kerja karyawan
adalah
terpenuhi
atau
tidaknya keinginan mereka
terhadap pekerjaan. Apabila
dalam lingkungan kerja
seorang karyawan tidak
mendapatkan apa yang
diharapkan
diantarannya
peluang promosi yang adil,
pendapatan yang baik, rekan
kerja dan atasan yang
menyenangkan
serta

Numerator

Denominator

Formula

Standar
Kriteria Inklusi

Kriteria Eksklusi

Frekuensi
pengumpulan
data
Periode analisa data
Periode analisa data &
pelaporan

kepuasan
terhadap
pekerjaan itu sendiri maka
dapat dipastikan kinerja
karyawan
akan
buruk
(Timmreck, 2001).
Jumlah
pegawai
yang
menyatakan puas terhadap
elemen tingkat kepuasan
pegawai yang ditetapkan
rumah
sakit
(indeks
kepuasan 3) dalam 1
tahun
Jumlah seluruh pegawai yang
disurvey dalam periode
yang sama
Jumlah
pegawai
yang
menyatakan puas terhadap
elemen tingkat kepuasan
pegawai yang ditetapkan
rumah
sakit
(indeks
kepuasan 3) dalam 1
tahun Jumlah seluruh
pegawai yang disurvey
dalam periode yang sama x
100%
90%
1. Pegawai yang telah bekerja
lebih dari 1 tahun
2. Pegawai yang masih aktif
bekerja
1. Pegawai yang sedang cuti
2. Pegawai yang sedang tugas
belajar
3. Pegawai yang sedang sakit
1 tahun
1 tahun
Analisis
data
sederhana
dilakukan oleh Kepala HRD
setiap
tahunnya,
lalu
dikumpulkan kepada Tim
Mutu RSIA NUN Surabaya

yang
kemudian
secara
umum
akan
langsung
dianalisis.
Survey
HRD
Kepala Departemen HRD

Sumber Data
Area
Penanggung
Jawab
Pengumpul Data (PJ)
No.
1

Bulan Laporan
2

Puas
3

Tidak Puas
4

Demografi dan Diagnosis Klinis Pasien


Standar
Judul Indikator

Program
Dimensi Mutu
Tipe Indikator

Tujuan

Definisi Operasional

Total Survey
5

Persentase
6

PMKP 3.1 Manajemen 7


Demografi
Klinis
pada
Pasien Abortus RSIA NUN
Surabaya
Kesinambungan pelayanan
Input
Proses
Output
Outcome
Tergambarnya
distribusi
demografi pasien abortus di
RSIA NUN Surabaya untuk
dapat
dilaksanakan
pelaporan dengan cepat dan
tindak lanjut
Abortus adalah perdarahan
yang berasal dari vagina
pada umur kehamilan < 20
minggu
yang
dapat
merupakan
pertanda
kegagalan konseptus. Bisa
hanya timbul keluar darah,
bisa disertai nyeri, bahkan
hingga keluarnya hasil
konseptus.
Abortus
merupakan salah satu dari
10 penyakit terbanyak di

Numerator
Denominator
Formula
Standar
Kriteria Inklusi
Kriteria Eksklusi
Frekuensi
pengumpulan
data
Periode analisa data
Periode analisa data &
pelaporan

Sumber Data
Area
Penanggung
Jawab
Pengumpul Data (PJ)

RSIA NUN Surabaya.


Data
demografi
yang
diperlukan meliputi Umur,
Jenis Kelamin, Pendidikan,
Pekerjaan, Suku Bangsa,
Daerah Asal dan Agama.
1 bulan
3 bulan
Analisis
data
sederhana
dilakukan oleh Kepala
Rekam
Medik
setiap
bulannya, lalu dikumpulkan
kepada Tim Mutu RSIA
NUN
Surabaya
yang
kemudian secara umum
akan dianalisis setiap 3
bulan.
Observasi (Rekam Medis)
Instalasi/Unit Rekam Medik
Kepala Rekam Medik

Indikator Area Manajemen 8


- Cost Recovery Rate
- Current Ratio
- Return of Investment
- Cash Ratio
- Ketepatan pengajuan verifikasi klaim asuransi

Angka Kepatuhan Cuci Tangan


Standar
Judul Indikator
Program
Dimensi Mutu

PMKP 3.1 Manajemen 9


Angka Kepatuhan Cuci Tangan
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
Keselamatan Pasien

Tipe Indikator

Tujuan

Definisi Operasional

Numerator

Denominator
Formula

Standar
Kriteria Inklusi
Kriteria Eksklusi
Frekuensi pengumpulan data
Periode analisa data
Periode analisa data & pelaporan

Input
Proses
Output
Outcome
1. Mencegah dan mengurangi infeksi
terkait pelayanan medis
2. Menggambarkan hasil pencegahan
dan pengendalian infeksi rumah
sakit
Cuci tangan adalah proses yang secara
mekanik melepaskan kotoran dan debris dari
kulit tangan dengan menggunakan air bersih
dan sabun atau menggunakan Alkohol based
handrub
Indikasi Cuci tangan :
1. Sebelum & sesudah kontak dengan pasien,
2. Sebelum menangani alat invasif dengan
pasien
3. Setelah kontak dengan cairan tubuh pasien
4. Setelah kontak dengan benda-benda dan
permukaan lingkungan sekitar pasien
5. Setelah melepaskan sarung tangan steril dan
non steril
6. Setelah keluar dari kamar mandi/WC
Angka kepatuhan cuci tangan adalah tingkat
kepatuhan staf dalam melakukan cuci tangan
sesuai kondisi diatas
Jumlah proses yang melakukan cuci
tangan sesuai dengan indikasi dan
tepat prosedur dalam satu bulan
Jumlah proses yang yang diamati
dalam satu bulan
Jumlah proses yang melakukan cuci
tangan sesuai dengan indikasi dan
tepat prosedur dalam satu bulan
Jumlah proses yang yang diamati
dalam satu bulan x 100%
100%
Prosedur cuci tangan sesuai indikasi
Prosedur cuci tangan diluar indikasi
1 bulan
3 bulan
Analisis data sederhana dilakukan oleh

Sumber Data
Area

Penanggung Jawab Pengumpul


Data (PJ)

Tim PPI, lalu dikumpulkan kepada


Tim Mutu RSIA NUN Surabaya
yang kemudian secara umum akan
dianalisis bersama setiap 3 bulan.
Survey harian (form kepatuhan cuci
tangan)
Rawat Inap
Rawat Jalan
Rawat Darurat
Bedah Sentral
Tim PPI