Anda di halaman 1dari 12

ANATOMI FISIOLOGI SEL DAN JARINGAN Kelompok Anatomi : Kelompok Fisiologi : Shela Damayanti - Riany Pricylia Oktaviani - Renata

Rahma Dianty - Putri Kamalia Tivami


Notulen : - Tiara Nurlita - Rahmat Ikhwan Fauzi Moderator : - Mia Zulfiana POLITEKNIK
KESEHATAN JAKARTA 2 GIZI A. STRUKTUR FUNGSI SEL 1. Pengertian Sel Sel
berasal dari kata latincella yang berarti ruangan kecil. ukuran sel bermacam-macam dan
bentuk sel juga bermacam-macam. Meskipun ukuran sel sangat kecil, strukturnya sangat
rumit dan masing-masing bagian sel memiliki fungsi khusus. misalnya, mitokondria yang
terdapat di dalam sel berfungsi sebagai penghasil energy, sedangkan lisosom berfungsi
sebagai pencerna. Sel merupakan unit terkecil dari makhluk hidup, yang dapat melaksanakan
kehidupan. sel disebut sebagai unit terkecil karena sudah tidak bisa dibagi-bagi lagi menjadi
bagian yang lebih kecilyang berdiri sendiri. sel dapat melakukan proses kehidupan seperti
melakukan respirasi, perombakan, penyusunan, reproduksi melalui pembelahan sel, dan
terhadap rangsangan. sel disebut satuan struktural makhluk hidup. sel juga disebut sebagai
satuan fungsional makhluk hidup. perkembangbiakan dilakukan melalui pembelahan sel,
pembelahan sel dilakukan baik oleh organisme bersel satu mengadakan pembelahan secara
langsung sedangkan sel-sel pada organisme bersel banyak mengalami pembelahan secara
mitosis. sel mengandung materi genetic,yaitu materi penentun sifat-sifat makhluk hidup.
dengan adanya materi genetik, sifat makhluk hidup dapat diwariskan kepada keturunannya.

Gambar Sel 2.Bagian Bagian Sel 1. Membran plasma Membran plasma membatasi sel
dengan lingkungan luar, bersifat semi/selektif permeabel, berfungsi mengatur pemasukan dan
pengeluaran zat ke dalam dan ke luar sel dengan cara difusi, osmosis, dan transport aktif.
Membran plasma disusun oleh fosfolipid, protein dan kolesterol.

Gambar membran plasma Fungsi Membran Plasma (1) mengatur lalu lintas senyawasenyawa atau ion-ion yang masuk dan keluar sel atau organel (2) sebagai reseptor (pengenal)
molekul-molekul khusus (hormon) metabolit dll dan agensia khas seperti bakteri dan virus (3)
tempat berlangsunya berbgai reaksi kimia seperti pada membran motokondria, kloroplas,
retikulum endoplasma dan lain-lain, (4) membran plasma juga berfungsi sebagai reseptor
perubahan lingkungan sel, seperti perubahan suhu, intensitas cahaya 2. Nukleus Inti sel atau
nukleus merupakan organel terbesar yang berada di dalam sel.Nukleus berdiameter 10
mikrometer .

Gambar Nukleus Fungsi Nukleus Nukleus mempunyai beberapa fungsi diantaranya


Mengendalikan proses berlangsungnya metabolisme di dalam sel Menyimpan info GEN
dalam bentuk DNA Tempat terjadinya replika dan transkripsi Fungsi Bagian-bagian dalam
nukleus: Nukleolus : fungsinya untuk memproduksi dan merakit subunit yang membentuk
ribosom Kromatin : untuk mengemas DNA ke dalam volume yang lebih kecil agar sesuai
dalam sel, untuk memperkuat DNA untuk memungkinkan mitosis, untuk mencegah
kerusakan DNA Selaput inti : untuk mengatur keluar masuknya makromolekul dan partikel
tertentu yang berukuran besar, membatasi nukleus dari sitoplasma. 2. Sitoplasma Sitoplasma
merupakan cairan sel yang berada di luar inti, terdiri atas air dan zat-zat yang terlarut serta
berbagai macam organel sel hidup.

Gambar Sitoplasma Fungsinya Sitoplasma : Fungsinya adalah tempat perakitan ribosom.


Retikulum Endoplasma Retikulum berasal dari kata Reticular yang berarti anyaman benang
atau jala.karena letaknya memusat pada bagian dalam sitoplasma ( endoplasma ),maka
disebut sebagai retikulum endoplasma (disingkat RE ). Di sekitar Retikulum Endoplasma
adalah bagian sitoplasma yang disebut sitosol. Retikulum Endoplasma sendiri terdiri atas
ruangan-ruangan kosong yang ditutupi dengan membran dengan ketebalan 4 nm (nanometer,
10-9 meter). Fungsi Retikulum Endoplasma : Menjadi tempat penyimpan Calcium, bila sel
berkontraksi maka calcium akan dikeluarkan dari RE dan menuju ke sitosol Memodifikasi
protein yang disintesis oleh ribosom untuk disalurkan ke kompleks golgi dan akhirnya
dikeluarkan dari sel. (RE kasar) Mensintesis lemak dan kolesterol, ini terjadi di hati
Menetralkan racun (detoksifikasi) misalnya RE yang ada di dalam sel-sel hati. Transportasi
molekul-molekul dan bagian sel yang satu ke bagian sel yang lain (RE kasar dan RE halus)

Gambar Retikulum Endoplasma Fungsi RE halus : mengangkut protein yang disusun pada
RE kasar bersama Golgi Komplek, melaksanakn reaksi awal pada oksidasi lemak,
menyimpan fospolipid, glikolipid dan steroid, melaksanakan detoksifikasi drug dan racun.
Fungsi RE kasar : sebagai tempat sintesis protein . Ribosom Ribosom berupa organel kecil
berdiameter antara 17-20 m yang tersusun oleh RNA ribosom dan protein. Ribosom terdapat
pada semua sel hidup. Ribosom merupakan tempat sel membuat atau mensintesisi protein.
Fungsi: a. Merupakan butiran-butiran yang ditemukan dalam sitoplasma sel b. Terdapat
ribonukleat yang berfungsi dalam sintesis protein dalam sel. c. Berfungsi sebagai tempat
berlangsungnya proses metabolisme protein.

Gambar ribosom Fungsi Ribosom : fungsinya untuk tempat berlangsungnya sintesis protein
Badan golgi Badan golgi adalah sekelompok kantong (vesikula) pipih yang dikelilingi
membran. Organel ini hampir terdapat di semua sel eukariotik. Setiap sel hewan memiliki 10
hingga 20 badan golgi, Organel ini dihubungkan dengan fungsi ekskresi sel. Organel ini
banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal.

Gambar Kompleks golgi Fungsi Badan Goolgi : Fungsi Badan golgi fungsinya untuk
membentuk lisosom. Lisosom Lisosom (lyso =pencernaan ,soma =tubuh) merupakan
membran berbentuk kantong kecil yang berisi enzim hidrolitik yang disebut lisozim.Enzim
ini berfungsi dalam pencernaan intrasel,yaitu mencerna zat-zat yang masuk dalam sel.
Lisosom berfungsi untuk merusak/menghancurkan materi yang masuk ke dari luar sel,
menghancurkan patogen mencerna makanan, daur ulang organel yang rusak, dan Lisosom
juga mempunyai peran dalam pergantian organel, yang mengatur perusakan serta penempatan
organel sel itu sendiri, disebut autofagi.

Gambar lisosom Lisosom berfungsi : berfungsi untuk menghasilkan zat kekebalan sehingga
banyak dijumpai pada sel-sel darah putih Mitokondria Mitokondria merupakan penghasil
energi ( ATP ) karena berfungsi untuk respirasi . Secara umum dapat dikatakan bahwa
mitokondria berbentuk butiran atau benang .Mitokondria mempunyai sifat plastis ,artinya
bentuknya mudah berubah . Ukurannya seperti bakteri dengan diameter 0,5-1 mikrometer dan
panjang 3-10 mikrometer.

Gambar mitokondria Fungsi Mitokondria : Fungsi Mitokondria adalah sebagai tempat


berlangsung respirasi untuk menghasilkan energi. Sitoskeleton (Kerangka Sel) Terdiri dari:
a. Mikrotubulus b. Filamen Intermediet c. Mikrofilamen A. Mikrotubulus Struktur : Pada
gelendong sel; berupa benang-benang spindel yg menghubungkan 2 kutub sel pada waktu
pembelahan (gerakan kromosom dari daerah equator ke kutub masing-masing dikendalikan
oleh mikrotubulus.) Fungsi : Berguna pula untuk penyusun sentriol, flagela, & silia. Secara
umum berguna pada pergerakan sel. B. Filamen Intermediet Struktur: Bersifat liat Benang
berongga terdiri dari lima protofilamen Banyak ditemui di sekitar inti menjulur ke arah
perifer sel Banyak terdapat di sel yang mengalami stress mekanik misalnya di epitelium,
akson sel saraf dan otot polos. Fungsi: Menahan tarikan (seperti mikrotubulus)
Memperkuat bentuk sel Mempertahankan posisi organel tertentu C. Mikrofilamen Struktur:
a. Merupakan benang-benang halus, tipis, & memanjang. b. Mempunyai 2 protein yaitu aktin
dan miosin c. Banyak terdapat pada sel-sel otot & membentuk rangka dalam pada sel. Fungsi
Menyebabkan kontraksi pada sel-sel otot apabila saling mendekat, apabila saling menjauh
maka akan terjadi relaksasi

Gambar Sitoskeleton a) Fungsi Mikrotubulus Mikrotubulus berfungsi untuk membentuk silia,


sentriol dan benang-benang spindel. b) Fungsi Mikrofilamen Mikrofilamen berfungsi untuk
penanggung jawab seluruh gerakan di dalam sel . Mitokondria Mitokondria merupakan
penghasil energi ( ATP ) karena berfungsi untuk respirasi . Secara umum dapat dikatakan
bahwa mitokondria berbentuk butiran atau benang .Mitokondria mempunyai sifat plastis
,artinya bentuknya mudah berubah . Ukurannya seperti bakteri dengan diameter 0,5-1
mikrometer dan panjang 3-10 mikrometer.

Gambar mitokondria Fungsi Mitokondria : Fungsi Mitokondria adalah sebagai tempat


berlangsung respirasi untuk menghasilkan energi. Sentriol (centriol) Sentriol adalah struktur
berbentuk tabung yang terdapat dalam kebanyakan sel eukariota. Sentriol terlibat dalam
pembelahan sel serta pembentukan silia dan flagela. Sentriol tidak ditemukan pada tumbuhan
berpembuluh maupun kebanyakan fungi. Sepasang sentriol, teratur secara sejajar dan
dikelilingi oleh sejumlah materi padat membentuk struktur gabungan yang disebut sentrosom.

Gambar Sentriol Sentriol berfungsi : Sentriol berfungsi untuk membentuk benang-benang


spindel yang dapat menggerakkan kromosom pada saat pembelahan mitosis Badan Mikro
(Peroksisom dan Glioksisom) Peroksisom adalah kantong yang memiliki membran tunggal.
Peroksisom berisi berbagai enzim dan yang paling khas ialah enzim katalase. Katalase

berfungsi mengkatalisis perombakan hydrogen peroksida (H2O2). Hidrogen peroksida


merupakan produk metabolism sel yang berpotensi membahayakan sel. Peroksisom juga
berperan dalam perubahan lemak menjadi karbohidrat. Peroksisom terdapat pada sel
tumbuhan dan sel hewan. Pada hewan, peroksisom banyak terdapat di hati dan ginjal, sedang
pada tumbuhan peroksisom terdapat dalam berbagai tipe sel.

Gambar Peroxisome Fungsi Peroksisom (Badan Mikro) : Fungsi peroksisom yaitu penghasail
enzim katalase yang menguraikan H2O2 menjadI H2O + O2 STRUKTUR FUNGSI
JARINGAN 1. Pengertian Jaringan Jaringan adalah gabungan dari beberapa atau banyak sel
yang memiliki fungsi yang sama dalam suatu ikatan. 2. Struktur Jaringan Jaringan penyusun
tubuh dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok, yaitu jaringan epitelium, jaringan ikat,
jaringan otot, dan jaringan saraf. Jaringan Epitelium Jaringan epitelium merupakan jaringan
penutup permukaan tubuh, baik permukaan tubuh sebelah luar maupun sebelah dalam.
Permukaan sebelah luar yang memiliki jaringan epitelium adalah kulit, sedangkan permukaan
sebelah dalam tubuh yang mengandung epitelium adalah permukaan dalam usus, paru-paru,
pembuluh darah, dan rongga tubuh, Jaringan epitelium dapat berasal dari perkembangan
lapisan ektoderma, mesoderma, atau endoderma. Nama epitelium sangat erat hubungannya
dengan letaknya di dalam tubuh. Epitelium yang melapisi dinding dalam kapiler darah,
pembuluh limfa, dan jantung disebut endotelium. Endotelium berasal dari perkembangan

laoisan mesoderma. Sedangkan epitelium yang melapisi rongga tubuh, misalnya perikardium,
pleura, dan peritoneum disebut mesotelium. Mesotelium juga berasal dari lapisan
mesoderma. Sel-sel epitelium terikat satu dengan lainnya oleh zat pengikat (semen) antarsel,
sehingga hamper tidak ada ruangan antarsel. Proses pengeluaran atau pemasukan zat dari
dalam atau luar tubuh banyak melalui epitelium,maka sifat permeabilitas darin sel-sel epitel
memegang peranan penting dalam pertukaran zat antara lingkungan di luar tubuh dan di
dalam tubuh. Jaringan epitelium dapat dikelompokkan berdasarkan jumlah lapisan sel dan
bentuknya, serta berdasarkan struktur dan fungsinya. 1. Epitelium berdasarkan jumlah lapisan
sel dan bentuk Dua kriteria yang digunakan untuk mengklasifikasikan epitelium adalah
jumlah lapisan sel dan bentuknya. Berdasarkan jumlah lapisannya, epitelium dapat dibedakan
menjadi epitelium sederhana dan epitelium berlapis. Epitelium sederhana adalah epitelium
yang sel-selnya hanya selapis. Epitelium berlapis adalah epitelium yang terdiri atas beberapa
lapis sel. 2. Epitelium berdasarkan struktur dan fungsi Berdasarkan struktur dan fungsinya
jaringan epitelium dibedakan menjadi dua, yaitu jaringan epitelium penutup dan jaringan
epitelium kelenjar. Jaringan epitelium penutup Jaringan epitelium penutup berperan
melapisi permukaan tubuh dan jaringan lainnya. Jaringan ini terdapat di permukaan tubuh,
permukaan organ, melapisi rongga, atau merupakan lapisan disebelah dalam dari saluran
yang ada pada tubuh. Jaringan Epitelium kelenjar Jaringan epitelium kelenjar tersusun oleh
sel sel khusus yang mampu menghasilkan sekret atau getah cair .Getah cair ini berbeda
dengan darah dan cairan antar sel.Berdasarkan cara kelenjar mensekresikan cairannya ,
kelenjar dibedakan menjadi dua ,yaitu kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin.

Gambar jaringan epithelium Jaringan Ikat Ciri khusus jaringan ikat adalah memiliki
komponen intaseluler yang disebut matriks. Matriks disekresikan oleh sel-sel jaringan ikat.
Dengan demikian, secara garis besar, jaringan ikat terdiri atas sel-sel jaringan ikat dan
matriks. Berdasarkan bentuk dan reaksi kimianya, serat pada matriks dapat dibedakan
menjadi tige jenis, yaitu serat kolagen, elastin, dan retikuler. Serat kolagen berupa berkas
beranekaragam yang berwarna putih. Serat nya mempunyai daya regang yang tinggi denagn
elastisitas yang rendah. Kolagen terdapat pada tendon. Serat elastin berwarna kuning dan
lebih tipis dari serat kolagen. Seratnya mempunyai elastisitas tinggi. Terdapat pada pembuluh
darah.Serat retikuler hamper sama dengan serat kolagen tetapi berukuran lebih kecil. Serat ini
berperan dalam menghubungkan jaringan ikat dengan jaringan lain. Bahan dasar penyusun
matriks adalah mukopolisakarida sulfat dan asam hialuronat. Bentuk bahan dasar ini adalah
homogen setengah cair, jika kandungan asam hialuronat tinggi, matriks bersifat lentur.
Sebalinya, jika kandungan mukopolisakarida sulfatnya tinggi, matriks bersifat kaku. Bahan
ini terdapat dalam sendi. Ada berbagai jenis sel yang tertanam dalam matriks dan memiliki
berbagai fungsi, antara lain. Fibroblast (mensekresikan protein), makrofag (berbentuk tidak
teratur dan khusus terdapat pembuluh darah), sel tiang (menghasilkan subtansi heparin dan

histamine), sel lemak (khusus untuk menyimpan sel lemak), sel darah putih (melawan fatogen
dan dapat bergerak bebas).

Gambar Jaringan Ikat 1. Jaringan ikat longgar Susunan seratnya longgar dan memiliki banyak
sustansi dasar. Fungsinya anatara lain. Member bentuk organ dalam, misalnya sumsum tulang
dan hati. Menyokong, mengelilingi, dan menghubungkan elemen dari seluruh jaringan lain,
misalnya menyelubungi serat otot, melekatkan jaringan dibawah kulit.

Gambar jaringan ikat longgar 2. Jaringan ikat padat Susunan sertnya padat dan memiliki
sedikit bahan dasar dan sedikit sel jaringan ikat. Jaringan ikat padat dibagi menjadi dua jenis,
yaitu jaringan ikat padat tak teratur yang terdapat pada bagian dermis kulit dan pembungkus
tulang, jaringan ikat pada teratur, yang terdapat pada tendon.

Gambar Jaringan ikat padat Jaringan tulang a. Tulang rawan ( Kartilago ) Ada tiga jenis
tulang rawan yaitu tulang rawan hialin ( memiliki serat kolagen yang tersebar dalam bentuk
anyaman halus dan rapat), tulang rawan elastin (serat kolagen tidak tersebar danbentuk serat
elastic bergelombang), tulang rawan fibrosa(serat kolagen kasar dan tidak teratur, lacunalakunanya bulat atau bulat telur dan berisi sel-sel kondrosit).

Gambar kartilago b. Tulang sejati ( Osteon ) Sel tulang disebut osteosit. Osteosit terletak di
dalam lacuna. Osteosit dibentuk oleh osteoblas. Antara osteosit yang satu dengan yang lain
dihubungkan oleh kanalikuli. Matriks penyusun tulang adalah kolegen dan kalsium fosfat
yang memperkeras matriks sehingga tulang lebih keras. Tulang tersusun atas unit-unit yang
dinamakan system havers, setiap havers mengandung pembuluh darah. Tulang dibungkus
oleh selaput yang disebut periosteum.

Gambar Tulang Osteon Jaringan otot 1. Otot polos Sel berbentuk gelendong, memiliki satu
inti yang terletak dibagian tengah. Kontraksi otot polos tidak di bawah pengaruh kesadaran
sehingga disebut otot involunter. Contoh saluran pencernaan, kantong kemih, organ
reproduksi, saluran pernapasan. 2. Otot lurik Sel berbentuk silinder yang panjang dan tidak
bercabang, memiliki banyak inti yang terletak dibagian tepi sel. Kontrasksi otot lurik di
bawah kesadaran sehingga di senut otot volunter. Contoh, otot melekat pada rangga. 3. Otot
Jantung Sel otot jantung membentuk rantai dan sering bercabang dua atau lebih membentuk
sinsitium. Memiliki satu atau dua inti sel yang terletak di bagian tengah sel. Kontraksi tidak
di bawah pengaruh kesadaran.

Gambar Otot polos , otot lurik , otot jantung Jaringan Saraf a. Struktur sel saraf

Gambar Struktur Saraf b. Jenis sel saraf Neuron sensori (aferen), berfungsi menyampaikan
rangsangan dari organ penerima rangsangan (reseptor) kepada system saraf pusat (otak dan
sumsum tulang belakang). Neuron intermediate, berperan sebagai penghubung implus saraf
dari satu neuron ke neuron lain atau dari neuron mororik ke neuron sensorik. Neuron motor
(eferen), berfungsi mengirimkan implus dari system saraf pusat ke otot dan kelenjar yang
akan melakukan respons tubuh. Pada umumnya, neuron motor menerima implus dari neuron
intermediet. Adakalanya implus ditransmisikan dari neuron snsori ke neuron motor. g.
Jaringan Limfe Limpa adalah kelenjar tanpa saluran (ductless) yang berhubungan erat dengan
sistem sirkulasi dan berfungsi menghancurkan sel darah merah tua. Limpa termasuk salah
satu organ sistem limfoid, selain timus, tonsil, dan kelenjar limfe. Sistem limfoid berfungsi
untuk melindungi tubuh dari kerusakan akibat zat asing. Sel-sel pada sistem ini dikenal
dengan sel imunokompeten yaitu sel yang mampu membedakan sel tubuh dengan zat asing
dan menyelenggarakan inaktivasi atau perusakan benda-benda asing. Sel imunokompeten
terdiri atas sel utama bergerak, yakni sel limfosit dan makrofaga, dan sel utama menetap,
yakni retikuloendotel dan sel plasma Anatomi dan Fungsi Limpa merupakan organ limfoid
terbesar dan terletak di bagian depan dan dekat punggung rongga perut di antara diafragma
dan lambung. Secara anatomis, tepi limpa yang normal berbentuk pipih. Fungsi limpa yaitu
mengakumulasi limfosit dan makrofaga, degradasi eritrosit, tempat cadangan darah, dan
sebagai organ pertahanan terhadap infeksi partikel asing yang masuk ke dalam darah. Limpa
dibungkus oleh kapsula, yang terdiri atas dua lapisan, yaitu satu lapisan jaringan penyokong
yang tebal dan satu lapisan otot halus. Perpanjangan kapsula ke dalam parenkim limpa
disebut trabekula. Trabekula mengandung arteri, vena, saraf, dan pembuluh limfe. Parenkim
limpa disebut pulpa yang terdiri atas pulpa merah dan pulpa putih. Pulpa merah berwarna
merah gelap pada potongan limpa segar. Pulpa merah terdiri atas sinusoid limpa. Pulpa putih
tersebar dalam pulpa merah, berbentuk oval dan berwarna putih kelabu. Pulpa putih terdiri
atas pariarteriolar limphoid sheats (PALS), folikel limfoid, dan zona marginal. Folikel limfoid
umumnya tersusun atas sel limfosit B, makrofaga, dan sel debri Peradangan pada Limpa
Peradangan limpa disebut splenitis. Patologi limpa akibat peradangan dapat bersifat akut,
kronis, granulomatous, atau abses. Hal ini biasanya dapat diamati di pulpa merah. Selain itu,
inflamasi limpa sekunder dapat terjadi akibat tumor. Penarahan dapat terjadi akibat paparan
bahan kimia atau radiasi. Secara histologis, terdapat kesulitan untuk membedakan hemoragi,
kongesti, atau angiektasis dari kondisi fisiologis limpa karena organ ini memiliki banyak sel
eritrosit. Pada individu muda, histopatologi splenitis akibat racun yang akut yaitu adanya
pusat germinal epiteloid. Selain itu, infeksi bakteri gram negatif yang parah di saluran
pencernaan pada hewan muda dapat menyebabkan terbentuknya fokus kolonisasi bakteri di
limpa. Pada hewan yang lebih tua, histopatologi splenitis yaitu adanya neutrofil pada zona
mantel sinus dan penurunan jumlah sel pada sentra germinativum.

Gambar Jaringan Limfe Jaringan Darah Jaringan darah adalah gabungan dari cairan sel sel
dan partikel yang menyerupai sel, yang mengalir dalam arteri kapiler dan vena. Darah adalah
cairan yang terdapat pada hewan tingkat tinggi yang berfungsi sebagai alat transportasi zat
seperti oksigen, bahan hasil metabolisme tubuh, pertahanan tubuh dari serangan kuman, dll.
Beda halnya dengan tumbuhan, manusia dan hewan level tinggi mempunyai sistem
transportasi dengan darah. Darah merupakan suatu cairan yang sangat penting bagi manusia
karena berfungsi sebagai alat transportasi serta memiliki banyak kegunaan lainnya untuk
menunjang kehidupan. Tanpa darah yang cukup seseorang dapat mengalami gangguan
kesehatan dan bahkan dapat mengakibatkan kematian. Jaringan kartilago Jaringan kartilago
dibedakan menjadi: kartilago hialin kartilago fibrosa kartilago elastin Jaringan
Kartilago (Tulang Rawan) Macam Jaringan,Struktur,Lokasi dan Fungsi Tulang rawan hialin

Lakuna besar berdekatan di bagian tengah, Lakuna kecil berjauhan semakin ke pinggir.
Dalam lakuna terdapat kondrosit. Membantu pergerakan sendi, menguatkan saluran
pernapasan, tempat pemanjangan tulang Dinding saluran pernapasan, ujung ventral rusuk,
persendian tulang, laring, dan batang tenggorok. Tulang rawan elastin

Lakuna memenuhi matriks Tidak dapat mengalami kalsifikasi. Matriks berwarna keruh
kekuningan. Memberi daya lentur dan menyokong jaringan Daun telinga, epiglotis, saluran
Eustachius, bagian telinga luar, laring Tulang rawan fibrosa

Lakuna letaknya sejajar, matriks gelap, serabut kolagen sejajar membentuk berkas
Melindungi dan menyokong jaringan Perlekatan ligamen, tendon, persendian tulang
pinggang, simfisis pubis, cakram antarruas tulang belakang

Darah merupakan jaringan khusus yang mengalami sirkulasi, terdiri atas berbagai macam sel
yang bersatu dalam cairan yang disebut plasma. Sedikit berbedadengan cairan lain, tetapi
bergerak terus dari satu tempat ke tempat lainnya. Aliran darah dalam saluran tubuh
menjamin lingkungan yang tetap agar semua sel serta jaringan mampu melaksanakan
fungsinya.