Anda di halaman 1dari 8

VII.

ALUR PERCOBAAN
125 mL etil
asetat 0,002N

100 mL NaOH
0,02N

-Dimasukkan kedalam gelas


kimia
-Dimasukkantermometer
untuk mengukur suhunya
hingga sama dengan suhu
100mL NaOH 0,002N

-Dimasukkan kedalam gelas


kimia
-Dimasukkantermometer untuk
mengukur suhunya hingga
sama dengan suhu 100mL
NaOH 0,002N

-Dicampur dan dikocok dengan baik


-Dialankan stpwatch saat
pencampuran
Larutan Campuran

-Diambil 5mL dalam waktu 3, 8, 15, 25, 40,


65 menit
-Dimasukkan dalam erlenmeyer yang berisi
10 mL HCl 0,02N
-Diaduk dengan baik
-Ditambahkan 2 tetes indikator PP
-Dititrasi dengan NaOH 0,02N
Volume NaOH
Sisa larutan yang
didiamkan 2 hari
-Dimasukkan kedalam erlenmeyer berisi 10 mL
HCl 0,02N
-Ditambah 3 tetes indikator PP
-Dikocok dan dititrasi dengan larutan standar
NaOH 0,02N
-Dicatat volume NaOH yang diperlukan.
Volume NaOH

VIII. HASIL PENGAMATAN


No.
Perc
1.

Prosedur Percobaan

Hasil Pengamatan
Sebelum
Sesudah
Etil asetat =
Etil asetat +
125 mL etil
larutan tak
NaOH = larutan
100 mL NaOH
asetat 0,002N
berwarna
tak berwarna
0,02N
Diambil selang
-Dimasukkan kedalam
-Dimasukkan kedalam
NaOH
=
gelas kimia
waktu 3, 8, 15,
gelas kimia
larutan tak
-Dimasukkantermometer
25, 40, 65 menit
-Dimasukkantermometer
berwarna
untuk mengukur suhunya
Ditambahkan
untuk mengukur suhunya
hingga
sama
dengan
suhu
10mL HCl 0,02N
hingga sama dengan suhu
Indikator PP
100mL NaOH 0,002N
= larutan tak
100mL NaOH 0,002N
= larutan tak
berwarna
berwarna
Ditambahkan
-Dicampur dan dikocok dengan baik
dengan 3 tetes
-Dialankan stpwatch saat pencampuran
indikator PP =
Larutan Campuran
larutan tak
berwarna
-Diambil 5mL dalam waktu 3, 8, 15, 25,
Dititrasi dengan
40, 65 menit
NaOH 0,02N =
-Dimasukkan dalam erlenmeyer yang
larutan berwarna
berisi 10 mL HCl 0,02N
merah muda
-Diaduk dengan baik
Diperoleh
-Ditambahkan 2 tetes indikator PP
volume NaOH
-Dititrasi dengan NaOH 0,02N
V3 = 10,5 mL
V8 = 10,4 mL
Volume
V15 = 10,2 mL
NaOH
V25 = 10,5 mL
V40 = 10,8 mL
V65 = 11,4 mL

Dugaan/ Reaksi
CH3COOH (aq) +
NaOH (aq)
CH3COONa(aq) +
C2H5OH
HCl (aq) + NaOH
(aq) NaCl + H2O
Reaksi saponifikasi
etil asetat menurut
teori adalah beorde
2
CH3COONa (aq) +
HCl (aq)
CH3COOH(aq) +
NaCl

Kesimpulan
Berdasarkan hasil
percobaan dan
perhitungan
menggunakan metode
integral grafik dan non
grafik di dapatkan hasil
bahwa reaksi
saponifikasi etil asetat
adalah berorde 1. Hal
ini tidak sesuai teori.

V 2hari = 10,2 mL

2.
Sisa larutan yang
didiamkan 2 hari
-Dimasukkan kedalam erlenmeyer berisi 10 mL
HCl 0,02N
-Ditambah 3 tetes indikator PP
-Dikocok dan dititrasi dengan larutan standar
NaOH 0,02N
-Dicatat volume NaOH yang diperlukan.

Volume NaOH

HCl 0,02N =
larutan tak
berwarna
NaOH =
larutan tak
berwarna
Larutan
campuran =
tak berwarna
Ondikator
PP = larutan
tak berwarna

HCl + larutan
campuran =
larutan tak
berwarna
Ditambahkan
dengan 3 tetes
indikator PP =
larutan tak
berwarna
Dititrasi dengan
NaOh = larutan
berwarna merah
muda
Volume titrasi =
10,2 mL

IX.

ANALISIS DAN PEMBAHASAN


Percobaan ini bertujuan untuk memberikan gambaran bahwa reaksi penyabunan
hidroksida pada etil asetat adalah reaksi orde dua dan menentukan konstanta
kecepatan reaksi.
Pada percobaan pertama, yaitu menyiapkan 125 mL larutan etil asetat (larutan
tidak berwarna) dimasukkan kedalam gelas kimia A dan kemudian diukur suhunya
dengan termometer, diperoleh suhu etil asetat yakni 30 oC. Pada gelas kimia B
dimasukkan 100 mL larutan NaOH 0,02 N (larutan tidak berwarna), kemudian diukur
suhunya, diperoleh suhu NaOH yakni 31oC. Suhu larutan etil asetat dan NaOH
suhunya disamakan karena suhu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi laju
reaksi sehingga pada larutan NaOH suhunya diturunkan hingga 30oC dengan cara labu
berisi NaOH direndam dalam air dingin sambil diamati suhunya supaya sama dengan
larutan etil asetat. Apabila suhu dinaikkan maka laju reaksi semakin besar karena kalor
yang diberikan akan menambah energi kinetik partikel pereaksi, akibatnya jumlah dari
energi tumbukan bertambah besar, begitu sebaliknya. Selain itu, dapat mempermudah
pengamatan karena jika suhu naik maka proses reaksi akan semakin cepat sehingga
sulit untuk diamati. Lalu labu A berisi larutan etil asetat dan labu B berisi NaOH
dicampur dan dikocok dengan baik sehingga menghasilkan larutan tidak berwarna dan
dijalankan stopwatch. Ketika larutan tepat dicampurkan, dinyalakan juga stopwatch
untuk menentukan waktu pengambilan larutan campuran dari selang waktu
pengambilan larutan yaitu 3 menit, 8 menit, 15 menit, 25 menit, 40 menit, dan 65
menit. Waktu yang digunakan dalam percobaan bertujuan untuk menentukan
konstanta reaksi pada reaksi tersebut. Sehingga reaksi yang terjadi adalah:
CH3COOC2H5(aq) + NaOH(aq) CH3COONa(aq) + C2H5OH(aq)
Selanjutnya, menyiapkan 6 buah erlenmeyer yang masing-masing labu diisi
dengan 10 mL larutan HCl 0,02 N (larutan tidak berwarna). Digunakan larutan HCl ini
adalah untuk mengetahui banyaknya NaOH yang tersisa pada reaksi antara etil asetat
dan NaOH, semakin banyak penambahan HCl maka NaOH yang bereaksi dengan etil
asetat akan semakin banyak pula, memberikan suasana asam pada proses saponifikasi
serta untuk mengidentifikasi suasana asam.
Kemudian ditambahkan dengan masing-masing 5 mL larutan campuran dari
waktu yang telah ditentukan yaitu pada selang 3 menit, 8 menit, 15 menit, 25 menit,
40 menit, dan 65 menit. Kemudian campuran diaduk dengan baik dan masing-masing
labu ditambahkan dengan 3 tetes indikator PP (larutan tidak berwarna) menghasilkan

larutan tidak berwarna. Fungsi dari penambahan indikator Phenolphatlein (PP) ini
adalah agar dapat diketahui titik akhir titrasi yang merupakan titik pada jumlah mol
HCl sama dengan jumlah mol pada NaOH.
Kemudian dititrasi dengan larutan NaOH 0,02 N menghasilkan larutan berwarna
merah muda. Sehingga terjadi reaksi :
NaOH(aq) + HCl(aq) NaCl(aq) + H2O(l)

Merah muda
Dalam percobaan diperoleh volume NaOH yang digunakan dalam proses titrasi
yaitu :
V3menit = 10,5 mL
V8menit = 10,4 mL
V15menit = 10,2 mL
V25menit = 10,5 mL
V40menit = 10,8 mL
V65menit = 11,4 mL
Kemudian untuk sisa larutan campuran antara etil asetat dengan NaOH yang
diperoleh, disimpan selama 2 hari pada suhu ruangan. Setelah penyimpanan larutan
campuran tersebut dalam 2 hari. Larutan diambil sebnayak 5 mL dan dimasukkan
kedalam labu erlenmeyer lain, kemudian ditambahkan dengan 10 mL larutan HCl 0,02
N (larutan tidak berwarna). Digunakan penambahan larutan HCl ini adalah untuk
mengetahui banyaknya NaOH yang tersisa pada reaksi antara etil asetat dan NaOH,
semakin banyak penambahan HCl maka NaOH yang bereaksi dengan etil asetat akan
semakin banyak pula, memberikan suasana asam pada proses saponifikasi serta untuk
mengidentifikasi suasana asam. Kemudian campuran ditambahkan dengan 3 tetes
indikator PP (larutan tidak berwarna) menghasilkan larutan tidak berwarna. Fungsi
dari penambahan indikator Phenolphatlein (PP) ini adalah agar dapat diketahui titik
akhir titrasi yang merupakan titik pada jumlah mol HCl sama dengan jumlah mol pada
NaOH.
Kemudian dititrasi dengan larutan NaOH 0,02 N menghasilkan larutan berwarna
merah muda. Sehingga terjadi reaksi :
NaOH(aq) + HCl(aq) NaCl(aq) + H2O(l)

Merah muda
Dalam percobaan diperoleh volume NaOH yang digunakan dalam proses titrasi
pada penyimpanan larutan selama 2 hari yaitu 10,2 mL.
Sehingga data yang diperoleh dari percobaan yang digunakan untuk menetukan
konstanta reaksi, sebagai berikut:
t

1/t

(a x)

ln (a-x)

180

0,005555556

2,5

2,01

0,49

-0,71335

480

0,002083333

2,5

2,008

0,492

-0,709277

900

0,001111111

2,5

2,004

0,496

-0,701179

1500

0,000666667

2,5

2,01

0,49

-0,71335

2400

0,000416667

2,5

2,016

0,484

-0,72567

3900

0,000256410

2,5

2,028

0,472

-0,750776

26700

0,000037453

2,5

2,04

0,46

-0,776529

Dari data diatas, dapat diperoleh grafik, sebagai berikut:

X.

DISKUSI
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, hasil perhitungan yang
diperoleh dalam menentukan orde reaksi tidak sesuai dengan teori. Dimana dalam
percobaan ini diperoleh orde reaksi 1 sedangkan secara teori reaksi yang terjadi
termasuk dalam orde reaksi 2. Kemungkinan terjadinya kesalahan pada volume
disebabkan oleh beberapa factor diantaranya adalah kurang teliti saat mereaksikan
larutan dan dalam membaca volume titrasi, larutan campuramn mungkin telah
terkontaminasi sehingga mempengaruhi konsentrasi larutan, atau bisa saja karena
etil asetat sudah menguap terlebih dahulu sebelum dititrasi.

XI.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil percobaan kinetika reaksi saponifikasi etil asetat, maka
dapat disimpulkan bahwa :
1) Semakin lama waktu penyimpanan campuran etil asetat dan NaOH maka
semakin besar pula HCl yang tersisa karena diketahui dari banyaknya
volume NaOH yang didapatkan selama titrasi.
2) Reaksi saponifikasi merupakan reaksi orde 1 yang dibuktikan dengan nilai

regresi dari grafik yaitu R2 = 0,821, sehingga hasil yang diperoleh tidak
sesuai dengan teori.

Anda mungkin juga menyukai