Anda di halaman 1dari 41

URETEROKEL

Nadia Yenita
Isnu Lucky Riandini
Preseptor : dr. Lila Indrati, Sp.RAD

Pendahuluan
A. Latar Belakang
Ureterokel merupakan kelainan bawaan berupa dilatasi kistik terminal
ureter yang letaknya berada dalam buli-buli (intravesikel) atau ektopik
di luar muara ureter yang normal, antara lain terletak di leher buli-buli
atau uretra.
Kebanyakan didapatkan unilateral, terutama pada anak perempuan dan

tidak jarang disertai kelainan bawaan lain.


Ureterokel kecil tidak bergejala, namun ureterokel yang lebih besar

dapat menyebabkan obstruksi yang menimbulkan hidroureter dan


hidronefrosis, dan biasanya disertai infeksi saluran kemih kambuhan
atau kronik.
Bila ureterokel besar atau bila terdapat penyulit diperlukan tindak

bedah berupa ekstirpasi ureterokel dan neoimplantasi ureter ke dalam


kandung kemih.

B. Tujuan Penulisan
Mengetahui
anatomi, definisi, epidemiologi, etiologi,
pathogenesis, gambaran klinis, pemeriksaan penunjang,
diagnosis, diagnosis banding, penatalaksanaan serta
prognosis dari Ureterokel.

C. Manfaat Penulisan
Penulisan
referat ini bermanfaat untuk membahas
mengenai pedmeriksaan radiologi sebagai modalitas untuk
menegakkan diagnosis Ureterokel.
D. Metode penulisan
Metode penulisan referat ini adalah studi tinjauan pustaka
yang bersumber dari berbagai textbook dan jurnal.

Anatomi Ureter

Ureter

adalah struktur tubular bilateral


berfungsi untuk mengangkut urin dari
pielum ginjal ke kandung kemih.

Panjangnya

sekitar 22-30 cm dengan


dinding terdiri darisel-sel transisional , otot
polos sirkuler dan longitudinal.

Ureter dibagi menjadi dua bagian yaitu :


ureter pars abdominalis, yaitu berada dari pelvis renalis sampai

menyilang vasa iliaka.


ureter pars pelvika, yaitu mulai dari persilangan dengan vasa
iliaka sampai masuk ke buli-buli.
Disampingitu secara radiologis ureter dibagi dalam tiga bagian:
1.Ureter 1/3 proksimal mulai pelvis renalis sampai batas sakrum,
2.Ureter 1/3 medial mulai dari batas sakrum sampai pada batas

bawah sakrum
,3.Ureter 1/3 distal mulai batas bawah sakrum sampai masuk ke
buli-buli.

Epidemiologi
Ureterokel adalah dilatasi kistik yang timbul

pada bagian ureter intravesikal yang bisa


bersifat kongenital maupun didapat,
Paling sering ditemukan pada anak-anak dan

sering disertai dengan anomali kongenital


lainnya.
Lebih

sering
terjadi
pada
perempuan
daripada laki-laki, dengan prevalensi 1 : 4000
kelahiran hidup.

Ureterokel

yang yang letaknya intravesikel


biasanya adalah satu-satunya ureter pada sisi itu.
Ureter ektopik pada umumnya berasal dari
duplikasi ureter yang menyalurkan urin dari atas
ginjal.

Bentuk

ektopik ternyata lebih sering dijumpai


daripada ureterokel intravesika.

Kelainan ini 7 kali lebih banyak dijumpai pada

wanita, dan 10% anomali ini mengenai kedua sisi.

Etiologi
Etiologi ureterokel tidak diketahui.
Ada beberapa teori, termasuk obstruksi dari

lubang saluran kemih, dan dilatasi berlebihan


ureter intramural selama perkembangan
kandung kemih dan trigonum.
Yang

paling umum diterima teori dari


terjadiya ureterokel itu adalah adanya
obstruksi dari lubang saluran.

Patofisiologi
Kelainan pada sistem ureter sebagian besar

adalah akibat dari kelainan perkembangan


tunas ureter yang muncul dari duktus
mesonefros.
Anomali ureter ini timbul jika posisi tunas

ureter (1) tidak muncul pada tempat yang


normal, (2) tunas ureter bercabang menjadi
dua, atau (3) terdapat dua buah tunas
ureter
yang
muncul
dari
duktus
mesonefros.

Diagnosis
A. Anamnesis
Ureterokel memiliki bentuk kongenital meskipun
biasanya asimptomatik .
Ureterokel sering tidak memiliki gejala, namun

dapat juga menimbulkan gejala. Yaitu :


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Nyeri Perut
Infeksi saluran kemih
Urosepsis
Retensi urin
Kalkulus ureteral
Gagal tumbuh
Hematuria

B. Pemeriksaan Fisik
Gejala ureterokel dengan hidronefrosis bisa diketahui dengan

palpasi perut.
Massa

perut karena hidronefrosis ginjal yang besar bisa


ditemukan di kuadran perut bagian atas pada orang dewasa
yang kurus dan anak kecil.

Pada bayi, massa perut karena hidronefrosis dapat dicatat oleh

transiluminasi di ruangan gelap.


Pada pemeriksaan alat kelamin perempuan, prolap dari massa

kistik dapat dilihat dari meatus eksternal. Ini adalah tanda dari
prolaps ureterokel

Pemeriksaan Penunjang
A. USG
. USG

merupakan studi pencitraan lini pertama untuk


mengevaluasi saluran kemih atas dan bawah dalam
populasi anak.

. Ureterokel bisa didiagnosa dengan USG prenatal, dimana

didemonstrasi oleh dilatasi


bersamaan hidronefrosis.

kistik

intravesikel

serta

. Ureterocele

terlihat sebagai massa intravesical berisi


cairan. Hal ini juga dikenal sebagai "kista dalam kista.

. Melalui USG Hydroureteronephrosis dapat dilihat sebagai

dilatasi pelvis ginjal dan ureter proksimal

USG Prenatal

USG Postnatal

IVP
Intravena pielografi (IVP) atau pielografi intravena

(PIV) atau dikenal sebagai Intra Venous Urography


adalah foto yang dapat menggambarkan keadaan
system urinaria melalui bahan kontras radio-opak.
Indikasi dari dilakukanya pemeriksaan radiologi

dengan IVP adalah :


Kecurigaan patologis pada traktus urinarius
Indikasi
klinis utama yaitu: hematuri,

nyeri
pinggang, kolik ginjal, infeksi saluran kencing
berulang, kecurigaan tumor di sistema urinarius,
disuria, frekuensi, kecurigaan renal calculus

Kontraindikasi IVP
Alergi terhadap kontras yang akan diberikan,
2. penyakit jantung dan kegagalan fungsi jantung,
3. asma, diabetes, kegagalan fungsi hepar dan ginjal
tirotoksikosis, dan kehamilan.
1.

Bahan Kontras IVP

4. Conray (Meglumine iothalamat 60%


5. Hypaque sodium/sodium diatrizoate 50%
6. Urografin76% (methyl glucamine diatrizoat)
7. Urografin 60-70%

Persiapan Pasien
Malam sebelum pemeriksaan diberikan castor oli (catharsis)
atau laksans untuk membersihkan colon dari feses yang
menutupi daerah ginjal.
Untuk mendapatkan keadaan dehidrasi ringan, pasien tidak

diberikan minum yang mengandung karbonat, tujuanya untuk


mengembangkan lambung dengan gass.
Usus akan berpindah, sehingga bayangan kedua ginjal akan

dapat dilihat melalui lambung yang terisi gas.


Suntikan x-ray media kontras diberikan kepada pasien melalui

jarum atau kanula ke dalam vena, biasanya di lengan

Gambaran Radiologi
Menunjukkan adanya dilatasi kistik atau filling
defect pada buli-buli dengan ujung akhir ureter
memberikan gambaran seperti kepala kobra
(cobra head).
Dari IVP juga terlihat gambaran radiolusen halo

effect.
Pada IVP dapat ditemukan adanya hidronefrosis

atau adanya duplikasi sistem pielo-ureter

VCUG
VCUG sangat penting untuk mengevaluasi saluran kemih

bawah untuk ureterocele, uretra divertikulum, nilai


posterior uretra (PUV) ,ureter ektopik, dan vesicoureteral
refluks.
Pendesakan ureterokel pada muara ureter kontralateral

menimbulkan refluk vesiko-ureter sehingga perlu


dilakukan pemeriksaan reflux study atau voiding
cystourethrogram (VCUG), yang merupakan pemeriksaan
X-ray dari kandung kemih dan saluran kemih bawah.
Ureterocele muncul sebagai filling defect yang halus dan

bulat di sepanjang dasar kandung kemih .

CT UROGRAFI
CT urografi adalah pemeriksaan CT scan sebelum dan

sesudah pemberian kontras intravena untuk menampilan


gambaran traktus urinarius.
Pemeriksaan CT urografi dapat menilai ginjal, ureter, dan

vesika urinaria sekaligus secara non invasif, dan saat ini


merupakan pilihan utama untuk evaluasi kasus-kasus
kolik ginjal/ureter, hematuria, deteksi adanya batu
ataupun tumor traktus urinarius.
Pemeriksaan ini juga berguna pada kasus-kasus low back

pain, infeksi traktus urinarius berulang, trauma, dan


evaluasi kelainan-kelainan kongenital, serta persiapan
calon donor ginjal.

Indikasi
Nyeri Pinggang
b. Infeksi traktus urinarius
c. Trauma
d. Kelainan Kongenital
a.

Kontraindikasi
Alergi terhadap media kontras intravena
f. Wanita Hamil
g. Gangguan Fungsi Ginjal Menahun
e.

Gambaran Radiologi
Ureterokel
CT scan tanpa dan dengan peningkatan kontras

intravena dapat digunakan untuk menentukan


ukuran, bentuk, dan lokasi ureterokel.
Ureterokel

dapat

dilihat

sebagai

cobra-head

deformity.
Selain itu, CT scan memungkinkan identifikasi

duplikasi sistem ginjal, kontur ginjal dan saluran


kemih, derajat hidronefrosis, ketebalan kortikal
dari bagian masing-masing, serta anomali
anatomi lainnya.

Diagnosis Banding
PSEUDOURETEROKEL
Munculnya dinding radiolusen sekitar segmen ureter
distal melebar merupakan titik pembeda penting
antara ureterocele dan pseudoureterocele.
Gambaran

lusen
atau
halo
sekitarnya
pseudoureterocele lebih tebal daripada ureterocele.

Sering ditemukan pada kasus-kasus tumor.


Pada

Pseudoureterocele terlihat adanya


ureter yang melebar secara asimetris

lumen

Penatalaksanaan
Tujuan utama dari pembedahan seharusnya

bisa memperbaiki fungsi ginjal, eliminasi


obstruksi dan refluks, pencegahan dari
infeksi, dan menjaga kontinensia urin, serta
meminimalkan
morbiditas
dalam
pembedahan.
Faktor utama yang perlu adalah umur

pasien, presentasi klinis pasien, ukuran


ureterokel dan anatomi, adanya refluks dan
ISK, dan fungsi segmen ginjal yang terlibat.

1. Insisi Endoskopi Ureterokel


. Tujuan

dari insisi endoskopi ureterokel


adalah untuk dekompresi ureterokel
dengan cara yang minimal invasif dan
meminimalkan risiko refluks postinsisi
vesicoureteral dan kebutuhan untuk
rekonstruksi saluran kemih lebih lanjut.

2. Rekonstruksi komplit traktus

urinarius bagian bawah (Eksisi


Ureterokel dengan Reimplantasi
ureter)

a. Setelah buli-buli dibuka, jahitan sirkumferensial

multiple dilakukan di sekitar ureterokel sebagai


paduan untuk eksisi.
b. Semua

ureter harus diintubasi dengan NGT


ukuran 5 Fr untuk identifikasi ureter selama
diseksi.

c. Setelah

eksisi ureterokel, dinding buli-buli


poeterior diperbaiki dengan benang absorban 30 dan reimplantasi ureter ke dalam terowongan.

3. Nefrektomi parsial dan pole atas

ureteroctomy parsial

a. Prosedur ini sering digunakan untuk sistem duplex dengan

pole atas tidak fungsional dan minimal atau tidak ada refluks
ipsilateral.
b. Ureter pole atas ditranseksi pertama setelah bagian proksimal

terjahit. Traksi ke atas pada bagian proksimal dari ureter yang


ditranseksi sebagai paduan dalam manipulasi pole atas
selama nefrektomi parsial.
c. Setelah pole atas dikeluarkan, bentuk ginjal yang defek dijahit

dengan benang chrome 3-0 menggunakan jahitan vertikal


mattres.
d. Tindakan ini memberikan hasil dalam dekompresi ureterokel,

dengan mengembalikan trigonum ke tempatnya semula.

Prognosis
Prognosis

ureterokel ini tergantung dari


derajat obstruksinya, ukuran dan posisi dari
ureterokel.

Jika

obstruksi
dapat
disembuhkan,
kerusakan mungkin bersifat sementara.

Namun,

kerusakan pada ginjal mungkin


permanen, terutama jika kondisi tidak
hilang.

Penutup
Ureterokel adalah dilatasi kistik yang timbul

pada bagian ureter intravesikal yang bisa


bersifat kongenital maupun didapat, bermuara
sempit dan biasanya terletak ektopik.
Sering ditemukan pada anak-anak dan sering

disertai dengan anomali kongenital lainnya.


Lebih sering terjadi pada perempuan daripada

laki-laki, dengan prevalensi 1 : 4000 kelahiran


hidup.

Etiologi ureterokel tidak diketahui.


Ada

beberapa teori, termasuk obstruksi dari


lubang saluran kemih, dan dilatasi berlebihan
ureter intramural selama perkembangan kandung
kemih dan trigonum.

Yang paling umum diterima teori dari terjadiya

ureterokel itu adalah adanya obstruksi dari lubang


saluran kemih,dengan tidak terjadinya pemisahan
atau pun perubahan pada membran chawalla.
urogenital.

Diagnosis

Ureterokel
ditegakkan
berdasarkan
anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan
radiologi yang sesuai diperlukan untuk menentukan
tatalaksana yang sesuai bagi pasien.

Pemeriksaan

USG merupakan tes pencitraan yang


pertama kali digunakan dalam evaluasi. Ureterokel bisa
didiagnosa dengan USG prenatal, dimana didemonstrasi
oleh dilatasi kistik intravesikel serta bersamaan
hidronefrosis. Sering kali bentukan filling defect itu
didiagnosis banding dengan batu non-opak atau bekuan
darah pada buli-buli, dengan USG dapat dibuktikan
bahwa filling defect itu adalah bentukan kistik dari
ureterokel.

Pemeriksaan IVP menunjukkan adanya dilatasi kistik

atau filling defect pada buli-buli dengan ujung akhir


ureter memberikan gambaran seperti kepala kobra
(cobra head). Tak jarang pada IVP dapat ditemukan
adanya hidronefrosis atau adanya duplikasi sistem
pielo-ureter.
Pada pemeriksaan CT Urogram, Ureterokel dapat dilihat

sebagai cobra-head deformity. Selain itu, CT scan


memungkinkan identifikasi duplikasi sistem ginjal,
kontur ginjal dan saluran kemih, derajat hidronefrosis,
ketebalan kortikal dari bagian masing-masing, dan
kemampuan fungsional ginjal untuk mengeluarkan
bahan kontras, serta anomali anatomi lainnya.

Pengobatan untuk ureterokel adalah pembedahan.


Tujuan utama dari pembedahan seharusnya bisa

memperbaiki fungsi ginjal, eliminasi obstruksi dan


refluks, pencegahan dari infeksi, dan menjaga
kontinensia urin, serta meminimalkan morbiditas
dalam pembedahan.
Faktor utama yang perlu dipertimbangkan adalah

umur pasien, presentasi klinis pasien, ukuran


ureterokel dan anatomi, adanya refluks dan ISK,
dan fungsi segmen ginjal yang terlibat.

Terima Kasih