Anda di halaman 1dari 35

Syok Hipovolemik pada

Anak Akibat Diare

Skenario
Seorang

anak perempuan
berusia 6 tahun di bawa ke ugd rs
karena lemas pucat dan selruh
badannya berkeringat dingin
sejak 30 menit yang lalu.
Menurut ibunya pasien
mengalami diare sejak 2 hari lalu.
Dengan frekuensi 8-10 kali
perhari sebanyak 1 gelas aqua
berisi cairan dan ampas tidak ada
darah maupun lendir tidak

Diare
Merupakan

suatu kondisi, buang


air besar yang tidak normal yaitu
lebih dari 3 kali sehari dengan
konsistensi tinja yang encer
dapat disertai atau tanpa disertai
darah atau lendir sebagai akibat
dari terjadinya proses inflamasi
pada lambung atau usus

Jenis diare
Diare

Sekretori

Diare terjadi akibat aktifnya pompa: yang


bekerja mengeluarkan elektrolit dan air ke
lumen usus
Diare

osmotik

Diare terjadi karena tidak dicernanya bahan


makanan secara maksimal, akibat dari
insufisiensi sistem en
Diare

sitolitik Oleh virus

Virus menginvasi enterosit dan kemudian


bermultifikasi dalam enterosit yang
menyebabkan efek sitotoksik

Diare

Oleh proses inflamasi

Inflamasi mengakbatkan sel-sel imun


menghasilkan sitokin-sitokin,
kemokin-kemokin, dan
prostaglandin.

Dampak diare
Kehilangan

air (dehidrasi)

Dehidrasi terjadi karena kehilangan air


(output) lebih banyak dari pemasukan
(input), merupakan penyebab terjadinya
kematian pada diare
Gangguan

keseimbangan asam basa


(metabolik asidosis)
Hal ini terjadi karena kehilangan Nabicarbonat bersama tinja

Hipoglikemia
Gangguan

gizi

Gangguan

sirkulasi

Sebagai akibat diare dapat terjadi


renjatan (shock) hipovolemik,
akibatnya perfusi jaringan berkurang
dan terjadi hipoksia, asidosis
bertambah berat, dapat
mengakibatkan perdarahan otak,
kesadaran menurun dan bila tidak
segera diatasi klien akan meninggal

Derajat dehidrasi
Kehilangan

berat badan

Tidak ada dehidrasi, bila terjadi


penurunan berat badan 2,5%.
Dehidrasi ringan bila terjadi
penurunan berat badan 2,5-5%.
Dehidrasi berat bila terjadi
penurunan berat badan 5-10%

Skor

Mavrice King

Bagian tubuh

Nilai untuk gejala yang ditemukan

Yang diperiksa

Keadaan umum

Sehat

Gelisah, cengeng

Mengigau, koma,

Kekenyalan kulit

Normal

Apatis, ngantuk

atau syok

Mata

Normal

Sedikit kurang

Sangat kurang

Ubun-ubun besar

Normal

Sedikit cekung

Sangat cekung

Mulut

Normal

Sedikit cekung

Sangat cekung

Denyut

Kuat <120

Kering

Kering & sianosis

Sedang (120-140)

Lemas >40

nadi/mata

Syok
Syok

adalah sindroma klinis yang


terjadi akibat gangguan
hemodinamik dan metabolik
yang ditandai dengan kegagalan
system sirkulasi untuk
mempertahankan perfusi yanga
dekuat organ-organ vital tubuh

Jenis syok
Infromasi

Hipovolemik

Kardiogenik

Neurogenik

Diagnostic
Gejala

Septik
(Hyperdynamic

dan Pucat; kulit dingin,

tanda

Kulit basah, dingin; taki- dan bradiaritmia; Kulit

Basah; takikardi;
Oliguri,

hipotensi;

oliguri;

hipotensi;

peningkatan perifer

resistensi perifer

Data
laboratorium

Hematokrit rendah ( fase akhir)

peningkatan

State)
hangat, Demam,

resistensi denyut jantung teraba

kulit
hangat,

normal/rendah, takikardi,
normo/oliguri, oliguri,

Enzim jantung, EKG

hipotensi,

hipotensi,

penurunan

penurunan

resistensi

resistensi

perifer

perifer.

Normal

Hitung
neutrofil,
pengecatan
gram, kultur

Fase syok
Fase1

: kompensasi

fungsi-fungsi organ vital masih dapat


dipertahankan melalui mekanisme
kompensasi tubuh dengan meningkatkan
reflek simpatis, yaitu meningkatnya resistensi
sistemik dimana terjadi distribusi selektif
aliran darah dari organ perifer non vital ke
organ vital seperti jantung, paru dan otak.
Manifestasi klinis yang tampak berupa
takikardia, gaduh gelisah, kulit pucat dan
dingin dengan pengisian kapiler (capillary
refilling) yang melambat > 2 detik.

Fase

II : Dekompensasi

Pada fase ini mekanisme kompensasi mulai


gagal mempertahankan curah jantung yang
adekuat dan system sirkulasi menjadi tidak
efisien lagi
Manifestasi klinis yang dijumpai berupa
takikardia yang bertambah, tekanan darah
mulai turun, perfusi perifer memburuk (kulit
dingin dan mottled, capillary refilling
bertambah lama), oliguria dan asidosis (laju
nafas bertambah cepat dan dalam) dengan
depresi susunan syaraf pusat (penurunan
kesadaran).

Fase

III : Irreversible

Kegagalan mekanisme kompensasi


tubuh menyebabkan syok terus
berlanjut, sehingga terjadi
kerusakan/kematian sel dan
disfungsi system multi organ lainnya
Manifestasi klinis berupa tekanan
darah tidak terukur, nadi tak teraba,
penurunan kesadaran semakin
dalam (sopor-koma), anuria dan
tanda-tanda kegagalan system organ
lain.

Syok hipovolemik
Syok

yang di sebabkan oleh


berkurangnya volume
intravaskuler

Etologi
Intake kurang atau output kelebihan

Translokasi cairan

1.

Dehidrasi disebabkan:

- intraintestinal (ileus paralitik, hirschprung)

a.

Intake yang kurang (minum kurang, anoreksia, hipodipsi karena - asites dan edema (sindroma nefrotik)
hipotalamus terganggu.

b.

Output meningkat:
- keringat banyak/insensible loss menigkat (hiperventilasi, panas
tinggi)
- osmotic dieresis (diabetes insipidus, defisiensi A.D.H, penyakit
ginjal kronis)
- kehilangan Na (Na loss nepropathy, pemakaian diuretic)
- kehilangan melalui saluran percernaan (diare, ileostomi, muntah,
fistula
2. kehilangan darah
- trauma
- perdarahan gastrointestinal
- perdarahan intracranial
3. kehilangan plasma
- luka bakar
- peritonitis

Patofisiologi
Volume
sirkulasi

Preload
Volume sekuncup

Baroreseptor, kemoreseptor, cerebral ischemic reseptor

Cardio inhibitor center dihambat

Aktivasi cardiostimulator center

Output simpatetik meningkat,output


parasimpatetik menurun
HR, kontraktilitas otot jantung ,
vasokonstriksi
Ginjal
angiotensi, vasopressin, aldosteron

Vasokonstriksi

yang luas
Sebagai akibat vasokonstriksi ini maka tekanan
distolik akan meningkat pada fase awal, sehingga
tekanan nadi menyempit, tetapi bila proses berlanjut
ini tidak dapat dipertahankan dan tekanan darah
akan semakin menurun sampai tidak teratur.
Takikardia
Iskemia jaringan akan menyebabkan metabolism
anaerobic dan terjadi asidosis metabolic
Hipovolemia menyebabkan aliran darah menjadi
lambat sehingga keseimbangan pertukaran O2 dan
Co2 kedalam pembuluh darah lama dan kaibatnya
terjadi perbedaan yang besar antara tekanan O2 dan
CO2 arteri danvena.

Manifestasi klinis
Tanda klinis
Blood loss ( %)

Kompensasi
Sampai 25

Dekompensasi
25 40

I reversible
> 40

Heart rate

Takikardia +

Takikardia ++

Taki/bradikardia

Tekanan

Normal

Normal/menurun

Tidak terukur

Nadi/volume

Normal/menurun

Menurun +

Menurun ++

Capillary refill

Normal/meningkat

Meningkat > 5

Meningkat ++

3-5 detik

detik

Dingin, pucat

Dingin/mottled

Sistolik

Kulit

Dingin+/deadly
pale

Pernafasan

Takipneu

Takipneu +

Sighing
respiration

Kesadaran

Gelisah

Lethargi

Reaksi -/ hanya

bereaksi

terhadap nyeri

Diagnosis
Anak

dengan kehilangan cairan


ke luar tubuh akan menunjukkan
tanda klasik dehidrasi seperti
ubun-ubun besar cekng, mata
cekung, mucosa kering, turgor
kulit turun, refill kapiler turun,
karal dingin, dan penurunan
status mental.

Pemeriksaan penunjang
Hemoglobin

dan hematokrit

Urin
Pemeriksaan

BGA
Pemeriksaan elektrolit serum
Pemeriksaan fungsi ginjal
pemeriksaan BUN dan serum
kreatinin penting pada renjatan

Penatalaksanaan
Bebaskan

jalan nafas, oksigen (FiO2100%),


kalau perlu bisa diberikan ventilator support.
Infus RL atau koloid 20 ml/kg BB dalam 1015 menit, dapat diulang 2-3 kali. Pada
renjatan berat pemberian cairan dapat
mencapai > 60 ml/kg BB dalam 1 jam. Bila
resusitasi cairan sudah mencapai 2-3 kali
tapi respons belum adekuat, maka
dipertimbangkan untuk intubasi dan
bantuan ventilasi. Bila tetap hipotensi
sebaiknya dipasang kateter tekanan vena
sentral (CVP).

Inotropik

Dopamin : 2-5 tg/kg BB/ menit.


Epinephrine : 0,1 g/KgBB/menit iv, dosis
bisa ditingkatkan bertahap sampai efek
yang diharapkan, pada kasus-kasus berat
bisa sampai 2-3 g/kg BB/ menit.
Dobutamin : 5 g/KgBB/menit iv,
ditingkatkan bertahap sampai 20
g/KgBB/menit iv.
Norepinephrine : 0,1 g/KgBB/menit iv,
dapat ditingkatkan sampai efek yang
diharapkan.

Kortikosteroid

Kortikosteroid yang diberikan


adalah hydrocortison dengan
dosis 50 mg/KgBB iv bolus
dilanjutkan dengan dosis yang
sama dalam 24 jam secara
continuous infusion.

Syok kardiogenik
disebabkan

oleh kegagalan
fungsi pompa jantung yang
mengakibatkan curah jantung
menjadi berkurang atau berhenti
sama sekali

Etiologi
Penyebab

syok kardiogenik
mempunyai etiologi koroner dan
non koroner. Koroner, disebabkan
oleh infark miokardium,
Sedangkan Non-koroner
disebabkan oleh kardiomiopati,
kerusakan katup,tamponade
jantung, dan disritmia.

Penatalaksanaan
Mensuplai

tambahan oksigen
Pemberian obat-obat vasoaktif
Dukungan cairan tertentu

Syok distributif
Syok

distributif atau vasogenik


terjadi ketika volume darah
secara abnormal berpindah
tempat dalam vaskulatur seperti
ketika darah berkumpul dalam
pembuluh darah perifer.

Etiologi
membagi

klasifikasi syok ini


kedalam 3 tipe :
1. Syok Neorugenik
2. Syok Anafilaktik
3. Syok Septik

Syok neurogenik
Pada

syok neurogenik,
vasodilatasi terjadi sebagai
akibat kehilangan tonus simpatis.
Kondisi ini dapat disebabkan oleh
cedera medula spinalis, anastesi
spinal, dan kerusakan sistem
saraf. Syok ini juga dapat terjadi
sebagai akibat kerja obat-obat
depresan atau kekurangan
glukosa

Penatalaksanaan
Pengobatan

spesifik syok neurogenik tergantung pada


penyebabnya. Jika penyebabnya Hipoglikemia (syok insulin)
dilakukan pemberian cepat glukosa
Syok neurogenik dapat dicegah pada pasien yang mendapakan
anastesi spinal atau
epidural dengan meninggikan bagian kepala tempat tidur 15 20
derajat untuk mencegah penyebaran anastetik ke medula spinalis.
Pada Kecurigaan medula spinal, syok neurogenik dapat dicegah
melalui imobilisasi pasien dengan hati-hati untuk mencegah
kerusakan medula spinalis lebih lanjut.
Stocking elastik dan meninggikan bagian kaki tempat tidur dapat
meminimalkan pengumpulan darah pada tungkai. Pengumpulan
darah pada ekstremitas bawah menempatkan pasien pada
peningkatan resiko terhadap pembentukan trombus.
Pemberian heparin, stocking kompresi, dan kompresi pneumatik
pada tungkai dapat mencegah pembentukan trombus.

Syok anafilaktik
disebabkan

oleh reaksi alergi


ketika pasien yang sebelumnya
sudah membentuk anti bodi
terhadap benda asing (anti gen)
mengalami reaksi anti gen- anti
bodi sistemik

Penatalaksanaan
Pemberian

obat-obat yang akan


memulihkan tonus vaskuler, dan
mendukung kedaruratan fungsi
hidup dasar
Jika terdapat ancaman atau
terjadi henti jantung dan henti
napas, dilakukan resusitasi
jantung paru (RJP)

Syok Septik
bentuk

paling umum syok


distributuf dan disebabkan oleh
infeksi yang menyebar luas

Penatalaksanaan
Pengumpulan

spesimen urin, darah,


sputum dan drainase luka dilakukan
dengan tekhnik aseptik.
Pemberian suplementasi nutrisi tinggi
kandungan protein secara agresif
dilakukan selama 4 hari dari awitan
syok.
Pemberian cairan intravena dan obatobatan yang diresepkan termasuk
antibiotik dan obat-obat vasoaktif untuk
memulihkan volume vaskuler