Anda di halaman 1dari 58

LAPORAN KASUS

HIPERTENSI KRISIS

OLEH :
CHAIDIR AULIA FAHMI
Pembimbing :
dr. NAZRIN BEY SITOMPUL, Sp. PD
dr. M. SYAHRUDDIN, Sp.PD

DEFINISI
Hipertensi mendesak (urgency hypertension), yang
apabila tekanan darah sistolik >180 mmHg atau diastolik
>120 mmHg tanpa disertai kerusakan organ target
sehingga penurunan tekanan darah dapat dilaksanakan
lebih lambat (dalam hitungan jam sampai hari).
Hipertensi darurat (emergency hypertension), yang
apabila tekanan darah sistolik >180 mmHg atau diastolik
>120 mmHg, dan terdapat kelainan atau kerusakan organ
target yang progresif sehingga tekanan darah harus
diturunkan dengan segera (dalam menit sampai jam) guna
untuk mencegah kerusakan organ target yang terjadi.

ETIOLOGI
Hipertensi Emergensi
o Pengobatan
adekuat

yang

terhadap

Hipertensi Urgensi
tidak o

Peningkatan

hipertensi tahanan

primer

sistemik

o Hipertensi renovaskular

o Penyakit parenkim ginjal

sistemik

o Pheokromositoma

o Hiperaldosterone primer

pembuluh

Peningkatan

Hormon

drastis

dari
darah

vasokontriksi

(angiotensin

vasopressin dan norepinerin)

II,

DIAGNOSIS
ANAMNESA
PEMERIKSAAN FISIK
PEMERIKSAAN PENUNJANG

TERAPI

Prinsip terapi
1. Menurunkan tekanan darah seoptimal mungkin,
tetapi tidak mengganggu perfusi organ sasaran.
2. Mencegah komplikasi vaskuler/arteriosklerotik
dan kerusakan organ sasaran, mengontrol faktor resiko
lain.
3. Bila sudah ada komplikasi diusahakan
retardasif/kalau mungkin regresi komplikasi
vaskuler/arteriosklerosis dan kerusakan target organ
(LVH, nefropati, dsb)
4. Memantau dan mengontrol efek samping obat yang
lain (hipokalemia dan sebagainya) yang dapat
menambah morbiditas dan mortalitas

Obat

Dosis

Efek

Lama kerja

Perhatian khusus

Klonidin IV 150 ug

6 amp per 250 cc

30-60 menit

24 jam

Ensefalopati

Nitrogliserin IV

10-50 ug

2-5 mnt

5-10 mnt

Nikardipin IV

0.5-6 ug/kg/menit

1-5 mnt

15-30 mnt

Dilitiazem IV

5-15

Sama

Nitroprusid

0.25

Langsung

2-3 mnt

OBAT

ACE-1
(Captopril)

CARA
PEMBERIAN

DOSIS

Mulai kerja SL: 10-15 menit


Oral: 15-30 menit
Efek max.SL: 60 menit
Oral: 1-2 jam
Lama kerja: 8 jam

12,5-25 mg

Mulai kerja: 30-60 menit

75-150 mcg/kali/jam

agonist

Efek max.: 2-4 jam

Total: 900 mcg

(Clonidin)

Lama kerja: 3-12 jam

Central

Sublingual Oral

FARMAKOLOGI

alpha Oral

Calcium

Oral (dikunyah, Mulai kerja: 5-20 menit

5-10 mg.

channel

ditelan)

Efek max.: 30-60 menit

Obat alternatif bila obat lain tidak ada. Sudah jarang diberikan karena

Lama kerja: 2-6 jam

dapat menurunkan tekanan darah dengan sangat cepat sehingga sulit

blocker
(Nifedipin)

untuk mengatur respon, serta meningkatkan risiko iskemia serebral dan


jantung

(Angiotensin

Oral

Mulai kerja: 5-20 menit

Reseptor

Efek max.: 30-60 menit

Blocker)

Lama kerja: 2-6 jam

Candesartan

8mg per hari atau 16-32mg perhari pada hipertensi berat

LAPORAN KASUS
ANAMNESA PRIBADI

Nama
:Sudiono
Umur
:57 Tahun
Jenis Kelamin
:Laki-laki
Status
: Kawin
Agama
:Islam
Pekerjaan
: Wirausaha
Alamat
: Jln. Ir.Juanda
Suku
:Jawa

ANAMNESA PENYAKIT
Keluhan Utama

:sakit kepala

:os datang ke IGD RS.dr.H.Kumpulan pane pada tanggal


11 januari 2016 dengan keluhan sakit kepala hebat. Hal ini dialami os sejak 1
hari belakangan ini. Sakit kepala timbul ketika os sedang melakukan aktivitas di
rumah. Sakit kepala juga disertai dengan tengkuk os terasa berat dan jantung
berdebar debar. Awalmulanya os menganggap seperti sakit kepala biasa,
sehingga os memutuskan untuk beristirahat sejenak. Namun keluhan os
bertambah berat juga disertai dengan sesak nafas dan mual. Sehingga os
memutuskan untuk dirawat di RSUD dr.H.Kumpulan pane. Tekanan darah os
saat masuk ke RSUD dr.H.Kumpulan Pane 230/140 mmHg. Os juga
mengeluhkan adanya nyeri sendi yang terkadang timbul. Os mengaku memiliki
riwayat hipertensi sejak 8 tahun yang lalu namun os hanya meminum obat
hipertensi ketika os merasa tekanan darah os tengah meningkat. Os juga
memiliki riwayat diabetes melitus sejak 6 tahun yang lalu dan mengaku teratur
meminum obat gula. Os memiliki riwayat merokok sejak 30 tahun yang lalu
dengan frekuensi rokok satu bungkus perhari Mual (+), Muntah (-), Sesak Nafas
(+), Anemis (-), BAK (+),BAB (-).
Telaah

ANAMNESA PENYAKIT TERDAHULU

Riwayat Hipertensi
: (+)
Riwayat Diabetes Mellitus : (+)
Riwayat Penyakit jantung
: disangkal
Riwayat asma
: disangkal
Riwayat Penyakit maag
: disangkal
RIWAYAT PEMAKAIAN OBAT
Os mengaku mengkonsumsi obat penurun tekanan darah (Captopril 25mg) dan obat
gula (Glimepiride 2mg)
RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA

Disangkal.

ANAMNESA MAKANAN

Sebelum sakit Os makan banyak 3 kali sehari atau lebih, porsi cukup dan
bervariasi.

STATUS PRESENT
Keadaan Umum : Sedang
Sensorium
: Compos Mentis
Tekanan Darah : 2630/140 mmHg
Nadi
: 96 x/i, regular, equals, t/v kuat
Pernafasan
: 24x/i, thoraco-abdominal
Temperature : 36,6C

KEADAAN PENYAKIT
Keadaan Penyakit : BAIK
Anemia
: (-)
Ikterus
: (-)
Sianosis
: (-)
Dispnue
: (+)
Edema
: (-)
Purpura
: (-)
Turgor Kulit
: Kembali cepat
Pancaran Wajah
: Tampak lemah
Sikap Tidur Paksa : (-)

KEADAAN GIZI
Keadaan Gizi : BAIK
BB
: 83 Kg
TB
: 169 cm
RBW
: ( BB / TB 100 ) x 100%
( 83 /169 -100) x 100%
120 % Normoweight

PEMERIKSAAN FISIK
1. KEPALA

- Bentuk

MUKA
: Normocepahali

- PertumbuhanRambut :DBN
- Nyeri Tekan

:(-)

- Perubahan Lokal : (-)

Pancaran Wajah : Baik


Sembab
: (-)
Pucat
: (-)
Kuning
: (-)
Parase
: (-)
Gangguan Lokal : (-)

MATA
- Stand Mata
: DBN
- Gerakan
: Baik Kesegala Arah
- Exofthalmus
: (-)
- Ptosis
: (-)
- Ikterus
: (-)
- Anemia
: (-)
- Reaksi Pupil
: (+/+), isokor, diameter
mm, RCL (+/+), RCTL (+/+)
- Gangguan Local : (-)

TELINGA
Bentuk : DBN
Sekret : (-)
Radang : (-)
Atrofi : (-)

BIBIR
- Sianosis
- Pucat
- Kering
- Radang

HIDUNG
- Bentuk : DBN
- Sekret
: (-)
- Benjolan : (-)

GIGI
- Karies
: (-)
- Pertumbuhan : DBN

: (-)
: (-)
: (-)
: (-)

LIDAH

Kering
: (-)
Pucat : (-)
Beslag
: (-)
Tremor
: (-)

Tonsil
Merah
Bengkak

: (-)
: (-)

LEHER
Palpasi

Inspeksi
- Struma

: Tidak Terlihat

Pembesaran
- Kelenjar
Bengkak : (-)
- Pulsasi Vena : (-)
- Venektasi : (-)

- Posisi Trachea : Medial/DBN


- Nyeri Tekan
- TVJ

: (-)

: R 2 cmH2O

THORAX
THORAX DEPAN
Inspeksi

- Bentuk

: Fusiformis

- Simetris / Asimetris

: Simetris

- Retraksi Iga

: (-)

- Bendungan Vena

: (-)

- Ketinggalan Bernafas
- Venektasi

: (-)

: (-)

- Pembengkakan

: (-)

- Ictus Cordis

: tidak terlihat

Palpasi
Nyeri tekan

: (-)

Fremitus suara
Lapangan paru atas : kanan = kiri
Lapangan paru tengah : kanan = kiri
Lapangan paru bawah : kanan = kiri
Iktus : teraba
Lokalisasi

: ICR V, 1 Jari Medial Linea

midlavicula Sinistra
Kuat angkat
Melebar

: (-)
: (-)

Perkusi

Suara Perkusi Paru

a. Lapangan Paru Atas

: Sonor, Kanan = Kiri

b. Lapangan Paru Tengah

: Sonor, Kanan = Kiri

c. Lapangan Paru Bawah : Sonor, Kanan = Kiri

- Batas Paru Hati


a. Relatif

: ICR V linea midclavikularis dextra

b. Absolut

: ICR VI linea midclavikularis dextra

c. Peranjakan Hati

: 1 jari dibawah batas paru hati absolut

- Batas Jantung

a. Kanan

:Linea Parasternalis dextra

b. Atas

:ICR III

c. Kiri

: Linea midclavicularis sinistra

Auskultasi
PARU-PARU
Suara Pernafasan
- Lapangan Paru Atas : Vesikuler, Kanan = Kiri
- Lapangan Paru Tengah

: Vesikuler, Kanan = Kiri

- Lapangan Paru Bawah

: Vesikuler, Kanan = Kiri

Suara Tambahan
- Ronkhi Kering: (-)
- Krepitasi : (-)
- Gesek Pleura : (-)

Cor
a. Heart Rate

: 60 x/m, regular

b. Suara Katup

: M1 > M2 A2 > A1
P2 > P 1

A 2> P 2

c. Suara Tambahan
- Desah Jantung fungsional / organis

: (-)

- Gesek Peri Cardial / Pleura Cardial

: (-)

THORAX BELAKANG
Inspeksi
- Bentuk
-

: Fusiformis
Simetris / Asimetris : Simetris
Benjolan Benjolan : (-)
Scapulae Alta
: (-)
Ketinggalan Bernafas : (-)
Venektasi
: (-)

Palpasi

Nyeri Tekan

: (-)

- Fremitus Suara
a. Lapangan Paru Atas

: Kanan =

Kiri

b. Lapangan Paru Tengah

: Kanan = Kiri

c. Lapangan Paru Bawah

: Kanan = Kiri

Perkusi
- Suara Perkusi Paru
a. Lapangan Paru Atas

: Sonor, Kanan = Kiri

b. Lapangan Paru Tengah

: Sonor, Kanan = Kiri

c. Lapangan Paru Bawah

: Sonor, Kanan = Kiri

Batas Bawah Paru


a. Kanan: Vertebra Thoracal IX
b. Kiri : Vertebra Thoracal X
Auskultasi
a. Suara Pernafasan
- Lapangan Paru Atas : Vesikuler, Kanan = Kiri
- Lapangan Paru Tengah

: Vesikuler, Kanan = Kiri

- Lapangan Paru Bawah

: Vesikuler, Kanan = Kiri

b. Suara Tambahan
- Ronkhi Basah : (-)
- Ronkhi Kering : (-)
- Krepitasi : (-)
- Gesekan Pleura

: (-)

ABDOMEN
Inspeksi
- Membesar
: (-)
- Venektasi
: (-)
- Sirkulasi Kolateral
: (-)
- Pulsasi
: (-)
- Umbilicus
: (-)
Palpasi
- Defens Muscular
: (-)
- Nyeri Tekan
: (-)
- Lien
: Tidak teraba
- Ren
: Tidak Teraba
- Hepar
: Tidak Teraba

Perkusi
- Suara Abdomen

: Tympani

- Shiffting Dullnes

: (-)

- Pekak Hati

: (-)

Auskultasi
- Peristaltic Usus

: (+), DBN

- Double Sound

: (-)

EKSTREMITAS
Ekstremitas Atas
- Bengkak

: (- /-)

- Merah

: (- /-)

- Eritema Palmaris : (- /-)


- Stand Abnormal

: (- /-)

- Gangguan Fungsi : (- /-)


- Rumple leed Test : (-)
- Reflex

: - Biceps (+/+), Kanan = Kiri

Triceps (+/+), Kanan = Kiri

Ekstremitas Bawah
- Bengkak

: (- /-)

- Merah

: (- /-)

- Oedem

: (- /-)

- Pucat

: (- /-)

- Gangguan Fungsi : (- /-)


- Varises

: (- /-)

- Reflex

: - KPR (+/+), Kanan = Kiri


- APR (+/+), Kanan = Kiri

RESUME
Anamnesa
Keluhan Utama
: sakit kepala
Telaah
: os mengalami sakit kepala hebat sejak 1 hari
belakangan ini. Sakit kepala os rasakan saat sedang melakukan aktifitas
dirumah. Sakit kepala juga disertai tengkuk terasa berat, jantung
berdebar debar dan sesak nafas. Os juga mengeluhkan adanya nyeri
sendi. Mual (+), Muntah (-), Nyeri ulu hati (-), sesak (+), Anemis (+),
BAK(+),BAB (-).

STATUS PRESENT
Keadaan Umum

Keadaan Penyaki

Sens : Compos Mentis

Anemia : (-)

TB

: 155 cm

TD

Ikterus : (-)

BB

: 63 kg

HR : 96x/m, regular

Sianosis : (-)

RBW : 114 %

RR

Dispnue : (-)

: 230/140 mmHg

: 28x/m

Suhu : 36C

Edema : (-)
Sikap Tidur Paksa : (-)
Turgor : Kembali Cepat

Pancaran Wajah : Baik

Keadaan Gizi
Status
Present

PEMERIKSAAN FISIK
- Kepala

: Normocephali, DBN

- Lidah

: Beslag (-) Tremor (-)

- Leher

: Dalam batas normal

- Thorax

: Dalam batas normal

- Abdomen : Dalam Batas Normal


- Ekstremitas

: Dalam Batas Normal

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
DARAH
Hb
Leukosit

12,6g/dl
6300/uL

NILAI NORMAL

13 18 g/dl
5000 10.000 / uL

27mg/dl
2.2mg/dl

NILAI
NORMAL
10-40
0 .5-1.2
2-7

Uric acid
(+)2 positif

Negatif
0-5/lpb

Eritrosit

Ureum
creatinin

Urin rutin

Protein

Renal Function TEST

10-15/lpb

7.6mg/dl

Lipid
profile
Cholester
ol total

188

<200

Crcl : (140-umur)xBBx0,85
72xcreatinin
: (140-44)x63x0,85
72x2,2
:
7055
158,4
44,5 (stadium 3)

DIFFERENTIAL DIAGNOSA
1.Hipertensi Krisis + CKD Grade III + Gout Artritis
2. Hipertensi krisis+ Hipertensi Heart Dissease+ CKD
Grade III
3.Hipertensi Krisis + PJK + CKD Grade III
4. Hipertensi Krisis + CHF + CKD Grade III + Gout
Artritis
DIAGNOSA SEMENTARA
1.Hipertensi Krisis + CKD Grade III + Gout Artritis

TERAPI

Terapi Umum
- Bed Rest
- Diet MII Rendah Garam Rendah Purin
- O2 2-3 l/i
Terapi Medikamentosa
IVFD Asering 20 gtt/i (macro)
Inf. Perdipine sesuai protap
Inj. Ranitidine 1 amp/12 jam
P/o
Captopril 50 mg SL
Adalat Oros 30 mg 1x1
HCT 1x1
Bisoprolol 5mg 1x1
Candesartan 16mg 1x1

Penjajakan

FOLLOW UP
12 Januari 2016
Sens : CM
TD : 191/123 mmHg
HR : 91 x/i
RR : 28 x/i
T : 36,00C

Pasien dirawat di
ICU

KU/
Sakit kepala (+)
Tengkuk terasa berat
(+)
Hoyong (+)
Sesak Nafas (+)
Mual muntah (-)
Nyeri Dada (-)
Sulit tidur (+)
Tidak nafsu makan
(+)
Konjuctiva anemis
(+)
Sulit tidur (+)
BAB (-)
BAK (+)

Terapi
Diet MII RG
O2 2-3 l/i
IVFD Asering 20 gtt/I
(Macro)
Inf Perdipine sesuai
protap
Inj. Ranitidin 1a/12j
p/o
Adalat oros 30 mg 1x1
Hidroklorotiazid 1x1
Bisoprolol 5mg 1x1
Candesartan 16mg 1x1
Hb : 12,7 mg/dl
SGOT : 42 UI
Creatinine : 2,2 mg/dl
CrCl : 43 (Stage III)
Glukosa puasa 141mg/dl

13 Januari 2016
Sens : CM
TD : 140/100 mmHg
HR : 76 x/i
RR : 32 x/i
T : 38,30C

Pasien pindah ke
ruangan pav 1

KU/
Sakit kepala (+)
Tengkuk terasa berat
(+)
Hoyong (+)
Sesak Nafas (+)
Mual muntah (-)
Nyeri Dada (-)
Demam (+)
Tidak nafsu makan
(+)
Konjuctiva anemis
(+)
Sulit tidur (+)
BAB (-)
BAK (+)

Terapi
Diet MII RG
O2 2-3 l/i
IVFD Asering 20 gtt/I
(Macro)
Inf Perdipine sesuai
protap
Inj. Ranitidin 1a/12j
p/o
Adalat oros 30 mg 1x1
Hidroklorotiazid 1x1
Bisoprolol 5mg 1x1
Candesartan 16mg 1x1
Paracetamol 3x1

14 januari 2016
Sens :CM
TD : 170/100 mmHg
HR : 82 x/i
RR: 28 x/i
T : 39,20C

KU/
Sakit kepala (+)
Tengkuk terasa berat
(+)
Hoyong (+)
Sesak Nafas (+)
Mual muntah (-)
Nyeri Dada (-)
Demam (+)
Tidak nafsu makan
(+)
Konjuctiva anemis
(+)
Sulit tidur (+)
BAB (-)
BAK (+)

Terapi
Diet MII RG
O2 2-3 l/i
IVFD Asering 20 gtt/I
(Macro)
Inj. Novalgin 1a (k/p)
Inj. Ranitidin 1a/12j
p/o
Adalat oros 30 mg 1x1
Hidroklorotiazid 1x1
Bisoprolol 5mg 1x1
Candesartan 16mg 1x1
Paracetamol 3x1
Alprazolam 1x tab

15 januari 2016
Sens :CM
TD : 170/100 mmHg
HR : 80 x/i
RR: 28 x/i
T : 39,20C

KU/
Sakit kepala (+)
Tengkuk terasa berat
(+)
Hoyong (+)
Sesak Nafas (+)
Mual muntah (-)
Nyeri Dada (-)
Demam (+)
Tidak nafsu makan
(+)
Timbul bintik
kemerahan pada
Co. Bagian Kulit dan seluruh tubuh (+)
Kelamin
gatal (+)
BAB (-)
BAK (+)

Terapi
Diet MII RG
O2 2-3 l/i
IVFD Asering 20 gtt/I
(Macro)
Inj. Novalgin 1a (k/p)
Inj. Ranitidin 1a/12j
p/o
Adalat oros 30 mg 1x1
Hidroklorotiazid 1x1
Bisoprolol 5mg 1x1
Candesartan 16mg 1x1
Paracetamol 3x1
Alprazolam 1x tab
Cetirizine tab 2x1

16 januari 2016
Sens :CM
TD : 170/100 mmHg
HR : 80 x/i
RR: 28 x/i
T : 37,30C

KU/
Sakit kepala (+)
Tengkuk terasa berat
(+)
Hoyong (+)
Sesak Nafas (-)
Mual muntah (-)
Nyeri Dada (-)
Demam (+)
Tidak nafsu makan
(+)
Timbul bintik
kemerahan pada
seluruh tubuh (+)
gatal (+)
BAB (-)
BAK (+)

Terapi
Diet MII RG
O2 2-3 l/i
IVFD Asering 20 gtt/I
(Macro)
Inj. Novalgin 1a (k/p)
Inj. Ranitidin 1a/12j
p/o
Adalat oros 30 mg 1x1
Hidroklorotiazid 1x1
Bisoprolol 5mg 1x1
Candesartan 16mg 1x1
Paracetamol 3x1
Alprazolam 1x tab
Cetirizine tab 2x1

18 Januari 2016
Sens : CM
TD : 150/100 mmHg
HR : 84 x/i
RR : 24 x/i
T : 36,80C

KU/
Sakit kepala (+)
Tengkuk terasa berat
(+)
Hoyong (+)
Sesak Nafas (-)
Mual muntah (-)
Nyeri Dada (-)
Demam (+)
Tidak nafsu makan
(+)
Timbul bintik
kemerahan pada
seluruh tubuh (+)
gatal (+)
BAB (-)
BAK (+)

Terapi
Diet MII RG
O2 2-3 l/i
IVFD Asering 20 gtt/I
(Macro)
Inj. Novalgin 1a (k/p)
Inj. Ranitidin 1a/12j
p/o
Adalat oros 30 mg 1x1
Hidroklorotiazid 1x1
Bisoprolol 5mg 1x1
Candesartan 16mg 1x1
Urin rutin
Protein: 2 (+)
Eritrosit: 10-15/lpb

19 Januari 2016
Sens : CM
TD : 140/90 mmHg
HR : 84 x/i
RR : 24 x/i
T : 36,80C

KU/
Sakit kepala (-)
Tengkuk terasa berat
(-)
Hoyong (+)
Sesak Nafas (-)
Mual muntah (-)
Nyeri Dada (-)
Demam (+)
Tidak nafsu makan
(+)
Timbul bintik
kemerahan pada
seluruh tubuh (+)
gatal (+)
BAB (-)
BAK (+)

Terapi
Diet MII RG
O2 2-3 l/i
IVFD Asering 20 gtt/I
(Macro)
Inj. Novalgin 1a (k/p)
Inj. Ranitidin 1a/12j
p/o
Adalat oros 30 mg 1x1
Hidroklorotiazid 1x1
Bisoprolol 5mg 1x1
Candesartan 16mg 1x1
Dulcolax supp

DISKUSI KASUS
Anamnesis

Anamnesis
Teori
Krisis Hipertensi merupakan suatu keadaan klinis yang ditandai oleh tekanan darah yang
sangat tinggi dengan kemungkinan akan timbulnya atau telah terjadi kelainan organ target.
Pada umumnya krisis hipertensi terjadi pada pasien hipertensi yang tidak atau lalai
memakan obat antihipertensi.
Hipertensi emergensi (darurat)
Peningkatan tekanan darah sistolik >180 mmHg atau diastolic >120 mmHg secara
mendadak disertai kerusakan organ target. Hipertensi emergensi harus ditangulangi
sesegara mungkin dalam satu jam dengan memberikan obat-obatan anti hipertensi
intravena.
Hipertensi urgensi (mendesak)
Peningkatan tekanan darah seperti pada hipertensi emergensi namun tanpa disertai
kerusakan organ target. Pada keadaan ini tekanan darah harus segera diturunkan dalam 24
jam dengan memberikan obat-obatan anti hipertensi oral.
Pasien
Pasien datang dengan Tekanan darah 230/140mmHg disertai kerusakan salah satu organ
target.
Pasien memiliki riwayat hipertensi 8 tahun yang lalu, dan mengkonsumsi Obat anti
Hipertensi, tetapi pasien tidak rutin mengkonsumsi obat Anti hipertensi tersebut

Manifestasi Klinik
Teori

Manifestasi klinis hipertensi krisis berhubungan


dengan kerusakan organ target yang ada diantaranya,
nyeri dada, sesak napas, (pada gangguan jantung), mata
kabur pada edema papilla mata, sakit kepala hebat,
gangguan kesadaran pada gangguan otak, gagal ginjal akut
pada gangguan ginjal.
Pasien
Pasien mengeluhkan pandangannya kabur sejak 2 hari ini
Pasien mengeluhkan Sesak napas
Pasien juga mengalami gagal Ginjal stage 3
Pada pemeriksaan EKG di dapati ST depresi

Pemeriksaan Fisik
Teori
Pada pemeriksaan fisik, bisa ditemukan Retinopati
dengan perubahan Arteriola, perdarahan dan papil
Edema. Pada sebagian pasien bisa saja muncul lebih
dominan seperti angina pectoris,dan gagal jantung
kiri. Dan beberapa pasien dengan gagal ginjal akut
dengan oliguria, dan atau hematuria bisa saja
terjadi.
Pasien
Dari anamnesis di dapati BAK Os sebanyak
(900cc)/hari
Dari foto thorax didapati cor dalam batas normal

Teori
Pemeriksaan penunjang

Teori
Darah : rutin, BUN, creatinine, elektrolit, lipid profile
Urine : rutin, Kultur urine.
EKG
Foto thorax

Pasien
Dari pemeriksaan darah rutin dijumpai Hb: 12,8g/dL
Dari pemeriksaan urin rutin dijumpai protein: (+) 2 positif, eritrosit 1015/lpb
Dari pemeriksaan ureum dan creatinin terjadi peningkatan. creatinin:
2,2 mg/dl, uric acid : 7,6 mg/dl
Dari pemeriksaan foto Thorax tidak didapati Cardiomegaly

Terapi
Teori
Terapi non-farmakologi seperti :
mengurangi berat badan untuk individu yang obes atau
gemuk,
mengadopsi pola makan yang sehat,
Diet rendah Garam,
olahraga yang teratur minimal 15 menit/hari. Seperti :
aerobic, jogging, jalan kaki, dan bersepeda.
Pasien
Pasien mendapat edukasi untuk memperbaiki pola makan,
diet rendah garam
Dan dianjurkan untuk berolahraga minimal 15 menit/hari

Terapi farmakologi
Teori
Terapi hipertensi emergensi harus disesuaikan
setiap individu tergantung kerusakan organ target.
Manajemen tekanan darah dilakukan dengan obatobatan parenteral secara tepat dan cepat. Pasien
harus berada di dalam ruangan ICU agar
monitoring tekanan darah bisa dikontrol dan
dengan pemantauan yang tepat. Tingkat ideal
penurunan tekanan darah masih belum jelas, tetapi
penuruna Mean Arterial pressure (MAP)10%
selama 1 jam awal, dan 15% pada 2-3 jam
berikutnya.
Pengobatan hipertensi urgensi cukup dengan obat
oral yang bekerja cepat sehingga menurunkan
tekanan darah dalam beberapa jam.

Obat

Dosis

Efek

Lama kerja

Perhatian khusus

Klonidin IV 150 ug

6 amp per 250 cc

30-60 menit

24 jam

Ensefalopati

Nitrogliserin IV

10-50 ug

2-5 mnt

5-10 mnt

Nikardipin IV

0.5-6 ug/kg/menit

1-5 mnt

15-30 mnt

Dilitiazem IV

5-15

Sama

Nitroprusid

0.25

Langsung

2-3 mnt

OBAT

ACE-1
(Captopril)

CARA
PEMBERIAN

DOSIS

Mulai kerja SL: 10-15 menit


Oral: 15-30 menit
Efek max.SL: 60 menit
Oral: 1-2 jam
Lama kerja: 8 jam

12,5-25 mg

Mulai kerja: 30-60 menit

75-150 mcg/kali/jam

agonist

Efek max.: 2-4 jam

Total: 900 mcg

(Clonidin)

Lama kerja: 3-12 jam

Central

Sublingual Oral

FARMAKOLOGI

alpha Oral

Calcium

Oral (dikunyah, Mulai kerja: 5-20 menit

5-10 mg.

channel

ditelan)

Efek max.: 30-60 menit

Obat alternatif bila obat lain tidak ada. Sudah jarang diberikan karena

Lama kerja: 2-6 jam

dapat menurunkan tekanan darah dengan sangat cepat sehingga sulit

blocker
(Nifedipin)

untuk mengatur respon, serta meningkatkan risiko iskemia serebral dan


jantung

(Angiotensin

Oral

Mulai kerja: 5-20 menit

Reseptor

Efek max.: 30-60 menit

Blocker)

Lama kerja: 2-6 jam

Candesartan

8mg per hari atau 16-32mg perhari pada hipertensi berat

PASIEN
Th/
IVFD Asering 20 gtt/i (macro)
Inf. Perdipine sesuai protap
Inj. Ranitidine 1 amp/12 jam
P/o
Captopril 50 mg SL
Adalat Oros 30 mg 1x1
HCT 1x1
Bisoprolol 5mg 1x1
Candesartan 16mg 1x1

TERIMA KASIH