P. 1
Penyelesaian Sengketa Tanah Adat Klen Dan Klen Outponkamban

Penyelesaian Sengketa Tanah Adat Klen Dan Klen Outponkamban

|Views: 325|Likes:
Dipublikasikan oleh Maksimus Mamo Kandam
Pada masa lampau jumlah penduduk sedikit, tanah adat di bagi-bagikan kepada anak pria untuk menguasai beberapa hektar tanah adat. Makin lama penduduk bertambah, maka Tanah Adat pun di bagi-bagikan kepada anak pria maka tanah adat semakin kecil, dan sumber daya semakin kurang.

Sengketa bisa terjadi karena faktor jumlah penduduk tidan sebanding dengan luas areal tanah adat pada masyarakat sederhana
Pada masa lampau jumlah penduduk sedikit, tanah adat di bagi-bagikan kepada anak pria untuk menguasai beberapa hektar tanah adat. Makin lama penduduk bertambah, maka Tanah Adat pun di bagi-bagikan kepada anak pria maka tanah adat semakin kecil, dan sumber daya semakin kurang.

Sengketa bisa terjadi karena faktor jumlah penduduk tidan sebanding dengan luas areal tanah adat pada masyarakat sederhana

More info:

Categories:Types, Comics
Published by: Maksimus Mamo Kandam on Apr 15, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/22/2010

pdf

text

original

PENYELESAIAN SENGKETA TANAH ADAT KLEN MINDIPTANAMAN DAN KLEN OUTPONKAMBAN PADA SUKU BANGSA MUYU DI KAMPUNG AMGUMBIT

DISTRIK MINDIPTANA KABUPATEN BOVEN DIGOEL

SKRIPSI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Antropologi

Oleh : MAKSIMUS MAMO KANDAM NIM : 03 301 059

JURUSAN ANTROPOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS CENDEAWASIH JAYAPURA 2009

viii

KATA PENGANTAR

Kepercayaan terhadap sesuatu kekuatan yang abstrak yang menggerakkan semua aktifitas manusia sehingga manusia percaya kepadanya ialah bersifat pribadi. Saya sebernanya tidak percaya akan adanya ³ TUHAN ³ atau penganut aliran materialisme. Tetapi saya mengakui bahwa terjadinya alam semesta ini pasti ada

satu tokoh utama perancangnya, maka saya percaya bahwa semua awal kehidupan di bumi ini pasti ada perancangnya, perancang itu kemungkinan ³ TUHAN ³. Maka saya merasa berterima kasih kepada perancang utama tersebut karena ia yang memberikan sangat besar motifasi kepada saya sehingga saya dapat dengan sabar menyelesaikan tulisan ini dengan judul ³ PENYELESAIAN SENGKETA TANAH ADAT KLEN MINDIPTANAMAN DAN KLEN OUTPONKAAMBAN PADA SUKU BANGSA MUYU DI KAMPUNG AMGUMBIT DISTRIK

MINDIPTANA KABUPATEN BOVEN DIGOEL ³ dengan baik hingga selesai.

Saya menyadari bahwa penulisan ini dapat terlaksana atas bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Prof. Dr. Bert Kambuaya, MBA selaku Rektor Universitas Cenderawasih. 2. Bapak Drs. Naffi Sanggenafa, MA selaku Dekan FISIP UNCEN dan juga sebagai Dosen pembimbing I yang senantiasa membimbing saya dalam penulisan Skripsi ini.

viii

3. Bapak Drs. Agus Samori, M.Si selaku Dosen pembimbing II yang senantiasa membimbing penulis dalam penyusun Skripsi ini. 4. Ibu Dra. Ivone Poli, M. Si sebagai Ketua Jurusan Antropologi FISIP UNCEN yang selalu membantu saya dalam segala atministrasi yang berkaitan dengan perkuliahan maupun surat-surat penting lainya. 5. Bapak Drs. Akhmad Kadir, M. Hum sebagai Sekretaris Jurusan

Antropologi FISIP UNCEN dan juga sebagai Dosen Wali saya yang selalu member arahan kepada saya dalam perkuliahan. 6. Bapak Drs. Barkis Suraatmadja yang sangat setia serta akrap dan selalu memberikan motifasi, memberikan arahan yang sangat baik kepada seluruh mahasiswanya termasuk saya walaupun ia bukan Dosen pembimbing. 7. Seluruh Bapak Ibu Dosen di Jurusan Antropologi FISIP UNCEN yang memkali pengetahuan tentang disiplin ilmu Antropologi. 8. Seluruh teman-teman seangkatan 2003, Fitri, Alexander, Aquarisal, Agustinus, Ananias, Alfares, Naman, Eke, Tonius, Albert, Agustunus,

Aloisus, Qystein, Abner, Piter ( Almahrum ), Lea, Daisy, Hadijah, Theresia, Lenny, Sonya, Seth, Helena, Marselina, Ester, Kesia, Teriana dan juga teman-teman lain yang belum disebutkan namanya dalam tulisan ini yang selalu memberi semangat belajar dalam perkuliahan. 9. Kedua orang tuaku yaitu Ambe Bernadus Kanembut dan Enang Aloisia Amboram yang membesarkan serta menyekolahkan saya.

viii

10. Ketujuh saudara/iku, ambah Nongok, Kandu, dan oni Cristofora, serta taman van Halen, Marino, Wilhelmus ( almahrum ), dan Amarop yang senantiasa memberikan motifasi belajar serta memberi bantuan moril maupun materil. 11. Seluruh keluarga besar klen Amboram yang dengan sabar memberi bantuan materil maupun moril kepada saya. 12. Yayasan Don Bosco, Keuskupan Agung Merauke yang juga memberi dukungan materil selama empat ( 2003-2007 ) tahun kepada saya. 13. Almamaterku Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cenderawasih.

Maksimus Mamo Kandam

viii

DAFTAR ISI

Halaman

Halaman Judul««««««««««««««««««««««« Halaman Persetujuan««««««««««««««««««««.. Halaman Pengesahan««««««««««««««««««««.. Halaman Persembahan«««««««««««««««««««« Halaman Motto««««««««««««««««««««««« Daftar Gambar««««««««««««««««««««««« Daftar Diagram Kekerabatan«««««««««««««««««. Daftar Tabel«««««««««««««««««........................... Daftar Isi««««««««««««««««««««««««....

i ii iii iv v vi xii xiii ix

BAB I : PENDAHULUAN....................................................................

1

A. Latar Belakang Masalah«««««««««««««« B. Pembatasan Masalah«««««««««««««««.. C. Teori Dan Konsep«««««««««««««««« 1. Teori«««««««««««««««««««« 2. Konsep««««««««««««««««««« D. Tujuan Penelitin«««««««««««««««««

1 5 6 6 8 9

viii

1. Tujuan Akademis««««««««««««««« 2. Tujuan Praktis«««««««««««««««« E. Metode Penelitian«««««««««««««««« 1. Wawancara«««««««««««««««««. 2. Obserfasi Partisipasi«««««««««««««.. 3. Studi Pustaka«««««««««««««««« F. Populasi Dan Sampel«««««««««««««« 1. Populasi«««««««««««««««««« 2. Sampel««««««««««««««««««. G. Sistematika Penulisan««««««««««««««

9 10 10 10 11 11 12 12 13 13

BAB II : GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN«««

15

A. Kampung«««««««««««.«««««««.... 1. Nama Kampung Dan Sejarah Asal Usul««««.. 2. Nama Suku Bangsa«««««««««««««.. 3. Sub Suku«««««««««««««««««.. B. Keadaan Geografis««««««««««««««« 1. Letak Kampung Amgumbit«««««««««« 2. Batas-Batas Kampung Amgumbit«««««««. 3. Luas Kampung Amgumbit«««««««««« 4. Topografi«««««««««««««««««

15 15 16 18 20 20 21 21 21

viii

5. Iklim««««««««««««««««««... 6. Jarak Dan Transportasi Ke Pusat Pemerintahan... C. Keadaan Demografis«««««««««««««.. 1. Jumlah Penduduk«««««««««««««.. 2. Migrasi Keluar Masuk Kampung««««««...

22 24 26 26 29

D. Flora Dan Fauna««««««««««««««.. 1. Flora««««««««««««««««««. 2. Fauna««««««««««««««««««

30 30 31

E. Pendidikan Formal«««««««««««««« 1. Sekolah Dasar««««««««««««««. 2. Sekolah Menengah Pertama««««««««.. 3. Sekolah Menengah Atas««««««««««

33 34 38 40

F. Keadaan Kesehatan«««««««««««««. 1. Jenis-Jenis Penyakit«««««««««««.... 2. Puskesmas Dan Fasilitasnya««««««««. 3. Petugas Kesehatah««««««««««««. 4. Kebiasaan Masyarakat Yang Membuat Mereka Sakit«««««««««««.«........

42 42 43 43

44

viii

G. Kebiasaan Sehari-Hari«««««««««««« 1. Kebiasaan Sehari-Hari Anak-Anak«««««.. 2. Kebiasaan Sehari-Hari Remaja««««««« 3. Kebiasaan Sehari-Hari Orang Dewasa«««.. H. Beberapa Unsur Kebudayaan««««««««.. 1. Bahasa««««««««««««««««.. 2. Sistem Mata Pencaharian Hidup«««««... 3. Organisasi Tradisional«««««««««« 4. Sistem Religi Dan Agama««««««««

44 44 45 47 49 49 56 61 75

BAB III : Faktor Penyebab Terjadinya Sengketa Tanah Adat«««««««««««««««. A. Beberapa Kasus Sengketa«««««««««.. 1. Klen Mindiptanaman VS Klen Outponkamban««««««««««««.. 2. Klen Outponkamban VS Perikanan«««« 3. Laranga Penguburan Jenasah Di Kuburan« 4. Masalah Lokasi Manggistan««««««... 5. Nathalis Kakutip VS Pengusaha Batu-Bata««««««««««««««.. 81 77 78 79 81 77 77

B. Kasus Penganiayaan«««««««««««..

84

viii

BAB IV : Penyelesaian Sengketa Tanah Adat Klen Mindiptanaman Dan Klen Outponkamban«« A. Nama-Nama Tanah Adat«««««««««... 1. Nama-Nama Tanah Adat Klen Outonkamban.. 2. Nama-Nama Tanah Adat Klen Mindiptanaman««««««««««««« B. Sistem Kekerabatan Dan Pola Tempat Tinggal« 1. Klen«««««««««««««««««.. 2. Batas-Batas Wilayah««««««««««... 3. Tempat Tinggal««««««««««««... 91 93 93 95 98 86 86 86

C. Sistem Hukum««««««««««««««.. 1. Hak Milik««««««««««««««« 2. Hak Pakai««««««««««««««« 3. Hak Waris««««««««««««««... 4. Pengaturan Hak««««««««««««..

99 99 103 104 114

D. Penguasaan Tanah««««««««««««... 1. Kepemilikan Tanah««««««««««« 2. Tempat Keramat««««««««««««

118 118 119

E. Pemilihan Media Penyelesaian Sengketa

viii

Tanah Adat Antara Klen Mindiptanaman Dan Klen Outpponkamban««««««««.. 1. Penyelesaian Dengan Media Arbitrase««.. 2. Penyelesaian Dengan Perdamaian Desa«« 3. Penyelesaian Dengan Media Kupuk, Mitim, Dan Jawot««««««««««. 4. Penyelesaian Di Kantor Polisi«««««.. 137 142 120 121 125

BAB V : Penutup««««««««««««««««. A. Kesimpulan««««««««««««««... 1. Faktor Penyebab Terjadinya Sengketa Tanah Adat««««««««««««««. 2. Media Penyelesaian Sengketa Tanah Adat.. 3. Penyelesaian Sengketa Tanah Adat Antara Klen Mindiptanaman dan Klen Outponkamban«««««««««................

145 144

144 147

147

B. Saran«««««««««««««««««..

148

viii

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->