Anda di halaman 1dari 6

METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN

DAN PUBLIKASI FISIKA

OLEH

NAMA

: SUCI KHAIRANI

NIM / TM

: 1301578 / 2013

PRODI

: PENDIDIKAN FISIKA (RB)

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2015

Rujukan Utama Pendidikan dan Pembelajaran


Fisika
1. Pendidikan Nasional
Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat 1, Pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
memiliki kekuatan spiritual keagamaan,pengendalian diri, krepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
negara.
Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat 2, Pendidikan
Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama,
kebudayaan nasional indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan Zaman.
2. Tujuan Pendidikan Nasional
Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 3, Tujuan Pendidikan
Nasional Yaitu Untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia
yang beriman dan bertaqwa keoada Tuhan yang maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab.
3. Tujuan Mata Pelajaran Fisika
Mata pelajaran Fisika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan
sebagai Berikut :
1. Membentuk sikap positif terhadap fisika dengan menyadari keteraturan dan
keindahan alam serta mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa
2. Memupuk sikap ilmiah yaitu jujur, obyektif, terbuka, ulet, kritis dan dapat
bekerjasama dengan orang lain

3. Mengembangkan pengalaman untuk dapat merumuskan masalah, mengajukan dan


menguji hipotesis melalui percobaan, merancang dan merakit instrumen
percobaan,

mengumpulkan,

mengolah,

dan

menafsirkan

data,

serta

mengkomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis


4. Mengembangkan kemampuan bernalar dalam berpikir analisis induktif dan
deduktif dengan menggunakan konsep dan prinsip fisika untuk menjelaskan
berbagai peristiwa alam dan menyelesaian masalah baik secara kualitatif maupun
kuantitatif
5. Menguasai

konsep

dan

prinsip

fisika

serta

mempunyai

keterampilan

mengembangkan pengetahuan, dan sikap percaya diri sebagai bekal untuk


melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi serta mengembangkan
ilmu pengetahuan dan teknologi. (BSNP,2006:160)
4. Kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan tujuan
a) Kompetensi Inti
Menurut PERMENDIKBUD Nomor 59 tahun 2014 Pasal 3 ayat 2,
Kompetensi inti adalah tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi
Lulusan yang harus dimiliki oleh seorang peserta didik.
b) Kompetensi Dasar
Menurut PERMENDIKBUD Nomor 59 Tahun 2014 pasal 3 ayat 4,
Kompetensi Dasar berisi kemampuan dan muatan pembelajaran untuk suatu mata
pelajaran pada Sekolah Menengah atas.Madrasah Aliyah yang mengacu pada
Kompetensi inti.
Menurut PERMENDIKNAS Nomor 1 tahun 2008, Kompetensi dasar adalah
sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran
tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran.
c) Indikator
Menurut PERMENDIKBUD Nomor 1 tahun 2008, Indikator adalah perilaku
yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian
kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran.

d) Tujuan Pembelajaran
Menurut PERMENDIKBUD Nomor 1 tahun 2008, Tujuan pembelajaran
menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta
didik sesuai dengan kompetensi dasar.
5. Pembelajaran
Menururt Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 20,
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber
belajar pada suatu lingkungan belajar.
Menurut PERMENDIKBUD Nomor 103 tahun 2014 pasal 1 ayat 1,
Pembelajaran adalah proses interaksi antarpeserta didik dan antara peserta didik
dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
6. Maksud Pelajaran fisika
Mata pelajaran Fisika dimaksudkan sebagai wahana untuk menumbuhkan
kemampuan berpikir yang berguna untuk memecahkan masalah di dalam kehidupan
sehari-hari (BSNP,2006:159)
7. Bagaimana Pembelajaran fisika dilakukan
Pembelajaran Fisika seharusnya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah untuk
menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta berkomunikasi
sebagai salah satu aspek penting kecakapan hidup (BSNP,2006:169-160).
8. Kompetensi
Menurut E. Mulyasa (2004: 37-38), kompetensi merupakan perpaduan dari
pengetahuan, ketrampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan
berpikir dan bertindak.
Menurut Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 pasal 1 ayat 10, Kompetensi
adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki,
dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas
keprofesionalan.

9. Pengertian Kompetensi dalam Pembelajaran Fisika


Kompetensi dalam pembelajaran fisika adalah sikap, pengetahuan, dan
keterampilan yang harus dimiliki dan dikuasai oleh peserta didik untuk menumbuhkan
kemampuan berpikir yang berguna untuk memecahkan masalah di dalam kehidupan
sehari-hari (Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah,2006:159)
10. Pengertian Fisika
Fisika merupakan salah satu cabang IPA yang mendasari perkembangan
teknologi maju dan konsep hidup harmonis dengan alam (BSNP,2006:159).
Mata pelajaran fisika adalah salah satu mata pelajaran dalam rumpun sains
yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir analitis induktif dan deduktif dalam
menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peristiwa alam sekitar, baik secara
kualitatif maupun kuantitatif dengan menggunakan matematika, serta dapat
mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap percaya diri (Depdiknas,
2003).

Daftar Pustaka

Badan Standar Nasional Pendidikan.2006.Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah.BSNP.Jakarta
Mulyasa,E.2004.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.Remaja Rosdakarya.Bandung
Republik Indonesia.2003.Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional. Sekretariat Negara.jakarta
Republik Indonesia.2008. PERMENDIKNAS Nomor 1 tahun 2008 tentang Standar Proses
Pendidikan Khusus Tunanetra,Tunarunggu, dan Tunagrahita..PERMENDIKNAS.Jakarta
Republik Indonesia.2014. PERMENDIKBUD Nomor 59 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah
Menengah Atas/ Madrasah Aliyah.PERMENDIKBUD.Jakarta
Republik Indonesia.2014. PERMENDIKBUD Nomor 103 tahun 2014 tentang Pembelajaran Pada
Pendidikan Dasar dan Menengah.PERMENDIKBUD.Jakarta
Republik Indonesia.2014.Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan
Dosen.Sekretariat Negara.Jakarta