Anda di halaman 1dari 19

Kegiatan ekplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi merupakan

kegiatan yang sangat penting di dalam dunia industri perminyakan,


dimana umumnya setelah kegiatan eksplorasi dilaksanakan dan
apabila ditemukan kandungan minyak bumi yang cukup komersial,
maka kegiatan itu akan dilanjutkan dengan kegiatan ekploitasi minyak
bumi tersebut. Namun kegiatan eksplorasi tidak berhenti melainkan
terus berjalan seiring dengan kegiatan eksploitasi yang dilaksanakan
dengan harapan dapat dilakukan pengembangan zona hidrokarbon
yang lebih luas ataupun kearah yang lebih dalam pada sumur
pemboran.
eksplorasi
dan eksploitasi
ini membutuhkan
Oleh sebab Kegiatan
itu, kegiatan
ini diharapkan
dapat menghasilkan
data biaya
yang
operasional
yang tidaktinggi.
sedikit
jumlahnya.
akurasiya berkualitas
Disetiap
survey bawah permukaan yang
nantinya mampu memberikan gambaran-gambaran tentang keadaan
dibawah permukaan daerah tersebut. Salah satu data yang dapat
diperoleh pada saat kegiatan ini adalah data Well Logging, dimana
data ini memberikan hasil rekaman dari kedalaman lapisan bawah
permukaan, serta dapat membantu menggambarkan urutan litologi
batuan pada setiap lubang bor. Data disajikan dalam bentuk kurvakurva log yang dapat menggambarkan sifat dan karakteristik batuan
yang berada di bawah permukaan (subsurface). Selain itu kurva-kurva
ini juga dapat menginformasikan peranan dan manfaat jenis fluida
yang terkandung pada batuan itu. Untuk memahami kurva-kurva

Hingga kini belum ada penyelesaiaan lain selain mengebor suatu


sumur untuk memastikan ada tidaknya kandungan hidrokarbon
dibawah tanah, setiba di lapangan sumur, para operator logging
meluruskan letak kendaraan logging segaris dengan sumbu sumur,
menggelarkan kabel logging melalui roda katrol bawah dan atas, dan
menyambungkan alat alat logging. Insinyur logging melakukan
pemeriksaan dan kaliberasi permukaan, kemudian rangkaian logging
alat logging diturunkan kedasar sumus secepat mungkin dengan
pertimbangan kondisis sumur. Setelah sampai didasar sumur,
kalibrasi alat sekali lagi dilakukan, skala skla pembacaan diatur, dan
kabel logging mulai ditarik keluar, maka mulailah proses logging.
Kecepatan survey diatur konstan antara 1800 s/d 6000ft/hr,
tergantung jenis alat logging.

Pada saat mengadakan pemboran dan selama pemboran


berlangsung, selalu melibatkan lumpur pemboran yang sering
disebut sebagai mud drilling ,yang mempunyai tekanan
hidrostatis lebih besar dari pada tekanan formasi pada
kedalaman tertentu. Hal ini dipergunakan untuk Menstabilkan
tekanan formasi yang ada di bawah permukaan, dimana
tekanan lumpur yang ada di dalam annulus (Pm) harus dijaga
agar selalu lebih besar dari tekanan hidrostatik cairan di dalam
pori-pori formasi (Pr) guna menghindari terjadinya blow out.
Blow out ini merupakan salah satu akibat tidak seimbangnya
tekanan formasi dengan tekanan lumpur pemboran dimana
tekanan formasi (Pr) lebih besar daripada tekanan lumpur
pemboran (Pm), sehingga lumpur didesak kembali keluar oleh
tekanan formasi yang menyebabkan terjadinya semburan dari
dalam lubang bor. Sedangkan jika perbedaan tekanan Pm dan Pr
dimana Pm lebih besar daripada Pr yang biasanya beberapa
ratus psi, akan mendesak cairan pemboran ke dalam formasi,
sehingga partikel-partikel padat lumpur tertahan pada formasi
di dinding lubang pemboran dan membentuk kerak lumpur
(mud cake) yang mengakibatkan diameter lubang bor lebih kecil
daripada diameter sebenarnya (diameter pahat bor). Selain itu

Minyak bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin


petrus karang dan oleum minyak), dijuluki juga sebagai emas
hitam, adalah cairan kental, coklat gelap, atau kehijauan yang
mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area
di kerak Bumi. Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari
berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, tetapi
bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya.
Minyak bumi adalah suatu senyawa hidrokarbon yang terdiri dari
karbon
(83-87%), hidrogen (11-14%), nitrogen (0,2-0,5%), sulfur (0-6%),
dan oksigen
(0-3,5%). Proses produksi minyak dari formasi tersebut
mempunyai kandungan
air yang sangat besar, bahkan bisa mencapai kadar lebih dari
90%. Selain air,
juga terdapat komponen-komponen lain berupa pasir, garamgaram mineral,
aspal, gas CO2 dan H2S. Komponen-komponen yang terbawa
bersama minyak ini menimbulkan permasalahan tersendiri pada

Eksplorasi atau pencarian minyak bumi merupakan suatu


kajian panjang yang melibatkan beberapa bidang kajian
kebumian dan ilmu eksak. Untuk kajian dasar, riset dilakukan
oleh para geologis, yaitu orang-orang yang menguasai ilmu
kebumian. Mereka adalah orang yang bertanggung jawab atas
pencarian hidrokarbon tersebut.
Perlu diketahui bahwa minyak di dalam bumi bukan berupa
wadah yang menyerupai danau, namum berada di dalam poripori batuan bercampur bersama air. Ilustrasinya seperti gambar
di bawah ini

Gambar pori
batuan
Abu-abu adalah
pasir
Biru adalah air
Hitam adalah
minyak

A. KAJIAN GEOLOGI
Secara ilmu geologi, untuk menentukan suatu daerah mempunyai
potensi akan minyak bumi, maka ada beberapa kondisi yang
harus ada di daerah tersebut. Jika salah satu saja tidak ada maka
daerah tersebut tidak potensial atau bahkan tidak mengandung
hidrokarbon. Kondisi itu adalah:
1. Batuan Sumber (Source Rock)
Yaitu batuan yang menjadi bahan baku pembentukan hidrokarbon.
biasanya yang berperan sebagai batuan sumber ini adalah serpih.
batuan ini kaya akan kandungan unsur atom karbon (C) yang
didapat dari cangkang - cangkang fosil yang terendapkan di
batuan itu. Karbon inilah yang akan menjadi unsur utama dalam
rantai penyusun ikatan kimia hidrokarbon.
2. Tekanan dan Temperatur
Untuk mengubah fosil tersebut menjadi hidrokarbon, tekanan dan
temperatur yang tinggi di perlukan. Tekanan dan temperatur ini
akan mengubah ikatan kimia karbon yang ada dibatuan menjadi
rantai hidrokarbon.

3. Migrasi
Hirdokarbon yang telah terbentuk dari proses di atas harus dapat
berpindah ke tempat dimana hidrokarbon memiliki nilai ekonomis
untuk diproduksi. Di batuan sumbernya sendiri dapat dikatakan tidak
memungkinkan untuk di ekploitasi karena hidrokarbon di sana tidak
terakumulasi dan tidak dapat mengalir. Sehingga tahapan ini sangat
penting untuk menentukan kemungkinan eksploitasi hidrokarbon
tersebut.
4. Reservoar
Adalah batuan yang merupakan wadah bagi hidrokarbon untuk
berkumpul dari proses migrasinya. Reservoar ini biasanya adalah
batupasir dan batuan karbonat, karena kedua jenis batu ini memiliki
pori yang cukup besar untuk tersimpannya hidrokarbon. Reservoar
sangat penting karena pada batuan inilah minyak bumi di produksi.
5. Perangkap (Trap)
Sangat penting suatu reservoar di lindungi oleh batuan perangkap.
tujuannya agar hidrokarbon yang ada di reservoar itu terakumulasi di
tempat itu saja. Jika perangkap ini tidak ada maka hidrokarbon dapat
mengalir ketempat lain yang berarti ke ekonomisannya akan
berkurang atau tidak ekonomis sama sekali. Perangkap dalam
hidrokarbon terbagi 2 yaitu perangkap struktur dan
perangkap stratigraf.

Kajian geologi merupakan kajian regional, jika secara regional tidak


memungkinkan untuk mendapat hidrokarbon maka tidak ada
gunanya untuk diteruskan. Jika semua kriteria di atas terpenuhi
maka daerah tersebut kemungkinan mempunyai potensi
minyak bumi atau pun gas bumi. Sedangkan untuk menentukan
ekonomis atau tidaknya diperlukan kajian yang lebih lanjut yang
berkaitan dengan sifat fsik batuan. Maka penelitian dilanjutkan pada
langkah berikutnya.
B. KAJIAN GEOFISIKA
setelah kajian secara regional dengan menggunakan metoda
geologi dilakukan, dan hasilnya mengindikasikan potensi
hidrokarbon, maka tahap selanjutnya adalah tahapan kajian
geofsika. Pada tahapan ini metoda - metoda khusus digunakan
untuk mendapatkan data yang lebih akurat guna memastikan
keberadaan hidrokarbon dan kemungkinannya untuk dapat di
ekploitasi. Data-data yang dihasilkan dari pengukuran pengukuran
merupakan cerminan kondisi dan sifat-sifat batuan di dalam bumi.
Ini penting sekali untuk mengetahui apakan batuan tersebut
memiliki sifat - sifat sebagai batuan sumber, reservoar, dan
batuan perangkap atau hanya batuan yang tidak penting dalam
artian hidrokarbon. Metoda-metoda ini menggunakan prinsipprinsip fsika yang digunakan sebagai aplikasi engineering.

Metoda tersebut adalah:


1.Ekplorasi Seismik
Ini adalah ekplorasi yang dilakukan sebelum pengeboran. kajiannya
meliputi daerah yang luas. dari hasil kajian ini akan didapat
gambaran lapisan batuan didalam bumi.
2. Data Resistiviti
Prinsip dasarnya adalah bahwa setiap batuan berpori akan di isi
oleh fluida. Fluida ini bisa berupa air, minyak atau gas.
Membedakan kandungan fluida didalam batuan salah satunya
dengan menggunakan sifat resistan yang ada pada fluida. Fluida
air memiliki nilai resistan yang rendah dibandingkan dengan
minyak, demikian pula nilai resistan minyak lebih rendah dari
pada gas. dari data log kita hanya bisa membedakan resistan
rendah dan resistan tinggi, bukan jenis fluida karena nilai resitan
fluida berbeda beda dari tiap daerah. sebagai dasar analisa fluida
perlu kita ambil sampel fluida didalam batuan daerah tersebut
sebagai acuan kita dalam interpretasi jenis fluida dari data
resistiviti yang kita miliki.
3. Data Porositas

Data berat jenis


Data ini diambil dengan menggunakan alat logging dengan bantuan
bahan radioaktif yang memancarkan sinar gamma. Pantulan dari
sinar ini akan menggambarkan berat jenis batuan. Dapat kita
bandingkan bila pori batuan berisi air dengan batuan berisi
hidrokarbon akan mempunyai berat jenis yang berbeda

Titik pendidihan dalam tekanan atmosfer fraksi distilasi dalam


derajat Celcius:
minyak eter: 40 - 70C (digunakan sebagai pelarut)
minyak ringan: 60 - 100C (bahan bakar mobil)
minyak berat: 100 - 150C (bahan bakar mobil)
minyak tanah ringan: 120 - 150C (pelarut dan bahan bakar untuk
rumah tangga)
kerosene: 150 - 250C (bahan bakar mesin jet)
minyak gas: 250 - 350C (minyak diesel/pemanas)
minyak pelumas: > 300C (minyak mesin)
sisanya: tar, aspal, bahan bakar residu