Anda di halaman 1dari 22

HUBUNGAN KEMAMPUAN MENEMUKAN HAL-HAL PENTING

DALAM WAWANCARA DENGAN KEMAMPUAN MENARASIKAN TEKS


WAWANCARA SISWA KELAS VII SMP AL-IKHLAS LUBUKLINGGAU

Oleh:
YUPRAN ABADI (2010 225)
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (STKIP-PGRI)
LUBUKLINGGAU 2015

1. LATAR BELAKANG
Bahasa memiliki peranan yang sangat
penting dalam kehidupan manusia, karena
dengan bahasa manusia dapat berinteraksi
dengan lingkungan sekitarnya. Melalui
bahasa manusia dapat menyampaikan pesan
baik lisan maupun tulisan kepada orang lain.
Dengan bahasa pula kita dapat menentukan
identitas penuturnya.

Kemampuan berbahasa mencakup empat


aspek penting, yaitu (1) keterampilan
mendengar, (2) keterampilan berbicara, (3)
keterampilan membaca, dan (4) keterampilan
menulis.
Kemampuan
berbahasa
ini
berhubungan erat dalam usaha seseorang
memperoleh kemampuan berbahasa yang
baik. Berbagai usaha dilakukan untuk
membina dan mengembangkan bahasa agar
benar-benar memenuhi fungsinya.

Dalam kegiatan pembelajaran keterampilan


berbahasa yang terdiri dari menyimak,
mendengarkan, berbicara, membaca dan
menulis memegang peranan penting dan
strategis. Dalam berbagai kesempatan
acapkali keterampilan berbahasa seseorang
diuji melalui empat keterampilan tersebut
dengan keterampilan menemukan hal-hal
penting dalam wawancara.

kemampuan menemukan hal-hal


penting
dalam
wawancara
merupakan salah satu bentuk
kegiatan dari mendengarkan. Jadi,
kemampuan mendengarkan siswa
akan
mampu
mengembangkan
kemampuan
menulis
siswa
terhadap
apa
yang
mereka
dengarkan.
Menulis
merupakan
suatu kegiatan yang produktif dan
ekspresif.

Dalam Standar Isi Kurikulum Tingkat


Satuan Pendidikan (KTSP) bahasa
Indonesia, menarasikan teks wawancara
termasuk ke dalam Standar Kompetensi
(SK) menulis, yaitu mengungkapkan
berbagai informasi dalam bentuk narasi
dan pesan singkat. Berdasarkan SK
tersebut, menarasikan teks wawancara ini
dirinci dalam Kompetensi Dasar, yaitu
mengubah teks wawancara menjadi narasi
dengan memperhatikan cara penulisan
kalimat langsung dan tak langsung.

2. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian dalam latar belakang di atas. Maka masalah


yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah Adakah hubungan
kemampuan menemukan hal-hal penting dalam wawancara dengan
kemampuan menarasikan teks wawancara siswa kelas VII SMP ALIKHLAS Lubuklinggau?.
Sedangkan rumusan masalah khususnya adalah sebagai berikut:
a.Bagaimanakah kemampuan menemukan hal-hal penting dalam
wawancara bagi siswa kelas VII SMP AL-IKHLAS Lubuklinggau?
b.Apakah siswa kelas VII SMP AL-IKHLAS Lubuklinggau mampu
menarasikan teks wawancara?
c.Adakah hubungan antara kemampuan dalam menemukan hal-hal
penting dalam wawancara dengan kemampuan menarasikan teks
wawancara siswa kelas VII SMP Al-IKHLAS Lubuklinggau?

3.RUANG LINGKUP
PENELITIAN
a. Materi yang akan dibahas adalah
menemukan hal-hal penting dalam
wawancara
b. Menarasikan teks wawancara.
c. Siswa menjadi subjek penelitian ini adalah
siswa kelas VII SMP AL-IKHLAS
Lubuklinggau.

4. TUJUAN PENELITIAN
a. Tujuan umum
Tujuan umum dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan kemampuan
menemukan hal-hal penting dalam wawancara dengan kemampuan menarasikan
teks wawancara.
b. Tujuan khusus
Adapun tujuan khusus dalam penelitian ini adalah:
1. Menjelaskan kemampuan menemukan hal-hal penting dalam wawancara siswa
kelas VII SMP AL-IKHLAS Lubuklinggau.
2. Menjelaskan kemampuan menarasikan teks wawancara pada siswa kelas VII
SMP AL-IKHLAS Lubuklinggau.
3. Menjelaskan hubungan kemampuan menemukan hal-hal penting dalam
wawancara dengan kemampuan menarasikan teks wawancara siswa kelas VII SMP
AL-IKHLAS Lubuklinggau.

5. MANFAAT PENELITIAN
a.
b.
c.
d.
e.

Siswa
Guru
Peneliti
Pembaca
Lembaga pendidikan

6. DEFENISI OPERASIONAL
a. Hubungan adalah ikatan atau penilaian yang dapat
menghubungkan antara yang satu dengan yang lain.
b. Kemampuan menemukan hal-hal penting dalam
wawancara adalah kemampuan untuk menentukan
hal-hal yang penting yang ada didalam proses
wawancara.
c. Narasi adalah salah satu jenis pengembangan
paragrap dalam sebuah tulisan yang rangkaian
peristiwa dari waktu ke waktu dijabarkan dengan
urutan awal, tengah, dan akhir.

7. TINJAUAN PUSTAKA
a. Pengertian hubungan
Menurut Yasyin (2006:118) Hubungan berarti
berkaitan, berkenaan, bersangkutan, saling
bekerja sama dengan menguntungkan menjalin
hubungan.
b. Pengertian kemampuan
Menurut Poerwadarminta (2006:742) kemampuan
adalah kesanggupan atau kecakapan seorang
atau kelompok dalam melakukan suatu kegiatan
yang berhubungan dengan jasmani dan rohani.

c. Pengertian wawancara
Menurut beberapa ahli, wawancara merupakan
suatu teknik pengumpulan data dengan jalan
mengadakan komunikasi dengan sumber data.

e. Pengertian teks wawancara


Menurut Arief dan Munaf (2003:192) Teks
wawancara adalah bentuk penyajian
informasi berupa tanya jawab secara tertulis

f. Langkah-langkah menemukan hal-hal penting


dalam wawancara
Menurut Kezia Nauli (dalam weblognya, 2013:1)
langkah-langkah menemukan hal-hal menarik pada
teks wawancara adalah:
Bacalah teks wawancara dengan cermat.
Tulis pikiran-pikiran pokok yang disampaikan
oleh narasumber.
Ceritakan kembali informasi penting yang
dikemukakan oleh narasumber dengan bahasamu
sendiri, kamu boleh mengungkapkannya dengan
kalimat langsung maupun tidak langsung.

g. Langkah-langkah menarasikan teks


wawancara
Agar dapat menarasikan teks wawancara dengan
baik, langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Bacalah teks wawancara dengan cermat.
2. Catatlah pokok-pokok isi wawancara.
3. Buatlah pengantar ke arah isi wawancara.
4. Narasikan isi wawancara dengan
mengembangkan pokok-pokok isi.
5. Lengkapilah narasi dengan bagian penutup

8. HIPOTESIS PENELITIAN
a.Hipotesis
Di dalam peneltian ini mengajukan hipotesis sebagai
berikut :
Ha :Terdapat hubungan yang signifikan antara
kemampuan menemukan hal-hal penting dalam
wawancara dengan kemampuan menarasikan teks
wawancara siswa kelas VII SMP AL-IKHLAS
Lubuklinggau.
Ho :Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara
kemampuan menemukan hal-hal penting dalam
wawancara dengan kemampuan menarasikan teks
wawancara siswa SMP AL-IKHLAS Lubuklinggau.

b. Kriteria Pengujian Hipotesis


Jika rhitung rtabel maka Ha diterima dan Ho
ditolak, berarti terdapat hubungan yang
signifikan antara kemampuan menemukan halhal penting dalam wawancara dengan
kemampuan menarasikan teks wawancara
siswa kelas VII SMP AL-IKHLAS Lubuklinggau.
Sedangkan jika rhitung < rtabel maka Ha
ditolak dan Ho diterima, berarti tidak terdapat
hubungan yang signifikan antara kemampuan
menemukan hal-hal penting dalam wawancara
dengan kemampuan menarasikan teks
wawancara siswa kelas VII SMP AL-IKHLAS
Lubuklinggau.

c. Teknik pengumpulan data


1. Teknik tes
a. Tes kemampuan menemukan hal-hal
penting dalam wawancara
b. Tes kemampuan menarasikan teks
wawancara
2. Teknik nontes

d. Teknik analisis data

1. Teknik analisis data tes


Penelitian ini diarahkan untuk membuktikan adakah hubungan
dua variabel, yaiu: kemampuan menemukan hal-hal penting
dalam wawancara (variabel X) dengan kemampuan menarasikan
teks wawancara (variabel Y) siswa kelas VII SMP AL-IKHLAS
Lubuklinggau. Rumus yang digunakan yaitu product moment.
2. Teknik analisis data Non-tes
Teknik analisis data wawancara ini dilakukan dengan cara
menghimpun bahan-bahan keterangan yang dilaksanakan
dengan melakukan tanya jawab lisan secara sepihak, bertatap
muka, dan dengan arah serta tujuan yang telah ditentukan,
kemudian dilakukan reduksi data, display tes yang berhubungan
dengan kemampuan menemukan hal-hal penting dalam
wawancara dengan kemampuan menarasikan teks wawancara
siswa kelas VII SMP AL-IKHLAS Lubuklinggau.

e. Pertanggungjawaban penelitian
1. Uji validitas instrumen tes
2. Uji reliabilitas intsrumen tes
3. Uji keacakan sampel

10. Sistematika pelaporan

TERIMA KASIH