Anda di halaman 1dari 21

Asuhan

Keperawatan
Premature Rupture of
Membranes (PROM)
By:
Muladefi Choiriyah

Program Studi Ilmu Keperawatan-FK Universitas Brawijaya

Topik Kuliah
Definisi
Etiologi
Faktor risiko
Manifestasi klinis
Patofisiologi
Komplikasi
Penatalaksanaan medis
Pemeriksaan diagnostik
Asuhan keperawatan

Definisi
Pecahnya selaput ketuban secara spontan tanpa tanda
persalinan (Klossner et all, 2010).
Pecahnya selaput ketuban sebelum tanda persalinan,
tanpa memperhatikan usia kehamilan (Ward, 2009).
Pecahnya selaput ketuban dan hilangnya cairan amnion
sebelum usia kehamilan < 37 minggu disebut Preterm
premature rupture of membranes (PPROM) (Pilliteri, 2010).
PROM lebih dari 24 jam disebut Prolonged rupture of the
membranes (Varney, 2004).

Etiologi
Belum diketahui dg pasti
Dihub. Dg infeksi vagina atau cervix maupun dari asymptomatic UTI
Bakteri penyebab paling sering : Neisseria gonorrhoeae,
Streptococcus B, dan Chlamydia.

Faktor risiko
Ibu yang merokok
Socioeconomic rendah
Deficiency vit C
Deficiency ion Cu2+
Sexual transmitted infection
Over distention uterine (gemelli, hydramnion)
Incompetent cervix

Manifestasi klinis
Melaporkan adanya cairan keluar dari vagina baik
dalam Jumlah banyak ataupun sedkiti.
Ibu tidak dapat mengontrol kluarnya cairan tersebut.
Tidak melaporkan adanya his/kontraksi

Patofisiologi

Penatalaksanaan Medis
PROM
Pemberian oksitosin (induksi persalinan) untuk UK > 37 mgg
menurunkan infeksi ibu dan janin
Expectant management (menunggu partus spontan)
50% ibu PROM akan melahirkan dalam 24 jam dan 75% dalam 48 jam.
PPROM
Jika ada tanda infeksi:
Kultur bakteri
Pemberian antibiotic tidak lebih dari 7 hari
Mempersiapkan persalinan
Tidak ada tanda infeksi:
Expectant management sampai janin matur
UK 24-34 mgg diberikan kortikosteroid IM mencegah distress nafas,
perdaharan intraventrikel dan NE
Pemberian tokolitik dilakukan jika TIDAK ADA INFEKSI
Bed rest
Tidak boleh diberikan tampon pada vagina

Pemeriksaan diagnostik
Pemeriksaan speculum (steril)
No.

Kegiatan

1.

Inspeksi genetalia eksterna untuk melihat cairan

2.

Lihat cairan pada mulut cervix

3.

Observasi adanya lanugo atau vernix caseosa pada cairan


(jika UK > 32 minggu).

4.

Lihat cervix untuk memperkirakan dilatasi (jika belum


dilakukan pemeriksaan dalam)

5.

Cek adanya prolapse tali pusat atau ekstrimitas janin

Pemeriksaan diagnostik
Test Laboratorium
No.

Kegiatan

Rincian

1.

Pengambilan sampel
darah

Menghitung Jumlah SDP dan creative


protein

2.

Nitrazine paper test (test


lakmus)

Mengecek asam-basa cairan


Cairan amnion pH 7,0-7,5 (Basa)
Kurang akurat karena mucus cervix yang
terinfeksi bakteri vaginosis/trichomonal
menunjukkan basa (+) palsu.

3.

Ferning Test (Tes Daun


Pakis)

Jika muncul gambaran daun pakis


menandakan cairan amnion.

4.

Kultur

Mengetahui adanya bakteri seperti group B


streptococcus, N. ghonorea, dan
chlamidia.

Komplikasi
Persalinan premature
Infeksi neonatal
Infeksi intra uteri (Chorioamnionitis)
Perawat harus mengenali tanda2 PROM dengan benar
dengan membedakan antara urin, lendir vagina atau
cairan semen.

Kompresi/penekanan tali pusat e.c prolapse tali pusat


Fetal pulmonary hypoplasia
Kematian fetal
Oligohydramnions.

Asuhan Keperawatan
Rencana
keperawatan

Pengkajian

Diagnosa
keperawatan

Evaluasi

Implementasi

Pengkajian
1. riwayat
No.

Riwayat

Rincian

1.

Jumlah kehilangan
cairan

PROM biasanya diawali dengan


semburan cairan.
Ibu merasa celananya basah

2.

Kemampuan
mengontrol
keluarnya cairan

Hal tersebut membedakan PROM


dengan BAK

3.

Waktu pecahnya

4.

Warna cairan

Jernih, keruh, kuning, hijau

5.

Bau cairan

Khas seperti bau lumut

6.

Terakhir
berhubungan sex

Pengkajian
2. Pemeriksaan Fisik
No.
1.

Kegiatan
Palpasi abdomen

Rincian
Berkurangnya cairan amnion
dapat menyebabkan perubahan
bentuk abdomen
Ballotement berkurang

Pengkajian
Cek tanda vital (khusunya ukur suhu tiap 2 jam)
Observasi DJJ
Meskipun cairan tampak tidak ada pada mulut cervix, riyawat
yang kuat dan ferning test (+) diagnosa pasti PROM
Pemeriksaan vagina yang tidak terlalu perlu dapat
meningkatkan resiko infeksi
Terdapat peningkatan insiden demam pada ibu hamil jika onset
PROM dan persalinan lebih dari 24 jam.

Diagnosa Keperawatan
Risk for disturbed maternal-fetal dyad, risk factor: PROM
Risk for infection, risk factor: PROM
Anxiety r.t major change: health status

Nursing intervention
1. Monitor DJJ.
Ukur DJJ tiap jam hingga onset persalinan jika DJJ
nya normal. Dan lebih sering di ukur DJJ dan monitor
janin secara elektronik untuk mendeteksi fetal distress.
3. Hindari pemeriksaan vagina yang tidak diperlukan.
4. Jika melakukan pemeriksaan vagina, catat tentang:
a. Apakah dinding vagina teraba panas
b. Bau dan warna cairan dari sarung tangan
5. Perhatikan status hidrasi. Sering terjadi peningkatan
suhu pada kondisi dehidrasi.

Nursing intervention
Monitor tanda dan gejala chorioamnionitis sangat
penting.
Suhu dan nadi diukur setiap 2-4 jam
Tidak dianjurkan untuk berhubungan seksual.
Bantu ibu mengeksplor rasa cemas,takut dan
mengantisipasi persalinan premature dan
chorioamnionitis
Menganjurkan ibu untuk bed rest
Jika terjadi Chorioamnionitis segera induksi
persalinan

Chorioamnionitis
Infeksi intrauterus
Tanda-gejala:
Ibu : terjadi PROM, suhu 38C, cairan
purulent berbau busuk dari amnion,
peningkatan leukosit
Fetal : tachycardia (>160 x/mnt)

Hasil Penelitian
No

Peneliti

Tahun

Judul

Hasil

1.

Al Riyami N, et
all.

2013

Extreme preterm premature Infeksi merupakan faktor resiko


rupture of membranes: risk utama terjadinya PPROM.
factors and feto maternal
outcomes.

2.

Tajik P, et all.

2014

Using vaginal Group B


Streptococcus colonisation
in women with preterm
premature rupture of
membranes to guide the
decision for immediate
delivery: a secondary
analysis of the PPROMEXIL
trials.

Ibu dengan PROM antara 34-37


minggu lebih baik segera
dilakukan persalinan jika
terdapat kolonisasi bakteri GBS
(+).

Maternal markers for


detecting early-onset
neonatal infection and
chorioamnionitis in cases of
premature rupture of
membranes at or after 34
weeks of gestation: a twocenter prospective study.

Pertanda infeksi berupa Creactive protein dalam darah


90% lebih efektif dalam
memprediksi onset infeksi pada
ibu dengan PROM
dibandingkan penghitungan
darah putih dan sampel bakteri
dari vagina.

3.

Popowski T, et
all.

2011

Jika GBS (-) maka dapat


ditunggu hingga kehamilan 37
minggu.

Daftar Pustaka

Pillitteri, A., 2010, Maternal and Child Health Nursing : Care of the Childbearing and
Childbearing Family, 6th ed., Lippincot Williams & Wilkins, Philadelphia.

Varney, H., Kriebs, J.M., Gegor, C.L., 2010. Varneys Midwifery fourth edition. Jones and
Bartlett Publishers, Mississauga-Canada.

Ward, S.L., Hisley, S.M., 2009, Maternal-Child Nursing Care: Optimizing Outcome for Mothers,
Children, and Families, F.A Davis Company, Philadelphia.

Klossner, N.J., Hatfield, N.T., 2010, Introductory Maternity & Pediatric Nursing, Second. Ed.
Lippincot Williams & Wilkins, Philadelphia.

Cunningham F.G, Leveno, K.J, Bloom, S.L, Spong, C.Y, Dashe, J.S, Hoffman, B.L, Casey, B.M.,
Sheffield, J.S. 2014. Williams obstetrics 24 edition. McGraw-Hill, USA.

Nanda 2015-2017

Al Riyami, N., Al-Ruheili, I., Al-Shezaw, F., Al-Khabori, M., 2013. Extreme preterm premature
rupture of membranes: risk factors and feto maternal outcomes. Oman Med. J. 28, 108111.
doi:10.5001/omj.2013.28

Popowski, T., Goffinet, F., Maillard, F., Schmitz, T., Leroy, S., Kayem, G., 2011. Maternal markers
for detecting early-onset neonatal infection and chorioamnionitis in cases of premature
rupture of membranes at or after 34 weeks of gestation: a two-center prospective study.
BMC Pregnancy Childbirth 11, 26. doi:10.1186/1471-2393-11-26

Tajik, P., van der Ham, D.P., Zafarmand, M.H., Hof, M.H.P., Morris, J., Franssen, M.T.M., de
Groot, C.J.M., Duvekot, J.J., Oudijk, M.A., Willekes, C., Bloemenkamp, K.W.M., Porath, M.,
Woiski, M., Akerboom, B.M., Sikkema, J.M., Nij Bijvank, B., Mulder, A.L.M., Bossuyt, P.M., Mol,
B.W.J., 2014. Using vaginal Group B Streptococcus colonisation in women with preterm
premature rupture of membranes to guide the decision for immediate delivery: a secondary
analysis of the PPROMEXIL trials. BJOG Int. J. Obstet. Gynaecol. 121, 12631272; discussion
1273. doi:10.1111/1471-0528.12889