Anda di halaman 1dari 16

POLIOMYELITIS

Pendahuluan
Polio merupakan penyakit yang disebabkan
virus polio yang tergolong dalam
Picornavirus
Hidup sementara dalam usus manusia
Stabil terhadap asam
Mikro organisme berukuran kecil, namun
dapat melumpuhkan tubuh.

Pendahuluan
Penyakit polio ( poliomyelitis) penyakit
virus paling tua umurnya
Penderita penyakit ini sudah terekam pada
relief peninggalan zaman Mesir Kuno yang
dipahat ribuan tahun sebelum Masehi
Pada relief itu, tertulis seorang raja yang
kakinya kecil sebelah, sehingga para arkeolog
dan kalangan medis menduga sang raja terkena
polio

Pendahuluan
Penyebaran utamanya melalui kontak dengan
manusia
Pejamu (host) virus ini memang hanya
manusia
Di luar tubuh manusia, virus ini hanya mampu
bertahan hidup sebentar.

Pendahuluan
Penyakit ini lebih sering berjangkit di daerah
dingin, sehingga penderita penyakit ini akan
berkurang di daerah tropik
Poliovirus lebih sering menyerang bayi dan
anak balita, daripada orang dewasa, karena
kekebalannya masih lemah
Virus ini juga lebih banyak menyerang pria
dewasa daripada wanita

Pendahuluan
Inang atau tempat hidup poliovirus hanyalah
tubuh manusia dan di tempat ini ia mampu
hidup bertahun-tahun lamanya
Pada tubuh hewan ia tidak dapat hidup.
Sedangkan di alam bebas, makhluk ini disebut
sebagai virus liar (wild virus), yang hanya
mampu bertahan selama dua hari karena tidak
tahan terhadap panas, cahaya dan pengeringan.

Patogenesis
Virus ini disebarkan melalui rute orofecal (melalui
makanan dan minuman) dan melalui percikan ludah
Kemudian virus berkembang biak di tenggorokan
dan usus dan kemudian menyebar ke kelenjar getah
bening, masuk ke dalam darah, serta menyebar ke
seluruh tubuh
Sasaran virus polio terutama adalah sistem saraf
yaitu ke otak, sumsum tulang belakang dan simpulsimpul saraf

Patogenesis
Dalam sistem saraf virus polio menyerang dan
merusak simpul-simpul saraf sehingga tidak
berfungsi.
Biasanya yang diserang saraf penggerak otot
tungkai/kaki dan kadang-kadang tangan. Inilah
yang kemudian menyebabkan kelumpuhan
dengan mengecilnya tungkai, sehingga jalan
menjadi tidak sempurna.

Patogenesis
Namun, virus ini dapat pula menyerang saraf
otot lengan dan tangan.
Bisa menyerang bagian otak sehingga susah
menelan , mengalami kesulitan bernapas, dan
akhirnya menimbulkan kematian.

Klinis
Respons pertama terhadap infeksi poliovirus
biasanya bersifat infeksi asimptomatik
Sekitar 4 - 8 % infeksi poliovirus tidak
menimbulkan gejala serius
Infeksi itu hanya menimbulkan penyakit minor
(abortive poliomyelitis) berupa demam, lemah,
mengantuk, sakit kepala, mual, muntah, sembelit dan
sakit tenggorokan
Setelah itu, pasien dapat sembuh dalam beberapa hari

Klinis
Namun, bila poliovirus menginfeksi sel yang
menjadi sasaran utamanya susunan sel
syaraf pusat di otak, terjadilah poliomyelitis
nonparalitik (1 2 %) dan poliomyelitis
paralitik (0,1 -1 %).

Klinis
Pada kasus poliomyelitis nonparalitik, yang
berarti poliovirus telah mencapai selaput otak
(meningitis aseptik), penderita mengalami
kejang otot, sakit punggung dan leher; selain
dari gejala penyakit minor yang telah
disebutkan di atas.

Klinis
Sedangkan kasus poliomyelitis paralitik,
biasanya terjadi sebagai perkembangan lebih
lanjut gejala ringan sebelumnya, meskipun dapat
pula terjadi tanpa melalui fase pertama tersebut
Pada tahap ini, akan terjadi kerusakan tulang
punggung atau bulbar dan lumpuh lemas (flacid
paralisis), yang terjadi akibat kerusakan neuron
motor bawah (LMN) puncak serangan yang
sangat ditakuti manusia.

Apa yang menyebabkan negara yang sudah terbebas polio


seperti Indonesia terkena kembali transmisi polio liar?

Seluruh wilayah Indonesia sebenarnya sudah dinyatakan bebas polio sejak


1995, seharusnya memang tidak perlu lagi khawatir penyakit ini.
Sayangnya, penyakit yang melumpuhkan ini mempunyai kemampuan untuk
berpindah tempat yang tidak mengenal batas negara. Masalahnya justru masih
ada negara lain yang menjadi endemik polio tersebut, sehingga masih terbuka
lebar kemungkinan polio menyerang masuk ke wilayah Indonesia kembali.
Hal serupa pernah terjadi di sebuah wilayah pedesaan di kawasan Cina,
seorang anak menderita lumpuh karena virus polio yang berasal dari India.
Kasus lain adalah di Cape Verde, Afrika Barat, di tahun 2000, importasi virus
Polio dari Angola telah menyebabkan 44 orang lumpuh dan 17 orang
meninggal. Di Bulgaria, tahun 2001, setelah sejak tahun 1991 dinyatakan telah
bebas polio, ternyata dilaporkan ada dua anak yang dinyatakan menderita
polio. Hasil laboratorium di sana menunjukkan bahwa asal virus tersebut justru
dari India.

Mungkinkah muncul virus polio derivat vaksin


(VDPV) seperti Filipina?
Sangat mungkin. Selain ancaman importasi virus dari negara lain,
kemungkinan mutasi dari virus yang telah dijadikan vaksin, bisa saja
terjadi.
Hal tersebut sudah banyak terjadi di kantung-kantung populasi dengan
kekebalan rendah, seperti di Haiti dan Republik Dominika pada tahun 2000,
di mana pada saat itu terdapat sebanyak 19 anak lumpuh karena terjadi
penularan di antara penduduk yang memiliki tingkat kekebalan yang
rendah.
Kasus yang sama juga terjadi pada tahun 2001 di Filipina. Ketika itu, virus
polio liar dinyatakan sudah tidak ditemukan lagi di negara tersebut sejak
tahun 1993, namun timbul kasus polio yang ditimbulkan oleh virus polio
yang berasal dari vaksin polio yang berisi virus polio yang dilemahkan.
Akibatnya, Filipina terpaksa menggelar kampanye vaksinasi polio darurat.
Fenomena yang sama menunjukkan telah terjadi juga di Madagaskar.

Apa upaya yang harus dilakukan untuk


memberantas polio?

Ada empat strategi yang dianggap manjur untuk


memberantas polio.
Pertama, memberi imunisasi polio pada semua
anak sebanyak empat kali sebelum usia satu tahun
sebagai bagian imunisasi rutin untuk mencegah
tujuh penyakit utama anak (tuberkulosis/meningitis,
polio, dipteri, pertusis, tetanus, campak, hepatitis
B).
Kedua, lewat Pekan Imunisasi Nasional semua anak
di bawah usia lima tahun diberi dua dosis vaksin
polio dengan tenggang waktu satu bulan.
Ketiga, sistem pengamatan dibuat sedemikian rupa
sehingga tak ada kasus polio yang tak
teridentifikasi.
Keempat, mengirim tim untuk melakukan imunisasi
dari rumah ke rumah di wilayah virus polio dicurigai
masih beredar.