Anda di halaman 1dari 17

INFEKSI NIFAS

PELATIHAN OBSTETRI EMERGENSI DASAR (POED) KEPANITERAAN KLINIK


DISIPLIN ILMU OBGIN FK UMI / UNISMUH 2015

PENDAHULUAN
Infeksi pada organ reproduksi yang terjadi setelah

persalinan baik pervaginam atau seksio sesar atau

selama menyusui, dalam 6 minggu postpartum.


94% kasus terjadi setelah pasien pulang ke rumah

Demam nifas : suhu > 38.0C selama 2 hari dalam

10 hari pertama postpartum.

Patogenesis :

Daerah tempat insersi plasenta.

Desidua di uterus merupakan lapisan yang tipis

Laserasi pada serviks, vagina dan perineum

Inflamasi dan infeksi dapat terlokalisr ataupun menyebar ke


sistemik.

FAKTOR PREDISPOSISI
Ketuban pecah lama
Rest plasenta media tumbuh kuman yang baik
Perdarahan postpartum menurunkan daya tahan

terhadap kuman patogen


Anemia selama hamil mudah terkena infeksi
Partus lama, persalinan dengan bantuan alat

Manipulasi intrauterin

JENIS INFEKSI NIFAS


Endometritis-Infeksi pada dinding uterus, biasanya

pada tempat insersi plasenta. Yang tersering.


Pelvic cellulitis (parametritis)-infeksi yang telah

menyebar keluar dari endometrium ke struktur


sekitar organ panggul termasuk ligamentum latum
Peritonitis- infeksi di peritoneum
Salpingitis- infeksi tuba.

JENIS INFEKSI NIFAS


Infeksi luka operasi
Selulitis perineum
Mastitis
Infeksi pernapasan khususnya pada pasien SC

Rest plasenta
Infeksi saluran kemih

Tromboplebitis

ANAMNESIS
Tentukan apakah partus pervaginam atau SC
Apakah ada riwayat KPD
Apakah ada riwayat infeksi selama hamil atau masa

antepartum
Tanyakan keluhan pasien

GEJALA KLINIK

Disuria, poliuri

Daerah luka episiotomi atau luka operasi kemerahan, bernanah atau


terdapat cairan sereus

Keluhan pernapasan : batuk, nyeri dada, dyspnea (ISPA atau emboli


paru)

Demam dan menggigil

Nyeri abdomen

Lokia berbau

Pembesaran mamma, kemerahan, nyeri - mastitis

Endometritis : nyeri tekan pada perut bagian bawah,

atau salah satu sisi (kiri/kanan). Pada PDV nyeri di


daerah adneksa.
Lokia yang berbau. Infeksi tersering oleh kuman
streptococcus beta-hemoliticus
Infeksi luka operasi : eritema, edema, nyeri tekan,
discharge dari luka
Mastitis : payudara besar, merah dan nyeri. Infeksi
sering satu sisi

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Darah lengkap
Elektrolit
Kultur

PENCEGAHAN DI RUMAH SAKIT


Batasi/pisahkan pasien dengan individu yang

terinfeksi (ISPA)
Perhatikan prinsip pencegahan infeksi terutama di
KB.
Alat yang steril.
Biasakan mencuci tangan untuk petugas kesehatan
Anjurkan pasien untuk mencuci tangan dan mencuci
perineum dari arah depan ke belakang
Lakukan PDV sesuai indikasi

PENANGANAN
Rehidrasi .
Antibiotik, analgesik, sedatif bila perlu

Antibiotik diberikan secara IV sampai bebas demam


Lanjutkan dengan oral selama 48 72 jam bebas

demam
Insisi dan drainase bila terdapat abses

Postpartum endometritis

Antibiotik : klindamycin. Alternatif : metronidazole dengan


atau ampisilin.

Kasus ringan : doxycycline, clindamycin

Kasus sedang berat : parenteral broad-spectrum

Infeksi luka post op/episiotomi

Bersihkan luka, bila pelu debridement


Antibiotik spektrum luas

Mastitis

Pemberian antibiotik dan analgetik


Dianjurkan untuk kompres dan gunakan ukuran bra yang
sesuai
Dianjurkan untuk tetap menyusui mengurangi
pembengkakan dan nyeri.
Jika terdapat abses atau menyusui tidak memungkinkan :
perah ASI dan drainase/insisi abses

ISK

Rehidrasi

Antibiotik : trimethoprim-sulfamethoxazole, nitrofurantoin,


ciprofloxacin, levofloxacin, ofloxacin. Semua obat tersebut

aman untuk ibu menyusui

Golongan flouroquinolone tidak digunakan untuk pengobatan


lini pertama

Trimethoprim-sulfamethoxazole and nitrofurantoin tidak


diberikan pada ibu menyusui bayi yang menderita G-6-PD

deficiency.

Septic pelvic phlebitis

Antibiotik spektrum luas. Mis : Ampicillin & gentamicin


dengan metronidazole atau clindamycin
Anticoagulan
Alternatif : low-molecular weight heparin