Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM PTK IV

ION EXCHANGE

Disusun Oleh:
Ermawati
Heri Suhendri
Pramono Adi Nugroho

2004430034

Jurusan Kimia
Fakultas Teknik
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2009
ION EXCHANGE

Djs aert work

11

I.

MAKSUD DAN TUJUAN


1. Praktikan diharapkan dapat memahami prinsip kerja alat ion
exchange pada proses pelunakan air dan demineralisasi air.
2. Praktikan dapat mengetahui aplikasi alat ion exchange pada
dunia industri.

II. TEORI PERCOBAAN


Ion exchange adalah suatu proses untuk pemurnian air dimana
ion-ion dalam suatu larutan ditukar dengan suatu penukar ion (berupa
resin), padatan, gel. Tipe-tipe penukar ionadalah resin penukar ion,
zeolit, montmorillonite, tanah liat dan humus. Penukar ion adalah salah
satu penukar kation untuk anion bermuatan positif dan penukar anion
untuk ion bernuatan negatif. Ada juga ipenukar ion yang disebut mix
ber yang mempunyai anion dan kation dan dapat menggantikan resin.
Pertukaran ion adalah suatu proses reversibel dimana penukar ionnya
dapat diregenerasi melalui suatu pencucian dengan suatu kelebihan
ion yang dapat ditukar.
Kegunaan Ion exchange:
1. Pada industri pemurnian air untuk menghasilkan air lunak. Hal
ini terpenuhi dengan pertukaran ion antara Ca 2+, dan Mg2+
terhadap Na+ dan H+.
2. Pada industri biokimia untuk memisahkan molekul seperti
protein. Proses ini diterapkan juga pada pelunak air.
3. Pada industri makanan, hydronetallurgi, finishing metal, bahan
kimia dan petrokimia, farmasi, gyla, pemanis buatan, air tanah,
air minum, air industri, nuklir dan lain-lain.
4. Untuk membuat air demin dan air lunak sebagai air umpan dan
make up water pada boiler.
Proses pertukaran ion
Proses Softening (pelunakan)

Djs aert work

11

Proses pelunakan termasuk dalam proses pertukaran ion untuk


menghilangkan ion-ion terlarut yang tidak dapat dihilangkan melalui
proses klarifikasi dan flokulasi.
Dalam proses ini air di lewatkan ke suatu kolom yang berisi resin
penukar ion. Pada waktu kontak dengan resin tersebut beberapa ion
dalam air akan ditukar dengan ion lain yang terikat dalam resin.
Pada proses ini ion yang ditukar adalah ion positif (kation)
khususnya yang mempengaruhi kesadahan air yaitu ion Ca dan Mg
yang akan ditukar dengan ion Natrium (Na+).
Tujuan

pelunakan

air

adalah

untuk

menurunkan

atau

menghilangkan kesadahan air. Dengan kandungan air sadah yang


rendah dapat meminimalisasikan terbentuknya kerak jika digunakan
sebagai air umpan boiler dan air pendingin.
Tahapan deionizer:
Tahap kation exchange
Pada tahap ini kandungan garam mineral dikurangi. Kation dan
garam-garam mineral adalah Ca, Mg, Na, K. Mineral tersebut memiliki
afinitas yang lebih tinggi dari H 2 sehingga pada proses kation
exchange,

kation-kation

tersebut

dapat

menggeser

ion

dalam

persenyawaan resin. Reaksi yang terjadi adalah:


2 R-SO3 + Ca SO4

(R-So3)2Ca

Tahap Anion Exchange


Merupakan tahao lanjutan dari kation exchange. Prinsip kerjanya
sama dengan kation exchange hanya saja resin yang digunakan
berbeda yaitu:
Weakly basic anion exchange, hanya dapat menghilangkan klor
dan nitrat.
Reaksinya :
RNH3 + HCl

RNH3Cl + H2O

Strong basic anion exchange, dapat menhilangkan anion-anion


kuat, asam silika, sulfat dan karbonat.
Reaksi yang terjadi:

Djs aert work

11

R4NaOH + HsiO3

R4NHSiO3 + H2O

Air yang dihasilkan dari proses diatas ditampung dalam tangki


air murni (pure water tank).
Reaksi yang terjadi selama proses pelunakan air adalah:
R- Na +

Ca++

+ Na+

R-Ca

Mg++

R-Mg

Dimana
R-Ca akan terikat pada resin,
kation Na+ akan terbawa oleh air.
Setelah
seluruhnya)

gugus

maka

Na+

resin

pada
harus

resin

terpakai

diaktifkan

habis

kembali

(tertukar

dengan

cara

regenerasi dengan menggunakan larutan NaCl.


Reaksi yang terjadi selama regenerasi resin:
Na +

Ca++

R-Ca
R-Mg

+ R- Na+

Mg++

Dimana:
R-Na merupakan resin yang siap dipakai kembali
Kation Ca++ dan kation Mg++ akan dibuang
Air yang dihasilkan dari proses pelunakan disebut soft water
yang umumnya dipakai sebagai air make-up dan air umpan boiler yang
beroperasi pada tekanan rendah.
Secara umum proses yang terjadi pada proses penukaran ion adalah:
1. Proses pertukaran ion
2. Back wash
Pencucian untuk menghilangkan pedatan yang terperangkap di
pori-pori antar resin, aliran mengalir dari bawah ke atas.
3. Regenerasi (pengaktifan kembali)
Proses regenerasi menggunakan regenerant seperti NaCl atau HCl
sesuai kebutuhan dimana aliran mengalir dari atas ke bawah.

Djs aert work

11

4. Rinse (pengambilan regenerant)


Proses ini bertujuan untuk menghilangkan regenerant yang masih
tersisa pada kolom.

Proses Deionisasi
Jika pada proses pelunakan yang ditukar adalah ion-ion hardness
yaitu Ca dan Mg maka pada proses deionisasi (denineralisasi) semua
kation termasuk ion natrium ditukar dengan ion hidrogen (H +) dan
semua anion ditukar dengan hidroksil (OH-). Yang dapat ditukar
anionnya yaitu terdiri dari; bikarbonat (HCO3-), karbonat (CO32-), silikat
(SiO32-), sulfat (SO42-) dan klorida (Cl-).
Dalam pelaksanaannya proses deionisasi dilaksanakan 2 tahap yaitu:
1. Pertukaran kation
R-H

Ca++

R-Ca

Mg++

R-Mg + H+

Na+

R-Na

Dimana
R-Ca, R-Mg dan R-Na akan terikat pada resin
Ion H+ akan terbawa air
2. Pertukaran Anion
R-OH + HCO3-

R HCO3

+ H 2O

Terikat di resin

terbawa air

Sama seperti pada proses pelunakan setelah kapasitas penukar


ion terpakai habis maka perlu dilakukan regenerasi dengan regenerant
yang sesuai. Larutan asam klorida atau asam sulfat biasa digunakan
untuk penukar kation dan penukar anion.
Reaksi yang terjadi selama proses regenerasi:
1. Pertukaran Kation
R-Ca

Ca++

Djs aert work

11

R-Mg

+ H+

Mg++

R-H (dipakai lagi) +


Na+

R-Na

2. Pertukaran Anion
R-HCO3 +OH-

R-OH + HCO3-

Air yang dihasilkan dari proses ini disebut demin water dan
banyak digunakan sebagai air make-up atau air umpan boiler tekanan
tinggiataupun tekanan rendah dan sedang.
Resin ion excahnge dari resin:
Na+ + RH

H+ + Rna

Dimana R merupakan resin yang berasal dari grup tipe asam.


Resin mempunyai kapasitas pertukaran ion yang terbatas. Jumlah total
tetap dari resin asam per gramnya sama dengan jumlah konsentrasi
dari R-H dan R-Na dengan konstan.
Seperti terulis pada persamaan
RH + RNa = qm
Hal yang sama juga terdapat pad fase larutan di luar resin yaitu
total konsentrasi molar dari H2 dan sodium adalah konstan.
Seperti terlihat pada persamaan
H+ + Na+ = Co
Persamaan pada kesetimbangan adalah:
H+ RNa / Na+ RH = (Co-C)q* / c (qm- q+)
Dimana G dan q* mewakili konsentrasi kesetimbangan dari natrium.
Resin Penukar Ion
Resin penukar ion adalah suatu matriks yang tidak dapat larut ,
yang memiliki diameter 1-2 mm. Resin tersebut pada umumnya

Djs aert work

11

berwarna putih atau kekuning-kuningan terbuat dari suatu substrat


polimer organik. Ada beberapa jenis resin penukar ion yang berbeda.
Resin ini digunakan secara ekstensif untuk pelunakan air selama
proses pemurnian air. Pada perkembangan selanjutnya sebagai bahan
alternaatif yang lebih fleksibel pengganti resin menggunakan zeolit
alami atau turuan.
Kebanyakan resin penukar ion terbuat dari polisytrene yang
memiliki

ikatan

cross

linker

pada

umumnya

dicapai

dengan

menambahkan suatu proporsi kecil divinyl benzene ke dalam styrene.


N0n-crosslinker polimer juga digunakan hanya saja jarang dipakai
karena kecenderungan polimer tersebut untuk mengubah dimensi
pada ikatan ion. Bagaimanapun banyak sedikitnya ikatan crosslinked
tergantung kapasitas resin dan untuk memperpanjang waktunya dapat
dicapai kesetimbangan ion dalam larutan dan dalam resin.
III. ALAT DAN BAHAN
Alat

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Alat ion exhange


Beaker glass
Buret
Pipet
Erlenmeyer
Timbangan digital

Bahan
1. CaCl2 0,05 N
2. NaCl 10%
3. Asam oksalat 0,05 N
4. NaOH 0,05 N
IV. PROSEDUR PERCOBAAN
Pembilasan Resin Kation
1. Sistem
dibilas
dengan
membersihkan

residu

menggunakan
atau

kotoran

aquadest

pada

saat

untuk
terakhir

digunakan.
2. Aquadest sebanyak 5 liter dimasukkan ke dalam reservoir untuk
diukur konduktivitasnya.

Valve dipastikan

dalam keadaan

tertutup rapat.

Djs aert work

11

3. Resin kation dibilas dengan aliran menurun dengan membuka


katup V2 dan V10.
4. Letakkan selektor tube kedalam reservoir air deionisasi den
mulai dinyalakan pompa dengan lajua alir 70%.
5. Katup by-pass dibuka penuh dengan tujuan memindahkan residu
dari operasi sebelumnya.
6. Setelah itu diatur agar alirannya lebih kecil.
7. Diatur katup kontrol sehingga laju alir antara 35-40 cm 3/ menit.
8. Diamati dan diukur kondektivitasny.
9. Kemudian air yang sudah terdeionisasi dibilas dengan membuka
katup v4 dan v8.
10. Katup ditutup setelah semua residu telah hilang.
Pengukuran Analat
1.Disiapkan larutan CaCl2 0,05 M dan diukur kondektivitasnya.
2.Kemudian pompa dinyalakan dengan 70% aliran.
3.Katup bay-pass dibuka penuh, setalah kotoran hilang diatur
sampai aliran mengecil dan berhenti.
4.Katup kontrol diatur sehingga laju alir 35-40 cm 3/menit.
5.Setelah itu ukur konduktivitasnya dan amat perubahan nilai
konduktivitasnya setiap 5 detik.
6.Pengukuran dihentikan jika nilai konduktivitasnya naik.
7.Pompa dimatikan dan ditentukan

total waktu yang diperlukan

untuk mencapai titik break through dari grafik konduktivitas


terhadap waktu.
8.Dihitung jumlah sample yang melewati kolom sebelum titk
breqak-through.
Regenerasi Kation
1.Regenerasi dilakukan denan NaCl 10% dengan arah aliran
menurun.
2.Laju alir regeneran diatur pada 60 cm 3/menit dengan waktu
kontak 40 menit.

Djs aert work

11

3.Kemudian resin dibilas dengan air deionisasi dengan laju alir 3540 cm3/menit sampai nilai konduktivitasnya mendekati nilai
konduktivitas dari air drionisasi.
4.Tangki regenerant dibilas dengan air deionisasi.
V. DATA PERCOBAAN
Pembuatan Larutan :

CaCl2 0,05 M, dalam 5000 ml


w = 0,05 M 111 5000 = 2,78 gram
1000

NaOH 0,05 N, dalam 100 ml


w = 0,05 N 40/1 100 = 0,2 gram
1000

Asam Oksalat 0,05 N dalam 100 ml


w = 0,05 N 126/2 100 = 0,315 gram
1000

NaCl 10% dalam 4 liter air


NaCl 400 gram dilaritkan dalam 4 liter air.

Standarisasi NaOH dengan Asam Oksalat :


VNaOH . NNaOH = VOksalat . NOksalat
NNaOH = 5 ml . 0,05N = 0,0460 N
5,4 ml

Titrasi CaCl2 dengan NaOH :


VNaOH . NNaOH = V CaCl2 . N CaCl2
NCaCl2 = 0,1 ml . 0,046N = 0,000460 N
10 ml

Titrasi sample CaCl2 dengan NaOH setelah percobaan:


VNaOH . NNaOH = V CaCl2 . N CaCl2
NCaCl2 = 0,7 ml . 0,046N = 0,0032 N
10 ml

Tabel Konduktivitas Sample Terhadap Waktu

Djs aert work

11

VI. PEMBAHASAN
Sebelum dilakukan proses ion exchange dilakukan terlebih
dahulu proses pembilasan resin kation dengan menggunakan
air deionisasi.
Pada proses kation exchange ion Ca2= diikat oleh resin dan air
melepaskan ion H+ nya.

Djs aert work

11

Pada proses regenerasi resin kation dilakukan ion Cl - dan NaCl


mengikat ion Ca2+.
VII.KESIMPULAN
Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui aplikasi dari proses
demineralisasi air yaitu proses penghilangan kandungan ion-ion baik
itu positif maupun ion negatif pada air.
VIII.

DAFTAR PUSTAKA

Anonimus, 2003. Penuntun Praktikum Operasi Teknik Kimia,


Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Warren L. Mc Cabe,Julian C. Smith, dan Peter Harriot. E. Jasjfi, 1993.
Operasi

Teknik Kimia; jilid 2 ,edisi keempat. Erlangga,

Jakarta.

Djs aert work

11

Anda mungkin juga menyukai